Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Keluarga Baru


__ADS_3

Pagi memupuk silau cahaya, ambulance terlihat begitu banyak. Berita kehilangan pria yang dicari oleh Milen, akhirnya membuahkan hasil.


Milen harus mendapat kabar dari pak Diva! jika Brian ditemukan di sebuah perbatasan hutan. Bahkan sudah sepekan lebih polisi mencari Brian tak kunjung ketemu. Konon mereka bilang di daerah itu tidak ada kampung.


Dan kali ini Milen, harus menyaksikan makam suaminya, ia adalah orang yang membuat Milen tidak sepi. Nenek dinyatakan tiada, sepuluh tahun silam. Tapi Brian pria yang baik, baru berjalan tiga bulan menikah, ia kembali ditinggalkan.


Milen meremas dengan air mata yang kering, ia menatap apa yang terjadi pada Brian saat itu. Dan benar Brian dibawa penghuni roh halus yang tidak tenang selama hidupnya memuja, hingga telah mati di dunia berbeda pun mereka masih menjalani kehidupan tidak baik. Menemukan pria bernama Brian, atas nama menyelamatkan. Akan tetapi jiwa dan raga Brian dibawa untuk persembahan tumbal pengantin bagi keluarga Rina.


Rina Gendam lahir tahun 1816 meninggal karena dibakar oleh massa bersama kedua anaknya karena menjalani adat dan ritual pesugihan, penglarisan dan tumbal kekayaan awet muda kehidupan yang abadi.


"Aaarggh!" teriak Milen, ia lemas karena semuanya tergambar jelas begitu saja, bagai film oleh Milen, betapa tersiksanya Brian juga saat itu yang mana ia kabur, namun tertancap wujud asli lelembut pemuja iblis.


"Kenapa harus orang yang aku sayangi lagi pergi, apa aku tidak boleh ditakdirkan bahagia dan harus sendiri." isak tangis Milen saat itu.


Milen dibantu oleh pak Diva, setelah selesai dari pemakaman. Saat itu juga ia melihat nenek Kari tersenyum padanya.


"Nenek." lirih Melin melihat wajah neneknya yang ia rindu.


"Sayang! kami selalu ada, Tuhan selalu bersamamu. Jalani hidup bahagia, tetap happy. Selamat jalan Milen, kamu tidak akan merasakan kesulitan lagi." ujar Nenek, dan Milen lemas menangis dibantu oleh Diva yang menguatkan Milen, sebab sosok Diva sendiri tahu kelebihan Milen, dan konon sesama indigo menikah harus tumbang nyawa salah satunya, demi pengorbanan jika tidak mau ditutup.

__ADS_1


"Milen, sabar ya! saya akan bantu kamu, kamu tidak sendiri. Saya yakin kamu tahu maksud dari mereka, apa yang terbaik saya dukung kamu." ujar Diva yang masih membuat Milen menangis sedih.


Kisah Milen dan Bryan pun kembali terpisah oleh maut, sementara mereka baru menikah selama beberapa bulan saja.


End ..


***


( Season 2 )


ENAM TAHUN KEMUDIAN.


Milen dilamar oleh pak DiVa! saat ini, ia tak pernah lagi bertemu hantu atau arwah semacamnya. Diva menyayangi Milen, ia hidup bahagia dan telah menikah selama dua tahun lebih. Tidak mudah bagi Diva menaklukan hati Milen, hingga Milen mau di ruqyah dan tak pernah lagi melihat arwah penasaran.


"Azan lihat apa nak? nenek yang mana?" panik Milen.


Diva menyentuh tangan Milen! ia berbicara jika semua akan baik baik saja, Diva menggendong anak laki lakinya.


Jujur saja ia mencintai Azan sama seperti anaknya sendiri, awal yang tidak tega kala Milen hamil, tapi harus kehilangan suaminya Brian dengan mengenaskan.

__ADS_1


"Dia, dia ga boleh sama sepertiku mas. Kita harus bawa Azan ke kyai. Mas bantu aku ke pondok mas! aku ga mau .."


"Sayang! mas akan antar, kamu jangan panik ya!" ucap Diva, mengecup kening Milen.


Hingga mereka berkemas, Azan dalam pangkuan Milen. Entah mengapa cuaca gelap, angin mulai besar dan hal itu membuat keseimbangan Diva yang menyetir tidak hati hati.


Arrrrgh!! teriak, dalam mobil. Mobil mereka pun jatuh ke dalam jurang. Karena satu mobil menyerempet tak terlihat karena kabut tebal.


Sementara anak berusia lima tahun itu, berada di tepi jurang dan dibantu seorang nenek nenek bungkuk.


"Bunda... Ayah. Huhu." tangis Azan Kala ia melihat mobil orangtuanya masuk kedalam lautan.


"Ada nenek sayang! nenek akan jaga kamu ya nak!" ucap sosok nenek bungkuk, menolong Azan dan menggendongnya, dibawa pergi jauh.


Namun entah kenapa, sosok Milen bangkit membuka mata. Kali ini, ia tak ingin anak satu satunya merasakan hal pahit, apalagi harus kehilangan lagi.


"Mas Diva bangun mas!" ujar Milen yang bangkit, dimana Diva kali ini membuka mata, dan melihat wajah Milen yang bercucuran darah mengucur, akibat terkena batu karang dan mereka bisa ke darat, mungkin karena Milen sadar dan meraihnya sehingga mereka bisa selamat.


"Maafkan aku Mil, aku tidak bisa menyetir dengan baik!"

__ADS_1


"Bukan salah kamu mas, sepertinya kita kehilangan Azan, aku tidak mau lelembut mengintai Azan, dan nyawa kita hilang. Anak kita tidak boleh jadi yatim piatu, aku mohon bertahanlah!" ujar Milen, yang membangunkan dan pelan bersama bangkit, mencari bantuan.


TBC.


__ADS_2