Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
S3 Reina Di Culik


__ADS_3

Bug.


Bekapan itu hampir menarik Reina ke suatu tempat, dimana Reina juga ikut menutup agar sapu tangan tak berhasil masuk ke hidungnya. Perlahan Reina hanya berhasil meninggalkan jejak sepatu, dimana Reina berharap Azam segera menolongnya saat mencarinya.


Yang jelas, ini terlihat mirip sebuah gudang di area atap, yang jarang orang lewati. Atau, Shi punya orang dalam, atau teman yang ada di butik. Apalagi Shi bisa pas berada di waktu time ia bahagia beberapa detik lalu.


Bagaimana tidak, postur Reina saat ini terlihat kecil dibanding Shi yang tenaganya besar dan lebih bugar darinya..


Reina berhasil melepas tangan Shi dimana ia hampir membuat lemas, kala sapu tangan bau menyengat hampir masuk ke hidungnya, beruntungnya Reina berhasil mendorong Shi, hingga jatuh mengenai kepalanya terbentur besi.


"Heh dengar ya Reina, aku ga akan biarkan kamu menikah dan hidup bahagia dengan Azam, apalagi merebut keluargaku!"


"Kamu ini aneh Shi, keluarga yang mana yang kamu maksud. Sudah kah kamu berkaca, kalau sejujurnya kamu yang berusaha merebut kebahagiaan keluargaku, kamu yang sudah berhasil di asuh dan disayangi oleh pria yang kamu anggap papa, tapi dia bukan papamu kan?"


"Jangan ngaco kamu anak pembawa sialan, kamu itu cuma, anak pungut? jangan sok membalikan fakta." cercah Shi yang kembali berdiri.


"Shi kamu sudah melampaui batas, kau minta maaf sekarang atau masalah ini akan berlanjut. Kau itu anak pungut yang sesungguhnya, dan kemungkinan aku tidak yakin dan berharap tidak yakin, pada dasarnya bibi Ros yang aku anggap ibu ku, ibu asuhku mempunyai anak yang jelas berbanding terbalik jauh, satunya malaikat. Dan kamu Shi, kamu itu iblis. Apa kamu kira, aku akan diam saja saat kamu semena mena padaku?"


Dasar anak pelakor!


Plak.

__ADS_1


Tangan Shi, kembali tertahan. Dimana Reina yang akan di tampar Shi, saat ini tidak ingin patah, apalagi direndahkan dan takut pada Shi, karena Reina mencoba menguatkan dan memberanikan diri melawan musuhnya di masa lalu, untuk tidak berbuat semena mena seperti dulu terhadapnya.


"Jadi kemungkinan kamu itu anak dari pengasuhku, kamu pernah kan ketemu ibu paruh baya yang tinggal denganku?" senyum miring Reina, menatap Shi. Meski hatinya amat ketakutan, tapi Reina mencoba melawan gertakan dan ancaman Shi saat ini.


"Cih, kamu tidak punya bukti Reina. Mari kita buat sesuatu, karena aku ingin hadiah spesial dariku ini berkesan untukmu." ketus Shi, yang mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.


Dimana Reina terdiam, dan menatap intens, dimana benda pipih itu terpencet dan tajam menyilau. Reina mundur, dimana ia phobia akan benda tajam, apalagi cutter tebal, dimana Reina tak yakin dengan keinginan Shi saat ini.


"Kenapa mundur, hah? kamu takut ya. Hahahaha." suara Shi bagai iblis.


"Kamu mau apa Shi, jangan berani lakukan hal fatal."


Reina pun menggeleng, sambil melirik benda apa yang bisa ia lakukan untuk melawan Shi.


"Biar aku bisikin ya, aku ingin merusak wajah Reina, dimana ia telah merebut posisiku tidak aman dan semakin berat tidak aman. Jadi bagaimana jika kamu pergi dari sini, tinggalkan Azam dan keluargamu ini. Aku pasti janji, akan merawat anak anak mungil itu, selagi dia nurut padaku pastinya. Hahaha." tawa Shi menyeramkan.


"Azam tidak akan pernah mencintaimu Shi, sadarlah banyak pria tulus pasti untukmu, hiduplah dengan benar dan apa adanya. Jadi dirimu sendiri."


"Hah, ga usah banyak ceramah. Aku bisa aja buat Azam jatuh cinta, dan papaku Alva baik lagi padaku. Dengan .. de-ngan wajah kita bertukar, bagaimana? sebentar lagi orang ku akan datang, dan kita akan bertukar wajah. Juga kehidupan. Hahaha."


"Itu tidak akan pernah terjadi, aku lebih baik tidak punya wajah, atau wajah rusak lebih baik ketimbang wajahmu."

__ADS_1


"Oh benar, tapi kamu tahu. Aku punya history kriminal, jadi saat aku dipenjara. Wajah kita sudah tertukar, mungkin Azam dan yang lain hanya perlu bersabar. Dimana kelak beberapa minggu saja, aku yang kembali dalam dekapan Azam. Dan kamu Reina .. mengantikan aku di penjara. Hahaha."


Reina menggeleng kepala, benar benar wanita bernama Shi ini sangat licik, bisa bisanya ia membuat rencana gila.


"Apa maksud kegilaan kamu Shi!"


"Sudah aku katakan, demi membayar mahal sakit hati, maka kita perlu bertukar tempat." gelak Shi yang mendekat ke arah Reina.


Reina mundur hingga menepi ujung pembatas, dimana itu ada skat yang bisa orang jatuh ke bawah sekejap sudah di beda alam.


"Reina yang bodoh, cutter ini untuk merusak wajahmu. Dan aku sudah punya potretan wajahmu, aku bisa operasi dengan wajahmu. Jadi itu pasti akan menyenangkan kan. Baik kan aku? hahaha." tawa Shi bagai orang gila.


Reina menutup mata, sambil melirik ke arah bawah namun ia tersekat jatuh. Namun tiba saja dua orang datang tepat di sampingnya, pria tubuh kekar dengan penutup membawa Reina dalam itungan detik, dengan kilat ia menarik begitu saja dan membekap Reina.


Uuuh! menoleh Reina yang tiba saja dibius.


"Aman bos."


"Hahaha, kerja bagus. Cepat bawa dia ke mobil, ingat lewat belakang!" pinta Shi, dimana ia mengekor dua pria suruhan.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2