
Esok Harinya.
Melupakan ingatan dirinya koma pergi dengan Brian, saat itu Milen masih ingat jelas hingga kini, jika mereka pergi dan bermain di sebuah bukit sangat indah, namun saat menuju pintu. Mereka terpisah, tangan Brian tertarik dan menoleh ke arah mata Milen kala itu, ' Milen, sejatinya kamu benar benar masih hidup. Maka gunakanlah sebaik mungkin sisa hidupmu, lupakan aku!' teriak Brian pergi terjatuh dengan jejak awan tebal.
Tidak ... Teriakan Milen, sehingga kala itu ia terbangun dari koma, dan setahun lebih lamanya ia hidup bagai mayat hidup, namun kepedulian Diva membuat Milen sadar, endingnya Sudah ada wanita lain yang masuk dalam bahtera rumah tangganya, hal ini membuat MILEN DILEMA.
Keesokan harinya di kantor. Acara pemilihan film dan Artis serta kompetitor untuk acara hollywood. Telah hadir di beberapa orang penting dan berpengaruh kala itu.
Milen, Farah dan Feni serta tiga pria belok telah hadir. Mereka berada satu atap di gedung yang sama. Aula besar megah untuk menampung seluruh banyak orang pemerintahan yang hadir kala itu.
Dengan setelan kebaya gold dan abu abu kebesarannya. Milen di balut baju kebesaran dengan tatanan rambut yang berbeda. Misel dan Kean terlihat hadir di ikuti Rey yang menyaksikan laga Milen, dalam bakatnya.
"Gue yakin. Hati yang patah akan booming kali ini, secara lo liat kan tuh. Artis nya beken beken semua." ucap Kean.
"Yup betul banget." tambah Misel menyemangati Milen, beberapa tahun sering bersama di universitas yang sama. Dan satu kantor yang saat itu Milen memang Humble.
"Ada apa dengan kamu Mil, menatap wanita yang satu ini. Kamu cari siapa Mil?" tanya Ome Tv menatap Milen yang mencari seseorang, ketika berdiri menghadap panggung acara. Tapi Milen memilih diam tak menghiraukan.
"Eh Eum. Milen sadarlah." ucap Ome Berusaha agar Milen fokus pada acara pentingnya.
__ADS_1
"Kak jangan goda deh. Beneran dia bakal datang kan. Ga lagi urus meeting yang kakak suruh lagi kan?" tanya Milen meyakinkan.
Pasalnya Ome dan panitia membuat aturan untuk orang terpenting yang hadir. Sementara Milen tau jika Diva akan hadir sebagi supir, sementara Milen tak mempunyai akses untuk Diva ikut menatap acaranya.
"Hmmm .. ada apa. Kamu rindu ya Mil. Habis dari ini mau langsung kemana?"
"Apaan sih. Ka Ome gajelas deh, udah Milen ga jadi minta bantuan lagi!"
"Kok ngambek sih karyawan emas kakak ini nih." senyum Ome merangkul Milen yang di minta untuk menjadi teman.
"Turunkan tangan kamu kak. Jangan macam macam!" titah Milen.
Pasalnya di tempat kantor banyak mata yang menatap karena Ome sangat terlalu menempel padanya. Sudah hampir satu jam Acara di mulai di gedung Aula tersebut.
"Yeah. Gue bilang apa Mol. Cikal Bakal mantan laki lo tuh pasti nemuin si doi, Elo sih gitu aja susah amat ninggalin. Nyeseel nanti lo Milen?" tanya Feni.
"Gue ga yakin. Lagian dia tetap masih laki gue, secara sidang pengadilan di hambat oleh Diva. Diva pasti dasarnya ga kaya gitu deh. Lagian kedua anak gue mau datang, dan kata mama, Diva akan hadir." bela Milen yang tak ingin nama suaminya jelek, karena Milen merasa tidak pantas menjelekkan demi kedua anaknya itu.
'Anak angkat juga, dah pasti pilih bapak Diva lah.' gerutu Feni yang di tebas Rey untuk diam.
__ADS_1
Feni hanya memicik sebal. Ia tak percaya dan masih menggoda Milen kala itu, agar terbakar cemburu. Lalu tak lama nama Milen di panggil ke atas panggung. Tak berselang lama di ikuti oleh Farah dan Feni.
"Milen Atmaja. Silahkan memberi pesan motivasi."
"Terimakasih pak, saya Milen Atmaja yang menulis sebuah karya Pria ku Hadir dalam Jiwa Lain." ujarnya, membuat sorak panggung hadir dengan tepuk tangan.
"Dan satu lagi selamat atas kerjasama project mu diterima."
Milen pun tersenyum haru. Ia tak menyangka jika karyanya akan diterima. Sehingga Milen mengucap rasa syukur kala itu.
"Terimakasih atas bimbingannya pak." balas Milen pada Tuan Ale.
Setelah semua teman Milen ikut menerima. Salah satu Insinyur tuan pemilik acara, mengambil ahli mic dan memberikan penghargaan pada seluruh yang telah lulus uji dalam bakat naskah papan atas. Ia juga menyambut dengan berbicara salah satu dosen lama, dan donatur terbaik setiap tahun di kantornya tersebut.
"Kita sambut. Alvaro ! Dia adalah salah satu rekan project terbaik dan berprestasi yang mengharumkan anak saham EFILM kita, sekaligus keluarga ternama salah satu donatur terbesar di kampus kepemilikan yang kita punya di university. Juga ia adalah seorang pemilik yayasan pondok ternama di kota M. Kita sangat bangga tentunya. Saya persilahkan untuk menyambut dan memeriahkan acara!" ucap Tuan Ale.
'Apa. Ust Alvaro ada di sini. Jadi dia juga salah satu pemilik cafe tebing dan semua ini ..?' pikir Melin terdiam.
Tidak sangka, tragedi pengumpatan Milen di pesantren itu dimana ia di ruqyah olehnya dan pertemuan Milen, Diva dan ustad muda Alvaro pertama kalinya, kini ia kembali bertemu tatap. Membuat dirinya kembali lagi, rasanya Milen malu tak punya muka, ketika Alva pernah membelanya, dari kejaran Diva yang melabrak tak ingin di cerai. Hingga saat ini pengadilan Alot, karena kekuatan Diva.
__ADS_1
'Alvaro, apakah dia ustad Muda, si Pria Surgawi. Oh! andai aku dulu tidak ke rumah almarhum bibi untuk di ruqyah, mungkin aku tidak semalu ini jika bertemu dia kembali.?' batin Milen menggebu.
TBC.