
Kita tidak pernah tahu, dimana azal kita berakhir. Sebagai umat, kita hanya bisa melakukan iman sebaik mungkin. Berusaha agar seimbang dunia dan akhirat. Karena kita tidak pernah tahu ketika malaikat mencabut nyawa kita dengan keadaan baik atau sebaliknya.
Konon pepatah bilang, setiap akhir hayat azal menjemput, akan dibarengi dengan keseharian kita sehari hari, misalkan setiap harinya kita akan selalu di masjid, tidak menutup kemungkinan malaikat menjemput kita di rumah suci. Ketika di mall, atau di pasar mencari rejeki. Sudah pasti kita akan berakhir di ambil pada sang pencipta di tempat itu juga. Asalkan umat harus sadar, sebaik kita menghindari dari kecelakaan maut, berdoalah sebelum melangkah pergi dalam menjemput rejeki, atau keseharian aktifitas.
Meskipun takdir kematian tidak bisa di rubah, allah swt akan segera mengampuni dan memberi syafa'at kepada umatnya sesuai doa yang tulus dan ikhlas.
Brian dan Melin kembali ke hutan mati, namun sayangnya ia tak ke dalam hutan. Ia menatap dengan samar cuaca terang saat ini, namun kembali mendung dan banyak burung hitam hilir bergantian di atas langit yang menggelap.
"Melin, beneran kita ga apa ini disini?"
"Ya, gue komunikasi disini. Kotak blody marry ini pasti kasih petunjuk, dimana jasad pak Kola dan kekasih lo, semoga aja." jelasnya.
"Gue udah ga ingat soal kekasih, gue udah ikhlas. Bahkan keluarganya pun .."
"Brian, kita bahas lain waktu aja. Jangan menoleh kebelakang!" ujar Melin, menengkuk lehernya. Ia memahami ada arwah yang datang, ya kakek kakek gosong itu mengikutinya, terlebih arwah mirip tengkorak, dengan kepala utuh berlumuran darah mendekat.
__ADS_1
Brian penasaran, ia terdiam kaku ketika wujud kakek menyeramkan itu. Seolah pertanda Melin harus konsentrasi.
Brian menjaga lilinnya dan terus berdoa, ia berjanji tidak akan berteriak dan keluar garis, ketika wujud mengerikan mendekati apalagi mengeluarkan mulut besar, seolah menakuti agar Brian kabur dan pergi. Brian berjanji kala membantu Melin, memainkan kotak dengan bantuan jin ia tidak akan kabur terbirit birit, yang akan bisa mencelakai seorang nyawa orang terdekat sebagai tumbal tidak mematuhi permainan blody marry.
Betapa aku sangat takut dengan semua perkataan yang terlontar dari bibir keriput milik arwah tersebut. Di mana bisikkan itu berkata dan memerintahkan padaku untuk segera menjilat lidah milik darinya, jika ingin diberitahu dimana jasad kedua teman yang hilang.
Yang mana hal tersebut berarti, Melin telah menerima segala ilmu yang telah dianut oleh turun temurun mata batin. Suara tersebut terus menyuruh dan memerintahkan padaku untuk segera melakukan apa yang telah ia suruhkan tadi padaku, atau ia meminta Melin mengendus wajahnya tanpa bernafas untuk melihat apa yang terjadi pada dua jasad hilang, kenapa mereka tidak ditemukan sudah satu bulan lebih ini.
Melin ingin meronta tapi tak berdaya. Melin ingin berlari dan melepaskan cengkeraman kuat dari tangan wujud buruk tersebut, namun semakin Melin berusaha untuk lari dan menghindar justru genggaman itu semakin kuat mencengkeram pergelangan tangan Melin. Sehingga ia tak mampu untuk menjauh ataupun melepaskan kuatnya pegangan yang telah melekat erat di pergelangan tangan Melin.
Perlahan lahan air mataku pun jatuh membasahi pipiku. Air mata sedih karena tak berdaya menghindar dan terlepas dari cengkeraman yang begitu kuat, yang terus memaksaku. Dengan deraian air mata Melin meronta, apakah aku harus melakukan perintahkan dari makhluk yang telah menguasai tubuh kakek tua dan wujud jin mirip tengkorak dengan kepala utuh berlumuran darah, mata yang keluar tersebut.
Melihat Melin masih mematung di sisi tubuh wujud jin yang telah mulai terdiam. Tiba-tiba aku mendengar suara Brian berkata dan berbisik ke telingaku.
“Lakukanlah Mel! kamu pasti bisa, tanganku sangat sakit membiru. Kita selesaikan semuanya saat ini, cuaca sepertinya akan hujan. Agar kita tidak terjebak seperti dahulu lagi!" bisik Brian dalam batinnya.
__ADS_1
Melin mengucapkan lafadz asma allah swt, lalu dengan sadar ia meminta kemana jasad pak Kola dan Mira pergi.
Dengan terdiam, Melin langsung masuk kedunia berbeda. Raganya berada dan melihat pak Kola dan Mira sedang berada dalam lubang air kotor membusuk, hanya terlihat kepala dengan teriakan minta tolong.
Aaargggh!! teriakan Melin, memekik telinga dengan gemetar ketakutan. Matanya mendidih merah kala jin itu berbicara pada Melin.
"Dia sudah dijadikan tumbal kemaksiatan! jiwanya atau jasadnya tidak akan ditemukan, tapi jika kamu ingin mengembalikan jasadnya ditemukan. Satu hal permintaan kami untuk kamu lakukan!" bisik jin dengan suara menyeramkan.
"Apa itu." batin Melin ketakutan menjawab tanpa bernafas.
Jadi yang selama ini membuat mereka dihantui di paviliun angker saat kemah, adalah ulah gurunya pak Kola dan Mira pacar dari Brian.
'Astaga, kenapa begini?' sakit Melin, jika ia bicara sesungguhnya pada Brian kelak.
Tbc.
__ADS_1