
'Sepertinya aku ragu jika mata batin ini di tutup, bagaimana aku bisa bantu Brian menangani kasus.' batin Milen bergumam sendiri.
Karena Milen dan Brian lah. Sosok polisi Diva, pangkatnya naik pesat. Sehingga ia kekurangan orang yang jujur, dan dipercayai kala ia ingin mengangkat karyawan bawahnya. Maka dari itu ia menarik Brian seolah menjadi pembuka rejeki awal Milen dan Brian yang akan menikah di usia muda.
Lagi pula, kisah Milen dan Brian yang mandiri di usia mereka. Sangat sedih, baik itu dari pihak Milen dan Brian. Sangat pedih, dengan satu persatu orang yang mereka sayangi benar benar meninggalkan selamanya dan mereka dipertemukan dari kebencian Milen yang aneh, seperti gadis gila.
Tapi gilanya lagi, Brian yang peka, seolah menolak dan ketakutannya bahkan membuat ia sering mengompol. Tapi berbeda saat mengenal Brian, ia banyak berubah dan mengerti arti kasih sayang, pengertian dan tidak kesepian.
Hari berlalu begitu cepat, hingga tak terasa sudah dua pekan Milen menjadi istri Brian. Kali ini mereka memang menikah tanpa resepsi, pak Diva turut hadir sebagai kakak mewakili.
Pasangan yatim piatu itu, bagai adik angkat untuk Diva. Hingga tak lupa Diva bercerita pada Brian saat ia lepas ijab kabul sah. Ia melihat arwah Ima tersenyum padanya, setelah sekian lama ia tak melihat senyuman ima yang lepas menatapnya.
__ADS_1
"Yank, makan dulu ya."
"Aku ga laper, tapi aku mau cuci baju dulu ya. Segera aku buatin sarapan, kamu mau berangkat kerja kan?"
"Yank, aku mau kamu ceria kaya dulu. Rumah baru ini, aku mau kamu happy! supaya aku kerja, bisa tenang lihat kamu happy! aku ga minta kamu capek masak, aku belikan kamu laptop. Supaya kamu ga iseng, setelah satu bulan, aku akan cuti. Kita ke bali honeymoon. Gimana?" goda Brian.
"Hahaha, aneh. Kamu lupa setelah malam pernikahan, arwah hantu kepala buntung dateng gedor jendela kamar. Ga rumah aku, ga rumah kamu. Mereka terus aja dateng. Dan aku, aku ga berniat menutupnya. Aku janji aku happy, aku ikhlas saat ini. Asalkan kamu jangan lupa kabarin aku," cubit gemas Milen, pada hidung Brian.
Brian menggelitik pinggang Milen, hingga terpingkal geli. Tapi anehnya Milen menengkuk lehernya, kala angin besar datang. Brian berusaha menutup jendela, tapi berkas kematian seseorang dari meja kerjanya, seolah terbang ke arah tangan Milen seolah untuk meraihnya.
"Yank, kasus ini kamu pegang sekarang?" tanya Milen.
__ADS_1
"Iy, kasus dua tahun lalu. Katanya wanita kantoran yang kerja di bank, ia hilang. Katanya gak terpecahkan, karena jasadnya ga ditemuin. Pak Diva juga bilang, sempat nunjuk cowoknya jadi tersangka, tapi dinyatakan gak bersalah, karena bukti ga kuat."
"Yank, tapi ini wajahnya mirip arwah wanita. Deket rumah pak Rt. Deket rumah kamu, waktu kamu anter aku pulang. Aku lihat cowok asing, berpakaian hitam ala tentara asing, di lehernya di gendong arwah wanita mirip wanita ini. Waktu itu aku, mau buntuti ke rumahnya yang aneh. Eh, malah pak Pak Jo bikin kaget usir aku." jelas Milen.
"Kamu serius, yank. Ini berita bagus, aku bakal hubungi pak Diva! ingat ya, dia itu mirip pria berdarah dingin. Aku gak mau, kamu telusuri sendiri kesana. Pokoknya jangan gegabah telusuri rumah lama aku, aku pergi dulu ya!"
"Iy. Hati hati ya." senyum Milen.
Setelah itu, ia melihat arwah wanita diluar jendela mengintipnya dan berbicara.
Milen! bantu aku!! ucap arwah itu, seolah menarik Milen untuk fokus mengikutinya. Hal yang membuat Milen sadar dirinya yakin tidak akan menutupi mata batinnya, sebab kemampuannya memudahkan suaminya yang sedang bekerja menjadi intel.
__ADS_1
TBC.