Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
S3 Percintaan Reina


__ADS_3

Pagi sekali, Reina sudah membuatkan sarapan untuk kedua anak anaknya. Bukan tanpa alasan, Reina juga kesal kedatangan Azam yang membuat usaha onlinenya dikritik. Ia juga meminta temannya Dira untuk membimbing dirinya yang sedang usaha bisnis online, secara live.


Dalam beberapa minggu, ia sudah punya tontonan dan pengikut yang membuat Reina senang, karena live pembuatan kue yang tak biasa, biasanya ia akan melihat di akun sosial medianya sebuah live penjual baju, tas dan sepatu ala branded dan lokal. Tapi kali ini, pembuatan Live yang mungkin tidak biasa, ia akan menerima pesanan kue dari berbagai karakter lucu, dan mewah. Tak sedikit Reina mengkocek tutorial pembuatan, agar penonton setianya melihat dan siapa tahu, di acara itu, penonton live memesan di blog Reina.


Di bantu bibi Ros! membuat kue, Reina cukup senang, dengan bisnis kecil kecilannya yang setiap waktu ia bisa melihat kedua anak anaknya tumbuh, karena biasanya Reina sendiri sering bekerja selama delapan jam, yang memotong perkembangan kedua anak anak hilang momen penting, yang mungkin dimana sebagian ibu ingin tetap mengawasi dua puluh empat jam penuh, tapi karena kehidupan terus berlanjut dan biaya semakin besar, mau tidak mau Reina harus membanting tulang.


Tlith.


[ Hay! aku menemukan web kue mint, di blog CakeRein, bisa kita bertemu di cafe Star, tak jauh dari kediaman anda. ]


Pesan itu muncul, setelah Reina off dalam siaran live nya. Ia juga membuka toko kue, di sebelah garasi tepat halaman rumahnya. Reina sendiri kali ini hanya bekerja dibantu bibi Ros, tak sedikit kedua anak anaknya turut membantu membuat coklat dan pondant.


"Bunda, kenapa senyum?" tanya Kanya.


"Bunda pasti sedang bahagia dik, apakah live bunda ramai hari ini?"


"Tentu sayang! Bunda harus pergi sebentar, sepertinya ada klien yang memesan kue untuk pernikahan. Kanya dan Bima gak apa apakan, sama bibi dulu?" senyum Reina.


"Heeumph! Iya bunda, kami pasti enggak nakal kok." cerianya kedua anak anak Reina, membuat nya amat bersyukur.


Dan Reina pergi, setelah pamit pada bibi Ros. Tapi satu hal ketika sampai cafe, ia melihat wanita diam menatapnya dengan intens. Reina pikir setelah menoleh kebelakang bukan dirinya, tapi wanita itu benar benar menghampirinya dan memaksa Reina duduk.


"CakeRein? benar bukan, aku tidak salah."

__ADS_1


"Anda siapa, apakah kita pernah bertemu?"


"Jangan bodoh! aku Shi, aku yang mengirim pesan untuk membuatkan kue. Duduklah, selain orderan pertama pastinya, ada yang ingin aku bicarakan penting!"


Reina mengatur nafas, sehingga ia mendengarkan kemauan wanita itu yang ingin memesan kue dengan design 5 tahun pernikahan!


"Temanya wedding, dengan corak coklat dan green tea, ada patung mesra dan tulisan. Azam Always love Shi. Apa kau mengerti?"


Trak!


Reina terhenti menulis, ketika ia menatap wajah wanita di depannya. "Apa setelah itu, aku kirim ke mana Nona?"


"Em, jalan pengantin mawar nomor 11 blok A." jawab Shi dengan senyum.


Reina terhenti, masih ingat ketika rumah itu ia hafal, dimana rumah Azam yang saat itu ia meminta pertanggung jawaban. Dimana disana sudah ada acara pernikahan Azam, dengan seorang wanita yang Reina tidak lihat wajah mempelai wanita.


Reina menggeleng, ia menengkuk lehernya yang tidak pegal. Benar benar kehidupannya setelah bertemu Azam, hidupnya hancur dan tak aman. Padahal Reina tak berharap Azam mengakui kedua anak anaknya bahkan, Reina enggan untuk berurusan dengan Azam lagi, baik itu Azam masa dulu, atau sekarang ini dan kedepannya.


"Reina, aku datang sekaligus memesan orderan pertamamu! aku peringatkan jika kau tidak jauhi Azam, live mu dan karirmu di dunia maya akan di blog! ingat kekuatan nitizen, jika penggemar blog, CakeRein, seorang pela--kor! apa kau senang?"


"Nona tolong jangan lagi bahas, saya tidak mungkin merebut suami orang. Saya juga sudah keluar dari perusahaan suami anda."


"Good! kalau begitu, aku tenang. Tapi jika kamu ingkari, ingat karir dan bagaimana nanti kedua anak anakmu di bully oleh teman teman sekolahnya?" tawa Shi, ia pulang setelah menaruh uang di atas meja.

__ADS_1


Hal itu membuat Reina benar benar tak terbendung! ia menangis seolah kehadiran Azam lagi, mengundang ancaman bagi dirinya kelak.


Reina pun pulang, ia berusaha ke supermarket untuk melanjutkan hidupnya dengan bisnis kue yang baru digeluti. Bahkan bibi Ros pandai membuat kue basah, selain cake ultah dan sebuah acara. Banner pun terpampang 'CakeRein di depan rumahnya.


Tapi saat Reina pulang, ia melihat sebuah mobil mewah terparkir dan benar saja. Azam dan Heru, sudah ada di rumahnya. Terlihat Azam menoleh senyum padanya, sementara Bima sudah memegang box mainan mobil remot besar, satu lagi Kanya memegang box boneka yang mungkin mahal.


Ingin rasanya Reina memaki, tapi ada beberapa pelanggan dan kedua anak anaknya yang mungkin melihat jika Reina emosi.


"Pak Azam, sedang apa disini?"


"Reina, saya memborong kue basah. Dan satu lagi sayang ingin pesan cake untuk acara Ka.." terpotong oleh Reina.


"Cake lima tahun pernikahan, saya akan buat dan kirim ke rumah anda pak! Jadi silahkan japri saja ke nomor tertera di banner, tidak perlu datang membawa mainan untuk kedua anak anak saya." bisik Reina, membuat Azam menohok.


'Apa maksudnya, cake lima tahun pernikahan?' syok batin Azam.


Azam tidak terima, dan Reina harus tahu yang sebenarnya, sesaat Reina masuk ke dalam rumah. Tapi ingin mengejar, tak enak akan pelanggan di depan rumah. Sehingga Azam menjaga sikap, meminta Heru mencari tahu lagi, apa yang terjadi pada Reina yang semakin ketus padanya.


"Heru, tolong carikan bucket terbesar. Panggil Shi, di pertemuan itu. Pastikan kau pesan, dan Reina mengantarnya. Aku ingin Reina tahu, hubunganku dengan Shi bukanlah seperti yang dibayangkan, aku ingin Reina membuka suara semuanya!"


Permintaan Azam, membuat Heru membisu. Benar benar rumit, sudah pasti tidak mudah membuat Shi si wanita Glamour itu menerima kekalahan, jika wanita itu adalah Reina masa lalu yang pernah dicintai amat dalam oleh Azam.


Terlebih Heru sendiri sedang diam diam mencoba mendekati kedua anak anak Reina, berharap mendapatkan helaian rambut untuk tes dna.

__ADS_1


'Percintaan bos yang rumit.' batin Heru, bergumam.


TBC.


__ADS_2