Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
S3 Ternyata Dia


__ADS_3

"Ketemu siapa ya Den?" tanya Bibi.


"Bi Ros, lupa saya. Coba bibi perhatikan saya, kira kira saya siapa?" senyum pria itu, dengan lesung pipi yang terlihat manis.


"Ya- Ya allah, den Diva. Den Diva kembali, kemarin kabarnya ya ampun sudah lama bibi sampai enggak ingat maaf ya Den." histeris bibi Ros, membuat Azam dari dalam ingin tahu keributan asisten Reina.


"Reina gimana bi, kabar bibi dan anak anak baik kan? sudah selama ini, maaf jika Diva baru kembali." lirihnya.


Bibi Ros pun meminta Diva duduk, mempersilahkan. Dengan tas ransel, Diva duduk dengan sebuah jaket hitam serta topi. Dimana Diva juga tak sabar, bertemu Reina dan ingin sekali menyatakan janjinya.


Bibi Ros pun senyum pada Azam, lalu ke atas tangga mengetuk Kamar Reina, yang di sana terlihat Reina mungkin berada di kamar mandi.


'Non! ada tamu di bawah, non Reina pasti senang.' ujarnya, membuat Reina di dalam segera cepat mengakhiri.


'Suruh tunggu aja bi! nanti aku segera turun.' balas Reina, dari balik pintu kamar mandi. Dan Bibi Ros pun, saat itu segera menutup kembali pintu kamar Reina.


Azam yang ingin tahu, segera menghampiri dan mendekat. Yang dimana saat itu, terlihat pria dengan setelan kapten dibalut jaket tebal, dan kali ini pria itu menoleh yang di kira ia adalah Reina.


"Rein.., eh! kau ini siapa disini?" tanya Diva.


"Aku yang tanya, kau itu siapa. Aku jelas disini keluarga anak anak ku." jealous Azam, seolah membuat pria itu untuk tahu diri, meski ia sendiri tidak kenal pria itu.

__ADS_1


"Ah! omong kosong, kau tahu. Aku adalah ayah dari anak anak Reina dan minggir dari rumah ini. Jika kau tidak ada kepentingan lain. Sudah pasti aku yang akan di pilih Reina, karena aku amat mencintainya dan berjuang dari masa dia terpuruk." Diva menyingkirkan bahu Azam, ia masuk menuju ruang tamu di dalam rumah, meninggalkan Azam di teras depan rumah yang mematung.


Azam, hanya syok dan mematung, ketika di ingatkan dia pria yang dimana Reina masa terpuruknya. Azam mencoba menerka, harusnya dia lebih tahu dari awal jika Reina adalah wanita party. Seolah hati Azam beringsut, jika ia akan tersingkirkan.


'Apa dia pria yang diceritakan ..., buku nikah Reina dengan seorang pria yang bekerja di hongkong, tidak! aku tidak boleh kalah darinya.'


Azam pun masuk, ia mengambil tasnya dan menitipkan pesan pada bibi Ros. Jika dirinya harus pulang, menitipkan salam pada bibi Ros untuk Reina dan si kembar yang sudah tertidur di kamarnya.


"Saya pulang dulu bi! besok pagi saya akan jemput Reina, dan si kembar bersekolah."


"I-iya. Nanti bibi titipkan pesan pada non Reina." gugup bibi Ros, seolah menatap den, Diva yang tampak gusar kesal.


'Mas Diva, aku tidak salah lihat kan?' lirih Reina, seolah tidak percaya.


"Reina, aku datang. Aku sudah kem- bali. Maaf aku baru bisa kembali."


"Mas Diva, kamu beneran di depanku?"


Reina seolah menahan tangisan, dimana pria yang menyelamatkan hidupnya dari keterpurukan dan membuatnya selalu dinomorsatukan itu, benar benar masih hidup.


"Benar Ren, aku sudah kembali. Semua tuduhan gosip itu, paman dari Dira, menyelamatkan aku. Berhasil menemukan keberadaan ku, jika aku bukan tawanan *******. Pasport ku pun kembali, dari tangan *******."

__ADS_1


"Ah! syukurlah, Reina benar benar tidak punya keluarga lain selain mas Diva. Mas Diva sudah banyak berharga dan membuat Reina aman dari apapun. Bahkan aku terus memantau perkembangan berita itu, dan Dira terakhir bilang jika ia janji akan membuat mas Diva kembali. Ah, Reina bersyukur sekali mas Diva selamat." senyum tangisan bercampur.


Deg.


'Jadi kamu anggap aku bagian keluargamu Reina?' batin Diva tersenyum sempit.


"Mas Diva udah makan belum?"


"Belum, aku dari bandara langsung menuju alamat yang diberikan Dira kamu tinggal. Gimana keadaan Bima dan Kanya, ah sudah malam. Andai saja, sudah pagi. Aku pasti bertemu. Dia pasti sudah besar ya?"


"Iy mas Diva, usianya 4,5 tahun saat ini. Mas Diva terakhir lihatnya pas aku melahirkan, itupun dari video call kan?! Ayo kemari, Reina dan Bibi kebetulan usaha kue, dan pastinya akan buatkan nasi goreng seafood. Mas Diva mau tunggu kan?" senang Reina, di anggukan Diva.


"Apa aku terlihat gokil, kembali ke tanah air, belum menemui orangtuaku. Tapi langsung bergegas mencarimu, Reina." lirihnya, membuat Reina senyum malu.


"Lain kali temui ibu mas Diva, mereka juga pasti lebih khawatir mas." lirih Reina, yang mengambil beberapa bahan untuk masak.


"Iya. Iya, kan dari sini aku langsung pulang. Rein."


Namun di luar dugaan, Azam ternyata masih melihat dari balik pintu luar, jika Reina dan pria itu sangat akrab. Tapi Azam, satu langkah lagi tidak ingin, membuat Reina jauh dan jatuh pada pria manapun, sekalipun dia itu berjasa bagi Reina. Bahkan Azam didalam hatinya akan berusaha menebus kesalahan, dan mengganti rugi waktu yang terbuang telah menyianyiakan Reina dan kedua anak anaknya ini.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2