
Sepertinya mobil yang di kendarai Azam yang akan terbang! Asisten Heru yang mengisi jadwal memintanya bergegas, karena pekerjaan tuannya itu bergerak di bidang otomotif, mempunyai perusahaan pembuatan pesawat! Dan menjadi pilot adalah impian tuannya! Sehingga setelah terbang menuju paris, ia akan bergegas tinggal di apartemen dan sesekali datang memeriksa perusahaan yang dibangun ayahnya itu. Azam bisa saja tidak menjadi pilot pun sudah cukup kaya, hanya saja ia masih menjadi pilot seolah mencari seseorang yang hilang. Yakni karena dirinya anak angkat dan mencari wanita yang pernah ia temui entah mengapa, ia ingin sekali terus mencarinya, seolah wanita itu bagai ikatan batin yang membuat Azam ingin selalu bertemu selain satu kesalahan malam itu.
"Tuan, Nyonya Shi ... "
"Matikan saja nomor satunya! kita sudah terlambat Heru."
"Ba- baik Tuan."
Sementara dari arah lain, Reina pun datang dan menanyakan.
"Kalian kenapa disini. Lho apa yang terjadi?" tanya Reina, memeluk anaknya Bima.
"Anu Non! Den Bima melukis di mobil seseorang." memberikan sebuah kartu nama.
Bibi pun menjelaskan hingga detail. Sehingga Reina memeluk sang anak yang hampir saja ketakutan, ia pun mengelus bahu bibi Ros yang bermasalah karena ia lalai. Sehingga mendapat beban akan pertanggung jawaban masalah baru.
"Maafkan, bi Ros ya non!"
__ADS_1
"Ya, bi kita selesaikan dirumah saja. Kita ambil belanjaan lebih dulu!" ucap Reina.
Reina mendengar ocehan Bima yang kala itu terasa banyak sekali pembicaraan yang meminta maaf. Bima bicara jika ia salah dan tidak akan mengulanginya lagi.
"Bunda, kita ke kantornya aja. Atau ke rumah paman itu, Bima mau tanggung jawab dan minta maaf langsung dengan tulus."
"Baik sayang! Jangan lagi lakukan seperti itu ya." pinta Reina mengecup pucuk rambut Bima.
Sementara Kanya, hanya terdiam ketika dirinya masih sedikit cadel dan tidak mengerti apa yang terjadi pada saudara kembarnya itu.
'Huft .. bagaimana ini?' batin Reina.
"Ya udah, kita hubungi aja bi. Reina masih punya uang simpanan! semoga cukup, untuk beberapa bulan ke depan."
"Maafin bibi ya Non! udah lalai jaga Bima."
"Bukan salah bibi, anak itu terlalu aktif. Reina bisa atasinya ko insyallah, semua bakal baik baik aja."
__ADS_1
Akhirnya bibi Ros berpura pura jika ia menjadi orangtua Bima saat di telepon. Tak lama bi Ros meminta dicicil karena ia menjelaskan, jika ia hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga dan tak ada suami karena pergi tak tau kemana dan tak pernah kembali, sehingga ia memutuskan bekerja bersama Reina kemanapun ia tinggal.
Sehingga Heru yang kala itu menerima panggilan pun merasa iba, dan memberi tahu pada Tuan Azam sebelum landing. Tak begitu lama mereka pun sepakat, sehingga masalah Reina pun kelar untuk mencicilnya.
"Hah.., masalah sudah selesai. Udah bi Ros ga salah kok, makasih ya bi. Sekarang bibi istirahat dulu, jangan lupa cake nya dimakan!" ujar Reina.
"Iy non." sang bibi tahu, jika Reina amat kerepotan dan kritis soal uang.
Reina pun tidur dipangkuan sang anak, ia menatap Bima yang pandai melukis. Entah sampai kapan jika semua akan terungkap. Jika ia adalah anak dari seseorang yang Reina tidak tahu, bagaimana saat ini keberadaannya, dan Reina juga tak di berniat mengusik kehidupan mereka yang pasti sudah punya anak juga.
'Sejauh ini aku berharap bukan dia, aku tidak pernah ingin jika aku lihat dia lagi, tapi ingatan itu kenapa seperti aku mengingat lemas, bahkan suaranya saja aku masih mengenalinya.' batin Reina melemas.
Reina seolah mati rasa, pernah mempunyai kekasih dan saling berjanji untuk bersama, dulu Reina sendiri sebagai pramugari yang berkasih dengan seorang pilot! tapi saat mereka melakukan kesalahan party bebas, ingin meminta dia bertanggung jawab. Reina mendapati kabar jika pria yang ia cintai, akan dinikahkan oleh pilihan orangtuanya. Demi tidak ingin membunuh jabang bayi, Reina pergi jauh dan kini menetap di kota S adalah tempat terjemahannya.
Bahkan saat bunda Milen tahu, bunda Milen ingin tetap bersama di sisi Reina, namun ayah Alva Muda melarang demi sebuah nama baik yang tidak boleh tercoreng, meski sebuah tempat tinggal dan uang kiriman yang tidak begitu banyak dipenuhi. Apalagi kakak kembarnya bernama Rain, amat sibuk mengurus banyak usaha sang ayah. Sehingga tempat terpencil nya kali ini bentuk hukuman keluarga yang kini sudah hampir 5 tahun tidak berjumpa.
Tbc.
__ADS_1