Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Kesedihan Masa Lalu


__ADS_3

Kecelakaan yang menimpa Milen, membuat Milen berduka kehilangan Azan. Entah dimana lagi ia harus mencarinya, namun sungguh kemalangan hidup Milen benar benar tidak bisa ia terima.


Divan Tjokro pria itu kerap disapa Diva. Kini menemani Milen yang duduk menatap satu buah album masa kuliah beberapa tahun lalu. Disana ada Ika, Yono, Jat dan Brian serta dua teman lainnya, yang Milen lupa lupa ingat. Sebab sebelum mereka berfoto bersama, dan sebelum camping perpisahan materi skripsi. Dari mereka benar benar tidak menyukai Milen, sebab itu lah dirinya dahulu di bully di anggap gadis yang aneh, namun entah mengapa kedekatan mereka yang akrab, satu persatu dari mereka meninggal secara tragis.


Huhuhu ...


"Semua bukan salahmu, Milen ayo kita shalat!"


"Mas, aku takut kamu berikutnya di ganggu, apa aku di takdirkan harus sendiri, bahkan Azan sudah dua bulan belum di ketemukan. Kenapa harus aku mas?" ujar Milen.


"Aku tunggu di musholla ya, kita akan bicara. Mas tunggu, keadaan sedih kita minta petunjuknya, agar Azan segera di temukan."


Milen mengangguk, ketika Diva pergi. Dimana Milen ingat, dan meraba seluruh foto album mereka berlima termasuk ada Brian dan sahabatnya.


Ingatan Lalu Itu :

__ADS_1


Milen ingat beberapa tahun lalu saat acara kampus mewah, tepat di ruang loby itu tiga anak muda terlihat sedang duduk beralaskan karpet. Buku-buku pelajaran terbuka, sementara remah remah makanan ringan berceceran di atas meja.


Satu wanita cantik bernama Ika dengan rambut sebahu tak luput pandangannya dari layar laptop. Jarinya begitu lihai menari di atas keyboard. Sementara dua pria tengah asyik terkekeh, sembari mata mereka tertuju pada komik agak tebal bertema melawan Hantu. Ia adalah Brian dan rekannya yang sedang bertugas.


"Woy! Kalian ke sini mau kerja tugas apa cuma numpang duduk doang, hah?" Wanita cantik berambut sebahu menyela keasyikan dua pria yang duduk sekitar dua meter darinya.


"Ya Lelah, Sis! Nanggung nih. Ye 'kan, Brian? Si Milen aja yang baru baca komiknya udah ketagihan. Lagian dikit lagi keknya si hantunya bakal nongol." Pria tampan berbadan ideal dengan rambut belah tengah menawar sedikit lagi pada temannya demi mendapat bela.


"I-iya, ika. La-lagi asyik, nih. Co-coba kamu baca." Satu pria berbadan agak gemuk dengan rambut agak botak sekitar setengah sentimeter, membenarkan perkataan Jaet. Dia adalah Yono, pria linglung dan sedikit gagap. Mereka kerap memanggilnya.


"Hati hati loh, Sis. Kemarin si Brian liat penampakan di pohon belakang kampus kita. Baik baik kalau cari Milen, dia suka duduk di pohon mulu. Angker tuh pohon." ujar Jat.


"Ya elah. Ganteng doang, ngelihat hantu depan gang. Gue dong, kemarin ngelihat Mbak Kunti bergelantungan di pohon asam dekat kampus kita," ucap Brian.


"Y-yeee. Me-mentang-mentang cowo indigo. Li-lihat hantu sembarangan!" Yono memotong.

__ADS_1


"Baru ngelihat, dimarahin. Ngajak marahin?!" ujar Brian.


"Hey kok malah adu tagline iklan sih? Terus, lu ngapain tuh kunti? Lu ajakin enak enak yah, hayo? Astaga, Brian kamu berdosa banget!" ika berucap setelah meneguk jus jeruk yang ada di meja, milik Brian.


"Lah, berdosa? Kamu tuh yang berdosa. Gile lu yah? Nggak lah. Gue lari sekencang kencangnya dong. Celana gue hampir basah anjay!" Kening Brian mengerut, setelah Ika mengucapkan hal itu.


"Ya elah. Indigo penakut, lihat kunti malah ngompol."


"Bukan gitu coy! Sumpah, gue tuh paling anti sama hantu tau kagak. Parahnya gue terlahir sebagai liat kaya gitu. Lu pasti tau rasanya, disaat lu phobia ketinggian, terus kerjaan lu jadi bersih bersih dan posisi lu lagi mengelap kaca. Mampus dah lu ngompol. Mana pas di pohon asam itu ada si Om Pocica lagi. Keknya dia menguntit si Janda Kunti deh."


"Hahaha. Emang gimana tuh ceritanya," tanya Jat penasaran. Hingga Ika menutup obrolan, jika teman mereka selalu saja riweuh bercanda terus dan membual. Ika baru sadar di kibulin, dan itu adalah cerita dari isi komik yang mereka baca.


Dan Milen menutup album itu, lalu menghapus sedihnya segera berwudhu. Sebab Diva sudah pasti menunggunya saat ini.


'Aku harus akhiri semua ini, kutukan atau apapun aku harus memutusnya. Kenapa mereka yang mendekatiku jadi korban.' batin Milen.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2