
Milen yang pulang dijemput Diva, ia masih diam kala Diva mengajak ngobrol, sebab ia tidak mau Diva merasa ketakutan, sebab dengan menutup mata batinnya. Milen merasa rindu dengan Brian, terlebih bisa saja sosok hantu suaminya tahu, memberi tahu kabar jika keberadaan Azan apakah masih hidup atau tidak.
"Kita makan dulu ya."
"Iya mas, aku juga lapar. Terimakasih kamu sudah menemani dan mengerti aku."
"Aku yang minta maaf, karena tugasku aku sering meninggalkan kamu Mil." kecup jar Milen oleh Diva.
***
Ye, akhirnya ada yang bisa melihatku!" teriak hantu Brian gembira. Brian pun langsung menghampiri teman-teman arwahnya, untuk menyampaikan kabar bahagia ini.
"Akhirnya, akhirnya ada yang bisa melihatku. Seabad Tahun aku menunggu, akhirnya Dewa mengabulkan doaku ...," ucapnya penuh bahagia, sambil melompat-lompat kecil seperti anak kecil.
__ADS_1
"Terus, jika ada yang bisa melihatmu, apa yang ingin kamu lakukan? Sadar Brian, kita sudah arwah, dan kita tidak akan pernah bisa menjadi manusia. Jika pun ada manusia yang bisa melihat kita, tidak ada gunanya. Kita hanya bisa menunggu waktu untuk bereinkarnasi," ucap salah seorang arwah yang sudah cukup lama di sana.
"Kenapa Dewa bertindak tidak adil, padahal aku masih muda, tapi aku sudah mati dan tidak reinkarnasi!" seru Brian dengan tangis. Sampai saat ini, Brian sama sekali belum bisa menerima kematiannya, sehingga membuat ia tidak bisa bereinkarnasi. Apalagi kecelakaan membuat ia lupa bagaimana rupawan dirinya dan kehidupannya saat hidup.
"Dewa sudah melakukan yang terbaik, jangan pernah menentang keputusan Dewa, itu sebabnya kamu tidak bereinkarnasi," ucap Reo padahal ia sendiri juga belum bereinkarnasi.
"Seolah kamu sudah bereinkarnasi saja," jawab Brian dan mereka pun tertawa karena merasa lucu.
Brian menunggu kedatangan Milen setiap hari, ia selalu menghitung hari dengan tepat, rasanya ia sudah tidak sabar, ia ingin mengobrol dengan Milen, dan bertanya tentang dunia manusia.
Brian pun langsung melihat seorang arwah yang masih berlumuran dengan darah disebuah pemakaman baru, melihat itu membuat Brian sangat merasa iba, lalu, Brian pun langsung menghampiri arwah itu.
"Hai, kenapa kamu menangis?" tanya Brian dengan lembut.
__ADS_1
"Aku ingin bersama Ibuku, aku tidak mau di sini, Ayah dan Ibuku pasti sedang mencari," jawabnya dengan tangis.
Brian sungguh sangat merasa sedih, bukan hanya kepadanya Dewa tidak bersikap adil, bahkan kepada anak kecil pun Dewa melakukan yang sama. Tapi seolah kepalanya sakit, arwah bisa sakit kepala juga ketika melihat arwah anak kecil, seolah ada rasa sesak yang belum ia ingat itu apa, saat melihat arwah bocil.
"Kamu tidak usah sedih, kamu punya banyak teman di sini, dan kami semua akan menemani kamu," sambung Brian. Namun anak itu semakin merasa sedih, ia belum ingin berpisah dari keluarganya terutama Ibunya.
Brian pun langsung menggenggam tangan anak itu dan membawanya ke markas.
"Aku mau menemui Ibu," ucap arwah bocah.
"Aku akan membawa kamu menemui keluarga baru di sini," jawab Brian dan anak itupun menghapus air matanya sambil mengikuti Brian.
Setelah tiba di markas, Brian pun langsung mengenalkan bocah berlumuran darah kepada seluruh arwah. Begitu juga sebaliknya. Brian meminta mereka untuk menghibur, sebab Adi merupakan arwah kecil pertama yang mereka temukan. Biasanya arwah anak kecil akan langsung pergi menemui Dewa lalu bereinkarnasi. Itu pertanda Adi juga belum menerima kematiannya. Adi pun tersenyum, saat semua arwah yang mencoba untuk menghiburnya.
__ADS_1
Benar benar arwah yang tidak tahu mengapa mereka mati, berkumpul semua di sini. Ujar Hantu Brian kebingungan.
Tbc.