
"Hanya paket non."
"Letakkan saja bi di sana!"
Ah! iya, Reina akhir akhir ini memang memesan paket untuk kedua anak anaknya. Bukan tanpa alasan, waktunya yang ia berikan pada kedua anak menggemaskan itu, sangat jarang ia pergi bersama sekedar membeli kebutuhan pokok. Terlebih kedua anaknya itu masih memakai popok berukuran triple xl.
Bobot Bima sendiri, sudah 28 kg, sementara Kanya hampir 30kg, bisa dibayangkan kedua anak anak Reina yang sangat subur.
"Hore .. Bunda, itu ada mainan ndak?" tanya Kanya.
"Maaf nak! Bunda ga pesan, memang mainan Kanya sudah rusak, atau ada yang ingin di sukai?"
"Ga jadi deh Bun! Kanya cuma mau music box, yang ada gambar dady dan bunda menari disana. Kapan kita ke Dady bunda?"
Deg.
Reina terdiam, inilah hasil anak di luar pernikahan, ketika semakin besar ia yang bersekolah di lingkungan membuatnya iri. Bisa saja Kanya dan Bima, melihat teman temannya di dampingi kedua orangtuanya.
"Kanya, maafin bunda. Soal .. dady .., bunda tidak tahu kapan kita bisa bersama Dady! kenapa Kanya bicara seperti itu?"
"Teman teman Kanya, di jemput Dady. Rasanya punya Dady, seperti apa sih bun? Kak Bima juga tanya sama aku, tapi ga berani tanya ke bunda langsung. Emang Dady, kerjanya jauh ya Bun! kok perasaan lamaaaa bangeeet ..." celotehnya panjang menggema, membuat Reina terdiam.
"Kanya dan Bima pasti ketemu Dady! tapi saat ini. Maafin bunda ya! karena Bunda hanya bisa jadi orangtua tunggal. Cukup kalian bersama bunda, kita bisa bahagia."
Kanya dan Bima, ia memeluk Reina. Tidak terasa, air mata Reina jatuh begitu saja. Mereka mengajak kedua anak anak Reina ke kamar, untuk kembali menyiapkan buku buku sekolahnya esok.
Reina juga segera turun ke bawah, meminta bantuan! apakah live online cakenya tadi, sudah terekam.
Tling!
"Udah beres aku report! lain kali, tekan tombol on off jangan lupa ya Ren, tapi aku ga yakin. Jika ada yang sudah copy dan merepost ulang." pesan Dira, teman Reina yang kala itu ia bekerja di bidang IT.
Dira sendiri adalah kawan dengan Diva! mereka bekerja bersama sebelum Diva menolong Reina. Sayangnya, Dira tidak lanjut memutuskan kontraknya batal, karena usaha keluarga. Sementara Diva sendiri, ia berjanji untuk kembali dua tahun lagi, meminang Reina. Tapi sayangnya, pencipta berhendak lain, pasport Diva di curi, Dira sempat mencari dan tidak menemukan keberadaan Diva.
Sehingga Dira kembali, mengabarkan pada Reina jika kemungkinan Diva di anggap pekerja ilegal, membuat kemungkinan entah dia masih hidup pun, akan berada di jeruji negeri asing seumur hidup.
__ADS_1
'Diva, andai kamu masih ada. Aku bingung, kenapa orang baik sepertimu. Aku harus kehilangan, bahkan aku belum sempat membalas budi, semua yang kamu lakukan padaku dan kedua anak anakku.' batin Reina.
Reina pun kembali on air, beberapa puluh menit tiba. Sebuah chat menyatakan video live pertama yang hilang, yang mengatakan dia belum menikah tapi sudah punya anak. Reina yang gagal fokus sebuah kolom komentar, ia masih melanjutkan video live membuat roti susu taburan mint bercampur vanila.
Apakah dia menikah setelah punya anak? apa dia memakai budaya adat luar negri.
Ah! Jika di tinggal di indonesia, mana bisa sebuah catatan kedua anak anaknya diterima di sekolah internasional.
Ah! Aku yakin, dia simpanan pria kaya, bos mafia.
Banyak lagi komentar lainnya, sehingga Reina senyum dan membalas pada kolom komentar yang telah menghujatnya.
"Maaf kawan kawan di larang bicara tidak baik, ingat tontonan ini banyak di bawah umur khusus pembuatan roti spesial. Saya rasa, semua itu salah dengar atau aku yang salah ucap, karena tadi sedang membicarakan seseorang. Dan pertanyaan kalian itu tidak benar!" Reina, mematahkan pertanyaan itu, dan kembali live membuat adonan dan kue yang ia tagar roti bertabur mint vanila.
***
Sementara Di Berbeda Tempat.
Azam merasa tertawa, ketika Shi tahu pergerakannya yang mengekor keberadaan Reina.
"Aku tidak mau bercerai, kau tahu kan. Keluargaku lebih unggul?"
"Azam, apa karena wanita bernama Reina. Aku akan adukan pada ibu kamu, karena ia begitu membencinya. Aku akan adukan karena dia kembali hadir, melupakan perjanjian bodoh itu."
"Apa.. Tunggu? kau bilang, ibuku membenci Reina. Atas dasar apa, hey! katakan semuanya padaku."
Shi tidak tahu, jika selama ini Azam tidak tahu soal kejahatan ibu mertuanya, tidak diketahui putranya. Mungkin ini bisa jadi senjata untuk mengancam ibu mertuanya, jika ia tidak akan bercerai dari Azam. Shi ketakutan, jika ia bercerai dari Azam, maka hak waris 60% tidak akan diberikan oleh ayahnya itu.
"Aku tidak tahu apa apa, aku juga hanya menduga saja." lirih Shi, membuat Azam pergi mengambil jasnya.
Azam pun meninggalkan Shi, ia meminta Heru untuk lebih mempercepat identitas Reina, ia ingin tahu siapa pria yang menikahinya. Dan kini Azam, hendak pergi menuju kediaman Reina.
Tling!
"Azam, video live Reina saat ini beberapa ramai di tweet! mereka menuduh Reina, hamil di luar nikah. Lihatlah link yang aku kirim!"
__ADS_1
Tling!
[ Aku menemukan sebuah orang yang bisa memutar kejadian party lima tahun lalu. Saat itu Reina datang dan bersamamu! bukan Shi. ]
Deg.
Azam mulai paham dan menduga, ia berurai air mata, hampir jatuh. Perasaan bersalah itu muncul, dan kembali mengingat kejadian masa pahitnya. Ia sangka jika itu benar Shi, tapi kenapa Reina berbohong, dan apa maksud perkataan Shi, jika ibunya membenci Reina dan berniat mengadukan dan perjanjian apa itu?!
'Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu?' batin Azam.
Hingga di pelataran rumah dalam beberapa jam ditempat Reina. Azam duduk di taman halaman. Ia memastikan melihat vlog Reina saat itu, sambil menunggu kabar dari Heru.
"Apaa ..?" terkejut Azam, melihat pesan ketiga Heru.
Dreeth!
"Heru apa kau yakin, kau tidak salah semua berita ini kan?" ujar Azam, berdiri saat menelepon orang kepercayaannya itu.
Azam membalikan badannya, ia berjalan menaruh ponselnya di saku celana. Berjalan dengan tegap mengetuk pintu bel rumah Reina. Tidak perduli saat itu, Reina sedang Live ia berusaha menebus kesalahannya.
"Reina nya ada bi?"
"Non Reina, sedang live tidak bisa di ganggu pak. Apa ada .."
"Izinkan saya masuk bi, saya mohon!"
"Tapi .." bibi Ros tidak bisa berkutik, kala Azam masuk begitu saja setelah menunduk hormat, pada yang lebih tua.
Hingga sampailah saat itu Azam memeluk Reina dari belakang, membuat Reina terkesiap dari layar ponselnya. Kala Azam memeluknya, dan masuk ke rumahnya tanpa izin.
Sreth!
Azam, mengambil ponsel Reina dan mematikan tombol siaran berakhir.
Deg.
__ADS_1
Reina terkejut, apalagi tadi sempat terekam dalam live siaran keduanya, bersama Azam dibalik punggungnya memeluk tiba tiba, dengan kata maaf sayang!!
TBC.