
"Azam, kau lupa party itu?"
"Apa maksud mu Heru ..?" tanya balik Azam, kala itu.
"Kau yakin, malam itu kau sedang menggauli Shi. Bukan wanita lain ... bukankah, saat itu kau juga sedang punya hubungan lain dengan wanita yang ingin kau serius kan?"
Heru, sebagai asisten ia juga teman akrab, di saat hanya ada mereka. Pembicaraan pun tidak canggung, karena Heru yakin semua ada sebuah rekayasa, mengapa ibu Jing yang tidak suka dengan Shi, tiba tiba melamar Azam, hanya karena kekayaan keluarga Shi di atas Azam. Pelik bukan? dunia orang kaya, yang takut miskin harus memaksakan kehidupan dan masa depan anaknya tanpa, bertanya perasaan mereka, dan yang Heru lihat pernikahan Azan itu tidak sehat.
"Aku tidak perduli Her, setelah keluarga Shi membuat ancaman bagi papaku yang sakit keras! aku harus berpura pura bahagia menerima pernikahan itu, selebihnya aku tidak ingat. Tapi kau tahu, aku pernah ingat wajah Reina saat itu, dia datang kan...? tapi saat aku hubungi, dia bilang dia tidak pernah datang ke acara tersebut! esok nya aku cari dia benar benar tidak ada dan kepindahannya bekerja dari pusat pun, begitu rahasia. Apa aku salah menyerah, dan aku anggap Reina seperti wanita lain yang tidak serius. Jadi apa bedanya aku menikah dan belum menikah Heru?" telisik Azam.
Ada sedikit kecewa, bagaimana pun Reina pernah singgah di hatinya begitu amat dalam, tapi pergi meninggalkannya dengan tanpa jejak, dan kini dia muncul dengan kedua anak, yang berstatus sudah menikah, suaminya di hongkong Reina bilang dia tinggal disana, karena mata pencahariannya disana, dan meminta Azam untuk tidak mengusik hidupnya lagi.
Azam pun memutar kursi, ia meminta Heru, mengeluarkan seragam pilotnya. Benar benar tampan dan gagah! membuat Azam, mencari kesenangan hidup dengan dirinya menjadi pilot, ia bisa membawa suka dukanya di atas langit, agar Azam kembali mendarat, hati perasaannya hilang begitu saja, seolah menyembunyikan kehidupan pahitnya yang terlalu diatur, dan membuat Azam mencari kesenangan lain di luar, luar negri yang terlalu vulgar dan bebas pastinya, tentunya Azam tidak pernah sembarang jajan! ada cara tersendiri bagi orang kaya, untuk menuntaskan tanpa terkena penyakit.
"Heru, bisakah aku meminta bantuan?"
__ADS_1
"Boleh, apa itu?"
"Cari tahu, siapa pria yang menikahi Reina. Kau tahu, Reina terlihat aneh selalu menghindar, dan anak laki laki itu, entah kenapa ia begitu mirip seperti aku pernah melihatnya, entah dimana. Apalagi anak itu terlihat punya bakat seperti impianku menjadi pelukis handal, menggambarkan wajah ibunya seolah punya luka tersendiri." Azam menyadarkan diri, membuat Heru terdiam.
"Baik, aku pasti membantumu Azam." memegang bahu, dan Azam pun pergi menjalani tugasnya sebagai pilot.
***
Sementara esok paginya, Reina membuat sarapan pagi pagi sekali, kedua anak anaknya benar benar belum bangun sepagi ini! apa lagi hari libur, Reina sendiri sudah mengajukan libur panjang agar dirinya dipecat dari kantor Azam! terlebih ia sedang menggeluti bisnis kue online, yang setiap saat ia ada di rumah melihat perkembangan dan pengawasan penuh bagi Kanya dan Bima. Mengingat ia amat takut, jika orang dari ibu Jing! memerintahkan hal buruk padanya dan kedua anak anaknya lagi. Bukan tanpa alasan, Reina ingin tetap bahagia tanpa orang masa lalu terpahit yang sudah ia tutup, di buka lagi.
"Non Reina, apa ga sebaiknya kita pindah lagi. Mau gak, kalau kita menetap di kampung bibi." usul sang bibi.
"Iy non. Semoga saja berita isu penangkapan dia pekerja ilegal itu tidak benar, apalagi dia orang baik yang membantu non Reina, untuk menjadi Ayah anak anak non, agar mendapat identitas, dan kasihan sekali. Apa kita susul aja ya non?"
"Hah, .." tertegun Reina.
__ADS_1
"Eh. Maaf bibi non, kalau usul sedikit lola. Tidak mudah bagi warga kita, apalagi ongkosnya. Andai bibi punya orang berpengaruh, pasti den Diva bisa lepas dari jeruji negara sana. Kasihan anak anak di dalam, ia harus mengetahui ayah baiknya sudah meninggal."
Isi surat itu, adalah pesan keputusan dari pos! yang Reina masih ingat itu tulisan Diva.
Reina sendiri kagum karena teman baiknya mau berkorban, bahkan mereka tidak menikah tapi bisa membuat akte dan identitas kedua anak anaknya dengan catatan, ia adalah ayah asli mereka, menutupi aib Reina dan membuat Reina hidup tidak dipandang sebelah dengan status hamil di luar nikah, tidak punya suami?!
Took!
Suara ketukan, membuat Reina terperangah. Siapa pagi pagi sekali ini, bertamu ke rumahnya.
"Ada tamu sepagi ini, bi?" ucap Reina.
"Biar bibi aja ya non." anggukan Reina, meski matanya penasaran, tapi ia masih online di situs pembuatan kue, masih terpampang.
'Astaga! tadi itu online ya, percakapan kami tadi?' batin Reina, langsung mematikan mode, dan mencoba cara menghapusnya di hapenya, sebab Reina sedang belajar membuat live situs kue online, entah tadi apakah pembicaraan dirinya dengan bibi Ros terliput.
__ADS_1
"Kacau ini, jika sampai tadi online terekam." lirih Reina sedikit frustasi.
TBC.