Ghost Paviliun

Ghost Paviliun
Mengungkap Kampus


__ADS_3

Kini Milen berada di sebuah cafe. Letaknya tidak jauh dari perumahannya. Langkahnya semakin lebar, dengan senyum yang terhias di wajahnya. Ia ingin melupakan sejenak tentang segala hal yang sudah mati.


Setelah memesan, Milen duduk di dekat jendela agar dirinya dapat melihat kendaraan yang berlalu lalang. Sesekali, ia menyedot frappuccino green tea cream miliknya.


Baru duduk sejenak, sesosok arwah perempuan duduk di sebelahnya dengan raut lapar. Ia menatap,cheesecake milik Milen. Gadis itu menoleh pada sosok tersebut, lalu perlahan-lahan menggeser piring cheesecake miliknya tepat di hadapan arwah tersebut.


Milen bahkan melihat ponsel genggamnya, untuk streaming di youtube, ia melihat seorang youtuber yang menceritakan kisah-kisah mistik atau misteri. Ada pula teori yang sangat menarik minat Milen saat ini yang secara kebetulan.


Baru sepuluh menit berada di sana. Dua orang lelaki duduk tepat di kursi di hadapannya. Milen mendongak menatap keduanya.


“Kok kalian ada di sini?” tanya Milen dengan raut bingung.


Brian melirik sosok arwah yang berada di sisi Milen. Ia juga tidak berniat menjawab pertanyaan Milen.


“Tadi kami ke rumah kamu, ternyata kamu tidak ada. Tetangga yang bilang, kamu biasanya ke sini,” papar hantu berwujud manusia.


Milen manggut-manggut menjawab pertanyaan, lalu ia bertanya, “Terus ngapain ke rumahku? Tidak mungkin kan kalau tidak ada tujuan,” selidik Milen, dengan raut ganas pada teman kelasnya itu.


Kana menyenggol lengan Temannya, sedang Temannya menyenggol lengan Kana kembali. Begitu terus sampai Milen bosan.


“Mulai aneh,” ketus Milen.

__ADS_1


Kana mengambil napas dalam-dalam lalu berkata, “Aku mau ngomongin mayat yang ada di pohon belakang kampus.” ujar Kana membuat mata Milen dan Brian saling menatap.


Milen pun tercenung, itu adalah kesalahannya saat di rumah sakit. Ia tidak sengaja mengatakan segalanya di depan Kana. Milen menundukkan kepalanya diam sebentar. Arwah di sebelah Milen menyorot dengan tajam, tampak lesu.


Ia mengambil napasnya dalam-dalam lalu tersenyum. “Aku beli minum, makanan dulu ya. Nanti kita omongin di rumah aja.”


Kana beranjak dari duduknya, ia berucap, “Biar aku aja, aku juga ada yang mau di beli, Brian kamu mau apa?”


“Apa aja aku mah,” balas Brian.


“Kamu kemana?”


Milen mendongak menatap Kana telah kembali dari kantin.


Milen menatap Kana, sebenarnya suasananya sangat canggung. Tetapi Milen mencoba mencairkannya.


"Lihat mayat dimana? asli yang kamu bilang, itu bukan alibi kan?" tanya Milen.


“Bukan karena itu. Tapi karena tempat itu, tempat kami bisa nongkrong,” ujar Kana teman sekampus yang penasaran, dan bicara pada Milen karena ia adalah teman berbeda.


“Kok bisa-bisanya ada mayat di situ. Seram banget.” Kana menggosok kedua lengannya, mengisyaratkan ia merinding.

__ADS_1


Milen terkekeh mendengar perkataan Kana.


“Anak yang sering ngerasain hantu di sekitarnya. Masa bisa terasa seram dalam kondisi begitu? Sekarang aja tidak terasa seram.”


“Seramnya itu, karena kami semua tidak sadar kalau di sana ada mayat. Padahal kami kan sering kumpul di sana,” balas Kana.


"Tunggu, kalian kenal foto ini gak? ini teman kami, namanya Sira. Di kampus sering kesurupan, kalian tau informasi lagi?" tanya Milen.


"Mil, malam lusa lalu, kita ambil skripsi. Tapi suara teriakan perempuan dan laki laki seolah sedang kena bantai. Kita berdua cek pake lampu senter, cuma ga berani bilang. Kalau ada pak dosen jalan kaya nengok kiri kanan, bawa cangkul. Apa jangan jangan ..?" bisik Kana pada Milen ketakutan.


"Maksud lo, di kampus kita ada kasus dua kematian, melibatkan pak dosen Boy .. ?" lirih Milen.


"Sssst!! gue ga berani bilang begitu, karena kemarin kita langsung cabut." jelas Kana.


Brian pun ikut mendengar, lalu memberikan satu kotak pada Milen dan sebuah lilin nama. Milen meminta Brian segera membantunya untuk berkomunikasi pada arwah pria dengan serpihan kaca, dibalik punggung Kana.


"Mau ngapain nih?" tanya Kana.


"Bantu gue Kana, kita main kotak blody marry. Buat ungkapin kebenaran, sekaligus panggil arwahnya."


Deg.

__ADS_1


Terdiam Kana, sedikit ketakutan, kala Milen membuka kotak kayu dengan angka permainan hantu.


Tbc.


__ADS_2