
Beberapa pekan kemudian, Reina kembali dengan sehat, bahkan keberadaan Shi mengenaskan tewas dengan kulit yang di cincang mengelupas bagai kulit domba yang di tancap berhari hari sinar panas. Azam menerima takdirnya harus berpisah dengan ibu kandungnya, sementara tidak ada kata hidup harus lag tetap berjalan.
Bahkan lebih parahnya lagi, keberadaan Shi yang tewas mengenaskan, dimana bibi Ros meninggal menyelamatkan keadaan putrinya yang hampir tertabrak, namun nahas mereka berdua ikut menghembuskan nafas terakhir dan keadaan pak Sup yang koma, kemudian ia menyusul.
'Terimakasih kebaikan bibi, Reina janji akan terus mendoakan bibi dan pak Sup, dan akan sering datang, bahkan tempat peristirahatan bibi akan Reina urus.' ujarnya menatap dua nissan, dan satu nissan kecil mirip nisan bayi dimana itu tanpa nama berada di sebelah sang bibi Ros, setelah perjalanan jauh.
Dan setelah sekian lamanya, Reina nampak telah berhenti menangis, dimana Reina harus merelakan kedua orang yang ia sayangi pergi saat ini juga.
"Sayang, ayo ini sudah mau hujan. Kita relakan dan bantu doa." ujar Azam, dimana Reina mau tidak mau harus merelakan.
Bahkan kini mereka pergi pamit, dari makam membuat Reina yang berduka tak kuasa, jika saat ini semesta lebih sayang almarhumah Ros dan Sup.
Dan kini ada rasa tak percaya bagi Reina, setelah pulang ke rumah hal itu membuat ia merasa nampak terkejut akan sang Ayah yang memberikannya wasiat.
"Apa ini ayah?"
"Buka saja putriku!" Titah Sap, hal itu membuat mata Reina membola di meja makan malam, dimana disana sudah ada kedua anak kembar dan ibunya bersama suaminya, yang sengaja sang Ayah membawa mereka makan keluarga bersama.
"Surat Perjanjian Ahli Waris. Ayah apa ini semua?"
"Selama ini ayah sudah lalai, lalai akan perkembangan masa kecilmu bahkan menyianyiakan waktu, tapi percayalah Ayah berjuang demi kalian. Dan semua aset yang Ayah miliki, sudah sah jadi milikmu putriku! Dan kamu Azam, setelah masa kontrakmu selesai, tolong jaga perusahaan untuk kedua cucuku, dimana perusahaan itu akan jatuh pada Bima cucu pertamaku, dan beberapa mansion serta bidang usaha lain untuk mereka."
"Ayah ini berlebihan, Reina tidak bisa .."
__ADS_1
"Jika ayah tiada, lalu ayah belum memberitahumu dan mensahkan nya, ayah akan merasa bersalah nak! Jadi simpanlah, dan gunakanlah sebaik mungkin. Jaga perusahaan agar selalu balance untuk generasi kehidupan kalian, Reina kamu hanya perlu mengembangkannya saja, Azam suami mu pasti akan membantumu, kamu lah bosnya disini menggantikan papa!"
Ach! terkejut Reina saat ini, seolah tak percaya sang Ayah sudah memberikan wasiat.
"Azam janji akan menjaga Reina dan anak anak."
"Itu harus Azam, jadi tolong kau bayar saja penalti, urus perusahaan seperti biasa. Aku serahkan padamu, jangan sampai kau sakiti putriku seperti dulu!"
"Itu pasti Ayah mertua, Azam tidak akan pernah mengulangi, sebab mereka adalah kehidupan penting bagi Azam!" ujar Azam janji begitu saja.
Reina seolah pupus harapan, dimana menatap sang Ayah yang memberi wasiat membuatnya takut kehilangan lagi, dan kini Reina merasa hampa ketika semua yang ia miliki serba ada, namun satu persatu akan pergi begitu saja.
"Reina berterimakasih Ayah, tapi bisakah kita umroh bersama, ini bentuk rasa syukur kita berkumpul bersama, dan Ayah yang lapang menerima dan mendoakan bu Milen disana."
"Ah tentu putriku, itu pasti apapun itu."
Perbincangan pun berakhir dimana saat ini nampak sekali Yus terlihat mengalah, bahkan mengalah telah menjatuhkan harga dirinya demi rasa cintanya pada Milen, akan jamuan kepada mantan suami keduanya itu dan berdamai.
"Yeaay kita liburan bareng kak."
"Iya dik." Bisik Kanya dan Bima kegirangan.
"Ini namanya liburan ibadah cucu cucuku! Ah gemasnya kalian berdua." Cubit pipi gembul mereka berdua, oleh Alva yang nampak mereka semua kegirangan.
__ADS_1
Hingga beberapa jam kemudian, dari hari ke hari ke minggu telah mereka lewati. Dimana saat ini, Reina dan seluruh keluarga bersiap umroh, tak sedikit acara di rumah mereka lakukan jamuan kepada tetangga dan kerabat untuk kepergian ibadah mereka, bahkan beberapa staff kantor dan bodyguard ada yang satu persatu di umroh kan ikut bersama, dan ada juga yang menunggu giliran karena kuota terbatas.
Dimana Reina menatap haru, sebab seluruh karyawan sang Ayah di berangkatkan ke mekkah demi keberkahan dan kejayaan perusahaan Ayah, bak langit dan bumi yang Reina sempat benci jika sang Ayah khianati ibunya, namun kenyataannya sang Ayah adalah Ayah yang luar biasa akan kebaikannya dan hangat pada karyawan yang bekerja padanya, pantas saja harta Ayah di dunia tak habis dan semakin bertambah.
Beberapa dari berita Shi nampak keluar dari berita pagi, bahkan makamnya di sebelah almarhumah bu Ros di samping makam kecil, di tpu jeruk purut. Hal ini membuat Reina menjenguk makam mereka sebelum berangkat ibadah umroh dan tak lupa memanjatkan doa.
Dan kebahagiaan Reina pun berakhir bahagia, happy ending dengan kehidupan yang luar biasa telah semesta anugerahkan, dimana kehidupan di pahit kini Reina nampak menerima balasan manisnya dan kesabarannya selama ini.
'Aku tahu semesta selalu melindungi umatnya, dan memberikan suatu ujian untuk mengingatkan dan menaikan derajat hambanya. Tuhan jangan biarkan aku dan keturunan Ku, kebahagiaan ini jadi kufur nikmat dan lupa akan semua yang engkau titipkan. Sungguh Reina takut menerima surprise ini." lirihnya dan bangkit merapatkan tudung penutup kepala yang hampir turun.
Dimana saat ini Reina di gapai oleh Azam, senyum dan mereka menuju mobil, untuk perjalanan menuju mekkah.
"Sayang, tetaplah bahagia dan berdoa untuk kebahagiaan kita dan anak anak selalu bersama seperti ini, aku janji akan melindungi kamu sayang!" ujar Azam membuat Reina senyum.
"Terima kasih Azam, tuntun aku jadi istri soleha, kamu menerima ku apa adanya dengan segala sikap ku yang .."
"Kita sama sama belajar dan saling mengingatkan sayang, perjalanan kita masih panjang dengan anak anak kelak di mansion menjadi keluarga hangat." Balas Azam.
Dan kini Reina nampak menuju perjalanan ibadah bersama keluarga besarnya, berharap kebaikan dan keberkahan Reina saat ini tidak pernah putus, meski ujian pastinya akan selalu menghampiri sesuai porsinya.
End ...
TAMAT ...
__ADS_1
Tunggu Up lanjutan ya, mau ada judul horor baru nanti.