
Anita menoleh,dia melihat suaminya sangat marah padanya.Dia pun terkejut,kenapa suaminya itu memarahinya?
"Kenapa kamu memarahiku mas?"tanya Anita heran dengan mode kagetnya.
"Karena dia bosku,kamu tidak boleh mengusir bosku yang sedang bertamu."kata Rendi masih menatap istrinya marah.
"Dia menghinaku mas,dia menghina istrimu.Kenapa kamu malah marah sama aku?"tanya Anita heran.
"Masuk kamu!"perintah Rendi.
"Mas!"teriak anita yang tidak percaya akan sikap suaminya itu.
"Masuk!"Rendi menyuruh dengan paksa Anita masuk ke dalam rumah.
Dengan perasaan kesal Anita masuk ke dalam rumah membawa kedua anaknya.Dia menatap tajam Mourin yang tersenyum sinis padanya.
Lalu Rendi mengajak Mourin untuk pergi dari rumahnya,untuk kembali ke kantor.
Sedangkan Anita masih terasa sesak hatinya Kenapa suaminya memarahinya?Bukankah dia istrinya?
Air mata Anita mengalir deras,dia tidak bisa lagi menyembunyikan rasa sakit hatinya yang selama ini dia pendam.
"Bu.."Noni memanggil pelan majikannya itu.
Dia merasa kasihan,baru kali ini dia melihat kemarahan suami dari majikannya itu.Siapa yang salah siapa yang marah.Siapa yang salah siapa yang di bela.
Anita tidak menjawab panggilan pembantunya itu.Dia terus terisak,dadanya semakin sesak mengingat perkataan Mourin tadi.Walaupun benar adanya,tapi dia seperti itu karena menjaga dan mengurus anak-anaknya.
Tidak bisa kah laki-laki memahami perempuan yang sudah mempunyai anak penampilannya berubah.Perempuan hamil juga karena suaminya,perempuan tidak bisa menjaga penampilannya juga karena sibuk mengurus anak-anaknya.
apalagi dua anak kembar yang aktif,apakah tidak ada kompensasi bagi perempuan untuk mengurus anak dan rumah tangga itu sangat berat.
Harus bisa menjaga suasana hati ketika ingin marah namun anaknya butuh perhatian.Harus bisa tersenyum walau sakit hatinya.Harus kuat ketika semua cobaan menimpanya.
Tidak bisakah memahami semua serba di lakukan oleh seorang perempuan.Hanya karena kurang jaga penampilan lalu di hina dan d acuhkan.
Seorang ibu akan memprioritaskan anaknya dari pada dirinya sendiri,seorang ibu hanya akan tersenyum dan tertawa di depan anaknya ketika hatinya rapuh dan sedih.
Anita menghapus airmatanya yang jatuh terus menerus.Lalu dia berbalik menghadap Noni yang masih setia di belakangnya.
"Iya Non,ada apa?"tanya Anita yang masih terisak.
"Apa saya boleh pulang bu?"tanya Noni ragu.
Ini sudah jam lina lewat,waktunya Noni pulang.Anita menghela nafas panjang,sudah dua jam dia menangis.
"Ya udah kamu pulang aja.Kan sudah waktunya pulang."kata Anita.
"Ibu ngga apa-apa saya pulang?"tanya Noni,dia takut Anita semakin terpuruk dengan kejadian tadi siang.
"Ngga apa-apa,udah kamu pulang aja."kata Anita.
"Ibu kalau butuh saya tinggal telepon aja ya bu."ucap Noni lagi,dia prihatin dengan Anita.Tapi dia tidak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
"Iya,nanti saya telepon kamu jika butuh kamu."
"Chila sama Chiko sudah mandi bu,mereka lagi main di ruang keluarga."
"Iya Non,terima kasih ya."
Lalu Noni pergi,walau dia berat meninggalkan majikannya yang sedang sedih.Besok dia akan datang lebih pagi lagi,pikirnya.
_
Sudah seminggu sejak Mourin datang ke rumahnya,sejak itu pula Rendi tidak pernah pulang.Di telepon pun tidak di jawab,di kirimi pesan singkat juga tidak pernah di balas.
Anita menghela nafas panjang,dia lelah sekali hari ini.Dari pagi hingga saat ini Chiko sangat rewel,entah kenapa anak itu rewel.Noni juga izin tidak datang karena harus mengantar ibunya berobat di rumah sakit.
Jadi Anita sendirian mengurus rumah dan anak-anaknya.Rasanya dia ingin tidur sejenak,mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.Namun tidak bisa karena Chiko masih rewel,malah badannya panas.
Anita coba memberikan pharasetamol untuk meredakan panasnya,dia tunggu sampai jam delapan malam.Tapi panasnya tidak kunjung turun,malah naik sampai 38,7 derajat celsius.
Anita panik,dia melihat Chila sudah tidur dengan nyenyak.Bingung dengan keadaan Chiko yang semakin lemah karena tidak mau makan sejak tadi pagi karena rewel.
Kemudian dia mencoba menghubungi Noni,minta bantuan untuk menjaga Chila yang sedang tidur.Sedangkan dia akan ke rumah sakit membawa Chiko yang mulai lemah.
"Halo bu,ada apa?"tanya Noni heran Anita meneleponnya malam-malam.
"Halo Non,bisa tolong saya ngga?Chiko panas,dia lemah.Mau saya bawa ke rumah sakit,tapi Chila ngga ada yang jaga di sini.Bisa kamu datang kesini Non,tolong saya ya Non."kata Anita cemas,dia berharap Noni mau datang malam ini,karena rumahnya tidak jauh dari rumah Anita.
"Bisa bu,saya datang sekarang.Ibu siap-siap aja ke rumah sakit,kasihan Chiko."
"Ya udah,terima kasih sebelumnya Noni.Maaf ngerepotin kamu."
Lalu sambungan telepon terputus,Anita pun bersiap untuk ke rumah sakit.Dia hanya bawa tas kecil berisi pampers dan minyak telon serta satu setel baju ganti Chiko serta kaos ganti dirinya.Lalu dia segera memesan taksi online untuk membawanya ke rumah sakit.
Tak berapa lama,Noni datang membawa tas berisi pakaian gantinya.Kemudian taksi yang di pesan Anita pun datang.
"Noni,maaf banget ganggu waktu kamu.Saya tidak tahu harus menghubungi siapa.Dari seminggu yang lalu mas Rendi di hubungi tidak pernah jawab.Yang bisa saya hubungi cuma kamu."ucap Anita sebelum dia pergi.
"Iya bu ngga apa-apa.Saya juga kasihan,ibu ngurus anak sendirian aja."
"Ya sudah saya berangkat dulu.Chiko lumayan turun panasnya,mudah-mudahan hanya panas biasa.Saya titip Chila ya."ucap Anita lagi sambil berlalu kemudian dia keluar menuju mobil taksi yang dia pesan.
Noni hanya menatap Anita sampai dia masuk ke dalam mobil.Ada rasa kasihan dengan majikannya itu.Mengurus anak kembar sendiri,suaminya malah selingkuh di belakangnya.Dan sekarang anaknya sakit pun tidak bisa di hubungi.
_
Setelah di periksa dan di scan,ternyata Chiko kena demam berdarah.Trombositnya turun sampai 80,jika sampai telat di bawa ke rumah sakit maka akan fatal akibatnya.
Anita lega,dia kini bisa tidur walau sejenak.Sejak tadi pagi dia mengurusi Chiko yang rewel,untung kakaknya Chila mengerti jika mamanya sangat kerepotan dengan adiknya yang rewel.
Anita mencoba menghubungi suaminya,memberitahu bahwa Chiko masuk rumah sakit.
Satu kali tidak di jawab,dia coba lagi tapi tetap tidak di jawab.
Sebegitu marahnya kah Rendi pada Anita,hingga berkali-kali di telepon tidak di jawab.Anita menghela nafas panjang.
__ADS_1
Dia diam,matanya menerawang ke depan.Rasa lelah dan letih dia kesampingkan.Jika bukan karena kedua anaknya,entah harus bagaimana jadinya hidupnya.
Anita membayangkan saat-saat pacaran dulu dengan Rendi hingga menikah.
Rendi mendekatinya ketika dia kuliah di semester akhir,lalu tidak lama mereka pacaran dan satu tahun kemudian mereka pun menikah.Dua tahun pernikahan Rendi masih bersikap manis,waktu itu dia masih bekerja sebagai staf di kantornya.
Namun setelah naik jabatan dari ketua staf administrasi mulai berubah sedikit.Tapi Anita masih memaklumi karena kesibukan Rendi bertambah.
Dan ketika Anita di nyatakan hamil,Rendi mulai di promosikan naik jabatan setelah satu tahun berikutnya.Dia juga semakin sibuk,tapi Anita mahaminya lagi karena pekerjaannya.
Dia tidak tahu kalau naiknya jabatan karena apa,tapi karir Rendi sangat cepat naiknya.
Telepon Anita berdering.
Ayah mertua
Anita menekan tombol warna hijau untuk mengangkat telepon.
"Halo ayah,ada apa?"tanya Anita.
"Saya ada di rumah kamu,yang ada kok pembantu kamu saja.Kamu benar di rumah sakit sama Chiko?"tanya mertuanya.
Anita pun kaget,kenapa mertuanya datang malam-malam?
"Iya ayah,Chiko sakit dan harus di rawat ke rumah sakit.Ada apa ayah malam-malam ke rumah?"tanya Anita heran.
"Ayah mau ketemu Rendi,tapi dia tidak ada.Apa Rendi ada sama kamu?Soalnya di telepon ponselnya mati."
Anita diam,dia tidak tahu harus bercerita sebenarnya atau harus berbohong.
"Mas Rendi sedang dinas keluar kota ayah."kata Anita akhirnya berbohong.
Dia tidak tega harus berkata jujur pada ayah mertuanya.Beliau sudah sepuh,tidak baik memberinya beban masalah yang di hadapi anaknya.
"Kapan dia pulang?"
"Saya kurang tahu ayah,waktu berangkat tidak memberitahu kapan pulang."
"Kok dia tidak bilang kapan pulang.Ya sudah,besok saya ke rumah sakit jenguk Chiko."
"Iya ayah."
Lalu telepon di tutup.Lagi-lagi Anita menghela nafas panjang.Dia sangat pusing dengan semua masalah yang dia hadapi.
Entah apa yang akan dia katakan jika mertuanya tahu kalau anaknya selingkuh.Tanpa terasa mata Anita sudah tertutup karena mengantuk.
Cukup untuk hari ini,dia ingin beristirahat sejenak melupakan masalahnya yang entah kapan akan menemui titik terang dengan kehidupan rumah tangganya.
_
_
_
__ADS_1
❤❤❤❤❤