IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
14.ATM


__ADS_3

Setelah pemakaman ayahnya,kini Rendi kembali ke rumah ayahnya,dia ingin tidur di sana malam ini.


Sementara Anita masih bersimpuh di makam ayah mertuanya itu.Dia lupa dengan anaknya yang di tinggal bersama pembantunya.


Anita masih tersedu,saat ada suara deheman dari belakang.Dia menoleh,melihat siapa yang berdiri di belakangnya.


"Kamu sedih dengan kematiannya?"tanya seseorang itu yang tak lain adalah Mourin.


Anita mengerutkan dahinya,lalu dia berdiri mensejajarkan posisi Mourin.Menatapnya penuh heran.


"Dia adalah ayahku,jadi wajar saya sedih kehilangannya."ucap Anita ketus.


Bisa-bisanya perempuan itu berkata seperti itu.Mourin tersenyum seringai,dia berbalik dan meninggalkan Anita yang masih bingung dengan ucapannya tadi


Tapi sebelum benar-benar pergi,dia berbalik dan berkata yang membuat Anita jadi kesal.


"Nikmatilah sedihmu itu,sebentar lagi sedihmu itu akan berlanjut."kata Mourin sambil tersenyum sinis.


Lalu dia benar-benar pergi dari tempat pemakaman itu.


Anita hanya memandangi kepergian Mourin,lalu dia berjongkok lagi.


"Ayah,maafkan aku.Aku tidak bisa menjaga ayah dengan benar.Hik hik hik"


Setelah lama merenungi kepergian ayah mertuanya,Anita akhirnya pergi meninggalkan tempat pemakaman itu.Dia baru ingat tadi tidak memberitahu Noni kalau dia langsung ke pemakaman.


Noni juga tidak tahu kalau mertuanya sudah meninggal.Proses pemakaman begitu cepat,entah apa yang di pikirkan Rendi hingga pemakaman cepat di laksanakan.


Apa mungkin dia tahu sebelumnya kalau umur ayahnya tidak akan lama?


Anita pulang ke rumah,dia tidak mendapati Rendi di rumahnya.Dia juga tidak berharap suaminya itu datang ke rumah.Tapi apakah dia akan terus seperti itu?


Sampai kapan suaminya itu akan seperti itu,mendiamkannya dan tidak lagi peduli pada istri dan anaknya.


Anita pikir dia harus bicarakan semuanya dengan suaminya.Kenapa tidak pernah pulang,kenapa tidak pernah menanyakan keadaannya atau keadaan anak-anaknya.


Lelah sebenarnya Anita seperti itu,selalu Rendi marah padanya.Dan ketika marah pasti tidak pulang ke rumah.Entah dia tidur di mana.


"Bu,eyang sepuh bagaimana?"tanya Noni yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ayah sudah tenang Non,beliau tenang dan sudah di tempatkan di peraduan terakhir."jawab Anita lirih,kembali dia bersedih dan mengalirlah air matanya.


"Maksudnya bagaimana bu,saya tidak paham ucapan ibu."kata Noni lagi yang bingung atau hanya takut dugaannya benar.


"Ya,seperti kamu bilang.Ayah jatuh di kamar mandi itu tidak selamat.Beliau sudah tiada,dan sudah di antar ke rumahnya yang baru Non,hik hik hik.."Anita menangis tersedu.


"Jadi,eyang sepuh meninggal?"tanya Noni memastikan.


Anita mengangguk,tangisnya samakin keras.Noni hanya bisa mengelus tangan majikannya agar lebih tegar.


"Yang sabar ya bu,eyang sepuh sudah tenang di sana."kata Noni memberi kekuatan.

__ADS_1


"Terima kasih Noni,saya hanya sedih ayah sudah tiada.Mas Rendi juga tidak tahu akan bagaimana."


"Bu,apa..bapak akan pulang ke rumah ini?"


"Saya tidak tahu Non,tapi ini juga rumahnya."


"Iya,bu."


Walau berkata begitu,Anita tidak tahu apakah suaminya itu akan pulang dalam waktu dekat?


_


Sebulan sudah pak Hendri meninggal,selama sebulan itu Rendi tidak pulang ke rumah Anita.Anita semakin tidak mengerti dengan sikap suaminya itu.


Dia selalu menghubungi suaminya,namun setiap menghubungi,Rendi selalu saja tidak menjawabnya.


Ingin sekali Anita datang ke kantor suaminya,menanyakan kenapa dia tidak pulang ke rumah.Apa dia tidak merindukan anaknya?


Setidaknya dia merindukan anaknya.Ah ya,dia tidak pernah menyentuh anaknya apa lagi merindukannya.


Anita semakin bingung,apa yang harus dia lakukan.


Anita ingin pergi ke minimarket,sekalian ingin mengambil uang di ATM.Anita berjalan menuju minimarket terdekat,seperti biasa dia akan membeli pampers dan susu formula untuk anaknya.


Setelah dia masuk ke dalam,dia masukkan kartu ATM ke dalam mesin anjungan tunai mandiri itu.Di tekan beberapa angka pin,di tekan lagi pengecekan saldo.


Tapi begitu cek saldo,dia kaget.Saldo tidak bertambah,masih sama dengan minggu kemarin.Apa suaminya lupa mengiriminya uang?


Anita mengambil ponselnya,dia hanya berkirim pesan pada Rendi.Mengatakan kalau dia belum mengirimkannya uang di ATMnya.


Lalu dia pulang ke rumah,hanya membeli pampaers saja.


_


Malam hari Anita masih berjaga,berharap suaminya pulang malam ini dan menanyakan uang yang belum dia transfer.


Dan benar saja,mobil Rendi memasuki halaman rumah.Anita berdiri dari duduknya dan menuju ruang tamu.Menyambut suaminya itu.


Pintu di buka Anita,Rendi masuk.Anita menyalami suaminya itu dan mengambil tasnya.Rendi hanya menurut saja,lalu dia masuk ke dalam kamar.


"Mau aku siapkan air hangat mas untuk mandi?"tanya Anita yang mengikuti dari belakang.


"Boleh."jawab Rendi.


Anita senang suaminya mau dia layani untuk menyiapkan air hangat untuk mandi.Sudah beberapa bulan dia tidak meladeni suaminya,karena Rendi jarang pulang.


Setelah menyiapkan air hangat,Anita langsung menyiapkan baju santai untuk suaminya itu.Dia selalu sigap dan cekatan jika meladeni Rendi.


Entah apa di pikirkan Rendi tentang istrinya,apa karena kurang seksi dan cantik seperti bosnya itu.


Anita merenung,mungkinkah kini dia harus merubah penampilannya?

__ADS_1


Ya,dia harus merubah penampilannya sekarang.Baiklah dia akan merubahnya dan mulai besok dia akan berolah raga,pikir Anita.


Kini dia akan membicarakan tentang ATM yang belum di transfer oleh Rendi.


Setelah selesai mandi,Anita menawarkan Rendi makan malam.Dan Rendi pun mengiyakan.Di luar dugaan memang,Rendi mau makan malam dengannya.


Tanpa menunggu lama lagi,Anita membuat masakan simpel yang suaminya sukan.Yaitu ayam goreng yang bumbunya hanya racikan instan dan membuat sambal terasi serta tumis brokoli.


Dengan cepat dan cekatan Anita menyekesaikan semuanya.Dia lalu menyiapkan di meja makan,kemudian memanggil suaminya itu.


"Mas,makannya sudah siap."kata Anita.


"Iya,aku segera kesana."kata Rendi.


Anita diam,sejak datang Rendi hanya iya dan menurut saja apa yang di katakan Anita.Tapi Anita merasa lega karena suaminya masih bisa di ajak bicara baik-baik dan menurutinya.Setidaknya kewajibannya telah terpenuhi.


Rendi lalu duduk di kursi yang biasa dia duduki,menunggu istrinya selesai menyiapkan nasi dan lauk pauknya.


Anita pun sama,dia mengambil nasi di piringnya kemudian menambahkan dengan tumis brokoli.Mereka makan dengan suasana sunyi,tanpa ada pembicaraan apapun.


Anita melirik suaminya yang makan dengan cepat,apa karena lahap atau hanya ingin selesai makan?


"Emm mas,apa mas Rendi sudah transfer uang ke ATMku?"tanya Anita.


Dia sengaja pura-pura bertanya agar tidak ada perdebatan,walau dia sudah tahu ATMnya masih saldo minggu lalu.


"Iya nanti setelah makan aku transfer uangnya."jawab Rendi,masih dengan nada datarnya.


Anita lega karena suaminya tidak berdebat seperti biasanya.Tapi dia merasa aneh,apakah ada yang membuatnya seperti itu?


"Emm mas Rendi,selama ini tidur di mana?"tanya Anita ragu,dia takut suaminya marah.


Tapi dia penasaran,di mana dia tinggal selama tidak pulang le rumahnya.


"Aku tidur di mana saja,jangan terlalu banyak tanya.Aku malas untuk menjelaskan."ucap Rendi,lalu dia bangun dari duduknya dan masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Anita hanya diam,masih seperti dulu.Namun nadanya tidak sekeras dulu.Biarlah,saat ini Anita menikmati keberadaan suaminya di rumah.


Banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan di hatinya mengenai ayah mertuanya dan di mana dia tidur.


Anita membereskan makanan di meja,menaruh piring kotor di tempat cuci piring serta menyimpan masakan yang tersisa di lemari.


Setelah semua sudah selesai,Anita masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya sudah tertidur lelap.


Dia melihat ponselnya dan di layar tertera lapiran bank bahwa ada uang kasuk di saldonya.Anita pun tersenyum.Lalu dia kemudian bersiap tidur juga walaupun tadi habis makan.Biarlah,dia ingin tidur dekat dengan suaminya.


_


_


_

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2