IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
11.Ayah Mertua


__ADS_3

Pagi hari,benar saja pak Hendri,ayahnya Rendi datang ke rumah sakit untuk menjenguk cucunya yang sedang di rawat.


Anita menunggu di luar ruangan agar mertuanya itu tidak salah kamar,maklum saja karena dia sudah sepuh.


Sebenarnya,tidak baik orang tua pergi ke rumah sakit kalau bukan karena berobat.Tapi Anita tidak bisa mencegah karena Chiko cucunya juga.Kadang jarang ketemu jadi biarkan saja.


Anita menghampiri mertuanya dan menyalaminya ketika pak Hendri sudah terlihat.Anita menuntun mertuanya untuk masuk ke dalam ruang inap menemui cucunya.


Pak Hendri duduk di sebelah bangsal menghadap cucunya yang sedang tertidur.


"Dia sakit apa,Nita?"tanya pak Hendri pada menantunya.


"Chiko kena DBD,ayah.Tapi sekarang sudah mendingan.Trombositnya sudah naik."kata Anita.


"Apa Rendi tahu anaknya sakit?"tanya pak Hendri menatap Anita.


Anita hanya menunduk,lalu dia mengangguk pelan.


"Lalu,kenapa dia belum datang?"tanya pak Hendri.


"Mas Rendi sedang dinas keluar kota,yah.Makanya tidak bisa langsung pulang menjenguk Chiko."kata Anita memberi alasan agar ayah mertuanya itu percaya dengan ucapannya.


Tapi rupanya pak Hendri tidak percaya begitu saja.Dia menghubungi Rendi.Mungkin jika pagi begini yang menghubungi ayahnya pasti di angkat.


Tuuut....


Lama belum di angkat,tapi terambung.Pak Hendri mencoba lagi,dan terjawab.


"Halo ayah,ada apa?"tanya Rendi.


"Ayah ada di rumah sakit,bisa kamu ke rumah sakit?"kata pak Hendri memancing anaknya untuk datang ke rumah sakit.


"Ayah sakit?Sakit apa?Kenapa ngga bilang sama saya ayah?"pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Rendi pada ayahnya.


"Cepat kamu datang ke rumah sakit bahagia di kamar Melati V."kata pak Hendri menyuruh anaknya datang.


"Baik ayah,saya akan datang sekarang juga."


Setelah berkata begitu,pak Hendri menutup teleponnya dan menatap Anita tajam.Anita yang di tatap ayah mertuanya hanya bisa menunduk dalam.


"Kamu bilang Rendi sedang dinas keluar kota,kenapa kamu bohong sama ayah?"tanya pak Hendri masih menatap tajam menantunya itu.


Anita masih diam,tidak mungkin kan dia cerita yang sesungguhnya.Juga tidak mungkin dia harus jujur dan menyalahkan Rendi.


Pak Hendri menarik nafas panjang,dia tahu kehidupan rumah tangga anak dan menantunya sedang tidak baik.Walau tidak ada yang memberitahu,namum firasat seorang ayah pasti tajam dan peka.Namun demikian dia tidak akan menyudutkan menantunya itu.


Selang setengah jam Rendi sampai di ruangan Melati V.Dia melihat bangsal,tapi tidak mendapati ayahnya tidur di bangsal itu.


Hanya ada anak kecil yang terbaring lemah dan masih memejamkan matanya.Di kamar itu kosong tidak ada orang,Anita sedang mengambil resep obat di bagian apotik sedangkan pak Hendri ada di dalam kamar mandi.


Rendi mendekat ke bangsal,penasaran siapa anak kecil yang sedang tidur dengan tangan di infus.


Semakin dekat dia dengan anak kecil itu,dia terkejut.Ternyata yang di rawat adalah anaknya Chiko,dia menatap Chiko dengan wajah sedih.Lama dia menatap anaknya.


"Kamu tidak tahu anakmu sakit?"tanya pak Hendri yang sudah ada di belakang Rendi.


Rendi menoleh,dia melihat ayahnya yang menatapnya tajam.Seakan menusuknke dalam jantungnya karena marah dia tidak tahu anaknya sendiri di rawat di rumah sakit.


Rendi menunduk,dia lalu menyalami tangan ayahnya lalu duduk di pinggir bangsal menatap anaknya.


"Kenapa kamu tidak tahu anakmu sakit?"tanya pak Hendri.


"Saya tidak di beritahu Anita,ayah."ucap Rendi membela diri.


"Tidak mungkin Anita tidak memberitahumu.Pertama yang dia hubungi itu pasti kamu.Dia bilang kamu sedang dinas keluar kota,ternyata kamu masih di kota ini.Atau jangan-jangan kamu tidak pulang?"

__ADS_1


"Emm tidak ayah,memang saya sedang keluar kota.Dan baru tadi pagi pulang,tapi saya langsung ke kantor,tidak pulang ke rumah dulu."masih memberi alasan.


"Sudahlah,ayah tidak mau berdebat denganmu.Lain kali perhatikan anak dan istrimu,jangan hanya sibuk dengan pekerjaanmu.Sampai-sampai kamu tidak tahu anakmu sakit."ucap pak Hendri lagi.


Rendi diam saja,dia tidak menyahuti ucapan ayahnya.Tak berapa lama Anita masuk dengan membawa obat yang tadi dia ambil di apotik.


Dia melihat Rendi sedang duduk menatap Chiko lalu membelai rambutnya.Sesuatu yang jarang dia lihat Rendi mengusap kepala anaknya.


Anita mendekat pada Rendi,dia menyalami suaminya itu lalu meletakkan obatnya di atas meja.Rendi hanya diam saja lalu menatap Anita yang tertunduk dan menatap anaknya.


"Mmama,Iko mimi.."ucap Chiko yang baru saja melebarkan matanya.


Buru-buru Anita mengambil gelas berisi air putih lalu menempelkannya di mulut anaknya itu.Chiko membuka mulutnya dan menenggak air putih itu pelan.


Setelah selesai,Anita meletakkan kembali gelas itu.


"Adek mau makan?"tanya Anita pada Chiko.


"Ya ma."kata Chiko,kemudian dia menatap Rendi lalu beralih lagi pada Anita.


"Papa suapi ya nak?"tanya Rendi mengambil mangkok berisi bubur.


Anita tertegun,dia menatap Rendi seklias namun dia kembali menatap anaknya.


"Nda mau,cama mama aja."jawab Chiko kembali menatap papanya.


Pak Hendri yang melihat interaksi cucunya dan anaknya terasa kaku.Rendi terasa kaku mengambil hati anaknya,itu berarti dia tidak dekat dengan cucunya.


Biasanya anak kecil akan senang dengan kedatangan ayahnya,apa lagi anak laki-laki pasti dekat dengan ayahnya.Namun di mata pak Hendri,Rendi seolah terpaksa dekat dengan anaknya hanya karena ada dirinya,pikir pak Hendri.


Rendi pun duduk di sofa panjang,dia masih melihat interaksi anaknya dan istrinya.Namun kemudian dia mengambil ponselnya yang sejak tadi bunyi notif pesan masuk di ponselnya.


Dia membaca pesan itu,tersenyum lalu dia bangkit dan hendak berpamitan berangkat lagi ke kantor.


"Ayah,saya ke kantor lagi.Ada meeting pagi ini."kata Rendi.


"Ada Anita ayah,nanti sore saya kesini lagi."ucap Rendi.


"Ya sudah,Ayah mau bilang ayah akan tinggal di rumahmu satu bulan ini.Ngga apa-apa kan?"tanya pak Hendri.


Rendi tertegun,itu artinya dia harus pulang ke rumah setiap hari.Sedangkan dia masih kesal sama istrinya Anita.


"Rendi?'


"Iya yah,terserah ayah aja.Ya sudah saya berangkat dulu."kata Rendi,dia menyalami ayahnya lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan sama Anita apa lagi sama Chiko.


Anita menghela nafas panjang,suaminya masih marah padanya.Sampai dia tidak berpamitan pada istrinya itu.


Pak Hendri hanya diam melihat Anita yang terlihat sendu.Dia akan membantu menantunya untuk bisa kembali baikan lagi dengan suaminya.Entah apa masalah mereka.


_


Empat hari Chiko di rawat di rumah sakit,hanya hari itu saja pak Hendri ke rumah sakit karena di larang Anita untuk menjenguk lagi ke rumah sakit.


Dan sekarang anaknya bisa pulang karena sudah membaik,bisa kontrol saja ke dokter setiap minggunya.


Ponsel Anita berdering,suminya yang menelepon.Lalu Anita mengangkatnya.


"Halo,mas."


"Chiko pulang jam berapa?""


"Sekarang sedang di urus administrasinya,mungkin satu jam lagi."jawab Anita.


"Ya udah,nanti aku jemput."

__ADS_1


"Iya mas."


"Jangan dulu pulang sebelum aku datang."


"Iya mas."


"Ya sudah,aku tutup."


Anita menutup teleponnya.Dia kembali membereskan barang bawaan Chiko dan dirinya.Sedikit lega suaminya mau menjemputnya,setidaknya dia bisa bernafas lega karena suaminya kini perhatian.


"Ma,Iko mau pipis."ucap anaknya itu.


"Sebentar sayang,mama siapkan pampers gantinya dulu."kata Anita.


Walau bisa saja kencing di pampers,tapi pampers sudah penuh rupanya jadi harus di ganti.


Anita membawa anaknya untuk di bersihkan,ternyata bukan hanya kencing tapi pup juga.Pantas saja sejak tadi duduk tidak bisa diam,mungkin karena tidak nyaman


Setelah selesai membersihkan Anita mengganti pamoersnya dengan yang baru.


Ponsel Anita berdering,Noni yang menghubungi.


"Halo Non,ada apa?"


"Ini bu,Chila tanya terus kapan ibu pulang?"


"Oh ya nanti sebentar lagi,nunggu jemputan papanya Chiko."kata Anita.


"Oh ya udah,nanti saya bilang sama Chila sebentar lagi adiknya pulang."


"Iya Non,bilang sama Chila untuk sabar nungguin adiknya."


"Iya bu.Saya tutup teleponnya ya bu."


"Ya."


Lalu Anita meletakkan ponselnya di bangsal kemudian melanjutkan memakai pampers pada Chiko.


Setelah selesai administrasi pembayaran,Anita menunggu suaminya datang menjemput.Dia duduk di kursi tunggu dengan anaknya.


Baru bisa keluar dari rumah sakit,Chiko berlari-lari sekitar lobi.Anita tersenyum,dia senang kini Chiko ceria lagi.


Tak terasa sudah satu jam Anita menunggu Rendi datang menjemput.Chiko sudah mulai bosan dan merengek ingin segera pulang.


Anita melihat jam di dinding rumah sakit,dia lalu menelepon suaminya.


"Halo mas,kapan mau jemput?"


"Rendi sedang sibuk,jangan ganggu dia bekerja!"


Klik


Sambungan telepon terputus secara sepihak,Anita tertegun.Apa suaminya akan mengingkari lagi?


Tanpa menunggu lagi,dia langsung memesan taksi online untuk membawanya pulang ke rumahnya.Dia sudah tidak berharap Rendi menjemputnya.


Hatinya juga berkecamuk setelah menelepon Rendi yang menjawab seorang perempuan.Tentu saja mungkin itu Mourin,selingkuhan suaminya.


Tak berapa lama,mobil taksi pesanan Anita datang.Langsung saja Anita naik mobil dengan anaknya pulang ke rumah.


_


_


_

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2