IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
17. Chila Dan Chiko


__ADS_3

Rendi masih diam,dia masih menatap Anita yang acuh padanya.


"Aku mau membicarakan anak-anak dan juga jaminan untuk mereka."kata Rendi lagi.


"Ya,lalu?"


"Aku akan menjamin mereka sampai mereka dewasa nanti dan juga kamu.Tapi untukmu hanya sebatas kamu belum bekerja dan menikah lagi."ucap Rendi.


Anita diam,dia masih acuh pada Rendi tapi tetap mendengarkan apa yang Rendi ucapkan.


"Karena mereka memang tanggung jawab kamu,mas.Jadi wajar jika mereka di tanggung olehmu.Mengenai jaminan diriku,kamu jangan khawatir.Setelah ini aku akan mencari kerja,begitu aku dapatkan pekerjaan aku langsung memintamu menyetop jaminan buatku."kata Anita.


"Dan rumah ini silakan kamu tempati,rumah ini juga sudah aku rubah namaku jadi nama Chila dan Chiko."ucap Rendi lagi.


Anita masih diam,setidaknya Rendi bertanggung jawab dengan anak-anak walaupun dia tidak dekat dengan mereka.Dia juga lega karena begitu bercerai tidak kesusahan nantinya


Hanya mungkin Rendi sedang jatuh cinta pada perempuan lain,sehingga dia tidak mau menyakiti Anita lebih lama lagi.


Entahlah,Anita juga tidak habis pikir.Rendi jatuh cinta pada siapa,tapi kuat dugaannya dia sudah berpacaran dengan direkturnya yang waktu itu dia datang ke rumah Anita.


"Mas,aku mau bertanya.Walaupun ini sudah tidak berguna,tapi rasanya aku masih penasaran.Apa kamu sedang jatuh cinta lagi sama perempuan lain?"tanya Anita.


Rendi diam,dia menatap Anita lalu menunduk.Merasa bersalah kalau pertanyaan Anita itu benar adanya.


"Iya."jawab Rendi singkat dengan suara lirih.


Memang Rendi suka dengan perempuan cantik dan berpenampilan menarik.Di diri Anita sudah tidak ada,jadi dia jujur jika alasan menceraikan Anita adalah sudah tidak menarik.


Tapi sebenarnya jika dia sabar dan mau memberi semangat Anita,bisa saja Anita berubah penampilannya


"Kamu menyukai direkturmu itu?"seolah tegar dengan bertanya seperti itu,namun Anita masih penasaran dengan gosip dari tetangganya.


"Dia cantik dan menarik,juga pintar.Aku suka perempuan seperti itu."ucap Rendi dengan wajah berbinar.


Cukup sudah Anita bertanya,sakit di hatinya kini bertambah.Apa lagi melihat di mata Rendi sangat senang menceritakan direkturnya itu.


"Kalau mas Rendi sudah selesai,aku harus mencuci pakaian dulu.Hari ini Noni tidak datang,jadi aku yang mengurus semuanya."kata Anita pada Rendi.


Dia tidak mau Rendi bercerita banyak tentang perempuan itu.Cukup baginya tahu kalau Rendi jatih cinta pada direkturnya.


"Ya sudah aku pergi dulu.Aku titip anak-anak padamu."kata Rendi.


Dia lalu bangkit dan menuju ruang di mana Chila dan Chiko sedang bermain.Dia ingin bermain sebentar dengan anakn-anaknya.


"Chila sini sama papa."kata Rendi pada Chila anak pertamanya itu.


Chila hanya diam memandang Rendi.Chiko pun ikut kakaknya diam menatap papanya yang sedang merentangkan tangannya.

__ADS_1


"Chila,Chiko ayo sama papa?"kata Rendi lagi.


Tapi lagi-lagi keduanya masih diam tak bergeming.Anita pun mendekat,memberikan pengertian pada kedua anaknya bahwa Rendi papanya mau memeluknya.


"Chila,Chiko papa mau peluk kalian.Ayo hampiri papa."kata Anita.


"Memang papa Chila mau kemana ma?"tanya Chila.


"Mau pergi kerja,ayo peluk papanya."kata Anita lagi.


"Ngga mau,papa ngga pelnah kasih Chila mainan."ucap Chila dengan polosnya.


Rendi diam saja,dia kaget dengan ucapan Chila anak sulungnya itu.


"Iya,Chiko juga ngga pelnah di kasih mainan.Papa pelgi telus."ucap Chiko menyambungi ucapan kakaknya.


"Chila,Chiko papa kan sibuk jadi ngga sempat beli mainan buat kalian."ucap Anita memberi pengertian pada kedua anaknya itu.


"Papa juga ngga pelnah peluk Chila,kenapa Chila halus peluk papa?"kata Chila.


"Chila,jangan bicara begitu!"sentak Anita.


Rendi diam,dia kaget dengan ucapan anak sulungnya itu.Benar,dia tidak pernah memeluk atau sekedar bermain sebentar dengan anak-anaknya.


"Chiko uga,papa ngga pelnah peluk Chiko.Mainan Chiko yang beli mama."kata Chiko.


Rupanya kedekatan orang tua sejak kecil itu sangat perlu untuk mendekatkan diri satu sama lain.Tidak seperti Chila dan Chiko,dia tidak pernah merasalan pelukan seorang ayah,sehingga sekarang malah acuh pada papanya Rendi.


Anita mendekat lagi,dia memeluk kedua anaknya lalu berpesan pada keduanya.


"Chila,Chiko dalam keluarga itu ada papa dan ada mama.Nah sekarang ada papa dan ada mama,jadi kalau papa pengen peluk kalian ya peluk aja.Jangan bilang apapun.Papa ini papa kalian,jangan karena papa ngga sempat peluk kalian.Kalian ngga mau peluk,ngga boleh sayang."kata Anita memberi nasehat.


Akhirnya dengan penjelasan Anita,Chila dak Chiko memeluk Rendi.Rendi pun senang,dalam hati dia berjanji akan selalu bermain dengan kedua anaknya nanti setiap akhir pekan.


"Papa janji akan ajak kalia jalan-jalan di akhir pekan.Dan papa janji akan sering bermain dengan kalian.Oke?"kata Rendi.


Kedua anaknya itu saling menatap,lalu keduanya pun tersenyum dan menganggukkan kepala.


_


Hari-hari Anita kini seperti biasa,hingga berminggu-minggu masih sama.Awalnya Rendi tiap minggu datang,bermain dengan anak-anaknya.Dia juga pengen dekat dengan kedua anak kembarnya.


Namun baru satu bulan,rupanya Rendi kembali mengingkari janjinya.Dia menelepon Anita untuk berbicara pada kedua anaknya bahwa besoknya dia akan membawa Chila dan Chiko pergi ke kebon binatang.


Sampai siang Rendi belum datang juga.Hingga Chiko sampai mengantuk dan tertidur.


"Ma,adek tidul.Kakak juga antuk."kata Chila pada Anita.

__ADS_1


"Ya udah,tidur aja kakaknya.Nanti kalau papa datang mama bangunin kakak sama adek."kata Anita.


Chila pun mengangguk,dia lalu masuk ke kamar Anita.Karena memang semenjak berpisah dengan Rendi,kamarnya satu kamar dengan kedua anaknya dan satu ranjang juga.


Anita menatap jalanan yang tidak terlalu padat kendaraan di depan rumahnya.Dia menghela nafa panjang.Dia juga takut Rendi akan seperti dulu,melupakan janjinya pada anak-anak.


Sampai sore pun Rendi tidak datang,dia bahkan tidak menelepon untuk memberitahu kalau jalan-jalannya tidak jadi pergi.


Rasa kecewa Anita terulang lagi,dia ingin menelepon Rendi,tapi rasanya tidak mungkin walau keperluannya menelepon Rendi hanya mengenai janjinya pada anak-anak.


Hingga malam hari dan anak-anak melupakan janji Rendi,tapi Rendi tidak juga menghubunginya meminta maaf akan batalnya janjinya pada anak-anak.


Tapi ya,Anita jadi terbiasa dengan semua itu.Dan sejak lupa akan janjinya,Rendi tidak lagi berkunjung ke rumah Anita.Chila dan Chiko sering bertanya pada Anita kemana papanya pergi dan tidak datang lagi.


"Ma,papa kok ngga datang lagi ya?"tanya Chila,anak kecil itu seperti tahu akan kegundahan mamanya.


"Mungkin papa sedang sibuk sayang.Nanti kalau papa ngga sibuk kesini kok,bermain lagi dengan Chila dan Chiko."kata Anita menghibur putrinya itu.


Chila dan Chiko sekarang sudah berusia dua tahun lebih.Mereka seperti mengerti dan paham akan keadaan Anita.Pemikirannya pun semakin luas dan tidak banyak protes.


"Papa sibuk apa ya ma?"tanya Chila lagi.


"Papa sibuk kerja sayang,kan buat beli mainan kakak saka adek juga buat beli makanan kita semua."kata Anita lagi.


"Kakak ngga perlu mainan ma,kakak pengen main sama papa aja."rengek Chila.


"Iya nanti kalau papa kesini,mama bilang sama papa harus sering datang dan main sama kakak dan adek Chiko ya."ucap Anita lagi menghibur putrinya.


Chila pun diam,wajah sedihnya tampak jelas terlihat.Mungkin dia kangen sama papanya,tapi Anita tidak bisa berbuat banyak.Dia juga sudah mencoba menghubungi Rendi agar datang ke rumah dan di tunggu anak-anaknya.


Namun Rendi tidak menjawabnya.Anita tak putus asa,dia kirim pesan singkat namun Rendi tidak membalasnya.


Satu tarikan nafas Anita buang perlahan,dia menatap keluar di balik pagar rumahnya.Berat memang mengurus dua bocah kembar yang kadang rewelnya suka keluar.


Apa lagi sekarang Noni sudah tidak membantunya lagi mengurus rumah.Kini semua di pegang Anita,dia kini hanya mengurus rumah dan anak-anaknya.


Belum mencoba mencari pekerjaan,tapi dia berpikir akan membuka usaha kecil-kecilan agar dia bisa mengawasi anak-anaknya sambil bekerja.


Tapi ide usahanya belum ada di benaknya,masih bingung apa yang harus di lakukan.


_


_


_


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2