
Mereka masih asyik naik komidi putar di pasar malam. Semua komidi putar di jelajahi satu persatu,semua senang meski Anita dan Arga kelelahan. Tapi demi anak-anak mereka rela untuk menemani sampai larut malam.
"Anak-anak ayo kita pulang,besok ada acara lagi pagi harinya. Jangan sampai kesiangan bangunnya."kata Arga mengingatkan mereka.
"Iya om."jawab Chila dan Chiko berbarengan.
"Pa,satu lagi. Celine belum naik bianglala itu pa."kata Celine merengek.
"Tapi itu tinggi sayang,nanti kalau berhenti di atas gimana?"tanya Arga menakuti anaknya.
Dia sangat lelah malam ini,walaupun tidak banyak yang di ikuti olehnya. Hanya melihat saja di bawah.
Celine diam,dia takut namun dia juga pengen naik bianglala.
"Besok kita pergi ke pantai,cari kerang dan bermain air di pantai. Mau?"tanya Arga menawarkan pada anaknya.
Wajah kecewa berubah jadi ceria lagi di raut muka Celine. Dia tertawa senang dan bersorak.
"Mau pa. Mau banget."kata Celine.
Arga pun tersenyum,Anita dan Chila Chiko ikut tersenyum dengan tingkah Celine yang lucu.
Lalu mereka pun pergi dari pasar malam,tidak lupa membeli oleh-oleh martabak dan kue pancong untuk ibu Yuni dan ibu Ema.
Mobil Arga keluar dari area parkir setelah membayar tarif parkir dua ribu rupiah.
Dalam mobil benar saja,Chila,Chiko dan Celine tidak bersuara. Mereka kelelahan setelag menjelajah beberapa komidi putar. Rasa kantuk pun menyerang mereka,begitu pun Anita yang sudah mulai menguap. Namun dia tahan untuk tidak tidur,menemani Arga di jalan menyetir mobil.
"Kamu kalau ngantuk tidur aja,jangan di tahan."kata Arga.
"Ngga kok,sebentar lagi nyampe kan."jawab Anita.
"Iya sih,ya udah kita ngobrol aja."kata Arga lagi.
"Mau ngobrol apa?"
"Tentang sekolah kita dulu. Dulu kan banyak sekali hal yang lucu di sekolah. Apa lagi si Roby gendut itu,sering sekali dia jadi bahan ledekan teman-teman. Hahaha.."tawa Arga pecah ketika dia ingat satu temannya bernama Roby.
"Oh iya,dia sekarang di mana?"tanya Anita yang ingat pula teman bernama Roby itu.
"Katanya sih dia di luar negeri,mengurus ekspor impor begitu."jawab Arga.
"Ooh,sukses juga dia. Padahal dulu teman-teman mengejeknya karena gendut badannya."
"Ya,tapi aku pernah ketemu sama dia waktu bertemu klien. Dan klien itu saudaranya Roby,jadi kita kadang bertemu. Aku ngga nyangka yang dulu gendut banget,tapi sekarang dia kurus lho dan lebih bersih."kata Arga.
"Oh ya? Kalau aku ketemu dia pasti pangling banget ya."
__ADS_1
"Ya,dia sekarang sudah menikah dengan anaknya pejabat wakil rakyat."
"Pasti usahanya lancar banget tuh."
"Bisa jadi,karena kan dia ada yang bantu."
"Ya,begitulah. Sudahlah mungkin itu nasibnya yang beruntung."
Tak terasa mobil Arga sudah memasuki halaman vila. Di sana sudah di sambut oleh penjaga vila untuk menutup kembali pintu pagar.
"Pak,ini ada martabak buat bapak."kata Arga menyerahkan bungkusan berisi martabak.
"Terima kasih den."
Lalu Arga membopong Celine turun dari mobil. Sedangkan Anita membangunkan kedua anaknya untuk segera turun dari mobil karena sudah sampai.
"Udah biarkan saja tidur,nanti aku gendong mereka satu-satu."kata Arga pada Anita.
"Jangan,berat dan capek. Kamu tiga kali gendong anak-anak naik lantai atas, capek Ga. Udah biarkan mereka di bangunkan saja. Kamu kan capek."
"Sayang,Chila,Iko bangun. Udah sampai,pindah tidurnya di kasur yuk."kata Anita menepuk pipi kedua anaknya.
"Udah sampe ya ma?"tanya Chila mengucek matanya.
"Iya sayang,udah sampai. Ayo turun kita ke kamar aja tidurnya."kata Anita.
Arga membantu menuntun Chiko,dan Anita menuntun Chila ke kamarnya.
_
Pagi hari menjelang,anak-anak belum pada bangun. Sengaja Anita membangunkan mereka jam tujuh pagi karena masih kelelahan. Arga juga belum bangun,dia juga kelelahan. Anita dan ibu Yumi membuat sarapan nasi goreng cumi yang dia beli di pasar kemarin mungkin terbawa atau di bawa ibu Yuni.
"Ibu bawa asinan cumi?"tanya Anita.
"Iya kali,ibu waktu beres-beres kulkas kemarin ngga tahu ke bawa. Ya udah di buat campuran nasi goreng aja,atau di bikin sambel cumi asin. Kayanya Arga suka."kata ibu Yuni.
"Ya udah,di bikin sambel cumi aja. Di kulkas kayaknya lengkap sayuran. Mungkin penjaga vila sudah menyediakannya sebelum kita datang bu."kata Anita.
Lalu ibu dan anak itu memasak,membagi tugas. Anita membuat sambel asinan cumi dan ibu Yuni membuat nasi goreng dan menggoreng kerupuk.
Setelah selesai,Anita membangunkan anak-anak dan menyuruh mereka langsung mandi. Usai membangunkan anak-anak,Anita turun lagi ke bawah membangunkan Arga.
Anita mengetuk pintu kamar Arga beberapa kali,namun Arga belum menjawab. Pintu kamar ternyata tidak di kunci,Anita menarik handlenya dan mendorong pintunya lebih lebar.
Anita tidak melihat Arga di ranjangnya,matanya berkeliling sampai pada sebuah kamar mandi dia melihat Arga keluar dari sana hanya memakai handuk saja sampai sepinggang.
Anita terpaku,Arga belum menyadari di pintu ada Anita yang sedang menatapnya. Tanpa pikir panjang,Anita membanting pintunya lalu dia pergi menuju ruang makan. Dadanya berdegup kencang,entah apa yang di rasakan Anita.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul delapan pagi,semua sekarang sedang ada di meja makan. Arga menatap Anita yang sedang menghindar dari tatapannya,Anita salah tingkah.
Arga pun tersenyum,jadi tadi pagi yang masuk ke kamarnya adalah Anita. Dia melihat dirinya yang habis mandi memakai handuk saja.
"Anita tolong minta sambel cuminya."kata Arga pada Anita.
"Oh,ya."jawab Anita,dia masih gugup mengingat tadi pagi dia melihat Arga hanya memakai handuk saja sehabis mandi.
Lalu Anita mengambil sambel cumi yang di minta Arga,kemudian menuangkannya di piring Arga.
Acara sarapan pagi ini sangat ramai dengan celoteh anak-anak,semua tampak senang. Baik Arga maupun Anita begitu senang. Terutama Arga,dia membayangkan nanti rumahnya akan ramai dengan celoteh dan candaan ketiga anak itu jika berkumpul.
Setelah selesai,mereka juga menyiapkan bekal seadanya untuk pergi ke pantai. Hari ini rencananya ke pantai,bermain air dan mencari kerang.
"Pa,nanti bawa wadah yang besar ya buat kerangnya."kata Celine.
"Iya,nanti papa sediakan untuk semuanya. Kalu kurang tempatnya ada kantong kresek."kata Arga.
"Asyiik,nanti kita cari kerang ya kak Chila."ucap Celine.
"Iya,nanti kita cari bertiga sama Iko juga. Biar cepat dapat banyak."
Anita tersenyum saja,lalu dia membawa bekal ke dalam bagasi mobil. Ibu Yuni dan ibu Ema sudah masuk terlebih dahulu. Anak-anak menyusul,mereka tidak sabar pergi ke pantai.
_
Pantainya sangat luas serta pasirnya begitu lembut dan bersih. Dengan tidak sabar Celine,Chila dan Chiko sudah menceburkan diri ke air dan berlairian kesana kemari.
Ibu Yuni dan ibu Ema hanya melihat ketiga anak itu dari jauh. Kedua orang tersebut berharap baik Anita dan Arga bisa bersama selamanya. Karena mereka merasa kasihan kepada dua oranf yang di sakiti karena di selingkuhi.
"Saya berharap mereka bersatu ya,bu Yuni."kata ibu Ema menerawang jauh ke depan.
"Iya bu,sepertinya Arga sedang mendekati Anita."ujar ibu Yuni menimpali.
"Apa mantan suami Anita tidak pernah menjenguk anak-anaknya?"tanya ibu Ema.
"Belum semenjak Anita pulang ke kampunf. Mungkin dia sudah bahagia bu. Saya hanya memikirkan kebahagiaan Anita dan anak-anaknya saja."kata ibu Yuni.
Kedua orang itu bercerita kehidupan dulu anak-anak mereka,dari menikah sampai bercerai karena di selingkuhi.
Setiap orang tua menginginkan anaknya hidup bahagia,tidak ada yang mau anaknya menderita. Dalam rumah tangga masalah sekecil apapun sebisa mungkin harus di selesaikan dengan baik-baik. Namun jika urusannya ada orang ketiga dalam rumah tangga,dan salah satunya tidak mau melepas orang ketiga,jalan satu-satunya harus berpisah jika tidak mau di duakan dan di sakiti.
_
_
_
__ADS_1
❤❤❤❤❤