
Setelah perceraiannya dengan Anita,Rendi merasa bebannya berkurang.Sudah sejak dulu dia menyukai direkturnya hingga dia mati-matian untuk mendapatkan jabatan wakil direktur.Dan kini dia mendapatkannya,sebagai wakil direktur yang nantinya akan sering bertemu Mourin,sang direktur.
Memang Mourin juga suka Rendi,dia suka karena Rendi sangat pintar.Terbukti dengan naiknya jabatannya sebagai wakil direktur telah dia dapatkan dengan singkat.
Hanya satu tahun Rendi naik jabatan dari kepala bagian.Di kantornya semua di tuntut lebih giat lagi bekerja,dan buah dari kegigihan bekerja telah di buktikan oleh Rendi dengan naik jabatan.
Rendi sendiri merasa bangga dengan karir yang cemerlang.Semua teman-temannya mengucapkan selamat padanya dan takjub akan keberhasilan Rendi.
"Hebat kamu Ren,bisa naik jabatan dalam kurun waktu satu tahun.Jabatannya juga ngga main-main,wakil direktur."ucap Sony teman kerja yang satu divisi dulu.
Sekarang Sony juga memegang kepala bagian gudang,tapi pertemanan Rendi dan Sony tidak berubah.
"Ya,terima kasih.Ini juga berkat doa dan dukunganmu."kata Rendi.
"Jangan lupa traktirannya,teman-teman juga menunggu traktiranmu."kata Sony lagi.
"Tidak masalah,minggu ini bisa kita makan-makan."kata Rendi.
Dia lupa waktu itu sudah janji dengan anak-anak dan Anita untuk liburan ke puncak.
_
"Sayang,apa kita nanti langsung menikah?"tanya Mourin setelah dia menemani Rendi mengambil surat cerai di kantor pengacara.
"Kamu maunya bagaimana?"tanya Rendi membelai pipi Mourin dengan lembut.
"Emm,tunggu enam bulan lagi ya.Ngga enak setelah cerai langsung nikah.Aku juga harus bilang sama papa,mengenalkan kamu sama papa dan mama."kata Mourin lagi.
"Ya terserah kamu aja,aku ikut kok."ucap Rendi.
Mourin tersenyum,lalu Rendi menjalankan mobilnya menuju ke kantor.
Setengah jam mereka sampai di kantor,sebelum turun dari mobil mereka saling berciuman mesra.Setelah di rasa cukup,Mourin turun duluan dan dia berjalan meninggalkan Rendi yang masih ada di mobil.
Setelah Mourin tidak terlihat dari pandangannya,Rendi pun turun.Dia langsung menuju lift yang ada di lantai dasar dan langsung menuju ke lantai dua belas di mana kantornya berada.
Hari -hari Rendi kini bebas dari Anita,dia merasa senang karena bebannya sudah tidak seberat dulu.Walaupun kini dia harus mencukupi kedua anak kembarnya,namun tidak masalah.Mungkin nanti di awal perceraian dengan Anita akan dia tanggung mantan istrinya itu sampai dia mendapatkan pekerjaan.
Dia mendatangi rumah Anita hanya ingin mengambil sisa pakaiannya yang tertinggal dan mengucapkan salam pada kedua anak kembarnya.Selain itu juga membetitahu Anita akan rencananya.
Biarlah rumah yang di tempati Anita sekarang untuk anak-anaknya dan Anita.Walau masih cicilan,dia yang akan menanggungnya.Gaji yang dia dapat dari kantor juga besar,dan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya.
Hari minggu ini Rendi pergi ke apartemennya setelah menemui Anita dan anak-anaknya.Dia teringat akan ucapan Chila,kalau dia jarang sekali memeluk kedua anaknya hingga kedua anaknya acuh padanya.
Dia melakukan itu agar anak-anaknya mandiri,agar dia tidak bergantung padanya.Dan tidak merepotkannya.Dia berpikir ada anak yang selalu bergantung pada ayahnya sehingga ayahnya tidak bisa bekerja dengan baik.Pikirannya bercabang antara pekerjaan dan anaknya.
__ADS_1
Dia tidak mau seperti itu,walaupun kadang dia jarang bahkan tidak pernah bermain dengan kedua anak kembarnya.Tapi dia akan usahakan setiap minggu selalu bermain dengan anakn-anaknya.
Awal minngu paska perceraian Rendi rajin datang ke rumah Anita untuk menemani Chila dan Chiko bermain.Hingga minggu ke empat dia menjanjikan akan pergi bermain di taman kebun binatang bersama.
Namun sesuatu terjadi di luar dugaannya,dia di ajak Mourin untuk liburan ke Bali.Dan tentu saja Rendi senang dengan ajakan kekasihnya itu.Dia sampai lupa janjinya pada kedua anaknya.
Rendi tidak tahu,Chiko sangat senang bermain dengnanya.Sampai setiap hari anak itu selalu menunggu papanya datang.Tapi ternyata Rendi kembali sibuk,dan melupakan anaknya lagi.
Chiko sakit-sakitanpun dia tidak tahu.Berulangkali Anita menelepon,dia abaikan.Mengiriminya pesan singkat tak pernah dia baca.
Entahlah,saat ini Rendi sedang di mabuk kepayang dengan Mourin.Apa lagi menginap di Bali memberikan malam yang sangat bahagia baginya.
Setiap hari juga Mourin datang membawakannya sarapan buatnya.Wajar saja jika Rendi melupakan semua tentang anaknya,karena dia srednag kasmaran dengan Mourin dan selalu di perhatikan oleh Mourin.
Hingga pikirannya selalu hanya Mourin dan Mourin.Rendi sudah bertemu dengan kedua orang tuan Mourin.Keduanya awalnya tidak menyetujui Mourin menikah dengan seorang dudu.
Mourin itu direktur perusahaan papanya yang dia pegang.Apa jadinya jika menikah dengan Rendi,bawahannya dan juga seorang duda.
Tapi Mourin meyakinkan papa dan mamanya,sampai mereka menyetujuinya.
"Apa kalian yakin akan menikah bulan depan?"tanya papa Mourin pada Rendi ketika Rendi datang kerumahnya.
"Iya om,kami sangat mencintai."kata Rendi dengan senyum mengembang.
"Iya om,om jangan khawatir saya akan menjaga Mourin dengan baik."kata Rendi lagi.
"Dan dia itu suka sekali berbelanja,jadi kamu harus memenuhi keinginannya.Om juga selalu memenuhi setiap keinginannnya,termasuk menikah denganmu."kata papa Mourin.
"Iya om,saya akan penuhi semua apa yang Mourin minta."kata Rendi lagi dengan berjanji seperti itu.
"Baiklah.Saya perlu bertemu dengan orang tuamu."kata papa Mourin lagi.
"Orang tuan saya sudah tidak ada om.Sepulu bulan yang lalu ayah saya baru meninggal."ujar Rendi.
"Oh,benarkah? Om turut berduka cita kalau begitu."
"Iya om,terima kasih."
Lalu pembicaraanpun beralih ke rencana pernikahan.Mourin ingin menikah di altar dengan beberapa tamu undangan saja.Dia tidak mau pernikahannya dengan banyak tamu.Hanya teman-teman dekat dan saudara dekat.
Semua tema pernikahan di serahkan pada Mourin,dia yang mengatur semuanya.Sedangkan Rendi menurut saja apa kata Mourin.
_
Satu bulan berlalu,pernikahan Rendi dan Mourin pun di gelar di sebuah gereja di tengah kota.Mereka mengucap janji di depan pendeta dan seluruh tamu undangan.
__ADS_1
Acara sakralpun selesai,sekarang waktunya perjamuan dan ucapan selamat pada kedua pengantin yang sedang di mabuk cinta itu.
Dan Malam harinya mereka langsung pergi ke hotel yang sangat mewah,memesan kamar presiden swuit yang mahal.Mereka menghabiskan malam pertama setelah pernikahan di hotel itu.
"Sayang,malam pertama kita jangan sampai terlewatkan ya."kata Mourin.
Dia sudah berganti baju dengan lingerie warna merah menyala.Rendi yang hendak mandi terlebih dahulu jadi terkesiap dengan penampilan Mourin yang begitu menggoda.
Lihatlah,Rendi begitu memuja tubuh Mourin yang seksi dan ramping.Berbeda dulu dengan Anita yang berubah jadi lebih gemuk ketika sesudah melahirkan.
Akhirnya malam panas pun terjadi,keduanya menghabiskan malam bercinta sampai pagi menjelang.
Rendi benar-benar terbuai dengan Mourin.Walaupun mereka pernah melakukannya sekali di Bali,namun mereka tetap menikmatinya.
Rendi juga tidak masalah ketika dia menyentuh Mourin waktu di Bali itu sudah tidak perawan lagi.Toh dia juga bukan perjaka tingting,dia duda.Dan itu tidak masalah,yang penting dia mencintai Mourin begitupun sebaliknya.
_
Satu bulan pernikahan mereka sudah berlalu,kemesraan mereka terus mereka tampakkan di kantor.Ada yang mencibir,kenapa Rendi mendapatkan jabatan wakil direktur dengan cepat,karena dia juga mengincar sang direktur cantik.
Tapi Rendi tidak ambil pusing dengan selentingan itu,dia sedang bahagia.Semua pekerjaan Mourin dia tangani,yang di lakukan Mourin hanya menemaninya di kantor dan yah,menemaninya tidur di ranjang.
"Sayang,apa kamu mau punya anak dariku?"tanya Mourin pada Rendi yang sedang memeriksa berkas laporan keuangan.
"Iya dong sayang,aku suka anak-anak."ucap Rendi masih fokus pada pekerjaanya.
"Baiklah,tapi nanti kamu sayangkan sama anak kita?"tanya Mourin lagi.
"Iyalah,masa aku ngga sayang sama anak sendiri."kata Rendi lagi.
"Kamu ngga sayang sama anak kamu sama Anita."
Rendi diam,dia menatap Mourin yang juga menatapnya balik.Dia mencari alasan yang pas untuk jawaban Mourin itu.
"Kalau sama si kembar juga sayang.Tapi karena aku sudah ngga suka Anita,jadi aku takut dia semakin berharap padaku sayang,makanya aku jarang menemui mereka."kata Rendi beralasan.
Dia mendekat pada Mourin yang sedang makan buah mangga.Rendi mengecup keningnya dan ikut makan buah mangga itu.
_
_
_
❤❤❤❤❤
__ADS_1