IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
113 Hujan Malam Hari


__ADS_3

Warning!, bab ini area panas dingin dan bikin baper, harap tahan nafas ya...🤭😉😄


Arga membopong istrinya naik tangga, Anita berpegangan di leher suaminya. Dia kaget bukan main suaminya itu membopongnya dengan tiba-tiba dan membawanya naik tangga lalu masuk ke dalam kamar mereka.


"Kamu mau apa, Ga?" tanya Anita masih dalam gendongan suaminya.


Arga tersenyum, lalu mengerlingkan matanya nakal lalu mengecup bibir istrinya.


"Kamu tahu pasti apa yang aku mau, sayang." ucap Arga.


Anita bukannya tidak tahu apa yang di inginkan suaminya, makanya dia hanya mengalihkan saja rasa deg-degan di hatinya.


Setelah masuk ke dalam kamar, Arga membaringkan tubuh istrinya dengan pelan. Pandangannya tak teralihkan dari wajah istrinya itu.


Meskipun sudah bertahun-tahun di tatap dan di perlakukan manis oleh suaminya, tetap saja Anita gugup dan selalu berdebar. Dia semakin tersanjung saja bila Arga berlaku manis dan lembut.


Arga naik ke ranjangnya dan menindih istrinya. Pandangan mereka beradu satu sama lain, wajah Arga mendekat. Hingga hembusan nafas Arga menerpa kulit mulus wajah Anita


Anita memejamkan matanya, merasakan bibir basah suaminya sudah menempel di bibirnya. Keduanya saling mengulum dan mengecap, merasakan sentuhan hangat dari bibir masing-masing.


Kedua tangan Anita di kalungkan ke leher Arga. Wajahnya semakin menegang, meski sering melakukannya. Tapi entah kenapa Arga melakukannya penuh dengan penghayatan, hingga Anita semakin terbuai.


Kini ciuman Arga beralih ke lehernya, menyapu semua kulit di buku-buku tulang tipis penyangga kepala Anita. Mata Anita terpejam dan satu lenguhan kecil keluar dari bibirnya.


Suaminya semakin bersemangat menyapu lehernya dengan lidah dan meninggalkan kilauan air salivanya di sana.


Dan kini bibir Arga semkin turun ke tulang belikatnya. Kembali gigitan-gigitan kecil dia daratkan sehingga meninggalkan kecupan merah di sana. Wajah frustasi Anita semakin tampak jelas, dia bergerak kesana kemari merasakan geli nikmat dengan sapuan lidah suaminya.


"Ga, aah.."


Arga semakin bersemangat, kini dia membuka paksa baju daster yang di pakai Anita. Anita menurut saja, dia mengangkat tangannya ke atas. Melepaskan baju yang dia pakai, maka terlihat jelas lekuk tubuhnya. Hanya berbalut bra warna merah dan penutup segitiga di bagian bawah dengan warna senada.


Arga selalu bergairah jika sudah menyentuh Anita, entah kenapa setiap kali menatap istrinya itu selalu ingin bermain dengannya di ranjang panasnya setiap saat bersama.


Kini Arga kembali mendaratkan bibirnya di bagian antara dua buah aset milik istrinya. Dia mencium dan mengendus, menghirup aroma wangi tubuh Anita. Tidak lupa memberikan tanda cinta di sana.


Kini tangan Arga meraih dua buah dadanya dan meremasnya dengan pelan, memainkannya hingga lenguhan Anita kemabli lolos dari bibirnya. Anita semakin frustasi, dia bergerak-gerak kesana kemari.


Tangan satu Arga turun ke bawah, dia meraba perut Anita dan membelainya lembut, wajahnya kembali menghadap wajah istrinya. Di raihnya bibir yang terlihat sensual meminta di kulum kembali.


Tangan Arga terus turun kebawah, dia membelai bagian bawah inti istrinya. Dan satu tangannya masih bermain di buah dada Anita


Entah kenapa Arga saat ini lebih merefleksikan cintanya pada Anita, Anita sendiri merasa Arga seperti sedang mengagumi dirinya. Tidak seperti biasanya, dia sering bermain-main dari pada langsung menikmati keindahan penyatuan mereka.

__ADS_1


"Sayang, aku mencintaimu. Sangat." bisik Arga pelan di telinga Anita.


Sedangkan Anita sendiri sudah tidak berpikir akan ucapan suaminya. Yang dia rasakan Arga sedang membuainya dalam cintanya yang berlebih.


"Gaa, eeuh." Anita kembali melenguh.


Arga senang istrinya menikmati dan mengekspresikan rasa yang dia rasakan.


"Aku benar-benar mencintaimu sayang, sangat." bisik Arga lagi.


Dia merasa tidak ingin lagi berpisah atau pun menyakiti Anita lagi. Rasa cinta yang di miliki Arga dia ekspresikan dengan caranya yang membuat Anita seakan melayang ke nirwana ke tujuh.


Anita sendiri merasakan percintaan kali ini sangat berbeda, percintaan sekaranglah bentuk cinta Arga yang sebenarnya untuknya.


"Arga, aku juga sangat mencintaimu. Sudah cukup dirimu di sisiku dan anak-anak. Eeuuh, Arga.." lenguh Anita lagi.


Anita semakin frustasi, Arga pun memahaminya. Dia lalu melepas baju yang dia kenakan. Kini hanya bagian bawahnya saja yang masih terbungkus kain segitiga.


Dia sengaja ingin menikmati cintanya pada istrinya, dengan memanjakan dan menikmati apa yang ada pada diri Anita.


Lama mereka melakukan pemanasan, meski itu adalah hal biasa. Namun demikian, kini keduanya sudah tidak bisa di bendung lagi.


Gairah keduanya memuncak, Arga melepas kain penutup segitiga miliknya dan Anita. Kini keduanya sama-sama tanpa penutup sehelai benangpun.


"I love you my wife." ucap Arga di wajah Anita.


Anita membuka matanya, dia menatap dalam suaminya yang masih menatapnya dengan senyum manisnya.


"I love you to my husband, cup." balas Anita dengan senyum manisnya dan kecupan kecil di bibir Arga.


Dan cukup sudah Arga mengungkapkan rasa cintanya dengan lisannya, dia benar-benar sedang di mabuk cinta.


Kini dia siap mengungkapkan rasa cinta dengan perlakuannya, siap menancapkan organ bagian intinya untuk memasuki rongga kenikmatan milik istrinya.


Satu lenguhan keluar dari mulut masing-masing setelah keduanya menyatu. Arga diam sejenak, menikmati hangatnya di dalam sana. Sebelum keduanya bergerak dengan gaya untuk menciptakan sensasi nikmat dalam penyatuan.


"Aah, sayaaang." ceracau Arga.


Dia menggerakkan pinggulnya untuk mendapatkan sensasi lebih nikmatnya organ intinya pada milik istrinya.


Keduanya menikmati malam sunyi dengan di iringi rinai hujan hingga beberapa kali di lakukan. Berhenti sejenak mengistirahatkan tubuhnya, lalu memulai lagi sampai malam semakin larut.


Kini di akhir puncak nikmatnya, Arga memeluk istrinya dengan erat. Menumpahkan benih cinta di rongga intim milik Anita.

__ADS_1


"Aaah, sayaaang." teriak Arga.


Dan Anita pun sama, dia sampai pada puncak nikmatnya. Dia juga berteriak lirih menyebut nama suaminya.


"Arga, Aaah..." lenguhnya.


Dan Arga pun ambruk di samping Anita, keduanya masih belum melepas penyatuannya. Membiarkan rasa lelahnya di istirahatkan sejenak. Baru setelah selesai, Arga bergeser dan kembali memeluk Anita dan mengecup keningnya


"I love you, sayang. Cup."


"I love you to."


Kini keduanya terbaring masih saling memeluk, Arga membuka matanyanya dan tangannya mengusap peluh di pelipis Anita.


"Terima kasih sayang, malam ini rasanya sangat luar biasa." kata Arga mengeratkan pelukannya.


"Itu karena kita melakukannya dengan penuh cinta, Ga. Aku juga merasakan malam ini sangat berbeda dan membahagiakan." kata Anita menatap balik manik indah netra suaminya.


"Kamu benar sayang, aku merasakan kita melakukannya dengan cinta yang luar biasa. Tidak ingin aku berpisah denganmu, hanya ingin memelukmu sepanjang waktu dan menikmati percintaan setiap waktu." ucap Arga lagi.


Anita membalas pelukan suaminya, dia juga benar-benar tidak ingin berpisah dengan suaminya itu.


Cinta yang tumbuh di hati keduanya membuat tidak ada lagi keraguan untuk saling membahagiakan satu sama lain.


Malam semakin larut, ungkapan cinta terus mengalir dari bibir Arga dan Anita. Cinta yang saling mengagumi dan mendamba.


Hingga keduanya tertidur masih saling memeluk.


Cinta memang membuat orang bahagia dan saling membutuhkan, cinta juga memahami orang perorang yang saling mencintai.


Tujuan mencintai adalah mencari kebahagiaan dengan pasangan yang di anggap pantas untuk di cintai .


~ *jangan baper ya..😊😄😄


~ yang baper wajib like komen..😉😊😁*


_


_


_


❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2