
Setelah makan malam berlalu, anak-anak juga sudah tidur setelah mereka selesai belajar jam sembilan malam.
Waktu jam malam di hari Minggu malam senin tetap sama. Hanya malam Minggu mereka di kasih waktu lebih lama, jam sepuluh sudah harus tidur.
Dan kini waktunya Arga akan menagih ucapannya pada Anita, dia bersiap untuk malam panjang dengan istrinya. Terbayang di benaknya Anita akan terkulai lemas karena ulahnya, dan besok pagi hanya dia yang akan mengantar dan menjemput anak-anak.
Senyum seringai terlihat di bibir Arga, dia berbaring menunggu istrinya masuk ke dalam kamar setelah menidurkan Kevin.
Dia hanya mengontrol Chila, Chiko dan Celine saja di kamarnya. Sedangkan Anita harus menidurkan Kevin, memang anak itu harus di tidurkan oleh Anita saja. Di tidurkan dengan Arga jika Arga mau bercerita tentang binatang lucu.
Karena Arga belum punya ide tentang cerita, maka mau tidak mau Anita yang menidurkan Kevin dan Angga.
Jam menunjukkan pukul sembilan empat puluh lima menit, Arga gelisah kenapa istrinya belum juga masuk kamar?
Dia lalu bangkit dari tidurnya dan hendak keluar kamar menyusul Anita yang masih ada di kamar anaknya.
"Dia kok lama banget sih, apa ketiduran di kamar Kevin ya?" gumam Arga.
Arga menarik handel pintu, dan di sana Anita memang sedang tertidur di samping Kevin. Wajah Arga berubah kecut, kenapa istrinya sekarang tidur?
Dia pun mendekat, dan menatap istrinya yang terlihat sangat lelah.
"Papapa." ucap Kevin yang tiba-tiba terbangun.
Arga menutup mulutnya dengan telunjuknya agar Kevin tidak berisik.
"Ssst, sayang jangan berisik. Mama sedang tidur." ucap Arga pada Kevin sambil berbisik.
"Mamama, bobo pa." ucap Kevin.
"Iya sayang, mama capek jadi ketiduran. Kevin bobo sama papa ya?" ucap Arga.
Kevin mengangguk, lalu dia tidur di samping sebelah Kevin. Meski sempit, namun kasur itu cukup muat untuk tidur bertiga.
Arga membacakan doa-doa dan bernyanyi nina bobo agar Kevin cepat tidur.
Dan tak berapa lama, Kevin tertidur. Karena dia sudah sangat mengantuk, sedangkan Arga bangun dari tidurnya dan akan membopong istrinya untuk di bawa ke dalam kamarnya
Biarlah malam ini Anita bebas, nanti setelah bangun pagi dia akan meminta haknya. Dia benar-benar menginginkan Anita, tapi dia tahan karena kasihan melihat Anita tidur dengan rasa lelahnya.
_
Anita terbangun ketika nafas Arga menembus pori-pori di daun telinganya. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu membuka lebar matanya.
Dia menatap wajah teduh dan tenang suaminya yang tidur dengan nyaman dalam memeluknya, tangan kiri Anita menyentuh bulu mata yang saling merapat satu sama lain.
Perlahan wajah Anita maju mendekat, dia mengecup bibir Arga pelan dan lembut, lalu dia kembali memejamkan mata. Meneruskan tidurnya yang hangat karena pelukan suaminya.
__ADS_1
Pagi hari, seperti biasa Anita bangun lebih dulu. Posisi tidur Arga sudah berubah. Dia merentangkan tangan, karena mungkin terlalu lama posisi memeluk jadi tangannya kram.
Anita turun dari ranjangnya dengan hati-hati, dia memuju kamar mandi langsung mandi dan akan mempersiapkan segalanya.
Seperti biasa aktivitas pagi dari membangunkan anak-anaknya dan menyuruh mandi serta menyiapkan baju yang akan di pakai untuk pergi ke sekolah.
Kini Anita setelah selesai mandi, dia segera berpakaian dan membangunkan suaminya.
"Ga, udah siang cepat bangun." ujar Anita pada suaminya.
"Emm, kamu sudah wangi?" tanya Arga, dia menarik Anita lalu mencium aroma sabun mandi yang tadi Anita mandi.
"Iya, kan sudah pagi. Jadi aku harus cepat mandi dan seperti biasa bangunin anak-anak untuk ke sekolah, kamu juga kan pergi ke kantor." ucap Anita.
Dengan malas Arga bangun dari tidurnya, dia melihat Anita lalu mengecup bibirnya dan bangkit dari duduknya. Dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia lupa tentang semalam yang menginginkan istrinya.
Anita sendiri langsung keluar kamar dan mengetuk pintu setiap kamar agar anak-anaknya segera bangun dan langsung mandi.
"Kakak dan abang cepat bangun, sudah pagi segera mandi dan berangkat sekolah." teriak Anita di setiap kamar anaknya.
Dan jika sudah mendengar teriakan Anita, langsung semua pada bangun dan bergegas mandi.
Anita masuk ke dalak kamar Angga dan Kevin, kedua anak itu masih harus di mandikan olehnya karena masih kecil. Jika mandi sendiri yang ada hanya mainan air, bukan malah mandi dengan benar.
Pukul enam tiga puluh semua sudah siap untuk sarapan. Anita sudah menyiapkan sarapan untuk kelima anaknya dan juga suaminya. Arga membantu menyuapi Kevin yang masih harus di bantu makannya.
"Kamu ngga repot, Ga?" tanya Anita.
Dia kini menyuapi Angga agra lebih cepat selesai makanannya.
"Ngga kok, kebetulan aku ada keperluan juga di daerah sekolah mereka. Jadi sekalian jemput kalian." ucap Arga.
Dia mengelap mulut Kevin yang belepotan, lalu memberinya minum.
"Nah, anak papa udah sarapan ya. Cup." kata Arga pada Kevin dan mencium keningnya.
"Kakak Chila cepat ya makannya. Papa udah selesai sarapannya, ayo kakak Celine cepat selesaikan sarapannya." ucap Anita.
"Iya ma." jawab kedua anak perempuan itu.
Anita kemudian naik tangga dan masuk ke kamarnya, dia akan membantu suaminya merapikan dasinya. Karena jika tidak di rapikan Anita, Arga akan selalu menunggu Anita untuk merapikannya.
Anita mendekat pada suaminya yang sedang bermain ponsel, dia mengalungkan dasi yang di ambil di atas kasur.
Dia mengikat dengan pelan dasi tersebut, seperti biasa Arga menarik pinggang Anita dan mencium pipinya lalu beralih ke bibirnya.
"Tadi malam kamu ketiduran sayang, gagal memanjakanku. Cup." ucap Arga.
__ADS_1
"Nanti lagi, lagi pula aku dapat tamu bulanan tadi malam itu." kata Anita.
Dia sudah merapikan dasi suaminya dan menepuk dada suaminya.
"Apa? Kamu dapat tamu bulanan?" tanya Arga tidak percaya.
"Iya, sabar ya untuk satu minggu. Cup." ucap Anita sambil tersenyum.
"Huh, padahal aku menunggu kamu masuk kamar tadi malam." ucap Arga kecewa.
"Ga, kamu mau mengganti janjimu tidak?" tanya Anita.
"Janji apa sayang?" tanya Arga, dia membelai pipi Anita dan kembali menciumnya.
"Dulu sebelum mama meninggal, kan kita mau jalan-jalan satu keluarga. Tapi gagal karena mama berpulang." ucap Anita.
Arga berpikir, dia lupa akan hal itu. Lalu mengangguk setelah mengingatnya.
"Emm, kamu maunya bagaimana? Apa kita pergi jalan-jalan lagi? Atau menginap di vila yang dulu pernah kita tempati?"
"Emm, boleh juga ke vila itu. Tapi jadwal kantor kamu bagaimana?" tanya Anita.
"Nanti aku atur jadwal ulang, aku kasihan sama anak-anak. Mungkin mereka lupa, jadi ngga pernah bertanya."
"Ya, mereka sedang mempersiapkan ujian semester bulan depan. Jadi tidak terpikir untuk liburan, karena bulan depan pasti liburan juga." ucap Anita.
"Ya, baiklah kita ke vila itu lagi. Aku juga mau mengulang kenagan kita di sana malam itu, tapi di suasana yang berbeda." ucap Arga.
Lalu keduanya turun ke bawah menemui anak-anak mereka. Anita memberikan uang belanja pada pembantunya untuk membeli bahan makanan yang sudah habis.
Dia juga berpamitan pada ibunya untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah.
"Bu, aku mengantar anak-anak dulu ya." kata Anita.
"Iya, hati-hati.
Anita lalu keluar dan segera naik mobil karena anak-anaknya sudah berteriak untuk cepat berangkat.
_
~ notes : kok ga ada yang kasih vote sama hadiah di novel othor sih??? sedih banget othor ga ada yang nagish vote & hadiah..😭😭😭
_
_
_
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤❤