IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
13. Meninggal


__ADS_3

Rendi membawa ayahnya ke rumah sakit terdekat,dia khawatir akan keadaan ayahnya yang masih tidak sadarkan diri itu.


Ponsel Rendi terus berbunyi,dia melihat di layar nama penelepon itu,Mourin.Rendi berdecak kesal,kenapa di saat seperti ini dia terus menelepon?


Berkali-kali telepon berbunyi,namun Rendi belum juga mengangkatnya.Sampai di rumah sakit,Rendi langsung memanggil perawat yang selalu siap di UGD.Perawat itu mengambil bangsal dan memindahkan ayah Rendi ke bangsal dan di bawa masuk ke UDG.


Dengan sigap,peeawat mengecek semua keadaan.Dari denyut nadi,jantung serta mata yang tertutup.


Lalu dia mengambil infus dan di suntikkan jarum ke nadi pak Hendri.Namun beberapa kali coba menusukka jarum,tetap saja tidak bisa masuk.


Perawat terus mencari titik nadi yang pas untuk masuk selang infus.Namun akhirnya ada di kaki kiri pak Hendri.


Rendi melihat itu aneh,lalu dia bertanya kenapa selang infus di pasangnya di kaki.


"Suster,kenapa selang infus di pasang di kaki?"tanya Rendi.


"Di pergelangan tangan tidak bisa masuk pak,jadi di kaki masuknya.Bapak tenang saja,yang penting cairan infus masuk ke tubuh bapak anda."kata.perawat itu.


Rendi menghela nafas lega,setidaknya bisa masuk infusnya.Dia melihat ayahnya dengan wajah pucat,ada raut sedih di sana.Tapi Rendi tidak menangkap raut wajah sedih ayahnya itu.


Rendi mengambil ponselnya yang sejak di mobil selalu berdering.Dia menghubungi balik Mourin.


Belum di angkat,Rendi terus menghubungi dan akhirnya tersambung.


"Kamu di mana,Ren?"tanya Mourin.


"Aku ada di rumah sakit,ayahku jatuh di kamar mandi."jawab Rendi.


"Kenapa bisa jatuh?Apa istrimu tidak bisa menjaga ayahmu?"kata Mourin lagi,dia menyalahkan Anita.


"Aku tidak tahu,katanya dia keluar ke minimarket jadi tidak tahu ayah terjatuh."ucap Rendi lagi,sekilas dian melirik ayahnya yang masih tidak bergerak.


"Ck,itu sama saja meninggalkan ayahmu dengan sengaja."Mourin masih menyalahkan Anita.


Rendi diam saja,dia kembali menatap ayahnya.


"Nanti sore aku menjenguk ayahmu.Kamu bisa bolos kerja hari ini,biar nanti staf manajer yang mengurusi pekerjaanmu."kata Mourin lagi.


"Terima kasih sayang,kamu begitu perhatian sama aku."ucap Rendi dengan senyum senangnya.


"Aku tutup dulu ya,ada klien yang ingin bertemu denganku."


"Siapa?"


"Dari PT Bimantara,pak Bima namanya."


"Laki-laki?"


"Dia sudah tua sayang,kamu cemburu?"


"Aku hanya tidak suka kamu dekat dengan laki-laki.Ya sudah,dokter sudah datang.Aku tutup dulu."


"Oke,by."


Lalu sambungan telepon terputus,Rendi melihat dokter memeriksa keadaan ayahnya.

__ADS_1


Sempat sadar pak Hendri tadi ketika Rendi menelepon Mourin.Rendi tidak tahu kalau ayahnya bangun dan mendengarkan percakapan Rendi dan Mourin di telepon.Dadanya tiba-tiba sesak,ternyata anaknya punya perempuan lain selain Anita.


Sejenak pak Rendi menarik nafas kuat,dia seperti di ambang sakaratul maut.Lalu matanya tertutup,namun nadi serta nafasnya masih berhembus pelan.


Semua alat di pasang,dari alat detak jantung dan pemasangan oksigen antara mulut dan hidung.Dokter memeriksa satu persatu lalu.l,Rendi melihat dengan teliti apa yang di lakukan oleh dokter.


"Apa anda tidak tahu,tadi pasien sempat sadar."kata dokter pada Rendi.


"Apa?"tanya Rendi kaget.


"Iya,pasien sempat sadar beberapa menit.Dan saya datang,matanya tertutup lagi.Saya akan bawa pasien ke laboratorium untuk pemeriksaan selanjutnya."ucap dokter.


Lalu dokter menyuruh perawat untuk membawa pak Hendri ke lab.


Sedangkan Rendi masih bingung dengan ucapan dokter tadi,dia bilang ayahnya sadar tapi pingsan lagi.


_


Anita terus menelepon Rendi,dia ingin tahu kabar mertuanya itu,namun Rendi melarangnya datang ke rumah sakit.


Anita gelisah,dia merasa bersalah dengan kejadian jatuhnya ayah mertuanya.Rendi sendiri tidak memberinya izin untuk menjenguk mertuanya.


"Noni,apa ayah akan baik-baik saja?"tanya Anita di sela-sela obrolan mereka di ruang keluarga.


"Saya tidak tahu bu,tapi kebanyakan kalau orang jatuh dari kamar mandi itu tidak akan selamat."kata Noni.


"Maksud kamu apa Non?"tanya Anita penasaran.


"Mm,maaf bu.Kemungkinan eyang sepuh akan pergi selamanya."jawab Noni ragu.


"Ibu kesana aja,jenguk eyang sepuh.Biar si kembar saya yang jaga di rumah,lagi pula mereka pinter dan ngga rewel."kata Noni.


"Nanti mas Rendi marah,Non."ucap Anita ragu.


"Ibu kan menantunya,masa bapak ngga boleh ibu menjenguk mertuanya.Bapak keterlaluan itu namanya."


"Aku tidak tahu Non.Aku juga tidak tahu rumah tanggaku bagaimana nantinya,mas Rendi ngga pernah pulang."ucap Anita lirih.


"Ibu yang sabar ya.Saya juga pernah lihat bapak..."ucap Noni terputus.


"Pernah apa Non?"tanya Anita penasaran.


"Emm,ngga jadi bu.Saya salah lihat."ucap Noni,dia tidak mau Anita semakin sedih.


"Noni,coba kamu katakan padaku apa yang pernah kamu lihat dari suamiku?"tanya Anita mendesak Noni untuk bicara padanya dengan jujur.


"Tapi ibu jangan sedih ya?"


"Tidak.Katakan apa yang pernah kamu lihat?"


"Emm,bapak pernah mencium perempuan yang kemarin ke rumah bu."ucap Noni ragu dan takut.


"Di mana kamu lihat mereka berciuman?"tanya Anita terus menyerbu pertanyaan pada Noni.


"Waktu ke supermarket di ujung jalan itu bu,dua minggu yang lalu."

__ADS_1


"Keterlaluan,bisa-bisanya mas Rendi berbuat seperti itu di tempat umum."


Lalu Anita bangkit dari duduknya,dia bersiap untuk pergi ke rumah sakit.Tidak peduli nanti suaminya itu marah padanya karena tidak mengikuti perintahnya.


Yang ingin dia ketahui adalah keadaan mertuanya.Lalu setelah dia bersiap dengan setelan baju rok pendek dan blouse,dia lalu berpesan pada Noni untuk menjaga anak-anaknya.


"Saya ke rumah sakit dulu Non,kalau si kembar rewel kamu telepon saya."pesan Anita.


"Iya bu."


Lalu Anita memesan ojek online agar cepat sampai di rumah sakit di mana mertuanya di rawat.


Sampai di rumah sakit,Anita langsung menuju ruang di ICU di mana Rendi pernah memberitahunya kalau ayahnya masih di ruang ICU.


Melewati beberapa gedung dan ruangan,Anita akhirnya sampai di ruang ICU.Dia melihat Rendi yang sedang sedih karena ayahnya ternyata koma.Dan siang ini kata dokter,pak Hendri tidak merespon rangsangan yang di berikan oleh dokter.


Dan alat denyut jantung berbunyi serta di layar monitor tertera gambar garis lurus dengan bunyi tiiit panjang sekali.


Itu artinya,denyut jantung sudah tidak berfungsi.Rendi berteriak,dia menangkup ayahnya yang berbaring kaku.


"Ayah,jangan tinggalkan aku yah."kata Rendi terisak


Baru kali ini Anita menjenguk mertuanya,tapi malah yang dia temui sudah tidak ada.Dia pun ikut menangis tersedu.


Anita melihat suaminya menangis jadi tertegun,dia kemudian mendekat pada suaminya itu,hendak memberi sandaran di pundaknya.


Namun di dorong tubuhnya oleh Rendi.Anita tertegun,dia diam.Wajah marah di tampilkan Rendi untuknya tak bisa di hindari lagi.Ingin Rendi memaki Anita yang tidak becus menjaga ayahnya,namun dia ingat di sini rumah sakit.


Anita melihat mertuanya terbujur kaku.Perawat dan dokter melepas alat medis yang menempel di tubuh pak Hendri.Anita mendekat,air matanya mengalir deras.Dia tidak menyangka ayah mertuanya pergi begitu cepat.Ada rasa menyesal ketika dia baru mengetahui waktu jatuh di kamar mandi.


"Ayah,kenapa pergi begitu cepat?"tangis Anita,dia memegang tangan mertuanya itu lalu menciumnya.


Suasana haru dan sedih membuat situasi jadi lengang.Rendi yang masih terisak karena ayahnya meninggal serta Anita juga menangis tersedu.


Kini jasad pak Hendri di bawa ambulans dan siap di makamkan setelah semua di rapihkan.Rendi ikut di dalam mobil ambulans itu.Sedangkan Anita masih berada di rumah sakit.


Dia lalu memesan ojek online untuk mengikuti mobil ambulans yang membawa jenazah mertuanya untuk segera di kubur dengan proses keagamaan.


Karena Rendi sudah menghubungi pihak yayasan kematian.Dan Anitapun tiba di pemakaman,di sana sudah banyak pelayat dan pemuka agama yang mendoakan ayah mertuanya.


Anita ikut bergabung di belakang Rendi.Walau bagaimana pun dia adalah menantu dari pak Hendri dan istri dari Rendi.


Ada banyak rekan dari Rendi yang ikut menyaksikan pemakaman itu.


Setelah lama proses pemakaman,akhirnya semua pelayat pulang dan mengucapkan belasungkawa pada Rendi.


Di belakang,ada Mourin yang datang terakhir karena dia sedang ada di luar.Baru ini dia mengambil penerbangan cepat agar bisa menghadiri pemakaman ayah Rendi.


Mourin kesal di samping Rendi ada Anita,namun demikian dia hanya diam saja.Dia merasa Rendi sangat mencintainya dan sudah tidak lagi peduli pada istrinya.Dia tersenyum miring ketika Rendi acuh pada Anita.


_


_


_

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2