IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
23. Tes DNA


__ADS_3

Lama Mourin melahirkan,dia seperti melihat Evan di sampingnya,lalu tersenyum dan tanpa sadar dia mengucapkan namanya.


"Evan."


Mendengar nama lain yang di sebut Mourin,Rendi kaget.Dia terpaku dan menatap Mourin.


"Apa kamu bilang sayang?"tanya Rendi.


"Ah tidak sayang,aku pikir kalau bayi kita laki-laku aku beri nama Evan.Eeeuh."ucap Mourin yang kesakitan tapi masih bisa berbohong pada Rendi.


Rendi pun tersenyum,dia membelai pipi Mourin dan mengecup keningnya.


"Kan anak kita perempuan sayang,waktu di USG terlihat perempuan.Sabar ya,nanti kalau kita punya anak lagi kita beri nama Evan."kata Rendi menghibur Mourin.


Mourin hanya mengangguk saja,dia meringis kesakitan.Sedangkan dokter membiarkan Mourin bergolak untuk menyempurnakan pembukannya,karena baru tujuh.


"Aaah,sakit Rendi.Uh uh uh.."teriak Mourin,dia memegang lengan Rendi kuat.


Rendi juga ikut merasa sakit ketika cengkraman Mourin sangat kuat pada lengannya,namun dia tahan karena dia tahu Mourin sedang bertaruh nyawa untuk mengeluarkan bayinya.


Setengah jam kemudian,akhirnya Mourin melahirkan bayi perempuan dengan selamat.Baik Rendi maupun Mourin lega.Namun Mourin harus di tangani lagi untuk mengeluarkan ari-ari bayi dan membersihkan rahimnya oleh dokter.


Sedangkan Rendi menatap bayi kecil itu dengan intens.Semakin di lihat bayi itu semkin berpikir Rendi,berpikir mirip siapa bayi perempuan itu.Dia melihat bayi itu tidak ada mirip dengannya dan juga tidak mirip Mourin.


Entah apa di dalam benak Rendi,dia merasa bayi itu tidak ada kemiripan ayahnya atau kedua orang tua Mourin.


"Pak Rendi,anaknya di bersihkan dulu ya.Nanti setelah anak bapak sudah bersih,pak Rendi bisa melihat lagi."ucap suster yang menangani bayi itu.


"Iya suster."kata Rendi yang masih tampak berpikir.


Dia kemudian melihat Mourin yang masih di tangani dokter untuk membersihkan rahimnya,kemudian dia keluar.Pikirannya masih tertuju pada bayi itu.


_


Satu minggu Mourin di rawat di rumah sakit,banyak kalangan rekan bisnisnya mengirim karangan bunga di rumahnya dan juga ke rumah sakit.


Ada karangan bunga yang tidak ada namanya,tergeletak di meja.Mourin mengambil bunga tersebut.Ini pasti dari Evan,pikir Mourin.


Dia tersenyum dan membaca isi note di kertasnya.


'Selamat ya atas kelahiran bayi cantiknya,kalau tidak di pancing olehku dia belum lahir kan?'


Begitu isi tulisan di kertas,Mourin tersenyum.Dia mengingat kembali hari itu dia pergi ke hotel bersama Evan di sana.Walaupun dalam keadaan hamil besar,tapi rupanya saat itu dia dan Evan sama-sama menginginkannya.


Hingga petang menjelang,mereka melakukannya lagi.Dan sampai di rumah Mourin kelelahan,dia bertengkar kecil dengan Rendi karena telat oulang ke rumah.


Dan beberapa detik kemudian dia merasakan perutnya mulas dan benar-benar ingin mengeluarkan bayi dalam perutnya.Benar saja dia melahirkan dengan selamat berkat Evan dan dirinya bermain di hotel.


Dia akan berterima kasih sama Evan nanti,pikir Mourin dengan masih mengembang senyumnya.


Rendi masuk ke dalam kamar rawat Mourin,dia tersenyum dengan membawa beberapa makanan yang di buat oleh ibunya Mourin.


"Selamat siang sayang."sapa Rendi pada Mourin dan mencium keningnya.


Mourin tersenyum dan meremas kertas yang ada di tangannya.Bunga yang tadi juga dia letakkan di meja.


"Siang juga sayang.Kamu bawa apa?"tanya Mourin melihat tangan Rendi memegang kotak bekal makan bersusun tiga.

__ADS_1


"Ini dari mama,beliau membawakan makanan untukmu.Makanlah sayang,biar kamu tambah kuat dan sehat."kata Rendi meletakkan kotak makan tersebut di meja.


"Banyak banget yang ngirim bunga di sini.Dari siapa aja?"tanya Rendi melihat beberapa bunga di meja dan di sofa.


"Dari teman-temanku semua sayang,siapa lagi."jawab Mourin.


"Di rumah juga banyak,dari rekan bisnis juga dari karyawan ada di sana."kata Rendi.


"Kamu udah makan sayang?"tanya Mourin pada Rendi.


"Udah tadi di rumah,ada mama dan papa di sana jadi sekalian makan di rumah.Kamu makan ya?"kata Rendi.


"Suapin."ucap Mourin manja.


"Aduuh,udah punya anak kok masih manja aja sih."ucap Rendi tertawa kecil,tapi dia suka Mourin manja padanya.


Akhirnya Rendi mengambil kotak makan itu dan membukanya,dia mengambil sesuap dan menyodorkannya ke mulut Mourin.


Mereka mengobrol tentang perusahaan yang kini di pegang oleh Rendi,mereka mengobrol sambil menyuapi makan pada Mourin.


Hingga pintu di ketuk oleh seseorang dari luar.Rendi dan Mourin menoleh,siapa yang datang menjenguk Mourin.


"Halo Mourin."sapa perempuan itu yang ternyata adalah Sandra.


"Hei,lo kemana aja.Baru jenguk gue di rumah sakit."sergah Mourin pada Sandra uang hanya tersenyum saja.


Rendi yang mengetahui Sandra adalah sahabat Mourin,dia lalu bangkit dari duduknya.


"Sayang,aku ke bagian administrasi dulu ya.Mau mengurus kepulanganmu nanti sore."kata Rendi.


"Jangan lupa Elana di kasih asi ya,biar ngga kelaparan karena asyik ngobrol."kata Rendi lagi mengingatkan Mourin.


"Iya,sayang."kata Mourin.


Lalu Rendi pergi meninggalkan Mourin dan Sandra berdua saja di kamar itu.


"Eh,lo kok mendadak banget lahirannya.Katanya dua minggu lagi waktu kemarin kita ketemu."tanya Sandra yang heran akan majunya hari lahir bayi Mourin.


"Ini karena pancingan dari Evan."jawab Mourin sambil tersenyum senang.


Dia memandang ke arah pintu,berharap tidak ada yang mendengar ucapannya apa lagi Rendi.


Sandra mengernyitkan dahi,dia tidak mengerti maksud ucapan Mourin.


"Gue ngga ngerti maksud lo."kata Sandra lagi.


Lalu Mourin membisikkan ke telinga Sandra,dan Sandra pun mendelik lebar mendengar perkataan Mourin di tellinganya.


"Gila lo,bisa-bisanya lo berbuat begitu di hamil besar begitu.Untung cuma air ketuban yang pecah,bagaimana kalau pendarahan?Emang jal*ng lo ya."kata Sandra berdecak lalu tertawa.


"Sialan lo,jangan ngomong kaya gitu di sini,nanti anak gue dengar lagi."ucap Mourin kesal.


Sandra masih saja menyebutnya jal*ng,padahal dia hanya bermain dengan Evan.Tidak dengan beberapa laki-laki.


"Gue ngga nyangka aja,pas gue balik lo malah pergi ke hotel sama Evan?"tanya Sandra lagi memastikan.


"Iya,ngga tahu gue.Waktu itu Evan memegang perut gue,tapi malah gue tertarik pengen main sama Evan."kata Mourin.

__ADS_1


"Hormon hamil kali itu,atau jangan-jangan anak lo pengen di tengok bapak aslinya."ucap Sandra.


"Mungkin,Evan juga saat itu menginginkannya denganku.Katanya aku sangat seksi,dia juga kadang mual pagi-pagi.Gue pikir Elena anak Evan."ucap Mourin.


"Lo udah tes DNA?"


"Belum,bulan depan kata dokter sih bilangnya."kata Mourin.


"Terus,DNA siapa yang mau lo tes?"


"Ya anak guelah,siapa lagi?"


"3h dodol,maksud gue punya Rendi atau Evan.Jelas kalau punya Evan itu harus izin dulu sama dia,dan lo juga harus jujur sama dia tentang anak itu."


Mourin tampak berpikir,benar juga.Tes DNA tidak semudah yang dia bayangkan,harus mencari sampelnya.Kalau sama Rendi jelas bisa,tapi apakah harus sama Rendi?pikir Mourin.


"Menurut gue,lebih baik sama Rendi,karena lo lebih mudah mendapatkan sampelnya.Bisa ngambil rambut Rendi dan anak lo."


"Gue harus bilang sama Rendi gitu mau tes DNA?"


"Astaga Mourin,lo kayak anak SMP baru lulus ya.Bukan lulusan S2 jurusan bisnis."


"Jangan ngeledek deh,gue masih awam soal beginian."ucap Mourin kesal.


"Ya kan lo bisa ambil sampel rambut Rendi waktu dia tidur.Atau yang nyangkut di sisirnya,ngga usah bilang sama dia.Lo sama aja cari perkara kalau begitu."


"Iya ya,gue baru ngerti."


"Ya iyalah,masa ngga.Sandra gitu loh,dia pintar dan jenius."


Tak lama,Rendi masuk ke dalam.Dia tampak heran dengan Sandra yang tiba-tiba ingin pulang.


"Lho,kok pulang dulu?"tanya Rendi heran.


"Ngga apa-apa,masih bayak yang harus gue urus di butik."kata Sandra beralasan.


"Oh ya udah,terima kasih ya Sandra."kata Rendi.


"Rin,gue pulang dulu ya.Jangan lupa dengan saran gue."kata Sandra mencium pipi kanan dan kiri Mourin.


"Sip,tenang aja."kata Mourin membalas ciuman Sandra.


Lalu Sandra keluar dari kamar Mourin.Rendi mengantar Sandra sampai depan pintu.Lalu Rendi balik lagi ke samping bangsal Mourin.


"Sandra kasih saran apa sayang?"tanya Rendi penasaran.


"Ngasih saran suruh minum ramuan dari cina,dia bilang ramuan cina bagus untuk pemulihan sehabis melahirkan."kata Mourin berbohong.


Rendi hanya mengangguk saja,sedangkan Mourin mengambil anaknya yang menangis minta asi.


_


_


_


☆☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2