IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
81. Ancaman Arga


__ADS_3

Sesuai permintaa Marisa, kini Anita tidak lagi berhubungan dengan Arga. Baginya tidak mengapa, tapi dia lebih baik seperti itu dari pada Arga kehilangan Celine.


Kasihan sekali Celine, hanya keegoisan ibunya dia yang jadi korban. Seharusnya bukan seperti itu untuk mendapatkan simpati dari mantan suaminya ataupun anaknya.


Anita sampai mengingatkan tentang Rendi, memaksa dirinya melalui Chiko. Tapi biar pun Rendi seperti itu, dia tidak melibatkan orang lain. Namun Marisa melibatkan dirinya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Anita memikirkan bagaimana bicara dengan Arga agar dia jangan datang lagi sebelum Marisa kembali ke kota atau dia sudah bisa mengambil hati Celine.


Dan kebetulan sekali Arga malam ini datang ke rumah Anita seperti biasa. Dia berkunjung layaknya pacar mengapel pada pujaan hatinya.


Tok tok tok


Arga mengetuk pintu rumah Anita. Dan tak lama pintu terbuka, terlihat ibh Yuni yang membukanya.


"Anita sudah tidur bu?" tanya Arga.


"Belum nak Arga, sebentar ibu panggilkan."


Ibu Yuni masuk ke dalam rumah memanggil Anita. Arga duduk di kursi teras seperti biasa. Tak berapa lama Anita muncul dengan wajah malasnya.


Apa lagi ini, pikir Arga melihat wajah Anita yang masam. Dia menghela nafas panjang ketika Anita duduk di sebelahnya tanpa menoleh.


"Ada apa lagi?" tanya Arga.


Anita masih diam, dia menunduk memikirkan bagaimana bicara dengan Arga masalah kemarin dengan Marisa.


"Anita, bicaralah." ucap Arga sabar apa yang ada di pikiran Anita.


"Ga, bisa tidak untuk saat ini tidak datang-datang lagi ke rumahku?" tanya Anita.


"Apa?"


"Ya, tolong jangan datang dulu ke rumahku untuk beberapa hari atau minggu ini. Aku..tidak ingin bicara denganmu." ucap Anita.


"Kamu kenapa?"


"Aku tidak apa-apa, mungkin hanya ingin sendiri dulu." ucap Anita.


"Ini pasti karena Marisa kan?"


"Bukan Ga, aku pikir kamu lebih baik fokus pada usaha Marisa untuk lebih dekat lagi dengan Celine. Dia ingin dekat dengan Celine dan juga kamu." ucap Anita, dia menunduk dan menarik nafas panjang.


Arga diam, dia menatap Anita dengan kesal. Kenapa dia menuruti kemauan Marisa.


"Aku sudah menuruti kemauannya dia untuk membetitahukan pada Celine kalau dia adalah mamanya, aku sudah memberinya waktu hampir setiap hari dia datang ke rumahku untuk lebih dekat dengan Celine. Jika Celine tidak bisa dekat dengan dia, kenapa kamu yang repot dengan masalahnya dia? Seharusnya sudah selesai, tapi dia memintamu lagi?"


"Ga, bukan begitu. Aku hanya.."


"Cukup Anita. Oke, aku akan selesaikan masalahku dengan Marisa. Seharusnya memang kamu tidak terlibat masalahku dengannya. Kamu jangan terpemgaruh oleh ucapannya. Aku tidak akan tinggal diam jika dia terus memintamu untuk menjauhiku. Cukup sudah penderitaanmu, aku tidak mau menyakiti orang yang aku cintai." ucap Arga tegas.

__ADS_1


Dia benar-benar marah pada Marisa, dia akan membuat perhitungan dengannya. Dia akan meminta bantuan pada mantan mertuanya untuk pergi dari kampung itu, jangan sampai mengganggu Anita lagi.


"Aku pulang dulu, sesuai permintaanmu aku tidak akan datang ke sini lagi sebelum masalahku selesai dengan Marisa. Dan aku mohon, jangan terpengaruh dengan ucapan Marisa." ucap Arga.


Arga berdiri, di ikuti Anita. Dia bingung, bagaimana dengan menyampaikannya jika sampai Marisa membawa Celine pergi karena Anita mengatakan ini.


"Arga, tunggu." cegah Anita.


Arga berhenti, dia menatap Anita masih ada keraguan di matanya meski itu seperti harus di sembunyikan. Arga mendekat, dia memeluk Anita. Memberikan ketenangan dan mau bicara terus terang apa yang sebenarnya di minta oleh Marisa.


"Anita, tolong jangan menyembunyikan apa pun dariku. Aku tahu kamu bingung dengan semuanya, aku tahu kamu tidak mau terjadi apa-apa padaku. Ku mohon jangan sembunyikan apa pun, aku akan menyelesaikan semuanya. Dia tidak akan berbuat macam-macam padamu lagi. Aku akan memberinya pelajaran padanya." ucap Arga lagi.


"Ga, aku hanya takut Marisa berbuat di luar dugaan. Bukan aku yang harus kamu khawatirkan, tapi Celine. Dia mengancam akan membawa Celine jika aku terus bertemu denganmu. Aku takut dia nekat, Ga." ucap Anita mengeratkan pelukannya pada Arga.


Dan kini Arga tahu, apa yang di ancam Marisa pada Anita. Dia mengerti, karena mungkin sama-sama perempuan.


"Ya sudah, aku pulang dulu. Kamu juga butuh istirahat." ucap Arga.


"Iya, dan maaf aku harus seperti ini." ucap Arga.


"Tidak apa-apa, aku mengerti."


Lalu Arga pulang dengan perasaan kesal dan campur aduk. Niatnya dia akan melamar Anita dengan sesungguhnya, tapi ada saja gangguannya. Dia harus menyelesaikan masalah itu dengan Marisa. Dia harus berpikir jernih sebelum bicara dengan Marisa. Jangan sampai Anita terancam lagi oleh Marisa.


_


Hari minggu, seperti biasa Marisa datang lagi pagi jam delapan.Dia senang mobil Arga masih terparkir di depan rumahnya. Marisa tersenyum ketika Arga dan Celine ada di teras, menyambutnya.


"Iya sayang, mama akan terus datang ke rumah ini menemui Celine." jawab Marisa.


Arga melihat Marisa dengan datar, dia kesal sebenarnya. Tapi dia tahan dulu untuk bicara dengan Marisa, membiarkannya bermain dengan Celine tanpa luput dari pengawasannya.


Marisa sendiri merasa canggung dengan Arga tidak juga pergi dari tempatnya duduk. Dengan menyibukkan diri dengan ponselnya, Arga menunggu Celine selesai bermain dengan Marisa.


Satu jam, dua jam Marisa asyik bermain dengan anaknya. Dia ingin mengajak jalan-jalan Celine ke mini market.


"Mas, aku ingin mengajak Celine pergi ke mkni market beli es krim." kata Marisa meminta izin.


"Biar aku antar saja, tunggu di sini aku ambil kunci mobil dulu." ucap Arga.


Marisa tersenyum dan mengangguk, lalu Arga masuk ke dalam rumah. Dan tak lama Arga keluar lagi membawa dompet dan kunci mobil.


Arga menggendong Celine sedangkan Marisa mengikuti di belakang. Arga membuka pintu untuk Marisa dan dia juga masuk ke dalam mobil. Di jalankannya mobilnya keluar dari pagar rumahnya


Marisa senang dengan perlakuan Arga padanya, dia berpikir ini awal yang baik untuk sebuah hubungan. Meski pun hanya duduk di belakang tidak di samping Arga, tapi dia senang Arga seperti itu.


Arga melajukan mobilnya dengan santai, dia berniat ingin berkeliling-keliling jalan saja sekitar daerah itu. Tanpa terasa Arga berkeliling sudah tiga kali membuat Marisa heran, kenapa sejak tadi Arga hanya mengeliling daerah itu saja.


"Mas, bukankah sejak tadi hanya berkeliling saja di daerah ini saja?" tanya Marisa heran.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Arga santai.


"Ya kan tadi aku ajak Celine mau beli es krim." kata Marisa.


Arga menengok ke belakang, dia melihat Celine tertidur di kursinya.


"Celine tidur, jadi tidak usah beli es krim lagi." ucap Arga.


Kemudian Arga menepikan mobilnya di samping alun-alun yang ramai karena banyak orang berjoging di alun-alun itu. Dia berhenti dan membuka kaca jendela lalu dia turun dari mobilnya mengajak Marisa turun juga.


Di samping alun-alun ada kursi, Arga mengajak Marisa duduk di sana. Sedangkan Marisa menurut saja. Dia duduk agak jauh dari Arga yang diam dan maenarik nafas panjang.


"Kamu mau bicara denganku mas?" tanya Marisa.


"Ya." jawab Arga singkat.


"Mau bicara apa?" tanya Marisa lagi.


"Aku mau bicara denganmu masalahmu sendiri dengan keegoisanmu yang melibatkan orang lain. Kamu memohon pada Anita untuk tidak menemuiku kan? Apa maksudmu seperti itu?" tanya Arga yang membuat Marisa terkejut.


Dia menunduk, dia kesal kenapa Anita mengatakannya pada Arga. Apa jangan-jangan dia juga bilang kalau dia akan membawa Celine dari Arga. Kini Marisa tersenyum sinis pada Arga.


"Ternyata dia tukang mengadu ya,." ucap Marisa.


"Dengar Marisa, jika kamu masih mengancam dan memohon pada Anita. Aku tidak akan segan-segan membongkar semua kelakuanmu pada mama Rita. Aku tahu kamu sedang di jodohkan dengan teman mama Rita, aku juga tahu siapa laki-laki yang akan di jodohkanmu. Jadi, jangan mimpi lagi mengambil hatiku untuk mengancam Anita lagi. Aku tidak akan membiarkanmu berbuat seperti lagi Dan satu lagi, ini hari terakhirmu melihat Celine dan bertemu dengannya. Aku masih punya videomu dengan mantan pacarmu. Jadi, jangan coba-coba mengancam Anita lagi.Camkan itu Marisa!" ancam Arga pada Marisa.


Marisa tertegun, dia diam tak berkutik. Memang sudah saatnya Arga menyudahi masalahnya dengan Marisa. Tapi sebenarnya yang mempunyai masalah hanya Marisa, bukan dirinya.


Arga sebelum bicara dan mengancam Marisa, dia menghubungi lebih dulu mangan mertuanya untuk mengetahui kenapa Marisa datang ke kampungnya dan membuat masalah dengannya. Ibu Rita bilang pada Arga kalau Marisa memang ingin menemui anaknya, tapi ibu Rita bilang juga dia akan menjodohkan Marisa dengan anak temannya.


Ibu Rita tidak tahu masalah Arga menceraikan Marisa karena Marisa di teror terus oleh mantan pacarnya dulu. Arga bahkan di kirimi video asusila Marisa dengan mantannya ketika masih jadi istri Arga.


Kini Marisa menunduk, pupus sudah harapannya. Arga sudah bertindak jauh untuk melindungi Anita dari ancaman dirinya.


"Aku minta maaf mas, lusa aku akan pulang ke kota. Tapi untuk terakhir kalinya, besok aku bolehkan menemui Celine?" tanya Marisa, berharap Arga mau memenuhi permintaannya yang terakhir.


Arga diam saja, namun dia malah bangkit dari duduknya dan melangkah menuju mobilnya. Marisa juga masuk ke dalam mobil Arga.


"Aku antar kamu pulang ke kontrakanmu." ucap Arga.


Marisa mengangguk pelan. Pikirannya sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Dia tidak tahu harus bagaimana.


Mobil Arga melaju pergi menuju kontrakan Marisa dekat pasar induk.


_


_


_

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2