IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
96. Suami Siaga


__ADS_3

Sejak di tes pack, dan positif hamil, Anita di larang masuk ke dapur oleh Arga. Karena kehamilan Anita kali ini memang sangat merepotkan dirinya. Bukan tidak mau di repotkan oleh istrinya, namun dia tidak mau terjadi apa-apa.


"Ga, apa kamu bisa membuat omlete untukku?" tanya Anita.


"Kamu mau makan omlete?" tanya Arga.


Dia memeriksa semua berkas dari pengadilan untuk sidang percearaian kliennya minggu depan.


"Iya, aku mau omlete buatan kamu." kata Anita.


Arga tersenyum, dia meletakkan berkas di mejanya dan mencium kening istrinya itu. Sesibuk apa pun jika Anita meminta sesuatu padanya, maka dia akan menurutinya.


"Iya, aku akan buatkan ya ke bawah. Kamu tunggu di kamar aja." ucap Arga.


"Tapi aku mau lihat kamu membuat omlete." ucap Anita dengan manja.


"Kamu nanti capek bolak balik naik tangga." ucap Arga khawatir.


"Ngga kok, aku udah baik-baik aja. Asal pelan-pelan turunnya." jawab Anita.


"Ya sudah, ayo ke bawah. Atau aku gendong aja ya, biar kamu ngga capek." tawar Arga.


"Ngga usah, aku bisa jalan kok." kata Anita menolak tawaran Arga.


"Ya udah, ngga usah ikut ke bawah deh kalau ngga mau aku gendong." kata Arga lagi.


"Ish, aku ingin ikut ke bawah lihat kamu membuat omlete." ucap Anita dengan wajah cemberutnya yang lucu.


Mau tidak mau Arga mendekat dan memciun bibir yang maju minta di cium itu. Anita malah kesal dengan sikap Arga.


"Mau ikut ke bawah tapi di gendong atau di kamar aja?" Arga memberi pilihan.


"Aku cuma ngga mau kamu capek gendong aku naik turun tangga." ucap Anita.


"Hei, kamu mengandung anakku. Jadi aku kelelahan dan capek karena anakku dan mamanya, aku tidak masalah. Aku merasa bersalah jika kamu setiap pagi mual dan harus bolak-balik ke kamar dan westafel. Aku ngga tega kamu seperti itu sayang, sedangkan kamu meminta aku membuat omlete ngga setiap hari. Jadi jangan khawatir aku capek gendong kamu, oke?" ucap Arga menatap istrinya yang mulai menganak sungai matanya.


"Hik hik hik, aku terharu kamu sangat perhatian sama aku Ga, aku semakin cinta sama kamu." ucap Anita.


Dia memeluk Arga yang berada dekat dengannya, Arga menghapus air mata Anita.


"Sudah jangan menangis lagi. Ayo kita ke bawah."


Arga mulai mengangkat tubuh Anita, tak lupa kecupan kilat di bibir istrinya itu. Anita tersenyum, dia sandarkan kepalanya di dada suaminya yang manis sekali sikapnya.


_


Sampai di dapur, Anita turun. Dia duduk di kursi minibar, menopang dagunya melihat suaminya bersiap membuat omlete keinginannya.


"Kamu mau omlete apa sayang?"


"Omlete di tambah sayur Ga, di kasih daging juga boleh. Seperti martabak telur itu." jawab Anita.


"Oke, di tunggu ya. Aku mau siapkan semuanya."


"Aku bantu ya, Ga?"


"Ngga usah, kamu duduk aja di situ sambil lihat aku memasak. Tadi kamu mintanya lihat aku bikin omlete kan, bukan bantuin aku masak." ucap Arga.


Anita cemberut, dia sebenarnya ingin membantu Arga. Namun dia menurut hanya diam saja sambil melihat Arga memasak dengan cepat.

__ADS_1


Entah kenapa dia ingat perlakuan Rendi dulu ketika dia hamil terlintas di benaknya, sangat jauh berbeda. Dia mendesah, kenapa dia harus ingat hal menyakitkan itu lagi?


Arga melihat Anita mendesah dan wajahnya berubah murung, dia heran dan sesekali melirik ke arah Anita. Tapi kini berubah ceria lagi.


"Sayang, kamu kenapa jadi murung begitu?" tanya Arga sambil memotong wortel.


"Ngga kok, aku hanya ingin membantumu tapi tidak boleh." jawab Anita beralasan.


Memang sesuatu yang menyakitkan tidak akan lepas dari ingatan, meskipun di ganti oleh kebahagiaan. Ada kalanya ingatan itu muncul ketika sesuatu di hadapi dan jadi perbandingan di masa lalu.


Dulu seperti itu, sangat menyakitkan. Tapi sekarang kebahagiaan yang di rasa sangat berlimpah. Hal semacam itu akan terulang ketika momen indah terjadi dan momen menyakitkan akan terus muncul, namun hanya sebagai kenangan pahit. Hal menyakitkan tidak akan pernah hilang dari ingatan sekalipun itu di hapus oleh batu permata.


Kebahagiaan dan hal menyakitkan datang silih berganti sesuai dengan keinginan takdir. Tak ads yang bisa merubahnya.


Satu jam Arga membuat omlete untuk istrinya tercinta. Omlete itu sudah berpindah ke piring dan di bagi menjadi dua bagian.


Dia letakkan di meja bar, di hadapan istrinya yang tersenyum senang karena omletenya sudah bisa di makan.


"Ini sayang omlete penuh cinta dari suamimu." ucap Arga dengan senang bisa melakukan sesuatu untuk istrinya.


"Terima kasih suamiku, aku semakin sayang sama kamu." ucap Anita dengan menampilkan gigi putihnya.


Anita sejatinya gadis yang sangat mandiri, dia tegar dan kuat. Namun berbeda jika sudah bertemu dengan orang yang sangat memyayanginya dan mencintai sepenuh hati. Dia akan berubah jadi istri yang manja, apa lagi sedang hamil. Arga senang dengan sikap manja istrinya, dia merasa di butuhkan oleh Anita meskipun hal kecil sekalipun.


"Kalau begitu, ucapan terima kasihnya dengan cara lain sayang." ucap Arga dengan senyum penuh arti.


Anita menatap suaminya yang tersenyum itu, dia mengerti maksud dari senyuman itu.


"Oke, aku akan memuaskanmu nanti." ucap Anita.


Arga terkejut, namun demikian dia senang akan mendapatkan sesuatu yang nikmat dari Anita. Hal sederhana sebenarnya yang dia harapkan, hanya ciuman. Tapi Anita malah memberinya lebih.


"Aku tunggu itu sayang." ucap Arga.


"Kalian sedang apa?" tanya ibu Ema.


"Oh, mama. Ada apa mama ke dapur?" tanya Arga.


"Mama haus, lupa ngambil air tadi di teko." ucap ibu Ema.


"Mama mau omlete cinta dari Arga?" Anita menawarkan pada mertuanya.


"Ngga sayang, itu kan khusus buat kamu." jawab ibu Ema.


Anita tersenyum, Arga melihat istrinya sangat lahap memakan omlete buatannya. Dan Anita memakan semua omlete itu dengan lahap dan sampai habis.


_


"Ga, kamu bisa bikin jus mangga di campur dengan susu dan krim?" tanya Anita suatu malam lagi.


"Kamu mau minum itu?" tanya Arga.


"Iya, aku mau minum jus mangga seperti di gambar sosial media itu." kata Anita.


"Kenapa tidak beli aja sayang?"


"Tapi aku ingin kamu yang membuatnya, Ga." jawab Anita dengan wajah murung.


"Oke, aku buatkan."

__ADS_1


Lalu Arga beranjak dari duduknya menuju pintu kamarnya.


Tapi lagi-lagi Anita ingin melihat Arga membuat jus mangga keinginannya.


"Mau apa?"


"Ikut."


Arga menghela nafas panjang, mungkinkah karena sedang hamil jadi manjanya semakin bertambah. Ah, istriku kok semakin menggemaskan ya. Pikir Arga, kemudian tersenyum.


Dia menghampiri Anita dan kembali menggendongnya sampai ke dapur seperti waktu malam itu. Tapi kali ini Anita menolak, dia ingin jalan sendiri.


"Aku mau jalan aja, Ga." ucap Anita.


"Kan nanti kamu capek sayang." kilah Arga.


"Kalau di gendong aku seperti orang sakit, Ga. lagi pula kamu nanti capek gendong aku siap kali minta di buatkan sesuatu. Setiap hari juga aku bisa turun naik tangga sendiri kalau kamu berangkat kerja." ucap Anita lagi.


"Itu kalau aku tidak ada. Sekarang aku ada, jadi harus nurut apa kataku Oke?" Arga memaksa.


Anita cemberut, tentu saja itu membuat Arga jadi tidak tahan dengan bibir cemberutnya itu. Dia langsung menyambar bibir istrinya dan mengulumnya secara agak kasar agar Anita menurut apa katanya.


"Ehmp, ehmp fyuuh!"


Setelah Arga melepas ciumannya, Anita membuang nafasnya kencang. Arga tersenyum senang, dia mengusap bibir Anita lalu mengecupnya sekilas.


"Mau lagi?"


"Ngga!"


"Hahaha!"


Wajah masam Anita semakin membuat Arga gemas, dia maju kembali dan hendak menciumnya. Tapi Anita malah menelungkupkan wajahnya di bantal, menghindar serangan dari suaminya kembali.


Arga malah menindih Anita yang menelungkup, Arga mencoba menarik kepala Anita dan menghadap padanya. Tapi susah dia balikan, kini dia malah mencium bagian leher Anita dan memainkan lidahnya di sana.


"Arga!"


"Kenapa sayang?"


"Udah, kapan bikin jusnya?" rengek Anita.


"Nanti setelah aku makan kamu sekarang." kata Arga, suaranya sudah tercekat di tenggorokan.


"Arga, kamu tega sama aku dan anakmu." rengek Anita lagi.


"Aku suami siaga kok, selalu menuruti apapun yang kamu mau. Salah siapa kamu cemberut begitu, sekarang aku tidak bisa menahannya." ucao Arga yang langsung menyerang kembali istrinya


"Arghh.."


Kini kembali serangan bibir lembut Arga di leher Anita membuat wanita hamil itu pasrah.


Baiklah aku pasrah, aku juga menikmatinya. Singkirkan dulu keinginan minun jus mangganya, pikir Anita.


Dan kini keduanya tenggelam dalam kenikmatan cinta yang mereka rasakan. Mengesampingkan keinginan minum jus mangga buatan Arga.


_


_

__ADS_1


_


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2