IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
120. Fakta Terkuak


__ADS_3

Anita terdiam dan dia menatap ibu Rima tidak percaya.


"Bude, ceritakan apa yang terjadi dengan ayah dan ibu dulu. Kenapa ayah bisa meninggalkan ibu begitu saja?" tanya Anita tidak sabar dengan diamnya ibu Rima.


"Tenang Anita, bude akan ceritakan kisah ibumu dan ayahmu. Mengapa sampai ayahmu pergi tanpa kabar dan tidak kembali lagi." ucap ibu Rima menenangkan Anita.


"Bude, aku tidak sabar ingin tahu. Selama ini terlalu banyak diam, nyatanya ibu menyimpan rahasia banyak sekali. Aku sendiri tidak mempermasalahkan ibu yang tidak mau bercerita tentang ayah. Tapi sekarang aku ingin tahu banyak tentang ayah, bude." ucap Anita.


Ibu Rima menghela nafas panjang, dia menatap Anita dengan kasihan. Dia kasihan pada keponakannya itu, sejak kecil tidak tahu ayahnya. Memang keras kepala aepupunya membuat anaknya tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah, namun begitu Sugara juga tidak pantas di bela waktu itu.


"Dulu memang ayahmu pergi merantau, dia merantau di Kalimantan sana sejak kamu umur dua tahun untuk mencari kehidupan layak bagi istri dan anaknya, setelah satu tahun bekerja sebagai buruh tambang batu bara di sana. Dia menikah diam-diam dengan Rasti. Selama dua tahun ibumu tidak tahu kalau ayahmu menikah di sana. Jadi selama dua tahun itu ayahmu menyembunyikan istri keduanya, ayahmu pulang ke kampung menemui ibumu hanya empat bulan sekali. Tanpa di ketahui ayahmu, istri keduanya ikut datang juga ke kampungmu dan menemui ibumu. Dia mengatakan kalau dia itu istrinya Sugara. Tentu saja Yuni, ibumu tidak percaya Tapi begitu Rasti memberikan foto pernikahannya dengan Sugara, ibumu kaget dan dia membawamu pergi jauh tanpa sepengeyahuan ayahmu waktu itu sedang berkunjung ke rumah nenekmu. Sampai ayahmu pulang, dia kaget menemukan surat dari Yuni pergi dari rumah ayahmu, Yuni juga cerita di suratnta telah bertemu dengan Rasti istri kedua Sugara. Dan sejak itu Yuni dan Sugara berpisah tanpa adanya kesepakatan perceraian.


Ketika tujuh tahun hidup dengan Rasti, Sugara kembali ke kampung dan sudah bercerai dengan Rasti. Tapi Rasti terus saja mencari Sugara, Sugara sendiri tidak mau kembali pada Rasti, dia ingin kembali pada ibumu, namun ibumu tidak mau. Dia terlalu sakit dan kecewa pada ayahmu. Hingga ayahmu sering minum-minuman. Kamu tahukan jika ibumu itu sering menginap ke rumah bude, karena dia tidak mau ayahmu tahu kamu dan tidak boleh bertemu denganmu. Yuni selalu mengancam akan mengakhiri hidupnya jika ayahmu mau menemuimu. Akhirnya ayahmu mengalah, tapi ayah dan ibumu sebelum dia meninggal sering bertemu, dan ayahmu sekarang menikah dengan sahabatku dan Yuni. Kini ayahmu sakit, tidak bisa berjalan. Dia sempat datang ke pemakaman ibumu, namun dia bilang tidak berani mendekat padamu. Sugara yakin kamu pasti akan mencarinya." ucap ibu Rima panjang lebar.


Tangis Anita sudah tidak terbendung lagi, dia menangis sesunggukan membuat Kevin anaknya heran dan ikut menangis.


"Jadi, ayah masih hidup bude?" tanya Anita di sepa tangisnya.


"Iya, dia masih hidup dan sekarang tinggal dengan sahabat bude dan ibumu." jawab ibu Rima.


"Apa perempuan yang di foto bertiga itu bude?" tanya Anita sambil menunjuk sebuah foto di dinding.


Ibu Rima menoleh ke arah dinding yang tunjuk Anita, dia kemudian mengangguk.


"Siapa dia bude?" tanya Anita lagi.


"Namanya Rika, dia sekarang istri ayahmu. Rika ini juga janda dulunya, ibumu meminta menikah dengan ayahmu. Konyol memang persahabatan kami. Tapi Rika tidak keberatan menikah dengan ayahmu yang saat itu sakit-sakitan. Yuni ikut membiayai pengobatan ayahmu, namun bude merasa aneh dengan ibumu. Jika dia tidak peduli kenapa dia mau membantu pengobatan ayahmu. Dia juga sangat aneh, kenapa punya ide menyuruh Rika menikah dengan ayahmu." ucap ibu Rima.


Anita diam, dia juga tidak mengerti kenapa ibunya melakukan itu. Bukankah kembali jadi suami istri itu lebih baik? Mereka saling mencintai jika mendengar cerita ibu Rima.


Atau mungkin karena Anita saat itu sedang terpuruk dengan masalahnya. Masalah dengan Rendi dulu juga dengan mantan Arga. Semua serba menduga, namun Anita tidak akan mempermasalahkan dan menyalahkan ibunya, dia tetap mengagumi ibunya dan mengenangnya sebagau perempua kuat.


Memang dia tidak banyak tahu cerita masa lalu ibunya. Pantas saja ibunya selalu mengkhawatirkan Arga suaminya akan menyakitinya lagi. Pantas saja ibunya memeberi pesan dan meminta pada menantunya itu dengan sungguh-sungguh dan bersumpah tidak akan terima jika Arga kembali menyakitinya. Ternyata ibunya punya masa lalu begitu pahit dan tidak bisa menerima kembali ayahnya.


"Bude, di manakah ayah tinggal dengan tante Rika?" tanya Anita.

__ADS_1


"Apa yang akan kamu lakukan Anita?" tanya ibu Rima.


"Aku ingin bertemu ayah, bude. Aku ingin bertemu ayah yang selama bertahun-tahun tidak bisa menemuiku." jawab Anita.


"Apa kamu marah sama ibumu?"


"Tidal bude."


"Apa kamu membenci ibumu?"


"Tidak bude, bagiku ibu adalah perempuan sangat tangguh dan sabar. Jadi tidal ada alasan aku membenci ibu yang telah menyembunyikan kenyataan dan kebenaran."


"Tapi ibumu melarang ayahmu bertemu denganmu?"


"Mungkin ibu punya alasan kenapa ayah di larang menemuiku."


Semua jawaban Anita semakin yakin jika dia tidak pernah benci siapapun. Baik ibunya atau ayahnya.


"Anita, bude bertanya sekali lagi. Apakah jika kamu bertemu ayahmu akan memarahi dan membencinya?"


Ibu Rima tertegun, sebegitu lapangkan hati Anita? Dia di tempa dengan kehidupan pahit sejak kecil, sampai pemikirannya membuat dia lebih dewasa dari orang dewasa ataupun bahkan seorang yang sudah tua.


"Ayahmu tidak jauh dari kampung bude. Namun dia sekarang sedang ke kota untuk berobat." kata ibu Rima.


"Di mana bude?"


"Bude tidak tahu, tapi katanya hanya dua hari. Jadi mungkin lusa bisa pulang kembali." ucap ibu Rima.


"Bude minta nomor telepon bude? Aku ingin memastikan jika ayah sudah pulang dan bisa menemuinya di rumahnya. Aku ingin menemui ayah dengan suami dan anak-anakku bude." ucap Anita lagi dengan antusias.


Ibu Rima tersenyum, benar sekali kata Yuni. Anita itu sangat penyabar dan berhati lapang. Sekali pun dia di sakiti, apapun akan dia maafkan. Semoga kamu selalu hidup bahagia, Anita. Sesuai doa dan keinginan ibumu, guma ibu Rima dalam hati.


Ibu Rima bangkit dari duduknya, dia masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya. Kemudian dia kembali lagi dan menyodorkan ponsel pada Anita


"Bude akan mengabarimu jika ayahmu sudah pulang dari kota." ucap ibu Rima.

__ADS_1


"Terima kasih bude, aku akan menemui ayah jika sudah datang." ucap Anita.


"Ma, lapar." rengek Kevin.


"Oh, adek lapar ya." tanya Anita pada anaknya.


"Ya sudah, kamu makan saja di rumah bude dengan anakmu. Kasihan dia kelaparan." kata ibu Rima.


"Iya bude, terima kasih." ucap Anita.


Ibu Rima lalu masuk ke dapur menyiapkan makanan untuk Anita dan anaknya. Hari ini dia merasa bersalah pada sepupunya karena dia sudah berjanji tidak akan memberi tahu pada Anita tentang mantan suaminya, namun demikian Anita juga berhak tahu di mana ayahnya.


"Nah, ayo kita makan. Tapi Maaf, makanan bude seadanya saja." kata ibu Rima.


"Tidak apa-apa bude, ini juga sudah bersyukur bisa makan." kata Anita.


Kemudian dia menyendokkan nasi serta lauk untuk Kevin. Dia juga makan sedikit, meski hatinya lega sudah tahu rahasia cerita ibunya. Tinggal dia menemui ayahnya nanti.


Hari sudah sore, Anita berpamitan pada ibu Rima untuk pulang ke rumahnya. Dia juga tidak sabar untuk memceritakan rahasia ibunya selama ini tentang ayahnya pada suaminya.


"Aku pulang dulu bude, dua hari aku tunggu kabar dari bude tentang ayah." ucap Anita.


"Iya, tapi jika bude belum ngasih kabar itu berarti bude belum bertemu ayahmu." kata ibu Rima.


"Iya bude, pokoknya aku menunggu kabar dari bude." ucap Anita.


Lalu Anita pun pergi, dia naik ojek dari rumah ibu Rima karena dia kasihan sama anaknya harus jalan kaki lagi dari rumah ibu Rima ke depan gang.


_


_


_


❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2