
Hari-hari di lalui Rendi dan Mourin dengan penuh kebahagiaan.Kedua sejoli itu kemana pun selaku bersama,tak peduli dengan gunjingan orang lain maupun karyawan di kantor.
Selagi masih batas wajar,Mourin masih mengabaikan gunjingan itu,namun jika sudah pada hal yang fitnah dia akan mengeluarkan karyawan tersebut.
Makanya dia memberi peringatan pada karyawannya yang siapa saja menggunjingkannya dan suaminya,maka dia tidak segan-segan akan mengeluarkannya.
Hari-hari Rendi dan Mourin selalu di liputi kebahagiaan.Sampai usia pernikahan hampir satu tahun masih terlihat mesra.Namun menginjak usia pernikahan satu tahun Mourin mulai ada perubahan.
Dia sering pulang malam setelah dari kantor,Rendi tidak menemui Mourin ada di rumahnya.Memang istrinya itu memberitahunya kalau pulang malam.
Satu kali Rendi maklumi,dua kali juga masih di maklumi.Namun beberapa kali terus berulang Mourin sering pulang malam.
Walaupun satu kantor dan jabatan mereka berdekatan,tapi kadang jika bertemu dengan para direktur maka akan berlanjut dengan acara perjamuan dan akhirnya mengobrol sampai malam.
Rendi kesal dengan Mourin yang selalu pulang malam.Dan hari ini dia menunggu Mourin sampai pukul dua belas malam,dia ingin menanyakan apa saja yang di lakukan istrinya ketika di luar tanpa dirinya.
Mourin pun datang,mobilnya masuk di garasi.Dia melihat lampu ruang tamu masih menyala,itu artinya Rendi belum tidur.
Dia masuk ke dalam rumah dengan hati-hati.Lalu melewati ruang tamu,tanpa mendapati Rendi di sana.Kemudian Mourin menuju kamarnya,dan ternyata Rendi tidak ada.Mungkin ada di dapur atau di kamar mandi.
Tapi Mourin salah,Rendi ada di balik pintu kamar dan melangkah pelan berdiri di belakang Mourin.
"Mourin."panggil Rendi agak keras nadanya.
Mourin pun terkejut,dia menoleh ke belakang.Dia mendapati Rendi dengan wajah dingin.
"Sayang,kamu kok ngagetin sih."ucap Mourin dengan gaya manjanya.
"Kenapa kamu pulang malam lagi?"tanya Rendi dengan nada datarnya.
"Ya aku kan ada pertemuan dengan klien,aku kan udah kasih tahu kamu lewat pesan.Memang tidak di baca?"tanya Mourin.
"Bukan masalah kamu memberitahunya,kamu hampir setiap malam pulang malam terus.Apa yang kamu lakukan setelah bertemu klien?"tanya Rendi mulai curiga pada istrinya itu.
"Kamu mencurigaiku?"tanya Mourin tidak terima.
"Ya jelas aku curiga,setiap malam kamu pulang larut.Apa ada klien bertemu di waktu jam-jam pulang kantor? Minimal kalau pun ketemu,paling telat itu sampai jam sembilan.Kamu pulang hampir tiap hari jam dua belas malam.Lalu kemana aja selama tiga jam itu?"Rendi mulai emosi.
"Kamu jangan sembarangan menuduh ya,aku memang bertemu klien!"
"Klien siapa? Apa setiap hari bertemu klien? Klien yang mana?"Rendi masih menahan emosinya.
Mata Mourin membelalak,dia tidak percaya Rendi membentaknya dan memarahinya.Lalu tanpa berucap lagi Mourin langsung masuk ke ruang ganti dan mengganti bajunya.Dia lelah sekali,dan malah suaminya marah-marah padanya.
Setelah selesai memakai piama,dia masuk ke dalam kamar mandi,tanpa menggubris panggilan Rendi padanya.Dia tetap masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci muka serta riasan yang sejak tadi belum hilang.
"Mourin,jangan menghindar terus.Beri alasan yang masuk akal kenapa kamu pulang malam terus?!"ucap Rendi,namun Mourin lagi-lagi tidak menggubrisnya.
__ADS_1
Usai mencuci muka,Mourin keluar lagi dan langsung menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya,membelakangi tempat tidur Rendi.
Rendi yang melihat Mourin kesal dan ngambek padanya akhirnya dia diam,lalu naik ke ranjangnya untuk tidur.Dia juga sangat lelah,namun kekesalannya memuncak ketika Mourin menjawab dengan nada tinggi juga
Dia lalu berbaring di samping istrinya,sama membelakangi.Dan jadilah mereka saling membelakangi tidurnya.
Jam memunjukkan pukul satu malam,keduanya pun tertidur dengan pulas.
_
Pagi harinya,masih belum ada pembicaraan di antara mereka berdua.Mereka sarapan saling diam,tidak ada pembicaraan.Rendi melirik ke arah istrinya,masih dengan mode kesalnya.
Rendi pun akhirnya mengalah,dia menarik tangan Mourin lalu menciumnya lembut.
"Maafkan aku,aku hanya tidak suka kamu sering pulang malam sayang."kata Rendi masih memegang tangan Mourin.
Mourin menarik pelan tangan yang ada di genggaman suaminya itu,rasa kesalnya belum hilang.Dia tidak suka suaminya terlalu mengekangnya dalam bergaul.
"Sayang."ucap Rendi memelas.
Mourin akhirnya luluh,dia menatap suaminya yang masih terlihat memelas.Kemudian dia tersenyum dan mencium suaminya.
"Iya sayang,aku hanya tidak suka kamu kekang-kekang dalam pergaulanku."kata Mourin dengan manjanya.
"Iya,aku ngga mengekang kamu.Tapi pulang malam jangan setiap hari.Aku juga pengen di perhatikan sama kamu,malam juga pengen tidur sama kamu."ucap Rendi.
"Ya udah,nanti aku kurangi pulang malam.Soalnya aku sering lupa kalau ketemu dengan sahabat aku sayang."kata Mourin memberi alasan pada Rendi.
"Iya sayang.Nanti aku ambil tas dulu di kamar.Kamu duluan aja ke mobil,aku ikut mobil kamu sayang."
"Iya,aku tunggu."
Lalu Rendi keluar rumah dan masuk ke dalam mobil,sedangkan Mourin masuk ke dalam kamar dan mengambil tasnya.
Baru saja dia melangkah keluar,ponselnya berbunyi.Dia mengambil ponselnya dan di sana tertera nama Sandra.
"Halo San,ada apa?"tanya Mourin,dia melirik keluar rumah ke arah Rendi.
"Hei,nanti malam jadi ngga kita ke klub malam?"tanya Sandra di seberang sana.
"Aku off dulu deh ke klubnya untuk satu minggu.Si Rendi marah sama aku karena sering pulang malam."kata Mourin.
"Ya elah laki lo tuh kolot banget.Ya kan kita senang-senang.Eh,nanti ada Evan lho datang.Lo datang ya nanti malam."kata Sandra lagi.
"Nanti dulu deh,gue lagi ngadem dulu sama Rendi.Lagi pula kayaknya dia mau ngajak diner romantis buat universary kita kesatu."
"Sayaang,cepetan."teriak Rendi dari luar.
__ADS_1
"Iya sayang,tunggu sebentar."balas Mourin.
"Ya udah deh,tapi lo janji ya nanti kalo udah ngga marah lagi laki lo,lo harus datang.Sayangnlo ada Evan."
"Iya beres,nanti kasih tahu aja setelah seminggu ini.Oke?"
"Siip."
Lalu sambungan telepon terputus.Mourin cepat-cepat keluar karena Rendi sudah memanggil kedua kalinya.
"Kok lama banget sih sayang?"tanya Rendi agak kesal.
"Sepatuku tadi agak copot talinya,jadi aku ganti yang lain.Makanya lama,ya udah ayo kita berangkat."kata Mourin berbohong.
Dia lalu masuk ke dalam mobil,sedangkan Rendi melihat kaki Mourin yang memang berganti.Mourin lega karena dia menelepon sekalian mengganti sepatunya.
"Sepatu kamu rusak?"tanya Rendi.
"Iya,yang tadi talinya hampir putus.Jadi aku ganti sepatu,aku belum sempat beli sepatu lagi."
"Ya udah,nanti pulang kantor kita mampir aja ke mall.Sekalian jalan-jalan,gimana?"tanya Rendi menawarkan.
"Wah,aku senang banget.Tentu saja aku mau,terima kasih sayang.Cup."
Rendi tersenyum dengan reaksi Mourin,lalu dia menjalankan mobilnya menuju kantor mereka.
_
Seperti yang di janjikannya,Rendi mengajak Mourin jalan-jalan ke mall membeli sepatu yang di inginkan istrinya itu.Mereka masuk ke outlet toko sepatu yang memang untuk kalangan menengah ke atas.
Mourin mencoba beberapa sepatu mahal,dan dia jatuhkan dua sepatu mahal yang harganya sebanding dengan uang kiriman Rendi pada Anita untuk dua sepatu.Lumayan mahal,tapi karena dia mencintai Mourin diapun memberikan apa yang Mourin butuhkan.
Dan memang sudah tiga bulan Rendi telat mengirimi Anita uang untuk kebutuhan anaknya,mungkin karena kebutuhan sandang Mourin lebih besar jadi Rendi kadang telat dan kadang juga tidak mengirim.
Setelah membayar harga sepatu,mereka menuju outlet tas,tapi Mourin tidak membeli tas hanya alsesoris saja yang dia cari.Lama mencari aksesoris,kemudian mereka menuju restoran untuk makan malam yang akhir-akhir ini mereka keluar makan malam.
"Kita mau pesan apa sayang?"tanya Rendi.
"Ya simpel aja aku sih,steak aja."jawab Mourin.
"Ya udah,kita samakan makanannya."
Lalu Rendi memesan steak untuk berdua.Lama mereka makan di restoran itu,hingga larut malam mereka baru pulang ke rumahnya._
_
_
__ADS_1
_
❤❤❤❤❤