IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
32. Getar Cinta Bersemi Lagi


__ADS_3

Seperti pembicaraannya dulu dengan ibu Yuni,Arga kini aka lebih sering ke rumah Anita. Sebisa mungkin setiap minggu dia datang untuk bertemu Anita walau Anita akan sibuk dengan para pembelinya.


Sesekali dia akan membantu Anita melayani pembeli. Walau Anita melarangnya tapi Arga memaksa ikut melayani.


Sedangkan anaknya selalu dia bawa jika bertamu ke rumah Anita,karena Celine juga sudah mulai dekat dan senang berteman dengan kedua anak Anita.


"Anak-anak rupanya sudah dekat banget ya."kata Anita,dia melihat ketiganya sangat akrab.


"Iya,Celine setiap hari minta main ke sini. Tapi aku tidak bisa karena bekerja."kata Arga.


"Ya ngga apa-apa kamu bawa aja ke sini sebelum berangkat kerja. Nanti aku antar pulangnya jika dia minta pulang."kata Anita menawarkan diri.


"Jangan kamu sibuk,pelanggan kamu nanti mencari kemana Anita,kok tidak jualan."ucap Arga seolah menyindir.


Anita diam,dia menatap Arga yang sedang tertawa kecil,lalu dia juga ikut tertawa.


"Anita ada waktu panjang tidak untukku? Aku ingin ngobrol banyak denganmu."tanya Arga.


Anita mendesah lalu menunduk.,dia tidak tahu kapan bisa istirahat panjang sejenak. Mencari hiburan untuk diri sendiri.


"Aku tidak tahu."jawab Anita seolah enggan memberi ruang untuk dirinya sendiri.


"Anita,aku...."


"Papa...,hwuuaaa abang Iko nakal. Boneka Celine di masukkin ke dalam air,hwuuaa..."tangis Celine pecah membuat Anita dan Arga jadi tidak konsentrasi dengan obrolan mereka.


"Iko,kenapa boneka Celine di masukin ke air?"tanya Anita ketika Chiko berdiri membawa boneka yang sudah basah.


"Bonekanya kotor ma,jadi Iko cuci."jawab Chiko dengan polosnya.


Baik Anita dan Arga tertawa dengan jawaban Chiko.


"Ya udah,nanti papa belikan lagi. Yang itu udah kotor."kata Arga menenangkan putrinya.


"Ma, Iko mau."kata Chiko merengek.


"Iya nanti om sekalian beli dua buat Iko."kata Arga lagi.


Kedua anak itu kembali bermain bersama,Anita dan Arga tersenyum senang.


"Sepertinya mereka harus hidup bersama."kata Arga masih melihat kedua bocah kecil itu bermain dengan riang. Semntara Anita menatap Arga lama.


Entah tiba-tiba dalam hatinya ada getar halus menatap Arga yang tersenyum melihat anak-anak bermain. Anita menunduk,menetralkan hatinya sebelum Arga memergokinya.


"Apa dulu setelah lulus SMA kamu langsung kuliah?"tanya Arga.


"Ngga juga,aku kerja dulu di minimarket karena temanku mengajaknya. Baru enam bulan bekerja aku daftar kuliah."jawab Anita.


"Pantesan ketika aku pulang setelah daftar kuliah aku tidak melihatmu. Waktu itu ibu Yuni juga tidak ada. Aku pikir kalian pindah ke kota."kata Arga.


Anita menatap Arga lagi,lalu dia alihkan ke depan. Menghela nafas panjang,mengingat kembali dulu dia berdua di kostan dengan ibunya karena ibunya sakit setelah mengunjunginya. Jadi ibu Yuni tidak langsung pulang,mungkin waktu itu Arga ke rumahnya.


"Mungkin ibu sedang menengokku di kostan,beliau langsung sakit jadi tidak pulang selama setengah bulan."kata Anita lagi.

__ADS_1


"Waktu itu aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu."kata Arga lagi,dia menatap Anita dalam.


Ya,cinta Arga kembali bersemi. Menatap cinta semasa SMAnya yang belum dia ungkapkan. Dia kecewa ketika dia kembali lagi mendengar Anita sudah menikah.


"Anita,apa kamu masih mencintai suamimu,maksudku mantan suamimu?"tanya Arga dengan tiba-tiba.


Tentu saja Anita kaget,dia menatap Arga. Mereka saling bertatapan mencari suatu hal kebenaran hatinya masing-masing.


Lima menit keduanya membuang muka ke samping,kembali menetralkan degup jantung yang tiba-tiba datang. Anita menelan salivanya yang terasa mampet di tenggorokan,sedangkan Arga sedikit batuk. Dia menarik nafas panjang lalu melihat Anita yang masih salah tingkah.


Arga tersenyum,kini dia tahu dan yakin kalau hatinya masih benar-benar mencintai Anita.


Di tariknya tangan Anita,di belai lembut. Ada tekstur kasar di telapak tangan Anita. Anita hanya memandang tingkah Arga yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Arga."


Arga tersenyum,lalu mencium tangan Anita. Kontan wajah Anita memerah,dia menarik tangannya dengan cepat. Lalu bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.


Anita menutup pintunya,bersender di balik pintu memegang tangan yang tadi di pegang Arga. Degup jantungnya yang sejak tadi berdetak masih berirama dengan indah terasa di telinga Anita.


Perasaan apa ini? Dulu dia berpacaran dengan Rendi,tidak pernah merasakan degup jantung yang begitu kencang.


Ini yang pertama kalinya,bukan ini kedua kali ketika masih SMA Anita pernah berdegup kencang bersama Arga. Dengan Arga waktu SMA dulu.


"Anita."panggil Arga.


Anita belum menyahut,dia masih menikmati perasaannya yang mulai menggetar di hati.


Anita menarik nafas dan membuka pintu kamarnya. Dia menatap Arga yang sedang tersenyum padanya.


"Aku pamit dulu,lain kali aku ke sini sendirian."kata Arga.


"Lho kok? Celine tidak di ajak?"


"Tidak,aku pengen bicara denganmu hanya berdua saja."kata Arga lagi.


Anita tersenyum,dia lalu mengangguk.


Setelah Arga pergi,Anita kembali melayani pembeli. Dia kini sibuk lagi dengan dagangannya di toko.


_


Satu minggu Arga tidak ke rumah Anita,tapi Arga sering menelepon Anita. Memberitahunya kalau dia sangat sibuk minggu-minggu ini. Jadi tidak bisa main ke rumah,padahal Celine meminta terus main ke rumah Anita.


Untuk menenangkan Celine,Arga sering video call dengan Chila dan Chiko menyambung dengan Celine.


Ibu Yuni melihat kedua cucunya sedang video call dengan Celine jadi ikut senang. Hatinya bahagia,ibu Yuni berdoa pada Tuhan jika Anita dan Arga di persatukan dalam ikatan cinta dan pernikahan. Selamanya sampai akhir hidup mereka,tidak ada lagi yang menyakiti.


Pagi hari,Ibu Yuni yakin,Arga adalah jodoh Anita selanjutnya.


Ibu Yuni melihat mobil Arga terparkir di depan rumahnya. Dia lalu segera masuk ke dalam rumah,dia hanya mendapati Chila dan Chiko di dalam sambil bermain dengan Celine,sedangkan Anita tidak ada. Motornya juga tidak ada,berarti Anita sedang ke pasar.


"Nak Arga,lho pagi-pagi sudah ada di sini?"tanya ibu Yuni heran.

__ADS_1


"Iya bu,ini cuma mengantar Celine ke sini aja. Tadinya mau saya titipkan ke sini tapi tidak ada orang,jadi saya nunggu ibu atau Anita datang."kata Arga.


"Oh ya udah ngga apa-apa di sni aja Celinenya. Kalu nak Arga mau berangkat kerja."kata ibu Yuni.


"Iya,maaf merepotkan. Celine ngamuk minta kesini,karena satu minggu ngga main kesini karena saya sibuk sekali sebulan ini bu."kata Arga lagi.


"Sudah nak Arga berangkat kerja aja. Nanti pulangnya di jemput,Celine senang main sama si kembar."ucap ibu Yuni.


"Maaf lho bu merepotkan."


"Iya ngga apa-apa."


"Ya udah saya pamit dulu sama Celine."


Ibu Yuni mengangguk,Arga masuk lagi ke dalam rumah untuk berpamitan pada anaknya dan juga memberinya beberapa nasihat agar jangan nakal dan merepotkan ibu Yuni dan Anita.


Setelah berpamitan pada anaknya,Arga berpamitan pada ibu Yuni.


"Saya berangkat dulu bu,nanti sore saya jemput Celine pulang."kata Arga.


"Iya,nak Arga jangan khawatirkan Celine."


Lalu Arga keluar dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobil expander dengan cepat karena dia sudah di tunggu di kantor pengacara.


Selang beberapa menit,Anita datang dengan barang belanjaannya. Dia membongkar barangnya dan di bawa masuk ke dalam tokonya. Anita mendengar ada suara anak-anak yang sedang tertawa,dia masuk ke dalam rumah.


Anita heran,kenapa sepagi ini Celine ada di rumahnya? Tapi dia tidak melihat mobil Arga di depan.


Lalu Anita mendekati ketiga bocah itu,dan bertanya pada Celine.


"Celine kesini sama siapa?"tanya Anita.


"Sama papa tante."jawab Celine.


"Papanya mana?"tanya Anita lagi.


"Papa udah berangkat kerja,Celine pengen main sama kakak Chila dan abang Iko."jawab Celine lagi.


Ibu Yuni keluar dari dapur,dia melihat Anita yang kebingungan dengan Celine ada di rumahnya.


"Tadi pagi Arga mengantar Celine kesini,katanya dia ngamuk pengen main sama Chila dan Chiko. Jadi pagi-pagi di antarkan,nak Arga langsung pergi ke kantornya. Katanya lagi sibuk sekali di kantornya."kata ibu Yuni menjelaskan.


"Oh,ya udah."


Lalu Anita meneruskan kembali membereskan belanjaannya di toko.


_


_


_


❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2