IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
165. Pernikahan Marisa Dan Martin


__ADS_3

Anita dan Arga serta Celine dan anak bungsunya sudah di perjalanan menuju gereja katedral di mana Marisa dan Martin menikah di depan pendeta.


Anak-anak yang lain tidak ikut di pernikahan itu. Mereka sendiri yang tidak mau ikut, karena memang terlalu repot juga membawa banyak anak ke acara itu.


Anita sangat senang, hanya Celine yang wajib ikut serta Cheril. Celine sendiri inginnya ikut dengan kedua kakak dan adiknya, hanya di rumah. Namun dia sudah sepakat dengan Anita akan ikut ke acara pernikahannya mamanya.


Sampai di gereja, semua sudah berkumpul. Banyak sekali kerabat dan saudara yang hadir. Ibu Marisa menyambut Anita dan Arga serta cucunya, Celine.


Dia tampak senang bertemu dengaj Celine yang sekarang sudah besar.


"Celine salam dulu sama nenek." kata Anita.


Celine pun menurut, dia menyalami nenek dari ibunya Marisa, dia sangat senang bisa bertemu dengan Celine.


Ternyata mantan menantunya itu pandai sekali mencari istri, dia bisa mengurus Celine dengan baik dan tidak membedakan anak-anaknya.


Dia sebenarnya ingin meminta Celine untuk tinggal bersama dengannya. Tapi tentu saja Arga dengan keras menentang jika Celine tinggal dengan mantan mertuanya.


Acara segera di mulai, Arga dan Anita berada di urutan ketiga di jejeran bangku dan para undangan.


Sedangkan Celine sudah berdiri dengan Marisa. Marisa tampak senang dan bahagia kalau Celine mau menjadi pengiring pengantinnya.


"Mama senang kamu mau jadi pengiring pengantin mama, sayang." kata Marisa pada anaknya.


"Iya ma." jawab Celine singkat.


Dan setelah pembicaraan singkat itu, akhirnya detik-detik pengambilan janji suci segera di mulai. Alunan musik pengiring ketika sang mempelai wanita sudah masuk untuk bersanding dan mengambil janji suci di depan pendeta.


Tampak jelas Martin menatap Marisa dengan takjub, dia melihat Marisa sangat cantik. Setelah sampai di sana, Marisa di sambut oleh Martin.Mata keduanya tidak terlepas dari pandangan satu sama lain.


Mungkin mereka saling mengagumi satu sama lain dalam hati masing-masing.


Prosesi pemgambilan janji suci sangat khidmat dan sakral, tak ada suara apa pu selain suara pendeta yang memberikan wejangan sebuah pernikahan dan doa-doa untuk kedua mempelai.


Keduanya tampak bahagia, saling menatap dan tersenyum. Ada cinta di antara keduanya untuk masing-masing pasangan.


Mungkin itu perjalanan terakhir Marisa dan Martin, dan akan menyongsong hidup baru bersama.


"Kamu sangat cantik, baby." bisik Martin di telinga Marisa.


"Terima kasih, kamu juga ganteng dan gagah." jawab Marisa.


Martin melihat sekeliling, dia menangkap sepasang suami istri yang tampak bercengkrama dengan romantis, bukan bercengkaram tapi perdebatan kecil yang membuat Martin iri karena sang suami menatap istrinya penuh dengan cinta, dan terlihat sekali memuja istrinya.


"Apalah di baris ketiga itu adalah mantan suamimu dengan istrinya?" tanya Martin.


"Ya, mereka terlihat sangat bahagia kan?" tanya Marisa menatap Anita dan Arga.


"Sepertinya mantan suamimu itu terlihat sekali sangat mencintai istrinya."


"Dia mencintai istrinya sebelum menikah denganku, tepatnya mereka sepasang sahabat terpisah takdir dan di pertemukan oleh takdir juga." jawab Marisa.


Dia sekarang benar-benar menemukan jodoh yang tepat bersama Martin. Semoga saja Martin adalah laki-laki terakhir yang dia nikahi, pikir Marisa dalam doanya.


"Apa mantan pacarmu tidak hadir di sini?" tanya Marisa.


"Dia akan hadir di resepsi kita nanti di hotel. Dia sedang hamil." jawab Martin.


"Oh ya? Semoga mereka juga bahagia, begitu pun kita." kata Marisa.

__ADS_1


Dan kini saatnya mereka menuju hotel setelah acara sakral itu di laksanakan. Mobil pembawa pengantin sudah menunggu di depan gereja, lalu keduanya masuk dan langsung menuju hotel terdekat di mana mereka mengadakan resepsi pernikahan.


Acara resepsi sangat meriah, semua tampak hadir. Sandra dan Jhosua juga hadir dengan pakaian couple juga, namun perut Sandra sudah terlihat membuncit.


Di acara tersebut semua kalangan yang di kenal Marisa dan Martin hadir. Mereka yang kenal pun saling mengobrol.


Ketika Sandra sedang mengambil koktail buah, dia hampir menabrak seorang perempuan yang memakai batik.


Dia heran, kenapa perempuan itu memakai batik? Dan dia terkejut, ternyata itu Anita.


"Anita ya?" tanya Sandra menghampiri Anita yang sedang mengambil puding buah untuk anaknya.


"Oh, temannya Mourin?" tanya Anita ragu.


Dia ingat sebenarnya, hanya saja dia takut salah tebak.


"Iya benar, saya temannya Mourin." jawab Sandra.


"Waah, sedang hamil ya?"


"Iya, baru menginjak lima bulan. Emm, Anita terima kasih ya waktu suamimu memberikan cek untuk Mourin. Itu sangat berharga sekali untuk pengobatan anaknya." kata Sandra.


"Oh, iya. Saya juga berniat menyumbangkan itu untuk pengobatan anaknya Saya sebagai ibu merasa kasihan dengan anak sekecil itu harus menanggung penyakit yang sangat berat." kata Anita ikut bersedih.


"Tapi sekarang anaknya baik-baik saja, dia lebih ceria dari anak kebanyakan yang sakit." ucap Sandra.


"Oh ya? Syukurlah, semoga anaknya selalu dalam kesehatan ya. Berapa sekarang umurnya anak itu?" tanya Anita.


"Sembilan tahun, dia sekarang sekolah kelas tiga SD." jawab Sandra.


Mereka berbincang-bincang mengenai apa saja, tentang kehamilan dan juga suami-suami mereka. Kadang menyinggung Mourin yang kini masih mendekam di penjaran.


Tak lupa juga Celine pun berpamitan pada Marisa, dia juga merasa sudah senang dengan mama kandungnya. Meski neneknya selalu mengajaknya untuk tinggal bersama, tapi Celine tetap tidak mau.


"Selamat ya mbak Marisa atas pernikahannya, semoga selalu berbahagia dan cepat di beri momongan." kata Anita memberi selamat.


"Iya, terima kasih mbak Anita. Dan juga mas Arga, terima kasih juga kalian mau membujuk Celine untuk mau jadi 0engiring pengantin tadi pagi." ucap Marisa.


"Ya sudah, kami pulang dulu. Nanti malam kami harus kembali ke kampung."


"Iya, sekali lagi terima kasih atas kedatangan kalian di pernikahanku."


Setelah bersalaman dan saling memeluk serta memberi ucapan selamat pada Marisa, kini Arga dan Anita segera meninggalkan acara resepsi pernikahan Marisa.


Dan kebetulan Cheril anaknya rewel karena banyak sekali orang-orang yang tidak di kenalnya sehingga anak kecil itu mulai rewel


Atau mungkin merasa mengantuk, karena sejak dari gereja sampai di hotel Cheril belum tidur.


_


Sampai rumah benar saja Cheril langsung tidur, tapi sejak di perjalanan sudah tidur di jalan. Celine sendiri juga kelelahan, dia hanya diam saja ketika di mobil.


"Kakak Capek?" tanya Anita pada Celine.


"Iya ma, ternyata tamunya banyak ya." kata Celine.


"Iya, kan mamanya Celine punya karyawan juga. Suaminya juga, jadi mereka semua hadir di acaranya mama Marisa." jawab Anita.


Kini Celine turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Mereka di sambut oleh anaknga Kevin.

__ADS_1


"Mama sama papa kok lama banget sih?" tanya Kevin dengan mimik cemberutnya.


"Iya bang, kan acaranya juga lama. Memangnya kenapa abang cari mama sama papa?" tanya Anita.


"Ya kan katanya mau jalan-jalan?"


"Siapa yang bilang?"


"Papa ma, kemarin papa bilang mau jalan-jalan pulang dari kondangan." jawab Kevin.


"Ya udah sana minta sama papa, tuh papa baru keluar dari kamar." kata Anita.


Kevin menoleh ke arah papanya, dan berlari ke arah Arga.


"Papa! Ayo jalan-jalan."


"Sebentar sayang, papa mau ambil kunci dulu. Panggil kakaknya dan abangnya ya."


"Horeee, kita jalan-jalan!"


Kevin lalu memanggil semua kakak-kakaknya untuk jalan-jalan bersama dengan Arga dan Anita.


_


Sampai di rumah, kini Anita merasakan badannya tidak enak sekali. Setiap pagi rasanya mual. Dia mengingat lagi waktu masa suburnya dua minggu yang lalu ketika sedang di kota.


Dia lupa membawa pil kontrasepsi, sehingga ketika Arga memintanya waktu itu sedang subur.


Dan sekarang, sudah tiga minggu. Bisa jadi dia merasakan hamil lagi. Rasa kesal di hatinya ketika semua rasa mual itu hadir lagi di paginya itu.


Tanpa membuang waktu, dia memgambil alat tes kehamilan yang setiap kali dia sediakan di kamar mandinya.


Dan benar saja, dua garis merah muncul di sana.


"Argaaaaa!!!!"


Arga bangun dari tidurnya lalu dengan secepat kilat menuju kamar mandi.


"Ada apa sayang?"


"Kamu apa-apaan sih?"


"Kenapa memangnya?"


"Aku hamil lagiiiii!!"


_________________ the end _________________


~> tunggu sepenggal kisah Anita dan Arga selanjutnya ya di kisahnya ELANA...


~> terima kasih semuanya, sampai jumpa di kisah ELANA akhir bulan depan yaa..😉😊❤❤❤🙏🙏🙏


_


_


_


❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2