IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
73. Kebenaran


__ADS_3

Arga bersiap untuk jalan-jalan dengan Anita dan anak-anaknya. Meski pun hatinya gelisah dan tidak enak, tapi dia tidak mau mengecewakan semua orang.


"Pa, kita mau jalan-jalan kemana?" tanya Celine ketika mereka naik mobil menuju rumah Anita.


"Ke kebun binatang, sayang." jawab Arga.


"Asyik pa, nanti bisa lihat macam-macam binatang ya pa?" tanya Celine lagi.


"Iya." Arga menjawab singkat.


Mobil Arga berhenti tepat di depan rumah Anita, Chila dan Chiko sudah menunggunya di teras. Setelah tahu mobil Arga datang, kedua bocah itu berlari menghampiri mobil Arga dan memanggil Celine yang membuka kaca jendela mobil memanggil Chila dan Chiko.


Arga tersenyum, sejenak dia melupakan masalah Marisa yang datang ke rumahnya. Dia lalu turun dan menghampiri kedua bocah itu.


"Mama kemana?" tanya Arga pada Chila.


"Ada om di dalam." jawab Chila.


Lalu Arga melangkah menuju rumah Anita, dia masuk ke dalam. Di sana dia melihat Anita sedang merapikan kotak bekal makanan mereka. Senyum Arga mengembang, dia menghampiri Anita.


"Sudah siap?" tanya Arga mengambil tas bekal makan nanti di sana.


"Iya, sudah. Tinggal nunggu kamu aja." kata Anita sambil tersenyum manis di mata Arga.


Aah, rasanya damai jika melihat Anita tersenyum seperti itu. Gumam Arga dalam hati.


"Anita, boleh aku memelukmu?" tanya Arga.


Anita menaikkan satu alisnya, dia kemudian celingukan ke kanan dan ke kiri. Membuat Arga jadi tersenyum lucu melihat Anita seperti itu. Dia tahu jika siang hari Anita akan malu di peluk Arga, apa lagi ketahuan anak-anaknya.


Tapi Arga tidak peduli, saat ini dia ingin memeluk Anita. Dia menarik lengan Anita dan mendekapnya erat. Dia belum berani bercerita pada Anita, namun nanti dia akan bercerita pada Anita tentang Marisa.


Anita sendiri heran kenapa Arga meminta memeluknya, tapi dia diam saja. Mungkin dia rinduku, gumam Anita dalam hati.


Setelah lama berpelukan, Arga melepas pelukannya pada Anita dan tersenyum padanya.


"Terima kasih ya, aku lega sekarang." ucao Arga.


Anita membalas senyuman Arga, heran sebenarnya tapi dia mengabaikan pikirannya itu lalu mengangguk pelan.


Kini keduanya keluar dan menuju mobilnya. Hari sudah nampak siang, pukul sebelas mereja baru berangkat jalan-jalan ke kebun binatang sesuai permintaan anaknya itu.


"Kak Chila, apa di sana binatangnya galak?" tanya Celine ketika mobil sudah di jalan.


"Ngga kok, ada yang baik juga. Yang galak itu monyet, kalau di kasih makan pasti teriak-teriak." jawab Chila.


Anita dan Arga hanya tersenyum saja mendengar percakapan ketiga anak itu. Rasanya seperti keluarga sebenarnya, Arga sudah tidak sabar ingin melamar Anita. Namun ada saja gangguannya, tapi dia akan segera menyelesaikannya secepatnya.


_


Sore hari, Marisa berkunjung ke rumah Anita, tampak rumah itu sepi. Tokonya juga tutup rapat.


"Kok sepi sih, kemana ya mbak Anita?" tanya Marisa berbicara sendiri.


Tapi jendela depan buka, berarti ada orang di dalamnya. Pikir Marisa.

__ADS_1


Dia lalu melangkah menuju teras rumah dan mengetuk pintu rumah Anita.


Tok tok tok


Marisa mengetuk pintu keras. Belum ada jawaban apa lagi suara orang keluar. Sekali lagi Marisa mengetuk pintu, dan tak lama keluar ibu Yuni. Dia heran ada yang bertamu ke rumahnya.


Ibu Yuni menatap Marisa heran, siapa perempuan ini?


"Selamat sore bu, apa mbak Anitanya ada?" tanya Marisa ramah.


"Anitanya tidak ada, sedang jalan-jalan sama anak-anaknya." jawab ibu Yuni.


"Ooh, kira-kira pulang kapan ya bu?" tanya Marisa lagi.


"Mungkin sebentar lagi, karena sudah sore juga ini." jawab ibu Yuni lagi.


"Emm, boleh saya menunggu sebentar bu?" tanya Marisa lagi.


"Ya kalau tidak keberatan menunggu lama ya silakan saja. Tapi biasanya kalau jalan-jalan itu pasti sore pulang." kata ibu Yuni.


"Baik bu, saya tunggu aja di sini ngga apa-apa." ucap Marisa.


Dia ingin bertemu Anita, menceritakan tadi pagi dia bertemu dengan mantan suaminya.


Marisa duduk di kursi teras, sedangkan ibu Yuni masuk ke dalam membuatkan minuman untuk Marisa dan cemilan.


Tak berapa lama, ibu Yuni membawa nampan berisi secangkir teh manis hangat dan cemilan.


"Silakan di minum mbak, maaf cuma adanya seperti itu." kata ibu Yuni basa basi.


"Iya bu, tidak apa-apa. Maaf saya merepotkan."


"Iya, silakan bu."


Lalu ibu Yuni masuk dan Marisa menyeruput teh manis hangatnya. Dia memang sedang haus, makanya dia langsung meminum teh manis hangat itu.


Waktu terus berjalan, Marisa masih setia menunggu Anita pulang dari jalan-jalan. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Dia mulai gelisah, karena hari sudah sangat sore.


Sabar lima menit lagi, pikir Marisa. Tapi sampai sepuluh menit, Anita belum juga pulang. Akhirnya Marisa pamit pulang pada ibu Yuni, dia besok akan ke sini lagi bertemu Anita.


Dan Marisa pergi dari rumah Anita, dia menunggu ojek lewat di jalan itu. Tak lama ojek lewat di depan, dia menyetop tukang ojek itu.


Ketika Marisa menaiki ojek, mobil Arga lewat tepat di depannya, dan berhenti di depan rumah Anifa.


"Bang, tunggu dulu bang." kata Marisa.


Dia turun dari motornya, Marisa hendak menghampiri Anita. Namun langkahnya terhenti ketika melihat siapa laki-laki yang turun dari mobil itu dan membawakan tas Anita untuk ke dalam rumah Anita. Marisa tertegun melihat mantan suaminya itu bersama dengan Anita.


"Apa mas Arga kenal dengan mbak Anita?" gumam Marisa.


Tiba-tiba hatinya kecewa, dia lalu menaiki ojek lagi dan pergi dari jalan itu pulang ke kontrakannya dengan hati kecewa dan sedih. Kini hatinya tambah kacau, belum juga dia mendapatkan pengakuan dari Celine bahwa dia mamanya.


Sampai di kontrakan, Marisa langsung berbaring. Pemandangan tadi membuatnya jadi perih hatinya. Ternyata Anita mengenal mantan suaminya, bahkan lebih akrab.


"Apa jangan-jangan mbak Anita dan mas Arga ada hubungan?" gumam Marisa.

__ADS_1


Marisa terus berpikir tentang mereka berdua. Hingga rasa kantuknya datang. Namun sempat dia berpikir untuk besok, kaalu dia akan datang lagi ke rumah Arga sepagi mungkin untuk bertenu dengan Arga. Dan sepulang dari sana, dia akan ke rumah Anita.


_


Anita duduk di ruang tivi, dia menonton tivi karena dia belum mengantuk. Ibu Yuni menghampiri Anita yang sedang duduk memperhatikan tontonan di televisi.


"Anita, kamu belum tidur?" tanya ibu Yuni membawa setoples keripik pisang dan secangkir kopi untuknya dan Anita.


Di letakkan di meja, kopi di seruputnya pelan.


"Belum bu, aku belum ngantuk." jawab Anita mengambil keripik pisang lalu di masukkan ke mulutnya dan di kunyah.


"Oh ya, tadi sore ada yang cari kamu." ucap ibu Yuni sekalian mengambil keripik singkong.


"Siapa bu, Eros?" tanya Anita masih mengunyah keripik singkongnya.


"Bukan, dia perempuan. Ibu lupa tanya namanya."


Anita berpikir, siapa ya. Atau jangan-jangan itu Marisa?


"Dia orangnya cantik bu?" tanya Anita.


"Iya, rambutnya lurus dan di ikat ke belakang." terang ibu Yuni.


"Dia Marisa sepertinya bu." kata Anita.


"Marisa siapa?"


"Teman ketemu di pantai dulu. Dia ke sini mau mencari anaknya dan ingin bertemu mantan suaminya."


"Dia janda?"


"Ya, janda seperti aku bu."


"Ooh, tadi kelihatannya dia penting banget mau ketemu kamu. Sampai sabar menunggu kamu pulang. Tapi pas dia pergi kamu pulang. Apa mungkin kamu melihat ada siapa itu tadi?"


"Marisa."


"Ya, dia soalnya baru saja pergi mobil Arga datang. Kemungkinan dia tahu kamu datang Anita." ucap ibu Yuni.


"Tapi tadi Marisa tidak menemuimu jika dia melihatku bu. Mungkin ojeknya cepat datang dan langsung pulang." kata Anita.


"Ya, bisa jadi."


Lalu ibu dan anak itu mengobrol sampai larut di temani cemilan keripik pisang dan secangkir kopi. Hingga lupa waktu sudah larut malam.


"Ibu mengantuk, ibu masuk kamar dulu." kata ibu Yuni.


"Iya bu, sebentar lagi juga aku masuk." kata Anita.


Dan benar, tak berapa lama Anita mematikan chanel televisi dan dia masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Karena besok dia akan ke pasar seperti biasa.


_.


_

__ADS_1


_


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2