
Arga menatap kedua anak Anita yang sangat senang berenang,apa lagi bertemu dengan Celine.
"Bu,saya mau tanya tentang Anita,kenapa Anita bercerai?"tanya Arga.
"Suaminya dulu selingkuh dengan bosnya. Setelah dapat jabatan tinggi dia selingkuh dengan bosnya. Begitu cerita Anita sama ibu. Dan sejak melahirkan anak-anaknya jarang sekali di ajak bermain,Rendi mantan suami Anita tidak dekat dengan anak-anaknya.
Baru setelah mereka bercerai,katanya Rendi sering bertemu dan mengajak anak-anaknya liburan. Itu juga seringkali mengingkarinya. Mungkin namanya anak kandung yang punya ikatan batin sama papanya,mereka seringkali menanyakan papanya.
Padahal papanya tidak pernah memberinya kabar. Dia sudah menikah barangkali dan sudah bahagia,makanya melupakan Chila dan Chiko. Kasihan kedua anak itu,selalu di ledek teman-teman bermainnya.
Ibu kadang sedih jika Chiko pulang menangis karena di ledek temannya papanya tidak pernah datang. Anita berusaha tegar,tapi sebenarnya dia rapuh. Dia hanya mengalihkan rasa sakit hati dan sedihnya sengan menyibukkan diri dengan berdagang."ibu Yuni diam,dia terisak mengingat anaknya yang berusaha tegar mengurus dan menjaga kedua anaknya.
Arga yang mendengarkan cerita ibu Yuni jadi kasihan. Cerita rumah tangganya tidak jauh beda dengan Anita,di selingkuhi dan dia pergi dengan selingkuhannya,begitu pun Anita.
"Oh ya nak Arga,kata Anita nak Arga juga bercerai dengan istrinya?"tanya ibu Yuni.
"Iya bu,saya juga sama dengan Anita,bercerai karena di selingkuhi."jawab Arga.
Keduanya diam,memandang kembali anak-anak yang sedang asyik bermain air.
"Nak Arga,apakah ada niatan untuk mencari pemdamping lagi?"tanya ibu Yuni tiba-tiba.
"Eh,apa bu?"tanya Arga,dia tahu pertanyaannya namun karena dia melamun jadi menanyakan lagi pertanyaannya.
"Apa nak Arga ada niatan untuk mencari pendamping lagi?"tanya ibu Yuni lagi.
"Iya bu,ada. Tapi saya belum ada pandangan siapa yang nanti menjadi pendampingku nanti. Dia juga harus menerima Celine sebagai anaknya."
"Setiap laki-laki dan juga perempuan yang sudah tidak punya pasangan namun sudah punya anak,ya yang di cari pasti yang menerima anaknya,karena akan hidup selamanya."
"Iya bu,saya sedang mencari orang itu,yang menerima Celine dan pekerjaanku yang kadang padat sekali di kantor mengurusi orang yang mau di tolong."
"Iya,betul nak Arga."
Diam lagi keduanya.
"Bagiamana dengan Anita nak Arga?"
Kini Arga kaget,sejujurnya dia juga mau mendekati Anita tapi waktunya sangat tidak pas dengan keadaan. Apa dia akan datang di waktu malam saja ya?pikir Arga
__ADS_1
"Saya tidak tahu bu,apakah Anita mau dengan saya."kata Arga,tiba-tiba saja dia jadi rendah diri.
Memang benar,untuk mendekati perempuan yang pernah di sakiti itu sangat sulit di yakinkan,apa lagi jika sudah ada anak. Jika bisa mereka tidak akan mau menikah lagi kalau sudah ada penghasilan lebih besar. Buat apa menikah jika nantinya akan tersakiti lagi,apa lagi yang pernah trauma dalam rumah tangga.
"Ibu akan coba bantu nak Arga jika memang nak Arga sungguh-sungguh dengan Anita. Memang tidak akan mudah,namun kita berusaha dan berdoa maka Tuhanpun akan memberi jalan dengan niat baik kita. Tidak ada yang mudah untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki nak Arga. Takdir memang di tentukan oleh Tuhan,namun kita di wajibkan untuk berusaha dan berdoa."ucap ibu Yuni panjang lebar.
Arga yang mendengar perkataan ibu Yuni semakin yakin kalau dia akan mengejar Anita. Mereka sama-sama tersakiti,dan mereka juga pasti belajar dari pengalaman masing-masing dari kisah rumah tangga mereka.
"Iya bu,saya ingin mendekati Anita lagi. Sejujurnya dulu juga saya suka sama Anita,tapi karena jarak dan waktu tidak bisa memberi kesempatan saya untuk mengejar Anita."ucap Arga.
Ibu Yuni tersenyum,dia lalu memberi sebuah jeruk pada Arga. Arga menerimanya lalu mengelupasnya dan memakannya.
"Seperti buah jeruk,terlihat dari luar itu warnanya sangat mencolok dan ingin memakannya semua. Tapi kita tidak tahu apakah jeruk ini rasanya asem atau manis,sama dengan kehidupan rumah tangga.Kelihatannya terlihat harmonis tapi di dalamnya masih terdapat dua perasaan yang berbeda.Ada suka dan ada duka,semuanya adan dalam jeruk,manis dan asam.Suka dan duka ada di dalam kehidupan rumah tangga. Jadi bagaimana kita menyikapinya,bagaimana kita makan jeruk itu,nak Arga paham maksud ibu?"
"Iya bu,saya tahu. Memang seperti itu kehidupan."
Lama mereka berbincang,hingga siang menjelang mereka makan bersama dengan bekal masing-masing. Senda gurau ketiga anak itu terua saja terjadi. Sampai acara renang selesai dan ibu Yuni serta kedua anak Anita di antar pulang ke rumahnya.
_
Ibu Yuni memandang anaknya dari jauh,Anita begitu sibuk melayani pembeli dari pagi hingga sore hari. Ibu Yuni merasa kasihan pada Anita,dia ingin anaknya dan kedua cucunya bahagia dengan pendamping dan ayah sambung walau bukan ayah kandung. Tapi dia harus menyayangi ketiganya.
"Ibu dari mana?"tanya Anita pada ibu Yuni yang baru masuk ke dalam rumah.
"Dari tetangga sebelah,hanya mengobrol iseng aja."jawab ibu Yuni.
"Oh."
Setelah selesai,Anita memandikan anak-anaknya lalu dirinya pun mandi setelah mendandani Chila dan Chiko.
"Kamu masak apa sore tadi?"tanya ibu Yuni.
"Masak tahu goreng sama ayam kecap bu. Anak-anak minta ayam kecap,jadi aku buatnya tahu goreng dan ayam kecap."
"Ibu mau makan,apa anak-anak sudah makan?"
"Belum,nanti katanya setelah selesai film kartun di TV selesai."
"Anita,ibu mau bicara sama kamu."kata ibu Yuni.
__ADS_1
"Ada apa bu?"
"Duduklah dulu sini sama ibu."
"Kelihatannya serius banget."kata Anita.
"Iya,ibu mau bicara serius. Apa kamu tidak memikirkan ingin menikah?"tanya ibu Yuni.
Anita diam,dia bingung harus jawab apa. Dia sejujurnya lelah harus bekerja sendiri,mengurus anak dan rumah. Tapi dia tidak mau sepeti dulu dengan Rendi. Rendi menceraikannya karena Anita tidak bisa mengurus diri sendiri. Sekarang pun Anita tidak menurus wajahnya dengan baik,hanya saja dia lebih kurus dari setelah melahirkan Chila dan Chiko.
Wajah Anita memang tidak terlalu cantik,tapi lebih manis jika di pandang.
"Anita,sebaiknya kamu pikirkan diri sendiri."
"Iya bu,aku akan memikirkan diriku sendiri. Aku bahagia melihat anak-anak senang dan tumbuh dengan sehat,itu sudah cukup bagiku bu."
"Ibu tahu,tapi ibu ingin kamu menikah lagi. Carilah laki-laki yang dekat denganmu."
"Aku tidak punya teman laki-laki yang dekat bu."
"Apa nak Arga bukan teman dekat kamu?"
"Ya,dia sibuk. Mana bisa dia terus dekat denganku."
"Nak Arga dulu kan sahabat kamu. Tapi kenapa sekarang jadi jarang bertemu."
"Dia punya pekerjaan bu,dulu itu kan sekolah. Beda sekarang dan dulu bu."
"Ya baiklah terserah kamu saja. Tapi ibu minta jika ada yang mendekatimu jangan di tolak. Mungkin Rendi tidak bisa jadi papanya anak kamu tapi bukan berarti laki-laki lain tidak bisa jadi papanya anak kamu. Mereka juga butuh figur ayah,Anita. Tolong pikirkan anak-anak juga."kata ibu Yuni.
Setelah perbincangan sore itu,mereka kemudian makan malam bersama seperti biasanya.
_
_
_
❤❤❤❤❤
__ADS_1