IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
38.Dua Laki-Laki


__ADS_3

Seperti tadi malam Arga menelepon, dia kinj sudah ada di depan rumah Anita, namun rupanya rumah sepi. Kemana meraka?


"Pa, kok sepi sih rumahnya?" tanya Celine.


"Ngga tahu sayang, kemana mereka."


"Coba papa telepon tante Anita."


"Ya."


Baru saja Arga mengambil ponselnya, motor Anita masuk ke halaman rumahnya dengan membonceng kedua anaknya.


Arga memasukkan lagi ponselnya dan menatap Anita sambil tersenyum. Ada rasa rindu di hatinya,dua minggu dia tidak melihat Anita karena kesibukannya.


Arga menghampiri Anita, membantu menurunkan anaknya di belakang.


"Kak Chila dan bang Iko dari mana?" tanya Celine pada keduanya.


"Habis daftar sekolah. Kakak sama Iko mau sekolah bulan depan." jawab Chila.


"Pa, Celine juga mau sekolah." ucap Celine pada papanya.


"Iya nanti ya. Memang ada play group di sana?" tanya Arga pada Anita.


"Ada juga kok. Kalau Iko sama Chila masuk TK." jawab Anita.


"Celine mau sekolah pa, kaya kakak Chila."


"Iya nanti papa daftarkan."


"Ayo masuk Ga, ngga enak berdiri di sini." ajak Anita.


Lalu mereka masuk semua ke dala rumah. Ketika Anita dan Arga masuk, mobil Rendi masuk juga di halaman rumah.


Dari dalam mobil Rendi menatap Anita dan Arga dengan tatapan tidak suka.


Anita melihat Rendi keluar dari mobilnya dan menghampiri Anita.


"Hai Anita." sapa Rendi.


"Ya, mas." jawab Anita kaku.


Arga menatap Rendi dengan dingin, Anita menoleh ke arah Arga yang masih diam dan menatap Rendi. Dan Rendi pun sama, keduanya seolah menunjukkan kecurigaan pada masing-masing dirinya. Membuat Anita jadi serba salah.


"Eemm mas Rendi mau bertemu anak-anak?" tanya Anita ragu dan takut, meliirk Arga.


"Ya, aku mau ketemu anak-anak." jawab Rendi.


"Anak-anak ada di dalam sedang main." jawab Anita.


Dengan enggan Rendi masuk ke dalan rumah, masih menatap Arga dengan tatapan datar.


Arga di tarik tangannya oleh Anita untuk duduk di bangku depan rumah. Rendi melihat Anita menarik tangan Arga menghentikan langkahnya.


Tapi kemudian dia masuk ke dalam rumah, pikirannya kacau. Tapi kemudian menghampiri kedua anaknya yang sedang bermain dengan Celine.


"Iko, Chila." Rendi memanggil kedua anaknya.


Chiko dan Chila menoleh ke arah Rendi. Kemudian Chiko berlari kearah Rendi.


"Papa..!"


Rendi menangkap Chiko dan memeluknya, dia tertawa senang. Sedangkan Chila masih ragu untuk mendekat pada Rendi.


"Sini kak, papa mau peluk kakak." ucap Rendi merentangkan tangannya.


Perlahan Chila mendekat, masih ragu. Namun akhirnya dia memeluk Rendi sambil menangis.


"Maafkan papa ya kak." kata Rendi lagi.


Chila memgurai pelukannya dan kembali menemani Celine yang sejak tadi memandang Chila dan Chiko di peluk Rendi.


"Kak Chila nangis?"


"Ngga."


Rendi tersenyum, lalu dia duduk di kursi sembari melihat keluar apakah Anita masih bersama laki-laki itu.


"Iko, itu yang sama mama Siapa?" tanya Rendi menyelidiki.


"Om Arga, papanya Celine." jawab Chiko polos.


Rendi diam, dia mengeluarkan sesuatu dari paperbag yang dia bawa tadi.

__ADS_1


"Lihat, papa bawa apa buat Iko?" memamerkan sebuah robot besar pada Chiko.


"Waaah, papa bawa robot besar buat Iko?" tanya Chiko dengan antusias mengambil mainan robot itu dari tangan Rendi.


"Iya, itu buat Iko dan boneka beruangnya buat kak Chila. Nih, kasih sama kak Chila." kata Rendi.


Chiko mengambil boneka beruang itu dan memberikannya pada Chila.


Kedua anak itu senang dengan pemberian Rendi. Mereka bermain bersama. Sedangkan Anita masih mengobrol dengan Arga.


Arga sendiri sebenarnya dia buru-buru, namun ada Rendi mantan Anita jadi dia tunda dulu ke kantornya. Dia ingin memastikan Anita tidak kembali lagi pada mantan suaminya itu.


"Anita, dia mantan suamimu?" tanya Arga.


"Iya." singkat jawab Anita.


"Apa dia mau kembali lagi padamu?" tanya Arga lagi, namun sedikit ragu.


"Aku tidak tahu. Kurasa dia hanya ingin menjenguk anak-anak saja."


"Ku harap begitu. Aku hanya khawatir sama kamu."


"Khawatir apa?"


"Kamu kembali lagi dengan mantan suamimu."


Anita diam tidak menjawab, dia sendiri masih bingung. Tapi dia berusaha untuk bersikap tenang.


"Anita?"


"Ya?"


"Aku masih menunggu jawabanmu."


"Aku pasti menjawabnya, tapi nanti. Bersabarlah, aku masih belum membicarakan pada anak-anak dan ibu. Tapi nantk jika jawabanku membuatmu kecewa, aku minta maaf sebelumnya." kata Anita, masih memberikan teka teki pada Arga.


"Aku tahu, kamu bingung karena mantan suamimu datang?"


Kembali Anita diam tidak menjawab pertanyaan Arga, membuat Arga pesimis. Namun dia tidak mau menyerah, dia akan sering berkunjung ke rumah Anita.


"Apa kamu tidak masuk kantor?"


"Ya, ini mau berangkat. Aku titip Celine sama kamu."


"Sore aku jemput Celine. Ya udah, aku berangkat."


Setelah melambaikan tangan pada Anita, Arga naik mobilnya dan melajukannya dengan kencang.


_


Rendi masih di rumah Anita, ibu Yuni kebetulan sedang pergi ke rumah saudaranya yang akan menikah di tetangga kampung. Rencananya menginap selama dua hari menjelang pernikahan.


Jadi selama datang ke rumah Anita, Rendi tidak bertemu dengan mantan mertuanya itu. Rendi asyik sekali bermain dengan kedua anaknya.


Anita sendiri agak risih, karena dia takut tetangga menggunjingkannya akan kembali lagi dengan mantan suaminya itu.


Seperti sekarang, seperti biasa ibu Idah selalu penasaran jika Anita kedatangan tamu laki-laki. Dia akan pura-pura berbelanja di toko Anita.


"Beli apa bu Idah?" tanya Anita.


" Emm beli sabun aja bu Anita."


"Oh, sebentar ya."


"Iya, oya bu Anita. Itu yang di dalam papanya si kembar ya?"


"Iya bu Idah."


"Mau balikan lagi sama papanya si kembar bu?"


Anita tersenyum saja, dia membungkus sabun yang di beli ibu Idah.


"Ada lagi ngga bu?"


"Tapi kemarin saya lihat ada papanya temannya si kembar yang biasa main kesini. Siapa ya bu Anita namanya?"


Anita menghela nafas panjang, kesal juga dia dengan ibu Idah.


"Ibu Idah mau beli apa lagi?" tanya Anita masih sabar.


"Oh ya, namanya pak Arga ya. Yang pengacara itu. Wah, hebat ya bu Anita. Di dekati mantan suami yang direktur lalu sama pengacara juga."


Anita diam saja, dan kebetulan ada pembeli lagi. Anita langsung meladeni pembeli itu dari pada meladeni inu Idah.

__ADS_1


"Mbak mau beli apa?"


"Berapa bu Anita sabunnya?"


"Sepuluh ribu rupiah bu Idah."


"Ini uangnya ya, emm si kembar kayaknya dekat banget dengan pak pengacara itu."


"Mbak beli apa?"


"Saya beli beras sama gula bu."


"Oh ya,sebentar."


Anita melayani pembeli lain, dia mengabaikan ibu Idah. Lalu ibu Idah pergi karena tidak di hiraukan Anita.


"Ibu Idah memang begitu bu Anita." kata pembeli namanya mbak Ina.


"Iya mbak, aku malas meladeni ibu Idah."


"Tapi ya gitu, selalu cari alasan untuk cari tahu gosip dengan pura-pura beli."


Anita tersenyum lalu dia memberikan belanjaan itu pada Ina,.


"Dua puluh lima ribu semuanya."


Ina memberikan uang pas pada Anita. Dan Anita masuk ke rumah setelah tidak ada pembeli lagi. Dia melihat Rendi sedang menelepon seseorang. Melihat Anita datang, Rendi memutuskan teleponnya.


"Kamu makan dulu mas." kata Anita.


"Iya."


Mereka pun masuk ke ruang makan. Di sana hanya mereka berdua saja, sedangkan anak-anak sedang bermain di depan.


Anita mengambilkan makanan untuk Rendi, Rendi memperhatikan Anita melayaninya, dia teringat dulu ketika di rumahnya di kota. Anita melayaninya dengan telaten, seperti sekarang.


"Terima kasih."


Rendi makan dengan lahap.


"Kamu tidak kerja mas?" tanya Anita.


"Aku ambil satu minggu." jawab Rendi.


"Oh, kamu menginap di mana?"


"Aku menginap di motel dekat sini juga."


"Besok sebaiknya jangan kesini, biar aku antar anak-anak ke motel kalau kamu ingin bermain dengan mereka."


"Kenapa?"


"Aku tidak enak dengan tetangga."


"Jangan pikirkan tetangga. Aku kesini juga karena bertemu anak-anak. Apa salahnya?"


Anita diam, dia memang tidak berhak melarang Rendi datang untuk menjenguk anaknya. Lagi pula hanya seminggu di kampung ini.


"Ibu kemana?" tanya Rendi.


"Ibu sedang ke rumah saudaranya di kampung tetangga." jawab Anita.


"Apa ibu marah sama aku?" tanya Rendi lagi.


Anita diam saja, 'kamu pikir ibu senang kamu datang ke rumah dengan tiba-tiba?' ucap Anita dalam hati.


"Anita, tadi pagi siapa laki-laki itu?"


"Dia temanku waktu SMA dulu."


"Mantan pacar kamu?"


"Bukan. Kenapa kamu tanya-tanya?"


" Tidak apa-apa."


Percakapan mereka terpotong karena Chiko dan Celine seperti biasa berebut mainan. Hingga Celine menangis dan memgadu pada Anita.


_


_


_

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2