
Sampai di rumah Anita langsung membopong anaknya yang terlelap di perjalanan.Setelah dia membayar taksi online,dia bergegas masuk ke dalam rumah.
Anita di sambut anak sulungnya,Chila yang sudah rapi dan wangi.
"Mama!"teriak Chila memeluk Anita.
Anita terhuyung karena menggendong Chiko yang masih tertidur.
"Eh kakak Chila,nanti mama jatuh jangan di dorong.Nih lihat adek Chiko sedang tidur.Mama mau bawa adek ke kamar dulu ya."kata Anita.
Dia berlalu di hadapan Chila,anak kecil itu mengikuti ibunya dari belakang sampai kamar.
Anita membaringkan Chiko di tempat tidurnya dengan hati-hati.Setelah selesai,dia kemudian keluar dengan menggiring anaknya.
"Kakak Chila nangis ngga di tinggal mama di rumah sakit?"tanya Anita mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi anaknya.
"Ngga ma,kakak pintel.Kan ada mbak Noni yang temani kakak di lumah."kata Chila dengan cadelnya.
Walaupun dia baru berumur hampir dua tahun,tapi Chila bisa di ajak ngobrol.
"Duh pinter banget sih anak mama.Cup."Satu kecupan mendarat di pipi anaknya itu.
"Ma,eyang sepuh ada di lumah."ucap Chila lagi.
"Oh,eyang sepuh sudah datang?"tanyaku.
"Iya,lagi tidul di kamal."
"Mbak Noni kemana?"
"Beli pampes kakak kelual."
"Kakak udah makan?"
"Udah."
Tak lama Noni masuk membawa bungkusan pampers yang dia beli di minimarket terdekat.
"Oh,ibu sudah datang?"tanya Noni.
"Iyq Non,kata dokter Chiko hanya butuh kontrol aja setiap minggunya.Apa bapak setiap hari pulang Non?"tanya Anita ragu.
"Kemarin aja pulang bu,mengambil baju-baju eyang sepuh dari rumahnya.Katanya eyang sepuh mau tinggal di sini selama sebulan."kata Noni.
"Iya.Tapi selama ayah di rumah,apa bapak suka pulang?"dia takut nanti Rendi jarang pulang walau di rumahnya ada ayahnya.
"Yang saya dengar waktu bilang sama eyang sepuh sih,katanya menemani ibu di rumah sakit.Jadi eyang sepuh pikir tidak pulang karena menemani ibu di rumah sakit.maaf saya menguping bu."kata Noni.
Anita menghela nafas panjang,ternyata Rendi berbohong juga sama ayahnya sendiri.Dia benar-benar tidak mau menemuiku.Bahkan tidak peduli anaknya yang sedang sakit.
Di rumah sakit juga hanya waktu itu saja dia datang ketika ayahnya memanggilnya ke rumah sakit.
Mas Rendi benar-benar tidak peduli padaku,pikir Anita.
"Bu,apa ibu pulang sama bapak?Kok mobilnya tidak ada?"tanya Noni pelan.
Pasrah sudah Anita,Rendi benar-benar sudah tidak peduli lagi padanya.Anita menunduk,lalu menghela nafas panjang.
"Saya pulang naik taksi online Non.Seperti biasa,bapak ingkar janji lagi."kata Anita lirih.
__ADS_1
"Bapak tidak menjemput?"tanya Noni.
"Iya.Tapi kamu jangan bilang sama ayah ya,saya takut ayah akan kecewa sama anaknya."pinta Anita.
"Iya bu."jawab Noni.
Anita pun masuk ke dalam kamarnya,melihat apakah Chiko sudah bangun.Ternyata anak itu masih tertidur pulas,mungkin pengaruh obat yang dia minum sebelum pulang.
_
Malam hari Rendi baru sampai di rumahnya.Dia seperti biasa melupakan janjinya menjemput Anita di rumah sakit.Walau Anita kesal,namun dia tidak mau membahasnya karena ada mertuanya di sini.
Dia merasa tidak enak jika harus berdebat walau kecil dengan suaminya di depan mertuanya.Dia lebih memilih diam dan meladeni mertuanya makan malam.
"Ayah mau saya ambilkan apa?"tanya Anita yang menyiapkan nasi di piring.
"Sayur buncis aja sama ikan goreng "jawab pak Hendri.
Rendi memperhatikan interaksi antara menantu dan mertua.Jika seandainya Mourin yang di posisi Anita,dia akan sangat senang.Pikir Rendi.
Lalu dia mendekat di meja makan,bergabung dengan istri dan ayahnya.Rendi duduk di kursi yang biasa dia duduk untuk makan.
Anita mengambil piring menyiapkan untuk suaminya.Setelah terisi,Anita meletakkannya di hadapan Rendi.
"Mau di ambilkan apa mas?"tanya Anita.
"Biar aku sendiri yang ngambil,kamu makan aja."kata Rendi.
Anita menatap suaminya,lalu dia ikut makan.Mengisi piringnya dan mengambil lauk tumis buncis dan ikan goreng sama dengan mertuanya.
Di sela-sela makannya,pak Hendri melirik anaknya yang makan seperti terburu-buru.
"Ngga apa-apa yah,saya hanya lapar aja.Jadi enak rasanya."kata Rendi sekenanya.
"Memang masakan Anita itu enak dari dulu.Kamu aja yang jarang menikmati masakan Anita.Sering makan di luar."kata pak Hendri menyindir anaknya.
Rendi diam saja,dia melirik Anita yang hanya menunduk menikmati makanannya.Tidak terpengaruh dengan ucapan mertuanya yang memuji masakannya.
Dia akui dalam hati,masakan Anita memang enak.Dia bahkan jarang makan di rumah akhir-akhir ini.
Satu deringan telepon berbunyi,Rendi melirik ponselnya melihat siapa yang meneleponnya.Pak Hendri pun ikut melihat nama yang tertera di ponsel Rendi yang berbunyi tadi.
Rendi cepat-cepat mengambil ponselnya dan beranjak dari kursinya menuju ruang kerjanya.Dia mengangkat teleponnya di saja.
seperti biasa,dia akan merasa sendiri menikmati dunianya di ruang kerjanya itu.
Anita menghembuskan nafas panjang,lalu dia menyelesaikan makannya yang masih tersisa beberapa sendok lagi.Perutnya sudah kenyang tiba-tiba.
"Kok sudah makannya nak?"tanya pak Hendri pada menantunya itu.
"Sudah kenyang yah,kalau ayah belum selesai teruskan aja.Nanti saya beresi setelah ayah selesai makan."kata Anita.
Pak Hendri pun menyelesaikan makannya,dia ingin berbicara dengan anaknya di ruang kerja itu.Dia ingin berbicara sebagai laki-laki untuk mencari tahu tentang masalah yang mereka hadapi dalam rumah tangganya.
_
Sudah satu setengah bulan pak Hendri tinggal di rumah Rendi,dia merasa sangat sepi.
Siang ini Anita sedang ke minimarket untuk membeli susu untuk anaknya serta pampers.Tidak lupan membeli cemilan untuk dirinya juga si kembar.
__ADS_1
Di dalam rumah hanya ada pak Hendri sendirian,karena Noni sedang pulang sebentar untuk memberikan obat ibunya
Pak Hendri merasa dia ingin buang air besar.Memang pak Hendri jalannya agak lambat namun dalam berbicara sangat lantang.
Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk buang air besar.Awalnya lantai di kamar mandi setelah di pijak biasa saja,kesat.Namun setelah selesai buang air besar,tiba-tiba lantai kamar mandi licin dan pak Hendri terpeleset.
Dia hendak berpegangan tangan pada kusen pintu,namun tangannya tidak sampai.Dan akhirnya terjatuh,kepala bagian belakangnya membentur kloset duduk dengan keras sehingga dia terpelanting menghadap pintu keluar.
Sejenak tangannya mengangkat ke atas seperti meminta bantuan.Lalu sedetik kemudian pak Hendri tidak sadarkan diri.
Anita masuk ke dalam rumah setelah selesai berbelanja di minimarket dengan kedua anaknya.Dia melihat kamar mandi di belakang pintunya terbuka.
Agak curiga Anita,lalu dia mendekat.Dan betapa kagetnya Anita,mertuanya terkapar di tengah kamar mandi dengan keadaan tidak sadarkan diri.
Anita menjerit,dia mendekati pak Hendri,di tekannya dadanya dan di pegangnya nadi di lengannya.Masih ada denyut nadi,lalu dia berlari masuk ke dalam kamar mengambil ponselnya untuk memberitahu suaminya.
Beruntung Anita,Rendi langsung mengangkat teleponnya.
"Halo mas,cepat pulang.Ayah jatuh di kamar mandi."kata Anita langsung saja.
"Apa?! Bagaimana bisa ayah jatuh?"tanya Rendi berteriak.
"Iya mas,ayah jatuh.Mas Rendi cepat pulang."
"Ya sudah ,aku langsung pulang."
Setelah teleponnya di tutup,Noni masuk dan heran melihat Anita memapah mertuanya untuk di bawa ke sofa depan
Buru-buru Noni membantu memapah pak Hendri dan membaringkannya di sofa.
Setengah jam Rendi datang,dia langsung masuk ke dalam rumah setelah mengehentikan mobilnya di depan.
"Ayah kenapa bisa jatuh Anita?"tanya Rendi yang tiba-tiba datang menanyakan dengan nada keras.
"Aku tidak tahu mas,aku tadi keluar membeli susu dan pampers si kembar.Tahu-tahu ayah sudah tergeletak di kamar mandi."kata Anita panik.
"Kenapa kamu membiarkan ayah sendirian di rumah?Seharusnya kamu menjaga ayah jangan sampai ke kamar mandi sendirian!"
"Aku tidak tahu mas,aku pikir ayah di kamar sedang tidur.Makanya aku keluar membeli kebutuhan Chila dan Chiko."jawab Anita terisak.
Dia takut terjadi apa-apa pada mertuanya itu.
Lalu Rendi menggotong ayahnya untuk di bawa ke rumah sakit.Anita hanya menatapnya cemas,lalu dia hendak ikut dengan Rendi.
"Kamu tidak usah ikut,cukup di rumah menjaga si kembar.Biar ayah urusanku ."ucap Rendi ketus pada istrinya.
Anita diam,dia tidak bisa membantah ucapan suaminya.Lalu dia mindur ke belakang.
"Kalau ada apa-apa,tolong hubungi aku mas.Aku cemas dengan keadaan ayah."ucap Anita lirih,dia sedih dengan kejadian itu.
Rendi tidak menjawab,dia langsung menancap gas menuju rumah sakit.Dia juga cemas dengan keadaan ayahnya yang tidak sadarkan diri.
_
_
_
❤❤❤❤❤
__ADS_1