
Kini Anita lebih tegar,setelah dia melupakan apa yang menyakitkan dirinya. Dia lebih fokus ke perkembangan dan lingkungan bermain anak-anaknya. Jika ada anak yang membuli anaknya,dia akan membawa masuk kedua anaknya dan di beri pengertian sesuai kemampuan daya tangkapnya.
Karena kedua anaknya gampang di nasehati,namun begitu dia juga tetap sabar menghadapi kedua anaknya yang tiba-tiba rewel ketika sehabis main dengan temannya.
Pernah suatun kali,Chiko ngambek tidak mau makan gara-gara teman bermainnya meledeknya tidak pernah di belikan mainan oleh papanya. Chiko ngambek dan tidak mau makan.
"Iko nanti sakit lho kalau ngga mau makan."ucap Anita membujuk anaknya yang ngambek itu.
"Iko ngga mau makan,papa ngga pernah beli mainan buat Iko."ujar Chiko dengan bibir manyunnya.
Anita menghela nafas panjang,dia berpikir bagaimana dia bisa membujuk anak bungsunya itu untuk mau makan.
"Kak,besok kita ke toko mainan ya. Iko ngga mau ikut,kakak sama mama aja yang pergi. Biar Iko sendirian di rumah."kata Anita pada Chila.
"Asyik,Chila mau beli mainan boneka panda ya ma."kata Chila antusias.
Chiko melirik kakaknya yang terlihat senang,lalu dia melengos lagi dan masih dengan bibir manyunnya.
"Iko nanti biar di rumah aja,eyang putri juga ikut."kata Anita lagi,dia.melirik Chiko yang masih diam saja.
Dan esok harinya,benar saja Anita membawa Chila ke toko mainan. Ketika mau berangkat naik motor,Chiko berlari dan meminta ikut. Anita tersenyum,dia lalu mengajak Chiko duduk di belakang dengan Chila naik motor.
_
Seperti biasa,Anita pergi ke pasar membeli stok barang di tokonya,kali ini lebih sedikit. Tapi Anita lebih banyak membeli kebutuhan dapur dan jajanan anak-anaknya.
Setelah semua terbeli, Anita langsung pulang. Dia membenahi barang bawaannya di belakang. Setalah semua beres dan tidak akan jatuh jika dia ngebut naik motornya,karena dia lupa bilang sama ibunya kalau anak-anaknya minta sarapan nasi goreng buatan eyang putrinya.
Saat menjalankan starter motornya,dari samping motornya menyenggol motor yang sedang berjalan pelan.
"Eh,maaf bu."kata Anita yang menaiki motor melawan arah.
"Jalan lihat-lihat dong,tuh mbaknya nabrak motor saya."kata ibu-ibu itu sambil menunjuk motornya.
"Iya bu,saya minta maaf. Lagi pula ibu melawan arah."kata Anita lagi.
"Tapi mbak juga jalan ngga lihat-lihat."
"Ya udah iya,saya minta maaf bu."
"Ngga segampang itu,mbak harus ganti rugi."
"Hah?"
Anita melongo,lalu dia melihat motor ibu-ibu itu yang di tabrak.
"Tapi motor ibu juga ngga kenapa-kenapa. Memang apa yang kena?"
__ADS_1
"Pokoknya mbak harus bayar kerusakan motor saya."
Anita di bisiki ibu-ibu lain,kalau ibu itu sering menjebak orang-orang yang mau keluar dari parkiran.
"Jangan ladeni ibu itu,mbak. Dia memang begitu."kata ibu yang lain.
Lalu setelah ibu itu berkata seperti itu,Anita tidak menghiraukan lagi ibu itu yang masih mengoceh tidak jelas.
Tapi tiba-tiba tangan Anita di tarik,hingga motornya oleng dan barang-barangnya hampir berjatuhan.
"Bu,kenapa narik tangan saya? Saya sudah minta maaf,lagi pula ibu yang salah kenapa saya harus bayar?"kata Anita kesal.
Dan ibu itu tidak mengindahkan ucapan Anita,dia terus menarik tangan Anita.
Dari seberang jalan,seorang laki-laki menghampiri Anita yang sedang ribut dengan ibu-ibu itu.
"Bu,saya merekam dari awal ibu mulai menjalankan motor hingga sengaja menabrak motor mbak ini. Jika mau saya akan laporkan ke polisi kalau ibu yang sengaja membuat ulah"ancam laki-laki itu dengan tegas.
Terang saja ibu itu jadi takut,lalu dia melepas tangannya yang menarik tangan Anita. Lalu menuju motornya sambil mengomel tidak jelas.
Sedangkan Anita melihat laki-laki itu kaget,dia terkejut dan menunduk.
"Anita,barang-barangmu terlalu banyak. Biar saya bawa di bagasi aja ya."kata laki-laki itu.
"Tidak usah Arga,di belakang juga muat kok. Lagi pula sudah biasa aku bawa barang banyak begini."elak Anita.
"Tidak apa Anita,aku senang bisa membantumu. Lagi pula aku pengen dekat lagi sama kamu."kata Arga,dia lalu mengambil barang yang tadi miring dan hampir jatuh.
Mau tidak mau Anita membiarkan Arga membawa barang belanjaannya di masukkan ke dalam bagasi mobilnya.
Lalu Anita membawa motornya,melajukannya dengan kecepatan sedang dan di ikuti mobil Arga dari belakang.
_
Sampai di rumah,Anita di sambut oleh kedua anaknya dan juga ibu Yuni. Chila dan Chiko kembali masuk setelah mereka memeluk ibunya dan meminta jajanan pesanan mereka.
Sedangkan ibu Yuni heran kenapa Anita di ikuti oleh sebuah mobil expander warna silver. Dan begitu pengemudi mobil itu keluar,ibu Yuni kaget dan tidak percaya laki-laki itu datang dengan Anita.
Ibu Yuni menghampiri Arga dengan senang,wajah sumringah terlihat jelas kalau ibu Yuni sangat merindukan sosok Arga.
"Nak Arga kemana aja,baru lihat lagi."kata ibu Yuni.
"Saya ngga kemana-mana bu,ada di kampung ini juga."jawan Arga tersenyun senang,dia tidak menyangka ibu Yuni masih sehangat dulu.
Anita yang melihat adegan ibunya memeluk Arga hanya diam saja.
Dulu waktu SMA Anita dan Arga sangat dekat,hingga orang-orang mengira Arga adalah pacar Anita karena saking dekatnya. Arga setiap kali berangkat sekolah pasti menghampiri Anita dan pulang sekolah juga di antar Arga.
__ADS_1
Hingga ibu Yuni pun mengira begitu,tapi setelah mereka kuliah beda kota hubungan mereka putus sama sekali. Anita ketemu Rendi dan Arga entah bagaimana kabarnya waktu itu,mereka benar-benar putus komunikasi.
"Ayo nak Arga masuk dulu."ajak ibu Yuni.
"Lain kali aja bu,saya ada keperluan."jawab Arga sopan.
Dia sebenarnya senang bertemu Anita lagi,tapi dia ada keperluan yang tidak bisa di tunda.
"Lho,kok nanti sih,ibu itu kangen sama nak Arga. Lama sejak nak Arga kuliah ibu tidak ketemu lagi. Baru sekarang ketemu malah nak Arga mau pergi."kata ibu Yuni kecewa.
Arga tersenyum,dia menatap Anita yang masih diam melihat adegan ibunya yang merajuk pada sahabatnya itu.
"Arga sibuk bu,jangan buat dia bingung."kata Anita balik menatap Arga.
Ibu Yuni diam,dia lalu tersenyum dan menatap Arga lagi.
"Maaf nak Arga,ibu cuma kaget aja nak Arga datang."kata ibu Yuni,seharusnya dia tidak perlu merajuk pada Arga.
"Ngga apa-apa bu,saya janji minggu depan datang lagi. Saya juga kangen sama Anita,pengen ngobrol juga bu."kata Arga yang masih menatap Anita.
Anita yang dapat tatapan berbeda dari Arga agak kikuk,dia membuang mukanya menghindar tatapan Arga. Kenapa dengan Arga?
Setelah berpamitan,Arga langsung melajukan mobilnya. Anita hanya memandang kepergian mobil Arga dari jauh. Dia mendesah,Arga yang selalu ada ketika dia kesulitan dalam masalah bergaul dengan teman-teman SMAnya dulu.
Arga yang membantunya ketika dia kesulitan dalam belajar matematika dulu. Kini dia bertemu lagi,sesorang yang dulu pernah dekat dan hampir dia ingin mengatakan suka pada Arga. Tapi karena keadaan mereka berpisah di saat kuliah tanpa ada komunikasi sebelum keduanya mulai kuliah.
Anita pikir sejak ujian sekolah, Arga menjauhinya dan walau kadang Arga mengantar jemput Anita ke sekolah.
"Anita,nak Arga itu sudah punya istri belum ya?"tanya ibu Yuni ketika Anita membereskan barang belanjaannya.
"Aku tidak tahu bu,aku juga baru ketemu tadi di pasar. Belum sempat ngobrol juga sama Arga."jawab Anita.
"Oh ya,apa dulu kamu sama nak Arga pacaran? Karena ibu tuh penasaran,kalian berpisah itu baik-baik ngga? Sejak mulai kuliah kalian tidak pernah ketemu lagi."kata ibu Yuni.
Anita diam,dia berpikir juga bingung. Apa memang mereka pernah pacaran? Lalu mereka berpisah juga tidak tahu bagaimana. Tahu-tahu Arga berangkat ke kota di mana dia kuliah dan Anita juga sama sekali mencari tahu di mana Arga karena kuliah pertama langsung sibuk.
"Anita?"
"Kami tidak pacaran bu,hanya sahabat saja. Tidak lebih."jawab Anita,membuat ibu Yuni juga diam.
Baik Anita dan juga ibu Yuni menyelam pikiran masing-masing tentang Arga.
_
_
_
__ADS_1
❤❤❤❤❤