IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
29.Bercerita


__ADS_3

Arga Pramudya Yosef bekerja sebagai advokat di salah satu firma di kota itu. Memang tidak besar firma hukum itu,namun dia sangat di minati oleh klien karena kepandaiannya memenangkan kasus. Terutama kasus perceraian dan perkara penganiayaan perempuan dari suaminya.


Dia juga bekerja di lembaga yang menangani hak asasi manusia,tapi tidak jauh dari soal rumah tangga juga. Walaupun rumah tangganya tidak berjalan baik dan malah bercerai,Arga sangat menghargai seorang perempuan.


Ketika dia di minta untuk memceraikan Melinda istrinya dulu,ibunya Celine Arga pun menurut. Karena dia tidak mau membuat ibunya Celine merasa benci padanya,padahal awal dari keretakan rumah tangaa Arga adalah Melinda.


Melindak ketahuan selingkuh,namun Arga memaafkan Melinda karena pada saat itu Celine masih berusia empat bulan. Arga meminta untuk Melinda mengurus anaknya terlebih dahulu.


Tapi rupanya Melinda semakin tersiksa karena dia terus saja di teror oleh pacar gelapnya. Dia masih berhubungan dengan Melinda. Hingga akhirnya di umur Celine tujuh bulan Arga menceraikan Melinda dengan catatan hak asuh jatuh pada Arga.


Hari ini Arga datang ke rumah ibu Yuni untuk bertemu Anita dan juga Celine anaknya ingin bertemu dengan Chila dan Chiko. Celine setiap hari menanyakan kapan lagi dia bisa bertemu Chila dan Chiko untuk bermain.


Celine membawa boneka besar dua dan juga jajanan snack untuk mereka nanti jika bertemu. Arga sendiri mengatakan pada anaknya tidak usah membawa makanan,tapi Celine memaksa.


"Halo Celine."sapa Anita ketika yang menemui langsung Anita.


"Kakak Chilanya ada ngga tante?"tanya Celine memeluk boneka besarnya.


"Oh kakak Chila lagi main tuh dengan teman-temannya. Sebentar,tante panggil dulu ya."kata Anita.


"Iya tante."


"Kamu duduk aja dulu di depan sama Celine. Saya mau panggil anak-anak dulu."kata Anita pada Arga.


"Ya,aku nanti duduk."kata Arga.


Lalu Anita keluar menuju tempat di mana Chila daj Chiko bermain. Biasanya kalau pagi mereka adanya di lapangan mencari jangkrik karena sekarang mulai musim hujan.


Tak berapa lama Anita dan kedua anak kembarnya pulang. Kedua bocah itu penampilannya kotor karena mereka mencarinya di sawah dekat dengan lapangan bola bersama anak-anak yang lain.


Setiap hari tiada hari tanpa bermain. Anita tidak pernah membatasi pergaulan anaknya di kampung,walau mereka kadang suka meledek namun Anita membiarkan mereka tetap bergaul. Belajar memghadapi cibiran orang lain,belajar kuat dalam menghadapi kerasnya hidup sejak dari kecil agar nanti kelak bisa tahan dalam persaingan di dunia nyatanya nanti.


"Kak Chila kok bajunya kotor banget?"tanya Celine pada Chila yang kebetulan lewat di depan Arga dan Celine.


"Iya,kak Chila habis main tanah tadi di sawah,cari jangkrik sama adek Iko."jawab Chila.


"Chila, Iko yuk masuk dulu. Mandi lagi,buang kotoran di badan dan ganti baju. Nanti main sama Celine."kata Anita pada kedua anaknya.


"Baik ma. Celine,kakak masuk dulu ya mau mandi."kata Chila pada Celine.


"Iya kak Chila."jawab Celine.


Baik Anita dan Arga hanya tersenyum dengan interaksi kedua anak mereka. Anita masuk dengan di susul kedua bocah kembarnya. Mereka akan mandi bersama di mandikan Anita karena badannya banyak lumpur.


_


Kini mereka sudah rapi dan wangi. Chila dan Chiko bermain dengan Celine anak Arga. Arga hanya memperhatikan ketiga anak itu dengan senyum mengembang di bibir.


Sedangkan Anita sedang melayani pelanggan yang datang membeli sembako.


Setelah selesai,Anita kembali duduk bersama Arga lagi. Dia juga menatap ketiga anak itu yang asyik bermain.


"Maaf ya,aku sibuk dengan pembeli."kata Anita pada Arga.

__ADS_1


"Ngga apa-apa. Aku juga santai kok,kerjaan sedang di pegang sama junior."kata Arga.


Keduanya kembali diam,entah apa yang mau di bicarakan. Tiba-tiba saja jadi canggung.


"Ga,kamu kerja di mana?"tanya Anita mengusir kecanggungan itu.


"Eh,aku?"tanya Arga yang tidak memperhatikan pertanyaan Anita.


Anita tersenyum lalu menunduk.


"Oh,aku kerja di firma hukum. Ya lumayan buat kesibukan aja."kata Arga yang sudah nyambung dengan pertanyaan Anita.


"Oh,jadi kamu pengacara?"


"Ya pengacara kecil,hanya menangani perceraian dan hak asasi manusia."


"Maksudnya?"


"Ya,kalau bercerai karena KDRT sekalian aku tangani untuk menggugat harta gono gininya dan hukuman yang di berikan pada pelakunya."


"Emm,enak juga ya."


"Apanya yang enak,justru itu membuat kehidupan rumah tanggaku jadi berantakan."jawab Arga.


"Lho,kamu juga bercerai?"


"Ya,istriku selingkuh. Dia juga tidak mau meninggalkan selingkuhannya karena selingkuhannya menerornya terus. Aku kasihan jika video mereka sampai tersebar jadi aku putuskan bercerai dengannya. Tapi Celine aku yang urus."Arga bercerita tentang kehidupan rumah tangganya dulu.


"Oh,begitu ya."ucap Anita.


Bertengkar dan berpisah,dia mungkin sudah menikah dan hidup bahagia. Pikir Anita.


"Kamu sendiri kenapa bisa bercerai?"tanya Arga.


"Sama denganmu,di selingkuhi. Mungkin dia juga sudah bahagia dengan pilihannya."kata Anita.


Dia menunduk sedih,mengingat kembali perjalanan rumah tangganya dengan Rendi.


Keduanya saling diam,menyelami pengalaman rumah tangganya yang sama-sama gagal. Dan tiba-tiba ponsel Arga berbunyi. Dia mengambil ponselnya dan bangkit dari duduknya,menerima telepon di luar. Karena itu dari kantornya.


Setelah beberapa menit menerima telepon,Arga masuk lagi,dia melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul setengah dua belas. Anita masuk ke dalam tokonya,dia melayani pembeli yang lumayan cukup banyak beli barangnya.


Arga kembali melihat anak-anak,mereka masih senang bermain,senyum Arga mengembang. Dia membayangkan jika ketiga anak yang sedang bermain itu selalu berkumpuk di rumahnya sebagai keluarga.


Eh,Arga membayangkan itu? Tapi tidak salah kan dia mendekati Anita lagi,Anita juga jadi single parent.


Sebenarnya Arga ingin bertanya dan bercerita kenapa dulu setelah perpisahan sekolah mereka berpisah tanpa ada komunikasi dan berpamitan satu sama lain.


Arga ingin mengatakan pada Anita jika dulu,dia menyukainya. Dia berjanji pada diri sendiri untuk mengatakan kalau dia suka pada Anita,tapi malah dia dapat beasiswa di perguruan tinggi di luar kota dengan jurusan hukum.


Dia belum sempat mengatakan pada Anita. Setelah lulus kuliah Arga mencari tahu dengan datang sekali ke rumah Anita,tapi rumahnya sepi. Kata tetangga Anita menikah dengan teman kuliahnya.


Dari situ Arga kembali lagi ke kota di mana dia kulia dulu dan meneruskan kuliah S2 di jurusan yang sama.

__ADS_1


"Nak Arga,apa kamu sudah makan?"tanya Anita.


"Belum bu."jawab Arga.


"Ya udah,nak Arga makan di sini aja ya. Sepertinya Celine juga senang di sini."kata ibu Yuni lagi.


"Ngga merepotkan bu?"tanya Arga,dia merasa tidak enak.


"Ngga kok,ibu malah senang nak Arga makan bersama kita di sini. Tapi maaf,makanannya sederhana,maklum di kampung."kata ibu Yuni.


"Lho,ibu pikir saya diam di kota. Saya juga tinggal di kampung juga sama mama."kata Arga.


Lalu ibu Yuni menyuruh anak-anak makan bersama. Arga menunggu Anita selesai melayani pelanggan,tapi kelihatannya dia lama. Jadi Arga masuk ke dalam toko untuk membantu Anita.


"Ibu beli apa?"tanya Arga pada pembeli baju biru.


"Oh,beli gula merah sama sabun mandi mas."jawab ibu baju biru itu.


"Apa lagi bu?"


"Udah mas."


Lalu Arga membungkus barang yang tadi di sebutkan dan menanyakan semua harga barangnya pada Anita.


Anita menyebutkan harganya,Arga pun menyerahkan pada ibu itu.


"Makasih ya Ga."kata Anita.


"Iya,biar kamu cepat selesai. Ibu tadi mengajak kita makan bersama."kata Arga.


"Oh,kamu duluan aja. Aku menyelesaikan pembeli dulu."


"Udah,aku bantu kamu biar cepat selesai."


"Baju kamu nanti kotor."


"Gampang di cuci."


"Bu Anita,kapan nih di layaninya. Kok malah asyik ngobrol sih?"kata ibu yang kurus dengan kesal karena di acuhkan.


"Iya bu maaf,ibu beli apa lagi?"


Lalu Anita dan Arga melayani bersama pembeli yang datang silih berganti tidak habis-habis. Baru setelah ketiga anak itu selesai makan,pembeli sudah tidak ada lagi.


"Capek ya Ga melayani pembeli?"tanya Anita melihat Arga mengelap peluh di keningnya.


"Ya lumayan,karena ini pertama juga sih. Mungkin kalau terbiasa ngga bakal capek."kata Arga tersenyum.


Anita pun ikut senyum,lalu keduanya ke dalam ruang makan untuk makan siang berdua karena Chila,Chiko dan Celine sudah makan bersama ibu Yuni.


_


_

__ADS_1


_


❤❤❤❤❤


__ADS_2