IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
153. Bertemu Evan


__ADS_3

Sandra dan suaminya sedang jalan-jalan ke mall terdekat dengan rumah sakit dan apartemen yang dia sewa.


Dia tidak mau terlalu jauh berbelanja karena memang hanya membeli kebutuhan selama di Singapura saja dan beberapa belanja kasesoris untuk perlengkapan butiknya juga baju yang menurut dia menarik di jadikan inspirasi.


"Kenapa baru kali ini ya berkunjung ke mall ini pa?" tanya Sandra pada suaminya.


"Lha, kenapa mama dulu ngga pergi ke mall juga?" tanya Jhosua.


"Ngga pa, aku langsung pulang aja waktu itu. Pengennya langsung pulang, kangen sama kamu terus pa. Heheh.." jawab Sandra dengan tawa kecilnya.


"Emm, jadi karena sekarang aku ikut kamu ngajak jalan-jalan?" tanya Jhosua lagi.


"Iya, biar romantis gitu. Pacaran lagi." kata Sandra dengan manjanya.


Jhosua tersenyum dan mengelus kepala istrinya.


Jhosua sosok laki-laki dewasa, dia menikah dengan Sandra karena memang ingin mempunyai istri yang selalu ramai dan ceria. Dia lebih tua dari Sandra tujuh tahun di banding dulu Martin, hanya terpaut satu tahun.


Suamin Sandra itu laki-laki dewasa dan baik, sehingga Sandra juga perlu seorang suami yang membimbingnya dan selalu mengingatkannya meski pada waktu pertemuan dan menikah dulu belum ada cinta di hati Sandra.


Tapi dia yakin, cinta datang karena terbiasa hidup dengan suaminya nanti. Dan terbukti sekarang Sandra sangat mencintai Jhosua.


Saat jalan-jalan melihat-lihat aksesoris di outlet-outlete berjejer berdampingan, tidak sadar Sandra tertabrak pundaknya oleh seorang laki-laki sampia tubuhnya miring, membuat suaminya jadi marah pada laki-laki itu.


"Hei, hati-hati kalau jalan. Anda tidak lihat telah menabrak istri saya?!" teriak Jhosua dengan kesal.


Sandra memegang pundaknya yang tertabrak tadi. Dan laki-laki yang menabraknya itu berjalan cepat karena takut di kejar oleh suami Sandra.


"Hei, jangan kabur kamu!" teriak Jhosua lagi.


"Sudahlah pa, biarkan dia pergi. Yang penting aku ngga apa-apa kok. Yuk masuk ke outlete aksesoris itu, aku pengen beli untuk melengkapi koleksi di butik. Lumayan kan jika di jual lagi, lagi pula itu aksesoris bagus-bagus banget dan cocok untuk rancangan baju-bajuku." kata Sandra menarik tangan sauminya.


Dan meski masih kesal, Jhosua akhirnya menurut masuk ke dalam outlete yang di tuju.


Pukul satu siang waktu Singapura, Sandra dan suaminya hendak pergi dari mall untuk cari makan di warung pinggir jalan, karena Sandra ingin makan di pinggir jalan di Singapura itu seperti apa.


Ketika dia mau keluar dari pintu parkir, dia melihat Evan sedang berjalan dengan perempuan bule. Mungkin itu istri Rusianya.


"Pa, sebentar. Aku harus menghampiri seseorang." kata Sandra masih menatap Evan yang semakin jauh.


"Siapa ma?" tanya Jhosua.


Tapi Sandra langsung berjalan mengejar Evan yang semakin menjauh. Dia berjalan lebih cepat agar sampai sebelun Evan menaiki mobilnya.


Setelah sampai di belakang Evan, Sandra menarik pundak Evan dengan kasar untuk menghadap dirinya.

__ADS_1


Wajah marah terlihat jelas di pada Sandra, dari dulu dia ingin sekali memukul atau mendamprat Evan dan memarahinya.


Gara-gara dia, sahabatnya jadi masuk penjara dan anaknya bolak balin operasi jantung.


Plak!


Satu tamparan keras di pipi Evan ketika Sandra memastikan bahwa itu memang Evan.


"Sandra! Kenapa kamu menamparku?!" tanya Evan pura-pura tidak mengerti apa maksud tamparannya itu.


"Kamu tahu itu tamparan pantas untukmu!" teriak Sandra.


"Hei! Lo itu lucu, datang-datang langsung nampar gue."


"Itu pantas untuk lo. Lo enak-enakan jalan berdua liburan tanpa beban dengan istri baru lo. Lo tahu apa yang terjadi pada Mourin dan anakmu hah?!" tanya Sandra.


"Gue udah cerai sama dia ya, jadi jangan ungkit lagi masalah gue dengan sahabat lo itu." teriak Evan.


"Sahabat gue itu namanya Mourin kalau lo udah lupa. Dan tahu di mana dia sekarang? Di penjara gara-gara terobsesi sama lo. Tapi lo ngga pernah peduli dengan perasaan sahabat gue. It's oke dengan mantan lo, tapi anak lo. Anak lo tahu sekarang bagaimana keadaannya hah?!"


Evan di, dia menatap Sandra dengan tajam. Dia masih memegang pipinya yang di tampar Sandra tadi.


Perempuan yang ada di belakang Evan, istri baru Evan hanya melongo melihat kejadian itu. Dia tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh suaminya dan perempuan yang menampar suaminya.


Plak!


Setelah menampar untuk kedua kalinya, Sandra pergi meninggapkan Evan dan istrinya berdiri.


Sedangkan Evan menatap kepergian Sandra dengan tatapan tajam dan akhirnya datar. Dia menunduk dan menarik nafas panjang.


"Honey, kenapa dengan dia? Dia menamparmu, ada apa?" tanya istri Evan.


"Ngga apa-apa honey, ayo kita pulang ke apartemen." kata Evan.


Kini pikirannya kacau setelah mendengar ucapan Sandra tadi. Jika Mourin di penjara, lalu Elana sama siapa? Di mana dia? gumam Evan dalam hati.


_


Sementara itu, di perjalanan Sandra diam saja, dia tidak percaya akan bertemu Evan di Singapura. Sebenarnya masih banyak unek-unek yang ingin dia sampaikan pada Evan, namun dia keburu marah dan ingin menampar Evan sejak dulu jadi semuanya tidak dia sampaikan.


Jika dia masih di sana, kemungkinan juga dia akan memohon untuk menjenguk mantan istrinya di penjara untuk meminta maaf dan menyelesaikan semuanya baik-baik.


Sebenarnya kurang apa dulu Mourin pada Evan, ketika hamil Elana saja dia sering menemui Mourin. Dan sesudah melahirkan pun, tapi saat itu keduanya sama-sama brengsek.


Sudah tahu Mourin punya suamin, tapi malah Evan semakin mendekat. Terlebih lagi tahu Elana adalah anaknya, jadi semakin gencar mendekat pada Mourin.

__ADS_1


Dan sekarang, dia malah menelantarkan Elana. Meninggalkan begitu saja dalam keadaan sakit. Mourin sangat terpukul dengan perceraian dengan Evan, sampai dia juga menelantarkan Elana. Meski pun sakit, tapi Mourin tetap memeriksakannya ke rumah sakit.


Hanya saja dia tidak peduli setelah periksa dari dokter. Yang ada di pikirannya hanya satu, mengejar Evan ke Rusia. Entah punya tujuan apa, yang jelas mungkin dia masih sangat mencintai Evan.


"Ma, kamu kenapa?" tanya Jhosua pada istrinya yang sejak tadi hanya diam saja.


Dia tahu penamparan Sandra pada Evan di parkiran mall. Dan sekarang baru berani dia bertanya.


"Mama kesal sama si Evan pa, dia laki-laki bajingan, laki-laki brengsek!" kata Sandra, matanya menerawang ke depan.


Hingga mobil Jhosua terparkir di hamalan apartemen kecil itu. Mobil berhenti, namun Jhosua belum turun karena istrinya masih diam menatap ke depan.


Di tunggu kesadarannya, namun sampai tujuh menit Sandra masih dalam pikirannya.


Tangan Jhosua di tempelkan ke pundak Sandra untuk menyadarkan istrinya. Sandra menoleh ke arah suaminya.


"Ya pa, ada apa?" tanya Sandra.


"Sudah sampai, ayo kita turun." ucap Jhosua.


"oh, udah sampai ya. Maaf ya pa, aku tadi melamun." kata Sandra.


"Sudah jangan melamun terus, yang sudah jangan di pikirkan. Biarkan si Evan itu menemui karmanya sendiri. Kamu hanya mengingatkan saja, setelah ini kamu fokus pada kesembuhan Elana. Jika dia tetap tidak mau menemui anaknya, jangan di paksa. Kita besarkan Elana dengan sepenuh hati. Kasihan Elana, kedua orang tuanya tidak peduli. Maka dari itu, kita yang harus peduli dan mendukungnya dan memberinya semnagat untuk sembuh." kata Jhosua dengan bijak.


Sandra mendengar ucapan suaminya pun tersenyum lalu mengangguk. Memang keinginan menampar Evan sudah terpenuhi, jadi sekarang harus fokus kesembuhan Elana.


"Iya pa, terima kasih ya. Aku sudah puas kok pa tadi menampar Evan dua kali. Tapi memang untuk bicara banyak masih belum puas, tapi untuk apa aku bicara banyak pada laki-laki brengsek itu. Toh tetap saja dia tidak akan peduli." kata Sandra.


"Nah begitu dong. Papa suka mama yang ceria dan apa adanya, itulah kenapa papa menikah dengan mama. Karena mama orangnya ceria." kata Jhosua.


"Ih, papa merayu ya. Gombla banget sih."


"Lha kan memang begitu alasan papa. Papa tuh suka perempuan yang ceria dan berani seperti mama. Sudah ayo turun, mungkin Elana sudah bangun. Kasihan dia ingin makan bagaimana?"


"Oh iya ya, ya udah ayo turun."


Keduanya lalu turun dari mobil dan menuju lift untuk naik ke lantai sepuluh.


_


_


_


❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2