
Arga masih penasaran dengan kisah Anita,dia terus saja mendekati Anita. Lagi pula dia sendiri dan Anita pun sendiri,jika ada jodoh Arga malah senang. Justru rasa Cinta dulu sama Anita kembali bersemi.
"Anita,Arga itu kerja di mana?"tanya ibu Yuni ketika malam ini sedang santai sambil menonton televisi.
"Dia bilangnya sih pengacara bu,memang kenapa ibu menanyakan tentang Arga?"tanya Anita yang sedang menuliskan daftar belanjaan yang kosong di etalase tokonya.
"Ngga apa-apa,ibu cuma tanya aja. Oh ya,Minggu besok anak-anak pengen jalan-jalan renang ke waterpark. Mereka bilang semua temannya sudah pada kesana."kata ibu Yuni.
Anita menghentikan kegiatan menulisnya,dia memandang ibunya lalu mendesah.
"Apa anak-anak bilang seperti itu bu?"tanya Anita.
Memang beberapa hari lalu Chiko merengek minta renang di waterpark yang baru buka itu,katanya ada seluncuran di kolam renangnya,juga ada air tumpah dan mandi bola tapi di dalam kolam renang.
"Ya,mereka minta pada ibu untuk bicara sama kamu kalau di perbolehkan renang. Ada tetangga yang juga mau ke sana,kalau ibu sih terserah kamu."kata ibu Yuni.
Anita tampak berpikir lagi,dia menghitung pengeluaran jika benar renang ke waterpark itu. Bukan apa-apa,memang pedagang selalu menghitung apa yang harus di keluarkan jika buat liburan agar tidak mengambil dari uang modal usaha.
"Bisa bu,anak-anak liburan renang ke sana. Tapi kalau sama ibu aja,memang ibu tidak repot?"tanya Anita.
"Lho,kamu tidak ikut?"tanya ibu Yuni.
"Aku jaga toko aja bu,lumayan kalau hari Minggu itu pembelinya banyak."kata Anita.
Ibu Yuni diam,dia memandang anaknya yang kembali menghitung daftar belanja besok.
"Anita,sekali-kali kamu juga liburan. Semenjak kamu buka toko dua tahun lalu kamu tidak pernah pergi liburan. Apa kamu tidak lelah,pikiran kamu tidak merasa capek?"tanya ibu Yuni.
"Ya capek bu,tapi aku harus mengumpulkan uang untuk biaya sekolah Chila dan Chiko yang tiga bulan lagi sudah mulai masuk sekolah."kata Anita.
"Hanya sekali kan tidak membuat uang kamu habis. Lagi pula,Rendi masih sering mengirimimu uang kan untuk si kembar?"
"Mungkin,aku belum pernah memeriksanya bu sejak satu tahun yang lalu. Aku pikir kalau untuk kebutuhan makan anak-anak dan pakaiannya dari untung toko juga cukup. Buat ibu juga cukup,jadi aku tidak ngambil uang anak-anak. Biar nanti untuk kebutuhan sekolah di tingkat lebih tinggi."kata Anita.
"Anita,apa Rendi sering menghubungimu? Maksud ibu dia sering menanyakan anak-anaknya?"tanya ibu Yuni lagi.
Karena dia tidak pernah Anita menelepon Rendi atau cucunya menelepon papanya. Anita diam,dia mendesah pelan.
"Aku pernah menghubungi mas Rendi,tapi tidak pernah di jawab bu. Kasihan Chiko,kadang dia merasa kangen dengan papanya. Apa lagi teman-temannya yang sering meledeknya. Aku sedih,tapi aku harus bagaimana bu? Mas Rendi sendiri yang tidak mau menemui anak-anaknya,dia selalu ingkar janji sama anak-anak."
Kembali Anita sedih mengingat itu semua,dia tidak mau sebenarnya mengingat itu lagi dan tidak mau menceritakan semuanya pada ibunya. Ibunya akan ikut sedih,tapi sekarang mungkin Anita sudah tidak kuat lagi. Selama dua tahun dia pendam.
Bagi dirinya,tidak masalah jika Rendi melupakannya. Tapi anak-anaknya yang selalu ingat. Kadang dia juga merasa sakit ketika Chiko mengigau ingin bertemu papanya di waktu tidurnya malam hari. Bukan tidak mungkin Chila juga merasakan hal yang sama,tapi anak itu bisa menyembunyikan darinya.
Dia juga pernah sekali melihat Chila duduk termenung di belakang rumah,dia melihat Chila menangis dan melempar batu ke arah jauh dan mengumpat Rendi.
"Papa jahat,papa tidak pernah ingat sama Chila!"
Itu yang di katakan Chila di kesendiriannya,tidak mau menampakkan kesedihan pada Anita. Anita yang melihat itu semakin sakit,ternyata kedua anaknya sangat merindukan papanya.
__ADS_1
Bukan dia tidak pernah mencoba menghubungi Rendi,tapi tetap tidak ada jawaban. Maka semenjak itu,Anita tidak mau memakai uang dari kiriman Rendi. Dia bertekad akan mengasuh anaknya sendiri dengan usahanya.
Bukan tidak mau dengan uang Rendi,tapi uang tidaklah membuat anak-anak bahagia. Papanya yang membuat anak-anak bahagia.
Ibu Yuni memeluk Anita yang menangis tersedu,dia tumpahkan segalanya. Memang selama ini dia mencoba tegar menghadapinya sendirian. Tetapi kadang ada saja yang membuat Anita ingat akan hal itu.
"Maafkan ibu,lain kali ibu tidak akan menyinggung Rendi lagi. Biarlah dia hidup bahagia dengan istrinya. Kamu juag harus kuat membesarkan anak-anak. Kamu juga harus bahagia Anita.Ada ibu yang selalu memelukmu dan membantumu membesarkan anak-anak."kata ibu Yuni.
"Aku hanya takut Chila dan Chiko membenci papanya bu. Walau bagaimana pun Rendi berhak menyayangi mereka dan di sayangi oleh anaknya."
Kedua anak dan ibu itu berangkulan,mereka tidak tahu di dalam kamar Chila dan Chiko mendengarkan percakapan Anita dan ibu Yuni.
"Kak,mama nangis kenapa?"tanya Chiko.
"Mama marah sama papa,papa jahat. Papa ngga pernah tengok kita Iko. Kamu jangan lagi sebut-sebut papa terus,nanti mama nangis lagi."kata Chila.
"Tapi Iko suka kangen sama papa kak,hik hik hik."Chiko mulai menangis.
"Udah jangan cengeng,kalau kamu cengeng siapa yang akan jaga mama sama eyang putri juga kakak? Kamu itu laki-laki Iko."
"Tapi Iko masih kecil kak."
"Ya makanya belajar jangan cengeng,biar nanti Iko bisa jaga mama,eyang putri sama kakak juga."
"Iya,Iko janji ngga cengeng lagi."
Perdebatan di dalam kamar kedua kakak beradik itu selesai sampai mereka mengantuk.
_
"Nanti di sana Iko sam kakak Chila harus nurut sama eyang putri ya. Jangan jauh-jauh sama eyang putri."pesan Anita pada kedua anaknya.
"Mama ngga ikut?"tanya Chila.
"Ngga,nanti liburan kedua mama akan ikut."ucap Anita sambil tersenyum.
"Ngga enak kalau ngga ada mama."ucap Chiko.
"Mama harus tahu dulu dari kalian,kalau tempat renangnya enak nanti kita liburan lagi sama mama,setuju?"
"Setuju ma,asyiik."
Teriakan senang Chiko membuat Anita tertawa lebar. Dia senang anak-anaknya menurut.
"Ya udah,sebentar lagi taksi onlinenya datang. Kalian siap-siap berangkat. Ingat,jangan jauh-jauh dari eyang putri."
"Siap ma!"
Setelah berpamitan,Chila dan Chiko masuk ke mobil yang di pesan Anita lewat aplikasi. Di susul ibu Yuni membawa barang dan bekal makan mereka di tempat renang.
__ADS_1
"Bu,hati-hati ya. Aku minta tolong jaga anak-anak."kata Anita pada ibunya.
"Iya,kamu jangan khawatir. Ibu akan menjaga mereka."jawab ibu Yuni.
Setelah berkata seperti itu,mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kolam renang waterpark yang baru di resmikan bulan lalu.
Akhirnya mobil sampai di pelataran parkiran tempat renang waterpark. Ibu Yuni membimbing kedua cucunya untuk membeli tiket terlebih dahulu. Setelah selesai mereka langsung masuk dan mengganti baju yang di pakai dengan baju renang.
Chila dan Chiko sangat senang,mereka langsung menceburkan diri karena tidak sabar untuk bermain air.
Dari jauh terlihat Arga juga sedang mengajak anaknya berenang,dia melihat ibu Yuni yang sedang menunggu cucunya berenang.
"Celine,lihat di sana ada kakak Chila dan abang Chiko. Mau ke sana ngga?"tanya Arga.
"Iya pa?"tanya Celine senang.
"Iya,tuh lihat ada eyang putrinya kakak Chila."kata Arga menunjuk ibu Yuni dari jauh.
"Ya udah pa,ayo ke sana. Aku pengen main sama kakak Chila sama abang Chiko."
Kemudian Celine berlari menuju ibu Yuni yang sedang mengawasi cucunya,dia kaget karena di teriaki Celine dari jauh.
"Eyang putriiii."teriak Celine.
Ibu Yuni menoleh,dia tersenyum lalu menatap Arga yang sudah basah karena ikut turun dengan Celine.
"Lho,nak Arga juga ikut renang?"tanya ibu Yuni.
"Iya bu,Celine minta terus renang di sini.Seperti teman-temannya."kata Arga.
Dia mencari Anita,menengok kanan dan kiri. Seolah tahu,ibu Yuni mengatakan pada Arga kalau Anita tidak ikut.
"Anita tidak ikut,nak Arga."kata ibu Yuni.
Arga menoleh ke arah ibu Yuni,dia melihat ibu Yuni terlihat bersedih.
"Kenapa bu?"
"Dia sedang jaga toko,sayang katanya kalau hari Minggu itu pelanggan banyak yang beli."jawab ibu Yuni.
Arga mendesah,dia agak kecewa karena Anita tidak ikut. Apa dia bertanya saja pada ibu Yuni mengenai perceraian Anita. Karena dia tidak pernah punya waktu untuk bertanya pada Anita.Selalu berselisih,jika dia senggang Anita pasti sibuk melayani pembeli. Memang harus ada ruang khusus untuk saling bercerita.
Tapi Arga tidak tahu itu kapan terwujud.
_
_
_
__ADS_1
❤❤❤❤❤