IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
07.Tidak Sengaja Melihat


__ADS_3

Anita tidak berharap Rendi mengajaknya pergi liburan lagi.Dia kini fokus pada kedua anaknya yang semakin aktif dan sedang belajar merangkak dan berjalan.


Hanya di bantu Noni yang mengurus rumah dan menjaga kedua anaknya jika Anita sedang belanja ke pasar atau membeli keperluan kedua anaknya.


"Noni,hari ini kita belanja ke supermarket terdekat aja.Kamu ikut juga,agar nanti bisa hemat waktu juga."kata Anita menyiapkan kain untuk menggendong anaknya dan stroller.


"Iya bu.Apa nanti saya juga boleh belanja bu?"tanya Noni ragu.


"Boleh aja,kamu mau beli apa tinggal ambil aja,jangan sungkan."ucap Anita lagi.


"Iya bu."


"Kamu tunggu di depan,saya sudah pesan taksi online.Sekalian bawa kembar juga."


"Iya bu."


Lalu Noni keluar rumah mendorong stroller si kembar.Sedangkan Anita bersiap mengganti baju yang tadi di pakai untuk sehari-hari di rumah.


Tak lama,Anita sudah siap dengan pakaian yang sudah rapi dan wangi.Kemudian dia keluar dan mengunci pintu rumah lalu menuju mobil taksi yang sudah datang sejak tadi.


"Ayo bang ke supermarket di ujung jalan depan ya."kata Anita pada supir taksi.


"Iya bu."jawab supir taksi itu.


Lalu mobil melaju dengan pelan,suara celoteh kedua anak kecil membuat ramai di dalam mobil.Baik Anita maupun Noni tertawa senang dengan celotehan Chila dan Chiko yang saling menyahut.


Setengah jam,mobil sampai di depan supermarket yang di tuju.Anita mengeluarkan bayi kembarnya sedangkan Noni menurukan stroller dari dalam mobil.Lalu Anita memberikan ongkos taksi yang dia tumpangi.


"Terima kasih ya bang."ucap Anita menyerahkan uangnya.


"Iya bu,sama-sama."


Kemudian Anita mendorong stroller yang berisi dua boks agar sekalian mendorong.Sedangkan Noni membawa tas berisi keperluan Chila dan Chiko.


Mereka masuk dalam gedung supermarket yang luas.Tampak banyak sekali outlet-outlet yang menampilkan beberapa barang dan pakaian sesuai kebutuhan.


Di lantai atas memang terdapat beberapa outlet pakaian dan barang kebutuhan kantor serta hobi,sedangkan di bawah ada wahana bermain anak serta restoran cepat saji.


Anita memilih masuk ke supermarket bagian kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan perlengkapan bayi.Dia masuk dengan mendorong stroller belanja.


"Kamu bawa stroller Chila dan Chiko,biar saya yang mengambil barang-barang stok di rumah.Kalau ada yang mau kamu beli,ambil aja."kata Anita pada Noni.


"Iya bu."jawab Noni,lalu dia mengikuti kemana Anita berjalan.


Mereka berkeliling mencari barang kebutuhan di dapur serta perlengakapan bayi.


"Bu,saya ke tempat kosmetik ya.Mau membeli parfum."kata Noni.


"Iya,bawa aja si kembarnya.Saya masih harus cari barang lagi."kata Anita.


"Iya bu."


Lalu Noni menuju tempat di mana menjual kosmetik dan parfum.Dia mendorong pelan stroller,mencari apa yang dia inginkan.


Tidak sengaja Noni melihat seorang laki-laki yang sedang berbicara dengan senyumnya mengembang.Noni memperhatikan laki-laki yang bersama perempuan yang sedang memilih pembalut.Noni memiringkan kepalanya,memastikan apakah laki-laki itu yang dia kenal.


Dan jantungnya tiba-tiba berdetak kencang,tatkala laki-laki itu sedikit menghadap ke arahnya.Noni berbalik dan bersembunyi di tumpukan pampers bayi yang berjejer.Dia tarik stroller itu,kemudian dia mengintip lagi ke arah laki-laki itu.

__ADS_1


Dia melihat tangan laki-laki itu menempel di pipi perempuan itu,seperti membelainya.Mulut Noni terbuka,lalu dia menutupnya dengan kedua tangannya.Dia tidak menyangka,ternyata laki-laki itu bermesraan di luar rumah.Sedangkan istrinya mengasuh anaknya dengan susah dan kelelahan.


Ya,laki-laki yang di lihat Noni adalah Rendi yang mengantar perempuan entah siapa.Namun perempuan itu seperti pegawai kantoran sama seperti Rendi juga.


"Mamma mmama."Chiko berceloteh.


Noni kembali mengintip ke arah di mana Rendi dan perempuan itu berada.Lagi-lagi mata Noni terbelalak,dia melihat Rendi mencium pipi perempuan itu.


Tanpa pikir panjang,Noni mendorong strollernya menjauh dari tempat itu menghampiri Anita yang sedang memilih sayuran dan buah.


Noni berhenti mendadak,nafasnya terengah-engah sampai badannya membungkuk.Anita menoleh,dia heran dengan tingkah Noni yang membungkukkan badannya.


"Kamu kenapa Noni?"tanya Anita heran.


"Eh,ibu.Itu tadi ada....,"jawab Noni terputus.


"Ada apa?"tanya Anita lagi semakin heran.


"Eh ngga bu,saya tadi kebelet pipis.Keburu-buru."ujar Noni lagi.


Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kalau suami dari majikannya itu ada di supermarket ini juga dengan perempuan lain.


"Kamu sudah dapat parfumnya,Noni?"tanya Anita kembali memilih buah kiwi dan anggur.


"Ngga jadi bu,ngga ada yang enak baunya."kata Noni lagi menutupi kebohongannya.


Dia tidak sempat ke outlet parfum karena memergoki suami majikannya.Dia berpikir kasihan sekali ibu Anita,Noni memandang Anita dari belakang dengan tatapan sedih merasa kasihan.


Tak lama,akhirnya Anita selesai memilih buah dan di timbang.Kemudian dia menaruhnya di stroler belanjaan.Lalu dia mendorong stroller belanjaannya menuju tempat di mana tadi Noni memergoki Rendi mencium seorang perempuan.


"Ibu mau kemana?"tanya Noni.


"Biar saya aja bu,ibu milih yang lainnya aja dulu."cegah Noni.


Dia takut Anita juga memergoki suaminya bersama dengan perempuan lain.


"Oh ya udah kamu aja.Yang ukuran L ya Non."kata Anita tanpa curiga.


"Iya bu."


Lalu Noni menuju tempat di mana dia memergoki Rendi,dia berharap Rendi sudah pergi dari situ agar dia nyaman mengambil pesanan Anita.


Dia berjalan pelan,matanya berkeliling memsatikan suami dari majikannya itu sudah pergi.


Dia kini sampai di tempat pampers,melirik ke arah di mana dia melihat Rendi dan perempuan itu bermesraan.Dan Noni pun lega,ternyata Rendi dan perempuan entah siapa itu sudah pergi dari sana.


Noni mengambil pampers dua bal berukuran L yang tadi di pesan.Lalu dia kembali lagi menuju Anita yang sedang berada di tempat perlengkapan mandi.


Dua jam lebih,Anita dan Noni berbelanja.Mereka kini sedang berada di outlet fastfood.Mereka memesan untuk makan siang.Setelah itu rencananya mereka langsung pulang ke rumah.


_


Sampai di halaman rumah,Anita mengeluarkan barang belanjaannya dan di masukkan ke dalam rumah di bantu Noni.


Kedua anaknya dia biarkan di ruang keluarga untuk bermain mainan yang tadi di belinya di supermarket.


Pukul lima sore,Noni sudah mau pamit pulang.

__ADS_1


"Bu,sudah jam lima sore.Saya pulang dulu bu."kata Noni.


"Sebentar,saya ambil sesuatu dulu."kata Anita.


Lalu Anita masuk lagi ke dalam,dia hendak mengambil barang yang tadi di beli untuk Noni.


Dari pintu depan,Rendi masuk kedalam.Dia melewati Noni yang sejak tadi meliriknya karena dia ingat tadi siang melihatnya bersama perempuan lain.


"Noni,ibu mana?"tanya Rendi pada Noni yang sejak tadi merasa takut.


"Oh,ibu di dalam pak."jawab Noni.


Lalu Rendi masuk ke dalam,Noni memperhatikan Rendi dari belakang.Agak kesal dia,namun dia hanyalah seorang pembantu.Jadi dia hanya diam saja melihat suami majikannya itu berselingkuh.


Tak lama,Anita keluar sambil membawa bungkusan dalam kantong kresek lalu di serahkan pada pembantunya.


"Ini buat di rumah,dan buah melon ini sayang kalau di biarkan saja.Saya ngga suka melon,hanya anak-anak yang mau.Tapi itu sudah tidak mau,jadi kamu bawa aja."kata Anita.


"Terima kasih bu.Kalau begitu saya pulang dulu."kata Noni.


Lalu dia keluar dan pulang,karena waktu jam kerjanya selesai.


Anita menghampiri anak-anaknya yang sedang asyik bermain leggo.


"Anak mama pinter banget ya,ngga rewel tadi di ajak belanja."kata Anita,dia duduk mensejajari kedua anaknya.


"Tadi kamu belanja di mana?"tanya Rendi tiba-tiba ada di belakang Anita.


"Di supermarket di ujung jalan sana."jawab Anita menoleh ke arah Rendi.


Rendi tertegun,dia diam seperti ada ketakutan di wajahnya.Anita menatap Rendi yang diam saja.


"Kenapa memangnya?"tanya Anita.


"Ngga apa-apa.Biasanya kamu belanja di pasar."kata Rendi menutupi rasa takutnya.


"Sekali-kali belanja di supermarket.Aku pengen membuang rasa jenuh saja."ucap Anita.


Rendi kembali diam,lalu berjongkok dan memandang Anita yang sedang merapikan leggo.


"Apa kamu tidak malu?"tanya Rendi.


"Malu kenapa?"Anita balik bertanya.


"Cobalah untuk merubah penampilanmu,aku kadang sedikit malu dengan perempuan yang berisi dan tidak menjaga penampilan."kata Rendi lagi.


Anita diam,hatinya sakit.Dia tersinggung dengan ucapan suaminya itu.


"Aku begini karena menjaga anak-anakmu,mas.Aku sudah berusaha tampil sebaik mungkin,namun aku pikir buat apa tampil cantik.Aku tidak pernah kemana-mana selain ke pasar.Jadi siapa yang akan memperhatikan aku?Abang tukang sayur?"ucap Anita,dia sangat tersninggung dengan Rendi.


Bisa-bisanya dia berkata seperti itu,menjaga anak-anaknya saja dia tidak pernah.Meluangkan waktunya di hari libur dia malah sibuk.Kenapa dia harus peduli dengan istrinya itu?


Rendi berlalu begitu saja,dia selau menghindar jika Anita memojokkannya.Entahlah,Anita berpikir mungkin Rendi sudah tidak mencintainya lagi.


_


_

__ADS_1


_


❤❤❤❤❤


__ADS_2