IKHLAS MELEPASMU

IKHLAS MELEPASMU
86. Arga Bercerita


__ADS_3

Arga masih penasaran dengan perubahan sikap Anita yang acuh padanya. Biasanya dia akan mengatakan apa pun yang dia rasakan, tapi sudah satu minggu Anita masih mengacuhkannya dan tidak mau bertemu dengannya.


Bukan tidak mau menemui Arga secara langsung, tapi menghindar dengan banyak alasan agar tidak menemui Arga.


Arga jadi pusing dan bingung sendiri, Marisa semakin giat untuk merawat dan mendekat padanya. Ketika hari minggu dia akan selalu bawa makanan apa saja yang dia buat, seringnya untuk Celine, dan jika hari Minggu Marisa membawa makanan kesukaan Arga ketika mereka masih bersama.


Jika mood Arga lagi baik, kadang dia menyentuh makanan yang di bawa Marisa tapi hanya mencicipinya saja. Tapi jika hatinya kacau, dia akan sangat acuh dan tidak akan menyentuh makanan yang di bawa Marisa, meskipun Marisa menyediakannya ketika makan siang.


Kini dia sedang berpikir, bagaimana dia mendekati Anita dan mencari tahu mengapa Anita selalu menghindarinya terus.


"Ma, aku ke rumah Anita dulu ya." kata Arga di minggu siang pada ibu Ema.


"Mau apa mas?" tanya Marisa menimpali ketika dia sedang duduk dan bermain dengan Celine bersama Arga dan ibu Ema.


Memang kadang mereka duduk bersama dan bercanda di waktu siang di hati Minggu, untuk quality time.


"Bukan urusanmu!" ucap Arga ketus.


Dia yakin, menghindarnya Anita darinya karena Marisa. Tapi dia belum bisa bertanya lebih jelas lagi. Makanya Arga akan ke rumah Anita untuk bertemu dengan ibu Yuni dengan alasan mengajak jalan-jalan ibu Yuni dan kedua cucunya.


"Pa, Celine ikut dong." ucap Celine.


"Lho, kan di sini ada mama sayang?" kata Marisa, dia gusar jika Celine sudah mau ikut juga ke rumah Anita.


"Ngga mau ma, aku pengen main sama kakak Chila dan abang Iko." ucap Celine.


Wah, gawat. Rencananya dia hanya mengajak kedua anak Anita dan ibu Yuni saja, kalau Celine ikut kemungkinan Marisa juga kekeh ingin ikut. Pikir Arga.


"Papa sebentar sayang, mau beli obat aja di apotik lalu mampir ke rumah tante Anita sebentar." ucap Arga.


"Ngga mau, pokoknya Celine ikut!" rengek Celine.


"Ga, sudah nanti lagi. Mending temani anakmu dulu. Atau kalian bisa jalan-jalan bersama, kemana gitu?" ucap ibu Ema.


Dia juga agak malas kalau Marisa ada di rumahnya terus. Selalu merecoki apa yang di katakan ibu Ema pada Celine. Meski Marisa adalah mamanya, namun semua aturan Arga yang di terapkan di rumahnya kadang dia langgar. Jadi Celine suka bingung dengan aturan yang kadang tidak boleh kadang di bolehkan. Hal seperti ini belum ibu Ema ceritakan pada Arga, ibu Ema pikir masih tahap wajar saja. Jadi belum ada aturan yang benar-benar di langgar dengan sangat fatal.


Arga menghela nafas panjang, sekilas dia melirik Marisa yang tersenyum senang. Dia berpikir apakah harus bicara lagi dengan Marisa mengenai Anita?


Tapi baiklah, dia akan pergi jalan-jalan dengan Celine dan Marisa siang ini.

__ADS_1


"Ya sudah, siang ini kita jalan-jalan ke pantai saja yang dekat." kata Arga memutuskan.


Dia berpikir lebih baik bicara tentang Anita pada Marisa, meski pun sejujurnya Arga tidak tahu alasan Anita menghindarinya. Tapi dia yakin karena Marisa, dia ingin tahu Marisa bicara apa pada Anita.


Kini Celine dan Marisa bersiap untuk jalan-jalan ke pantai. Layaknya keluarga bahagia, mereka akan berlibur bersama ke pantai.


_


Arga, Marisa dan Celine pergi berlibur bersama ke pantai tetdekat saja, karena daerah mereka memang ada tiga pantai dan kedua pantai letaknya jauh dan pemandangannya bagus. Sedangkan pantai terdekat itu hanya ada di pinggir jalan, banyak pohon bakau yang sengaja di tanam untuk mengurangi rob di daerah sekitarnya jika terjadi air laut pasang.


Daerah Anita dan Arga berdekatan, Anita lebih masuk ke daerah perbukitan dan datarana tinggi, sedang daerah Arga yang juga hanya membutuhkan waktu setengah jam lebih jika di tempuh mobil pribadi.


Kini mobil Arga sampai di depan parkir, dia membayar parkir dan tiket masuk ke area pantai. Arga menggandeng Celine masuk ke pantai, dia membawa alat permainan Celine.


Celine langsung ceria bisa bermain di pantai di temani oleh Marisa. Arga hanya melihat mereka berdua, berlarian kesana kemari. Dia masih berpikir bicara dengan Marisa dari hati ke hati.


Dua jam lebih mereka bermain, dan istirahat makan di restoran dekat pantai itu karena Arga tidak mau repot. Memang tujuannya dia ingin bicara dengan Marisa.


Celine menguap, dia kelelahan setelah lama bermain pasir di pantai.


"Mas, Celine ngantuk. Dia ingin tidur, kita pulang saja." ucap Marisa.


Memang sengaja Arga mengajak Marisa duduk di tempat itu agar leluasa bicara dengan Marisa.


"Marisa, duduklah di sini dulu. Aku mau bicara denganmu." ucap Arga dengan nada biasa saja.


Marisa mengangguk dan tersenyum, dia berharap Arga bicara mengenai hubungannya yang mulai membaik.


"Mau bicara apa mas?" tanya Marisa dengan tenang.


Arga menghela nafas panjang, di tatapnya Marisa yang masih tersenyum senang.


"Marisa, apa kamu tahu tentang Anita?" tanya Arga membuat senyum Marisa menghilang dalam sekejap.


Diam, lalu menggeleng cepat karena kesal.


"Aku ceritakan tentangnya agar kamu tahu siapa itu Anita." kembali Arga berhenti, mencari tahu apa yang di rasakan Marisa jika dia bercerita tentang Anita.


Dan tentu saja kekecewaan dan rasa kesal Marisa, namun Arga tidak peduli.

__ADS_1


"Anita itu sahabatku semasa SMA, dia juga cinta pertamaku sejak SMA dulu. Namun belum sempat aku katakan padanya kalau aku mencintai dia. Aku belum cerita ini sama kamu. Makanya aku ceritakan sekarang, agar tahu kalau Anita sepenting apa bagiku." Arga menjeda ceritanya.


"Dia menikah dengan teman satu kuliahnya setelah dua tahun kuliah. Kuliahnya tidak dia lanjutkan karena menikah dan hidup sebagai ibu rumah tangga. Singkatnya dia menikah selama lima tahun dan mendapatkan anak kembarnya. Kamu tahu, selama menikah dengan mantan suaminya setelah hamil dan melahirkan berjuang sendiri, membesarkan anaknya sendiri. Ketika anaknya satu tahun suaminya selingkuh, tapi itu yang di ketahuinya, tapi sebenarnya perselingkuhan suaminya sudah lama. Hingga Anita tahu dan sialnya dia yang di ceraikan karena Anita tidak bisa menjaga bentuk tubuhnya. Sangat naif memang suaminya itu. Dia mengurus dua anak kembar sangat aktif di ceraikan dengan alasan yang tidak masuk akal." Arga diam lagi, lalu dia melanjutkan lagi.


"Dia menerimanya dan pulang ke kampung. Dua tahun setelah meinkah mantan suaminya datang, dia masih bisa menerimanya. Dan ketika dia mau berlibur dengan mantan suaminya, dia malah di lecehkan oleh mantan suaminya karena Anita tidak mau kembali padanya. Sampai dia trauma. Kamu tahu kondisi orang trauma seperti apa? Dan dia mau mengurus mantan suaminya di rumah sakit ketika kecelakaan menimpanya. Kamu tahu sebaik apa dia? Dia di ceraikan dengan alasan tidak masuk akal, di lecehkan oleh mantan suaminya juga mau mengurusnya ketika dia masuk rumah sakit. Aku sangat kagum dengan kebaikannya, ketulusannya meski dia di sakiti. Aku juga tidak heran ketika Anita menghindariku, karena mungkin kamu meminta sesuatu padanya. Aku tidak menuduhmu, tapi hanya dugaanku. Karena dia sangat baik. Jika pun kamu meminta dia melepas semua apa yang dia punya, sekalipun dia sangat mencintaiku. Maka dia akan lakukan, karena apa? Karena dia sangat baik. Dan kamu, merasa perempuan paling sedih di dunia ini Marisa?"


Marisa diam, dia tidak bisa berkata apa-apa. Memang dia hanya meminta belas kasih tulus dari Anita untuk jauh dari Arga.


"Anita itu wanita hebat, berjuang sendiri demi kehidupan kedua anaknya dan ibunya. Dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Membiarkan orang lain bahagia meski dirinya sakit. Dan kamu meminta Anita lebih sakit lagi dan menderita? Tahukah kamu, mantan suami Anita itu sudah meninggal." ucap Arga.


Deg.


"Hidupnya sudah mau di mulai dengan kebahagiaan denganku. Aku ingin membahagiakannya yang tak pernah hidup bahagia. Aku ingin bersamanya yang tak pernah akan menyakitinya. Tapi kamu menghalanginya hanya demi keegoisanmu. Hanya karena kamu merasa bersalah dan mau berubah. Di mana letak berubahnya jika kamu sendiri masih ingin meminta dengan paksa pebahagiaan orang lain. Aku senang kamu mau mendekat dengan anakmu, tapi kamu tidak pernah memikirkan kebahagiaanku.


Jika aku kembali padamu demi Celine mendapatkan keluarga utuh, apa yang kamu rasakan? Hanya rasa sakit dan kecewa karena aku tidak bisa mencurahkan cintaku padamu. Jika terus memaksa, tidak ada kebahagiaan antara kamu dan aku nantinya."


Arga berhenti, dia menarik nafas panjang. Berharap dengan cerita dari hati ke hati Marisa mau menyadari kesalahannya.


Tiba-tiba Marisa terisak, dia menangis di hadapan Arga. Arga sendiri tidak tahu tangisan Marisa ini hanya kedok atau memang dia menyesalinya. Tapi Arga berharap Marisa menyesalinya.


"Aku minta maaf mas, aku membuat kamu merasa tersiksa dengan kehadiranku juga mbak Anita. Aku membuat mbak Anita sakit dan mungkin marah padaku. Hik hik hik."


"Apa yang kamu katakan pada Anita?"


"Aku bilang kembalilah pada mantan suaminya, tapi dia hanya diam saja. Aku minta maaf mas, aku tidak tahu kalau mantan suaminya mbak Anita itu sudah berpulang. Aku menyesal mas, hik hik hik."


Arga menarik nafas panjang, tiba-tiba dadanya sesak mendengar pengakuan Marisa. Sudah cukup baginya memberikan waktu untuk Marisa bersama dengan Celine. Dia akan meminta mantan mertuanya untuk menjemput Marisa pulang ke kota.


Lalu tanpa ada percakapan lagi, Marisa dan Arga pulang setelah Marisa selesai menangis dan meminta maaf.


Kini Arga akan meyakinkan Anita jika masalahnya sudah selesai dengan Marisa.


_


_


_


❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2