ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Sembilan Sembilan


__ADS_3

Sejak kejadian di kafe Ciara mulai membuka diri pada Alodie palsu, entah kenapa ia merasa nyamanan dan lega setelah berbagi sedikit kisah hidupnya. Di lokasi syuting Ciara juga tampak mulai membuka diri pada yang lainnya biasanya ia hanya diam duduk menyendiri tapi sekarang ia mulai menyapa orang-orang atau sekedar mengobrol menunggu gilirannya untuk take adegan.


"Aku pulang duluan ya," izin Fathia setelah mengambil beberapa adegan untuk sinetron.


"Lo nggak nungguin gue dulu?" tanya Ciara yang harus tinggal di lokasi syuting sebab ada beberapa adegan lagi yang harus ia ambil.


"Sorry, kali ini aku duluan udah janji soalnya mau masak makan siang buat Mas Aka."


"Ya udah deh," lesu Ciara.


"Nanti aku kirim makan siang buat kamu ke sini, mau nggak?"


Ciara mengangguk cepat "Boleh deh."


Sebelum berpisah mereka berpelukan sejenak. Lalu saling melambaikan tangan.


Karena jadwalnya hari ini hanya syuting sinetron dan cuma take beberapa adegan jadinya tadi pagi Alodie palsu janji pada sang suami untuk mengantar makan siang ke kantor. Makanya dari lokasi syuting Fathia buru-buru pulang ke rumah. Sampai di rumah semua bahan masakan yang di pesan Fathia sudah di siapkan oleh bi Runi bahkan sudah di potong dan di bersihkan jadi Fathia tinggal langsung masak.


"Bi tolong di masukin dalam dua box makan ini ya,mau saya kirim untuk teman," pinta Fathia.


Setelah masakannya matang Fathia menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Lanjut ia memesan ojek online untuk mengantar makanan pada Ciara dan memesan taxi online untuk mengantarnya ke kantor Aka.


Sampai di gedung Akafarma Fathia pun naik ke lantai tempat ruang kerja suami nya berada. Baru saja ia keluar dari lift suara Aka terdengar begitu keras seperti ada ribut-ribu di dalam sana.


"Ada apa ribut-ribut di dalam?" tanya Alodie asli pada dua sekretaris Aka.


"Itu bu, Bapak marah-marah karena ada syuting iklan mundur dari jadwal," jelas Fina.


"Pak Beno mana?"


"Lagi otw kemari bu baru saja kami hubungi."


"Terus kenapa kalian berdiri di depan pintu gini?"


"Takut telat masuk kedalam bu kalau bapak manggil, tadi aja kami juga kena semprot karena telat kasih berkas."


"Ya sudah balik kemeja kalian." titah Fathia.Lalu ia mengetuk pintu kaca ruangan Aka.


"Kalian nggak dengar saya bilang apa tadi, jangan ada yang masuk," teriak Aka dari dalam ruang kerja pada sekretarisnya. Fathia sampai kaget karena tingginya suara Aka. Baru kali ini Fathia mendengar suaminya marah besar.


"Maaf bu, mending tunggu di sini dulu," ajak Fina cemas.


"Nggak apa." Fathia mencoba mengetuk untuk ke dua kalinya. "Mas aku boleh masuk nggak?"


Aka kaget, ternyata yang mengetuk pintu adalah istrinya langsung ia melangkah untuk membuka pintu ruang kerjanya. "Maaf honey, aku nggak tau kalau tadi kamu yang datang," sesal Aka sudah membentak Alodie palsu.


Fathia tak marah sama sekali, malah ia memberikan senyuman manisnya "Maaf kalau aku ganggu, tapi sebaiknya istirahat dulu ya. Jam makan siang sudah lewat setengah jam kasian mereka belum pada isi perut," ujar Fathia menunjuk sekretaris Aka dan juga orang-orang yang ada di ruang kerja suaminya.

__ADS_1


Aka menghela nafas lalu mengangguk. "Kalian boleh pergi makan siang," kata Aka masih tampak kesal.


Dua sekretaris Aka mengelus dada dan langsung berlari menuju lift dan orang-orang yang ada di ruangan Aka juga ikut permisi pergi dari sana seraya membungkukkan badan masih merasa bersalah pada Aka.


"Maaf ya," rajuk Aka memeluk istrinya.


"Nggak masalah Mas. Duduk yuk kita makan siang dulu," ajak Fathia membawa Aka ke sofa.


Fathia membuka rantang makanan lalu mengambil nasi dan beberapa hasil masakannya tadi. "Makan dulu aku masak udang saus padang, capcay sama sup telur puyuh," ajaknya memberikan piring pada Aka.


Aka langsung melahap masakan istrinya jujur perutnya juga sangat lapar akibat marah-marah barusan. Emosi tingkat tinggi menguras energinya membuat Aka meminta tambah makanannya pada Alodie palsu.


"Makasih ya Al, makanan nya enak," ujar Aka selesai makan.


"Kenyang ya Mas?"


Aka mengangguk "Bukan lagi, kekenyangan! kayaknya bentar lagi perut aku kayak papa deh."


"Hahahahah buncit maksud kamu kayak bapak-bapak?!"


"Ia, gara-gara kamu tau nggak masak kok enak."


"Ih, aneh deh istri masak enak di salahin."


"Hehe becanda istri ku sayang," jelas Aka mencubit gemas pipi Fathia.


"Ngapain lo kemari?" tanya Aka heran.


"Eh, sekretaris lo yang nelpon gue tadi katanya lo lagi ngamuk. Makanya gue buru-buru datang kesini," jelas Beno kesal menghempaskan bokongnya di sofa.


"Itu iklan susu untuk program hamil kenapa sampai mundur dari jadwal, mana produknya sudah meluncur kepasaran satu minggu yang lalu," tanya Aka kesal.


"Kok bisa? bukannya produk sampai di pasar iklan juga sudah tayang?" malah Beno juga ikut bertanya.


"Itu dia, makanya gue marah besar. Mana anggaran nggak sesuai lagi dengan perjanjian awal tapi iklan nggak kelar-kelar," tambah Aka.


"Terus apa kata orang advertising nya?"


"Tau gue alasannya banyak, talent nya minta atur jadwal lah, kekurangan cru lah."


"Sekarang mereka kemana?"


"Pada makan siang, kalau bukan karena Alodie datang udah habis mereka sama gue," geram Aka. Lalu Aka melirik jam tangannya. "Telpon tu dua sekretaris segera naik dan bawa orang advertising nya," tambah Aka.


"Mas"


"Ia sayang."

__ADS_1


"Kalau bisa marahnya jangan kayak tadi ya, sekretaris kamu sampai ketakutan loh. Aku aja yang dengar teriakan kamu sampai kaget," ingat Fathia.


"Aku kesal Han,mereka kerjanya nggak profesional!"


"Tapi kamu marah-marah nggak ada gunanya juga loh Mas, buang energi. Lebih baik kamu cari solusi."


Aka menghela nafas "Ok deh, tapi kamu tetap di sini ya temanin aku."


"Aku pulang aja deh, nggak enak takutnya nanti aku terkesan ikut campur urusan kantor," tolak Fathia.


"Kan kantor aku, suami kamu nggak masalah dong. Ya ya ya please."πŸ₯Ί


Fathia mengalah ia akhirnya menuruti permintaan Aka.


"Jadi masalahnya di mana ini Pak? kenapa syuting iklannya mundur jauh dari jadwal?" tanya Beno.


"Tiba-tiba si Artis membatalkan kontrak sepihak karena dia mendapatkan kontrak iklan eksklusif," jelas orang advertising.


"Bisa kena penalti dong," ujar Aka.


"Awalnya kami berfikir begitu, tapi karena di dalam perjanjian kontrak pembayaran di lakukan setelah 3 bulan iklan di tayangkan jadinya penalti tidak dapat di lakukan, sebelum syuting dimulai," tambah orang advertising.


Aka memijit kepalanya. Mau marah-marah lagi juga percuma. Begitu pula dengan Beno ia hanya dapat menghela nafas menghempaskan punggungnya ke sofa.


"Lalu anggaran tambahan buat apa?" tanya Aka.


"Buat kontrak artis lain dan merubah konsep."


"Tapi konsep nggak jadi artisnya juga nggak bisa di kontrak?" tebak Beno.


Orang advertising hanya mengangguk membenarkan perkataan Beno.


"Lalu kenapa kalian nggak berikan laporan pada kami?" tanya Aka dengan nada mulai tinggi tapi sang istri berusaha menenangkannya.


"Maaf Pak, kami berfikir masih bisa menyelesaikan masalah dan melakukan syuting tepat waktu," tunduk orang advertising.


......................


Tinggalkan jejak dan beri dukunganya ya please πŸ₯Ί


Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


KomenπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


FavoritπŸ’œπŸ–€πŸ’šβ€


Hadiah🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


__ADS_2