ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
106


__ADS_3

Alodie palsu berusaha tetap profesional dalam pekerjaannya meski lingkungan di lokasi syuting sudah tak nyaman lagi. Atas permintaan Rike syuting bagian Alodie palsu di selesaikan hari ini juga, kru serta tim lainnya paham akan situasi yang sedang terjadi akhirnya mereka menyetujui permintaan Rike.


"Al, maaf ya kalau syuting kali ini bikin kamu nggak nyaman," ujar Suci penanggung jawab dari PH.


Alodie hanya tersenyum tipis sambil mengemasi barang-barangnya untuk kembali ke Jakarta meski hari sudah sore.


"Saya pikir hubungan kamu dengan teman-teman kamu baik-baik saja makanya kami satukan kalian dalam satu produksi."


"Saya nggak tau salahnya di mana Mbak, tapi sejak saya amnesia mereka seperti memusuhi saya."


"Mungkin karena kamu sudah tak bersama Galen lagi, itu yang membuat mereka menjauhi kamu." Suci hanya menerka.


"Sudah lah Mbak, saya juga nggak peduli dengan mereka, kan saya nggak kenal!"


Suci tersenyum "Tapi saya senang dengan perubahan kamu yang sekarang.Saya nggak nyangka loh kalau kamu ini benar-benar Alodie yang saya kenal dulu, sikap kamu yang sekarang berubah 180 derajat."


"Masak sih Mbak?"


"Ia Al, saya sekarang kagum sama kamu, sekarang kamu bisa menghargai orang, berkata lemah lembut, baik, ramah sama siapa saja, dan kalau syuting sekarang datang tepat waktu."


"Terimakasih Mbak pujiannya, semoga kedepannya sikap saya semakin lebih baik lagi." Harap Alodie palsu.


"Sudah beres? Ayo Mbak antar kedepan! travel kamu sudah menunggu di depan vila," ajak Suci mengantar Alodie palsu.


Jam 5 sore Alodie palsu juga Mita kembali menuju Jakarta. Fathia sengaja tak mengabari Aka, ia ingin memberikan kejutan untuk suaminya.


πŸ“© "Mas, masih dikantor? pulang jam berapa?


Fathia sengaja bertanya lewat pesan pada Aka, takut suaminya nanti curiga kalau di telpon.


πŸ“© Masih sayang, jam 9 aku sudah sampai di rumah. Kamu lagi apa? masih syuting?


πŸ“© Ia lagi istirahat. Benar ya Mas jam 9 sudah sampai rumah. Kamu udah makan malam Mas?

__ADS_1


πŸ“© Ia honey! Belum, tapi nanti pulang kantor aku beli makanan, soalnya bibi nggak ada di rumah tadi siang dia izin pulang kampung.


πŸ“© Oh, ok deh nanti aku hubungi lagi tepat jam 9 ya, lewat VC pastikan kamu di rumah.


πŸ“© Ok sayang.


Fathia meletakkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu ia menikmati jalanan lewat kaca jendela mobil.


"Mit, kamu hubungi mbak Rike, besok saya mau libur!"


"Kenapa Mbak?"


"Entah lah Mit, saya rasa saya kurang cocok berada di dunia ini. Saya merasa pengaruh buruk Alodie yang dulu terlalu besar membuat saya tak nyaman saat mendengar orang-orang membicarakannya di belakang saya, meski kadang saya memang sengaja meminta mereka bicara di depan saya, tapi sepertinya mereka mulai keterlaluan," keluh Fathia sambil menikmati angin malam menerpa wajahnya.


Fathia sudah banyak mendengar cerita dari orang-orang yang pernah dekat dengan Alodie dulu, bagaimana perlakuan buruk Alodie terhadap kru atau artis-artis lainnya. Di tambah Fathia tau seberapa teganya Alodie mengkhianati Aka dulu, ada rahasia besar antara Alodie dan Galen yang mungkin tak pernah Aka ketahui. Hal itu membuat hati Fathia sedih dan hancur merasakan penghianatan Alodie terhadap suaminya sungguh keterlaluan. Awalnya Fathia ingin menceritakannya pada Aka, tapi niat itu ia urungkan takut Aka akan terluka dan membenci Alodie yang saat ini sedang ia perankan.


"Sudah Mbak, kata Mbak Rike dia akan atur ulang jadwal syuting lainnya," ujar Mita.


"Terimakasih ya Mit!"


Fathia tersenyum, kata Mita ada benarnya juga.Lebih baik ia fokus pada karirnya dan fokus pada orang-orang yang mendukungnya.


"Ia Mit, makasih ya kamu sudah ingatin saya," ujar Fathia menyentuh bahu Mita.


πŸ–πŸ–πŸ–πŸ–


Sempat berhenti di jalanan karena menunaikan ibadah Alodie palsu baru sampai di rumahnya sekitar jam 8 malam. Langsung saja ia menuju kamar untuk membersihkan diri ia sudah tak sabar ingin memberikan kejutan pada Aka kalau ia sudah pulang. Fathia sengaja tak menyalakan lampu utama agar pas Aka pulang tak curiga.


Selesai mandi ia berdandan sedikti lalu memilih baju ganti di lemari.Ternyata jam 9 kurang Aka sudah sampai di rumah, terdengar deru mesin mobilnya di garasi. Fathia bergegas turun ke ruang tengah untuk menyambut kedatangan suaminya.


Aka pun sudah masuk ke dalam rumah, tanpa menyalakan lampu utama ia melangkah ke arah dapur melewatkan ruang tengah. Lampu di dapur memang sengaja di hidupkan agar pas pulang kerja seluruh rumah tak terlalu gelap.


Fathia sedikit kesal karena rencananya gagal, tapi tak apa dengan begini ia bisa mengerjai suaminya.Pelan-pelan ia berjalan mengendap-ngendap ke arah dapur, tampak Aka sedang sibuk membuka bungkus makanan yang ia bawa.

__ADS_1


Fathia mulai menghitung satu, dua, tiga "Ddoorr!" kejutnya memeluk Aka dari belakang.


"Astaga" kaget Aka langsung berbalik. "Sayang, kamu kapan sampai? bikin kaget deh," ujar Aka mengelus dada.


"Kok akunya nggak dipeluk?" rajuk Fathia memanyunkan mulutnya.


Aka pun memeluk erat sang istri yang begitu ia rindukan. "Kangen tau," kata Fathia di dada suaminya.


"Sama, aku juga kangen! tapi kamu kok bisa di sini? katanya tiga hari di sana, tadi juga bilangnya masih syuting," cecar Aka masih memeluk istrinya bergoyang kekiri dan kekanan.


"Sengaja pulang cepat, mau kasih kejutan buat kamu!"


"Hhhaahhh aku pikir malam ini tidur sendirian lagi, tapi ternyata istri ku sudah pulang," senang Aka mencium istrinya bertubi-tubi.


"Iihh, Mas nanti pipi aku habis sama kamu," rengek Fathia menghindar dari suaminya.


"Hehehe habis aku senang kamu udah pulang. Eh kamu udah makan? tanya Aka membawa istrinya duduk di meja makan.


"Belum sih, cuma tadi di jalan makan roti aja buat ganjel perut."


"Kita makan berdua yuk, aku tadi beli mie ayam kesukaan kamu," ajak Aka menyuapi istrinya.


"Tumben kamu ingat makanan kesukaan aku?!"


"Efek kangen kali ya, nggak tau tadi tiba-tiba jadi pengen beli mie ayam aja."


Mereka berdua menikmati makanan sambil bercerita lalu tertawa bersama. Selesai makan Aka dan Alodie palsu menuju kamar mereka.


"Iklan kita udah jadi nih, udah aku posting di instagram," tutur Aka memberikan ponselnya pada sang istri.


"Oh ya, mana? sini, sini aku mau lihat!" pinta Fathia penasaran.


"Ini di galeri. Aku mandi dulu ya," kata Aka berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Menunggu suaminya mandi Fathia bersantai di atas kasur sambil melihat iklan yang mereka bintangi berdua.


__ADS_2