ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Delapan Sembilan


__ADS_3

Siang ini gazebo pesanan Fathia sudah datang. Wajahnya begitu senang saat melihat gazebo secara langsung sesuai dengan keinginannya.Di sana ia bisa tidur siang nanti kalau bosan di dalam rumah.


"Makasih ya Mas,"ujarnya memeluk Aka.


" Kamu suka?"


Fathia mengangguk.


"Nggak gratis tau!"


"Emang aku harus bayar berapa?" tanya Fathia mendongakkan kepalanya melihat Aka.


"Bayarnya nanti malam kita main di gazebo nya, kuat apa nggak," kata Aka menjahili istrinya.


Wajah Fathia langsung cemberut. "Nggak mau aku." Meninggalkan Aka.

__ADS_1


"Hahahaha" tawa Aka menggelegar di dalam rumah.


"Masaka mesum," teriak Fathia dari ruang keluarga.


Kembali Aka menahan perutnya yang sakit karena tertawa menjahili istrinya.


Para tukang melapor pada Aka bahwa tugas mereka sudah beres dan gazebo nya sudah siap di pakai. Tak perlu menunggu berhari-hari gazebo yang sudah jadi lebih paraktis tinggal angkut dan di pasang di halaman rumah sesuai posisi yang kita mau.


"Mau coba gazebo nya nggak?" tawar Aka pada istrinya yang tampak masih cemberut di depan televisi."Maksudnya kita coba istirahat di sana, kayak tidur siang gitu atau ngemil sambil minum yang segar-segar," ajak Aka membujuk Alodie palsu.


Sebenarnya Fathia sudah tak tahan untuk duduk di gazebo itu. Menikmati tanamannya yang sedang bermekaran juga angin sepoy-sepoy.Lalu bawa cemilan sambil nonton streaming lewat ponsel di sana juga asik tuh.


"Jangan," cegah Fathia dengan mata memohon."Biar Mas Ben aja yang jemput kesini nanti."


"Kalau gitu ayok kita ketaman lihat gazebonya," ajak Aka lagi.

__ADS_1


Di sana mereka menikmati pemandangan taman serta kebun kecil Fathia di temani hembusan semilir angin. Busa dan bantal kecil membuat tidur-tiduran di sana jadi lebih nyaman.Fathia juga membawa minuman segar pesanan Aka dan beberapa cemilan. Sambil bercanda juga berbagi cerita keduanya mulai merasakan kantuk mulai menyerang tapi Fathia sudah memejamkan mata terlebih dahulu di dada Aka. Karena malas untuk naik ke kamar mereka Aka pun ikut tidur mendekap istrinya di sana.Tak lupa ia menutup tirai yang di ikat pada tiap tiang gazebo agar istrinya tak kedinginan di terpa angin.


🧈🧈🧈🧈


Malam harinya Beno datang berkunjung kerumah Aka. Rencananya mau menjemput dokumen kemaren sambil melaporkan pada Aka tentang persiapan launching produk perusahaan mereka besok. Sebenarnya Beno juga punya saham di Akafarma, hanya saja ia belum siap jika langsung menepati sebuah posisi. Makanya ia mau untuk jadi asisten sekaligus sekretaris Aka karena mau belajar dan menambah ilmu sebab kehebatan Aka dalam dunia bisnis tak dapat di ragukan lagi.


"Acaranya sekitar jam 10 pagi, jadi habis acara para tamu akan langsung di suguhkan makan siang," jelas Beno.


"Semua keluarga udah di kasih undangannya kan? tanya Aka.


" Udah. Buat lo sama Alodie besok pagi akan ada orang butik sama make up artis datang kesini jadi kalian siap-siapnya di rumah aja."


"Doktet Biya nya di bawa nggak Mas Ben?" tanya Fathia.


"Di bawa atuh, kan saya udah nggak jomblo lagi masak Aka aja yang punya pendamping," jawab Beno malu-malu.

__ADS_1


Aka dan Fathia hanya tertawa. "Makasih lo udah bantuin gue, jadi enak bikin lo repot," ujar Aka.


"Saudara sialan lo. Tapi ya untung ini dokumen udah lo beresin kalau nggak wah bisa gantian gue yang masuk rumah sakit karena lembur," curcol Beno menyantap kue yang di sajikan Fathia.


__ADS_2