ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Tiga Tiga


__ADS_3

"Maaf saya datang terlambat," pinta Aka mengagetkan Fathia yang sedang menikmati pemandangan ibu kota di balkon.


Fathia hanya tersenyum menampilkan jejeran gigi putihnya yang rapi sambil berjalan kembali masuk kedalam menghampiri Aka yang tengah membuka jas.


"Sudah minum duluan? saya pikir kamu akan menunggu," tanya Aka menuangkan wine pada gelas lalu duduk di sofa dan menyilang kan satu kakinya.


"Maaf, hanya untuk menghilangkan rasa gugup," jawab Fathia juga duduk di sofa sebelah Aka.

__ADS_1


"Jadi, apa tujuan kamu menerima tawaran saya?" tanya Aka tanpa basa-basi ia juga ingin tau alasan wanita di sampingnya kini menjual dirinya.


"Apa perlu buat anda? saya rasa tidak perlu saya jelaskan, yang pasti karena saya butuh uang," jawab Fathia menggoyang-goyangkan gelas wine yang di pegangannya.


Aka hanya diam lalu meneguk kembali minuman di tangannya. "Baiklah, sesuai perjanjian saya akan bayar 500 juta jika kamu benar-benar masih virgin dan akan saya tambah 300 juta kalau servis yang kamu berikan memuaskan," jelas Aka langsung.


"Saya mengerti jawab Fathia."

__ADS_1


Tak mau membuang waktu,setelah setengah jam yang lalu ia meminum obat yang di berikan Ciara, Fathia melangkah yakin untuk memulai aksinya.Di tariknya rambut yang di sanggul hingga tergerai dan di lepasnya high heels yang melekat di kakinya Fathia mendekati Aka dan langsung saja ia mendaratkan bibirnya di bibir Aka. Rasa gugup, resah, takut, dan khawatir Fathia tadi seketika hilang.


Ia menjadi wanita berani dan nekat malam ini, semua karena obat yang di berikan Ciara, obat yang dapat meningkatkan ***** wanita sehingga ia bisa melupakan kewarasannya dan menjadi gila oleh nafsunya sendiri.Aka tampak kaget ia tak percaya wanita yang masih virgin bisa bermain seperti orang yang profesional saja pikirnya. Tapi Aka tak mau ambil pusing ia juga mulai menikmati pekerjaan Fathia pada tubuh bagusnya.


Tak ada yang luput dari sentuhan tangan dan bibir Fathia. Berkali-kali Aka mendesah merasakan nikmat yang di berikan Fathia. Dan kini Aka pun tak mau kalah ia mulai membalik keadaan dimana ia juga ingin mencicipi tubuh wanita ini.Sekali tarik oleh tangan kekarnya kain yang melekat di tubuh Fathia sudah robek terbelah dua. Dada Aka tampak naik turun melihat kemolekan milik Fathia yang tampak menantangnya di balik bra hitam yang dikenakan Fathia.


Kamar hotel 207 menjadi saksi bisu atas permainan dua manusia itu. Malam ini semua masalah dan beban yang mereka rasakan untuk sementara dapat terlupakan karena kenikmatan yang mereka ciptakan sungguh memabukkan.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sinar matahari membangun kan Fathia yang masih terlelap di atas kasur dengan selimut menutupi tubuhnya yang polos.Melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 10 pagi Fathia turun untuk membersihkan diri, tapi langkahnya terhenti saat melihat meja makan di depan ranjang sudah penuh dengan beberapa makanan untuk sarapan juga segelas susu coklat.


__ADS_2