ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
S2 bab 29


__ADS_3

Kira-kira 10 menit proses dan prosedur inseminasi buatan atau program hamil Alodie palsu selesai di lakukan.


"Mah, Alodie udah di dalam?" tanya Aka pada Alia. Ia baru saja sampai di RS.


"Ia, cepatan masuk," suruh Mama Alia pada anaknya.


Di antar suster Aka pun masuk kedalam ruangan tempat dokter Biya melakukan tindakan inseminasi pada Alodie palsu.


"Akhirnya datang juga," seru dokter Biya.


"Gimana? udah selesai?" tanya Aka menghampiri sang istri yang masih berbaring di atas ranjang dan memberi kecupan hangat di dahi.


"Udah beres! cuma sebentar kok. Alodie harus berbaring dulu 15 menit atau setengah jam habis itu boleh pulang," jelas dokter Biya.


Aka mengangguk paham sekaligus merasa lega. "Gimana rasanya? ada yang sakit?" sambil mengelus kepala istrinya.


"Cuma kram sedikit, tapi sekarang udah nggak!"


"Selagi menunggu Alodie istirahat bisa kita bicara sebentar?" ajak Biya pada Aka.


Aka beralih menuju kursi depan meja kerja dokter Biya. "Setelah ini Alodie di sarankan untuk banyak istirahat tidak boleh melakukan aktifitas berat. Jangan stres pokonya harus happy. Juga nanti minum obat untuk meningkatkan kesuburan kandungan Alodie guna membantu proses inseminasi. Ada yang mau di tanyakan?"


"Boleh berhubungan kapan?"


"Hahaha... ia saya lupa menjelaskan padahal itu sangat penting ya," gelak Biya. "6 hari setelah inseminasi sudah boleh kok, tanpa pengaman juga nggak masalah."


"Terus kapan boleh cek hasilnya?"


"Dua minggu lagi, boleh cek pakai testpack atau datang ke RS juga boleh."


Lalu Aka melirik sang istri dan memajukan badannya ke arah dokter Biya berkata sambil berbisik. "Kalau seandainya hasilnya negatif gimana?"


Dokter Biya tersenyum hangat. "Al, kamu boleh ikut gabung," ajaknya. "Sus, tolong bantu pasien ya."


Biya ingin menjelaskan peluang keberhasilan program hamil ini pada kedua belah pihak. Seperti pada pasien lainnya, agar semuanya jelas dan tak ada nantinya drama dalam rumah tangga mereka.


"Jadi setelah semua hal terbaik yang sudah kita lakukan aku sebagai dokter hanya bisa membantu sampai di sini. Untuk hasilnya semua tergantung pada yang maha kuasa, saya tidak punya kemampuan untuk menjamin kalau nanti hasil inseminasi ini bisa sukses 100%. Kalau pun gagal, sebagai manusia kita hanya bisa ikhlas dan kembali berusaha serta berdoa. Jadi saya harap untuk kalian berdua tidak larut dalam rasa kekecewaan nantinya jika hasil program hamil kalian tidak sesuai ekspektasi."


Aka memandang istrinya. "Insyaallah aku ikhlas apa pun nanti hasilnya dokter Bi."


"Syukur kalau begitu. Kamu juga harus tau Al, banyak pasien aku yang harus gagal di awal bahkan 3 sampai 5 kali. Tapi mereka tetap semangat dan yakin kalau pasti berhasil. Jadi aku harap nanti kamu tetap semangat untuk mencobanya kembali jika hasilnya negatif. Sedih boleh, tapi harus tegar kembali untuk kita mulai dari awal." jelas Biya memberikan nasehat serta semangat buat temannya, sebab ia tak mau Alodie kembali terpuruk seperti waktu ia kehilangan calon bayinya.


"Ada lagi yang mau dokter Aka tanyakan? atau kamu Al?"


"Makanan gimana Bi? ada yang perlu di hindari?" tanya Aka.


"Hindari makanan mentah, minuman beralkohol dan soda, pemanis buatan, makanan cepat saji. Pokoknya makan makanan yang sehat dan bergizi."


"Ada efek samping nggak dokter Bi, habis ini?" tanya Fathia.

__ADS_1


"Oh, ia hampir aku lupa. Biasanya sih nanti akan ada flek 1-2 hari tapi nanti juga hilang. Itu hal biasa kok jadi jangan cemas."


Merasa cukup dan puas dengan penjelasan dari dokter Biya. Aka dan Alodie palsu segera keluar dari ruangan tindakan menyusul mama Alia di ruang tunggu sambil Aka menunggu obat yang di tebus oleh suster.


"Gimana?" tanya Alia tak sabar ingin tahu.


"Prosesnya udah selesai Mah, tunggu 2 minggu lagi baru bisa cek hasilnya," jelas Aka membimbing Fathia untuk duduk.


Tak lama suster pun datang mengantar obat yang harus di konsumsi Alodie. Suster tampak menjelaskan pada Aka aturan minumnya.


"Terimakasih sus," kata Aka.


"Sama-sama Pak dokter. Semoga berhasil," pamit suster tersebut.


Aka membimbing istrinya keluar dari rumah sakit menuju parkiran untuk kembali pulang kerumah mereka.


"Pokoknya selama 2 minggu kedepan kamu jadi kaum rebahan aja ya Al," kata Alia di perjalanan pulang.


"Hahaha... Mama ada-ada aja deh. Nggak gitu juga konsepnya Mah," tawa Aka.


"Lah, kan kata kamu Alodie nggak boleh banyak aktivitas."


"Ia Ma, maksudnya itu aktivitas berat," sela Fathia menjelaskan.


"Pokoknya kamu nurut aja apa kata Mama!"


"Ia deh ia. Kamu jadi kaum rebahan aja ya sayang," ujar Aka satu tangannya mengusap kepala sang istri satu lagi di bundaran kemudi mobil.


"Mama pulang ya, nggak bisa ikut kalian," kata Alia.


"Kenapa Ma?" tanya Aka.


"Papa mu besok harus ke Surabaya jadi Mama harus ikut juga."


"Oh, mau buka cabang apotik lagi?"


"Ia, sejak Adnan yang jadi direktur utama di Central Kesehatan semua berkembang dan maju pesat."


"Alhamdulillah," Fathia dan Aka mengucap syukur bersama.


Aka membelokkan mobilnya memasuki komplek perumahan sang Mama. "Nggak mampir dulu?" tanya Alia saat mobil berhenti tepat di halaman rumahnya.


"Langsung pulang Mah, kan Alodie harus istirahat," jawab Aka.


"Mama turun ya Ka," ucapnya membuka pintu mobil.


"Titip salam buat papa ya Ma," timpal Fathia.


"Ia sayang. Pokoknya kamu inggat pesan Mama, jangan banyak aktivitas, pokoknya jadi kaum rebahan aja dulu 2 minggu kedepan."

__ADS_1


Aka hanya tertawa mendengar peringatan mamanya pada sang istri.


"Ia Mah," jawab Fathia.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Malam hari di rumah Aka dan Alodie palsu mereka kedatangan kekuarga kecil Adnan. Kila dan Kinan mau menjenguk Amy Alodie yang baru saja selesai proses inseminasi.


"Mumpung Mas Adnan libur, makanya aku ajak kesini," kata Kila.


"Kata mama nanti di pelut Amy mau ada dedek bayi ya?" tanya Kinan.


"Insyaallah ,doa in ya sayang! biar nanti Kinan punya teman main," jawab Fathia.


Kinan pun megangguk memeluk Fathia.


"Jadi hari ini Kinan nggak bisa main sama Amy dulu, soalnya Amy harus istirahat," kata Aka.


"Yyyaahh... padahal Kinan mau metik stobeli di taman," sedihnya.


"Nanti aja, sama tante Mita. Bentar lagi juga datang," bujuk Fathia.


"Oh ya Ka, Mas datang kesini sekalian mau ngobrol sama kamu." Adnan.


"Soal apa Mas?"


"Beberapa bulan lagi Mas mau ambil pendidikan lagi. Mungkin Mas butuh kamu di RS, sebab papa kamu nggak setuju kalau dokter lain di tunjuk jadi kepala RS."


"Kenapa gitu Mas?"


"Om Faris sama papa nggak bisa percaya sama orang lain. Sejak kejadian RS kebakar, kamu tau lah ada campur tangan kepala RS yang korupsi dana pembangunan makanya om Faris dan pemimpin lainnya tunjuk Mas jadi kepala RS."


"Ok deh, jadi aku bantu apa?"


"Nanti lah, kalau Mas sudah mulai masuk kuliah baru Mas kabari mau butuh apa. Kalau sekarang Mas lagi siap-siapin bahan-bahan aja."


"Ooh. Pokoknya Mas tinggal telpon aku aja. Kapan pun Insyaallah aku siap bantu."


"Sebelumnya Makasih ya Ka."


"Santai aja Mas, sama saudara sendiri jangan kayak sama orang lain."


"Kuliah di mana Mas?" tanya Alodie palsu.


"Di sini aja kok Al, nggak jauh-jauh. Kasian Killa sama Kinan kalau Mas tinggal."


"Mas Adnan minta bantuan Aka, cuma buat jaga-jaga aja kalau nanti Mas Adnan sibuk jadi RS nggak terbengkalai." Kila


"Tapi Mas tetep tugas kan?" Aka

__ADS_1


"Ya Masih lah, cuma buat urusan meeting tiap bulan atau urusan lain di RS Mas butuh bantuan kamu dulu."


__ADS_2