ISTRI PALSU

ISTRI PALSU
Delapan Tujuh


__ADS_3

"Bilang aja kamu males ngurus warisan keluarga, ya kan!" tebak Risma sedangkan Beno hanya terkekeh.


"Jadi semua setuju ini ya, kalau mulai sekarang Adnan jadi Dirut di Central Kesehatan?" tanya Faris memastikan.


Semua keluarga mengangguk setuju.Mereka kini berharap semoga Adnan bisa mengembangkan bisnis keluarga ini melampaui pencapaian Faris juga papanya. Mereka mengucapkan selamat pada Adnan.


"Kapan Mas Adnan pindah ke sini?" tanya Aka.


"Mas urus surat pindah dulu Ka, juga Mas harus cari dokter pengganti untuk rumah sakit di Bandung. Ya meski rumah sakit milik kita tapi tetap harus profesional dalam bekerja."


"Setuju Mas. Ntar kalau mau pindah kabarin aja pasti kita bantu."


"Asik dong nanti bisa sering-sering ketemu baby Kinan, ya kan sayang," kata Fathia mengajak bayi kecil itu bicara.


"Ia dong tante mamanya juga senang jadi ada teman ngobrol kalau papa lagi kerja," jawab Kila menirukan suara anak kecil.


"Sering kesepian juga Mbak kalau Mas nya berangkat kerja?


"Bukan lagi Al, bosan malah. Apalagi Mbak nggak ada teman di Bandung."


"Kan ada Baby."


"Ya kan baru lahir Al. Pas hamil Mbak sering nangis kalau Mas Adnan udah tugas malam di rumah sakit."

__ADS_1


"Aku pikir aku lebay loh Mbak pas nangis di tinggal Mas Aka ke kantor tapi ternyata kita sama." Lalu dua wanita beda usia empat tahun itu tertawa bersama.


Karena jarang bertemu obrolan mereka membahas banyak hal hingga tak terasa waktu solat magrib sudah masuk. Semua anggota keluarga mulai bersiap untuk menunaikan ibadah berjamaah.Di imami oleh Faris solat magrib keluarga ini berjalan khusuk.


"Al, ini bi Runi Mama tahan di sini dulu boleh ya?" pinta Alia.


"Boleh Mah, silahkan kalau mau selamanya juga nggak apa," jawab Aka.


"Loh, kok selamanya sih Mas?"


"Nggak perlu Mama, cuma sampai nanti ART Mama balik dari kampung aja," tolak Alia.


"Eh kebetulan ini mumpung semua kumpul di sini aku mau ngundang buat datang ke acara launching produk baru di Akafarma satu hari lagi," ujar Aka di meja makan.


Suasana di meja makan kembali riuh dan rame saat mereka mengucapakan selamat pada Aka yang sudah berhasil mencapai mimpi nya untuk menjadi seorang pengusaha.


Usai makan malam semua anggota keluarga belum ada yang memutuskan untuk pulang. Mereka masih betah berkumpul dan bersenda gurau melepas rindu sebab jarang bertemu.Tapi beda dengan Aka ia sudah tak sabar untuk segera pulang.


"Semuanya, aku sama Alodie pulang dulu ya," pamit Aka.


"Kok buru-buru Ka? masih jam 8 ini," tanya Faris.


"Mau selesaikan beberapa dokumen Pa soalnya besok mau di ambil Beno."

__ADS_1


"Oh, ya sudah hati-hati di jalan."


Tak lupa mereka berpamitan menyalami semua anggota keluarga yang masih betah di rumah Aka yang cukup luas, sepertinya mereka akan menginap.


"Mas, kok bi Runi malah kamu kasih ke mama selamanya?" tanya Fathia saat mereka di dalam mobil menuju rumah.


"Ternyata seru loh sayang kalau kita hanya berdua aja di rumah. Jadi kayaknya mungkin aku akan mecat bi Runi deh."


"Jangan dong Mas! kasihan tau."


"Hahaha... nggak lah sayang, aku cuma becanda. Tapi beberapa hari ini karena nggak ada bi Runi kita bisa bebas bercinta di mana saja."


"Apaan sih kamu Mas," Pipi Fathia merona malu.


......................


Like tiap bab πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Komen tiap bab πŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–ŠπŸ–Š


Favorit biar dapat notif pas updateπŸ–€β€πŸ’œπŸ’š


Hadiahnya jangan lupa 🎁🎁🎁🎁

__ADS_1


😣πŸ₯ΊπŸ™πŸ˜˜


__ADS_2