
Aka tertawa. Entah menertawakan Alodie yang sudah jelas berbohong atau menertawakan dirinya yang selama ini sudah di bodohi oleh cinta.
"Lalu ini apa?" tanya Aka menarik hoodie yang di pakai Alodie dan menampakkan lehernya nan penuh kemerahan bekas perbuatan Galen yang sudah susah payah ia tutupi dari tadi. "Mana ada orang mau berpisah tapi masih berhubungan intim. Jangan ngarang kamu Al! sudah cukup selama ini aku kamu bodohi. Kamu pikir aku nggak tau kalau dibelakang aku kamu sering ketemu dan menghabiskan waktu sama mantan tunangan kamu itu!? aku tau Al, tapi aku tetap bungkam karena cinta aku sama kamu terlalu besar sampai aku takut kehilangan kamu." Aka meluapkan kekesalannya yang selama ini.
"Tapi aku jujur kali ini kami memang sudah berpisah dan tadi untuk terakhir kalinya aku tidur sama dia," jelas Alodie.
Plak...
Untuk pertama kali tangan Aka mendarat di pipi Alodie.
Alodie pun kaget tak percaya sambil memegang pipinya yang terasa panas air matanya pun sudah turun.
"Perempuan macam apa kamu Al? kamu istri aku tapi kamu tidur dengan laki-laki lain. Di mana harga diri aku sebagai suami kamu? bahkan cincin pernikahan kita saja tidak pernah kamu pakai," geram Aka.
__ADS_1
Hati Alodie sakit mendengarnya ia tak terima Aka menyudutkannya seperti ini, seolah-olah ia seorang istri yang penuh kesalahan dan Aka tak menyadari perbuatannya.
"Kamu pikir kamu suami yang baik!?," suara Alodie terdengar gemetar menahan tangis. "Apa bedanya kamu sama aku? membayar seorang pelacur untuk memuaskan ***** kamu."
"Itu karena kamu tidak pernah memberikan aku nafkah batin," jawab Aka tak mau kalah.
"Berarti kita impas. Dan sekarang mari kita mulai rumah tangga ini, kita buka lembaran baru dan lupakan masa lalu.Soal cincin aku memang tidak pernah memakainya,tapi ini aku kalung kan bahwa aku masih sadar kalau sudah menikah." jelas Alodie memperlihatkan cincin yang ada di lehernya.
Aka menggeleng lalu menarik sudut bibirnya. "Tidak semudah itu! sulit untuk aku menerima kamu yang sudah di sentuh oleh laki-laki lain," tolak Aka.
"Jaga ucapan kamu!" geramnya.
"Aku memang bekas laki-laki lain tapi aku bukan seperti wanita yang kamu bayar, dia jauh lebih buruk dari pada aku dia hanya seorang pelacur yang tidur dengan banyak orang."
__ADS_1
Aka hanya tersenyum mengejek kepercayaan diri istrinya. "Dia jauh lebih baik dari kamu Al, jauh! Dia bukan pelacur dia wanita baik-baik yang menjaga kehormatannya.Dia menjadikan aku yang pertama karena dia sedang butuh uang," bela Aka.
"Wanita baik-baik mana yang mau tidur dengan pria beristri," bantah Alodie.
"Lalu kamu apa? kamu bilang kamu jauh lebih baik dari dia sedangkan kamu sadar punya suami tapi masih melayani pria lain bukan suami sendiri. Kamu yang pelacur bukan dia!"
Plak...
Sekali lagi Alodie memberikan cap jarinya di pipi Aka. Ia menggeleng tak percaya dengan sikap suaminya yang sekarang. "Kamu berubah! kenapa kamu mati-matian membela wanita itu?" tanya Alodie menantang Aka.
"Karena dia tidak seburuk yang kamu tuduhkan," jawab Aka.
"Apa karena cinta semalam lalu sekarang sudah mulai tumbuh," tebak Alodie.
__ADS_1
"Kenapa sekarang kamu menuduh aku?"
"Lalu sikap kamu ini apa? tiba-tiba menyudutkan aku dengan semua kesalahan yang sudah aku akui dan aku ingin memulai rumah tangga ini kembali tapi kamu menolaknya."