
Fathia hanya tersenyum sambil mendandani Kinan.
"Aku mau kita secepatnya punya anak," kata Aka spontan.
Raut wajah Fathia berubah kaget mendengar ucapan suaminya. Lalu ia mengambil satu botol ASI perah dan menghangatkannya di bottle warmer. "Sabar dong Mas, kamu nggak inggat pesan dokter Labib sama dokter Biya kalau aku belum boleh hamil."
"Tapi masih lama Al, aku mau secepatnya. Besok kita konsultasikan sama Biya juga Labib," desak Aka.
Fathia mengendong Kinan lalu memberikan ASI yang sudah hangat pada Kinan. "Jangan egois kamu Mas, hanya karena kamu nggak sabar pengen punya anak akhirnya kamu nggak peduli sama kesehatan aku dan calon anak kita nanti." Fathia masih mengingatkan suaminya dengan lembut.
"Tapi-"
"Mas, sabar ya.Nanti pas waktunya aku boleh hamil kita langsung program tapi kamu juga harus ingat Mas, anak itu rezeki dari Allah jadi kita nggak bisa memaksakannya," ujar Fathia menenangkan Aka.
Aka menghela nafas dalam ia mengangguk setuju akan ucapan istrinya.
"Sebentar lagi Kinan juga tinggal di Jakarta, nah kapan-kapan kita bisa bawa dia nginap di sini anggap aja kita belajar ngurus bayi sebelum punya bayi. Tapi izin dulu sama Mas Adnan juga Mbak Kila, ntar di kira anaknya kita jadiin bahan percobaan." Fathia mencoba menghibur Aka.
Aka kembali tersenyum "Aku setuju. Maaf ya aku agak maksa kamu tadi. Mungkin karena aku sudah nggak sabar nunggunya dari lama, dari awal kita nikah eh sekarang pas hubungan rumah tangga kita harmonis dan membaik harus di tunda dulu punya anaknya," jelas Aka.
"Nggak apa Mas, aku ngerti kok," kata Fathia meletakan Kinan di atas kasur lalu memeluk suaminya.
π₯π₯π₯π₯
"Wwaahh... anak mama pintar nggak rewel di tinggal sama Amy Alodie ya," kata Kila mengajak anaknya bicara.
"Kinan anteng kok Mbak, tadi sempat nangis kejar pas aku tinggal sama Mas Aka mau mandi, ternyata dia pup Mas Aka nggak tau," jelas Alodie palsu.
"Gue bilang juga apa, Aka itu belum berpengalaman," timpal Beno.
Aka lebih memilih diam tak mau menangapi sepupunya itu sebab yang dibilang Beno ada benarnya juga.
"Makasih loh Al udah mau jagain Kinan," pinta Adnan.
Fathia tersenyum "Jadi, udah dapat rumahnya?"
"Udah, tinggal nunggu surat jual belinya di urus Beno setelah itu kita langsung pindah," kata Adnan.
"Daerah mana Mas?" giliran Aka yang bertanya.
__ADS_1
"Dekat ini kok Ka, 10 menit dari komplek lo ini," timpal Beno menjelaskan.
"Oh ya? asik dong kita dekatan," ujar Alodie palsu.
"Mbak sengaja pilih rumah dekatan sama rumah kalian biar gampang gitu kalau mau main," tutur Kila. "Tapi rumahnya Mbak juga suka dari 2 lainnya."
"Kalau gitu kita makan siang dulu yuk, sebelum Mbak sama Mas Adnan balik," ajak Alodie membawa keluarga Aka menuju meja makan.
Makan siang kali ini di pesan khusus Alodie di sebuah restoran sebab ia tak ada waktu untuk memasak karena harus menjaga baby Kinan. Di meja makan obrolan masih berlanjut, banyak hal yang mereka bahas bahkan sampai makanan habis mereka semua masih betah duduk di sana sambil menikmati secangkir kopi.Jam 3 sore keluarga Adnan memutuskan untuk segera berangkat.
"Sampaikan salam buat papa sama mama ya Ka, maaf Mas nggak bisa mampir kesana," ujar Adnan memeluk Aka untuk berpamitan sebelum pergi.
"Ia Mas, tadi aku udah telpon papa dan bilang Mas kesini cuma mau lihat-lihat rumah."
"Al, makasih loh udah jagain dan mau urus Kinan.Nanti kalau Mbak udah tinggal di Jakarta boleh ya di titipin sekali-kali kalau mama papanya mau pacaran," tutur Kila.
"Boleh kok Mbak, boleh banget! malah aku sama Mas Aka senang kalau Kinan bisa sekalian nginap," jelas Alodie palsu.
"Ya udah kami berangkat ya. Ben Mas berangkat salam buat mama papa kamu," pamit Adnan pada Beno.
"Ia Mas, hati-hati di jalan! kalau sudah sampai langsung kabari kami," balas Beno.
Aka, Alodie palsu dan Beno mengantar keluarga Adnan menuju mobil mereka di halaman rumah Aka.Terakhir Fathia mencium pipi gembul nan mengemaskan milik baby Kinan yang sudah terlelap di pangkuan mamanya.
"Daa" lambai Kila saat mobil mereka bergerak maju keluar dari halaman rumah Aka dan di balas oleh Fathia, Aka juga Beno. Usai melepas kepergian mobil keluarga Adnan Beno juga pamit pulang.
π₯π₯π₯π₯
π±"Alhamdulilillah kalau Mas dan keluarga sudah sampai dengan selamat. Aku khawatir aja soalnya sudah jam 8 kok Mas belum kasih kabar.
Aka menghubungi Adnan.
π±Macet di jalan Ka, macet parah. Sekarang Minggu jadi orang-orang pada balik mau kerja besok.
π±Ok deh Mas aku cuma mau tanya itu aja, Alodie dari tadi desak terus buat hubungin Mas, takut kalau ada apa-apa di jalan. Aku tutup telponnya ya, Mas pasti mau istirahat.
π±Ok Ka, makasih perhatiannya salam buat Alodie dari Kila, maaf nggak balas chat ponselnya mati kata Kila barusan.
π±Ssiip Mas, Assalamualaikum.
__ADS_1
"Gimana Mas?" tanya Fathia memburu Aka.
"Mereka baru aja sampai rumah, kejebak macet katanya. Mbak Kila juga titip salam, chat kamu nggak di balas ponselnya mati," kata Aka sambil fokus menatap layar tv dengan posisi memeluk istrinya sambil selonjoran.
"Oh.Hhuuhh sepi ya Mas, jadi kangen Kinan deh! kalau ada dia pasti seru kayak tadi siang main bareng sama dia lihat dia ketawa aku jadi gemas pengen cubit pipinya," kata Fathia duduk di pelukan Aka lalu mencubit pipi suaminya.
"Kok aku yang di cubit sih Al?"
"Hehehe... tapi kamu juga gemesin deh Mas," ujar Fathia kembali mencubit kedua pipi Aka.
"Kamu juga suka bikin aku gemes," balas Aka mencubit pipi istrinya.
"Aaawww... iiss sakit tau Mas," rengek Fathia mengusap pipinya.
"Sakit ya? sini sini aku tiup!"
Fathia memberikan pipinya yang merah pada Aka. Awalnya Aka memang meniup pipi istrinya tapi setelah itu ia menciumnya berkali-kali. "Udah sembuh!"
"Makasih" ujar Fathia mengecup sekilas bibir Aka. Aka pun membalas kembali mengecup bibir istrinya lalu menjadi sebuah ciuman penuh cinta dan berubah menjadi penuh damba dan gairah.
"Mas, kita lanjut di kamar aja yuk," ajak Fathia melepaskan tautan bibir mereka.
"Ya udah, aku matiin TV nya dulu."
Mematikan TV dan lampu ruang keluarga Aka mengendong istrinya menaiki tangga menuju kamar mereka.Sampai di kamar mereka melanjutkan kembali hal yang sempat tertunda tadi, menikmati surga dunia merasakan nikmatnya cinta berdua bersama memadu kasih di malam nan penuh sinar bulan purnama.
...****************...
Ajak dong keluarga, sahabat, teman, rekan kerjanya buat baca novel aku ini! βΊπ£π₯Ί
Nah terus bilang jangan lupa kasih dukungan sama tinggalkan jejak
Likeπππ
Komenπππ
Favoritπππ€
Hadiahπππ
__ADS_1
Terimakasih banyak ππ₯°ππ₯³π€©