
"Aku berangkat ke kantor dulu. Nanti habis makan siang kita ke rumah mama, ya," kata Aka sebelum berangkat kerja.
Fathia mengangguk. "Aku juga mau masak dulu buat mama, sekalian makan siang buat kita nanti."
"Aku jalan ya." Tak lupa mengecup kening istrinya.
"Hati-hati di jalan." lambai tangan Fathia.
Masuk kembali ke rumah Fathia menghubungi Ciara untuk mengajaknya menjenguk mama Alia yang demam 3 hari belakangan.
๐ฑNtar sore gue sama mas Joe kesana.
๐ฑAku tunggu ya, soalnya aku sama mas Aka nginap di sana.
๐ฑSsiipp. Mau di bawaiin makanan nggak?
๐ฑBoleh deh!
๐ฑApa?
๐ฑApa aja yang penting enak.
๐ฑHahaha..ia deh, gue lanjut syuting dulu ya Al, bye.
Fathia melangkah meninggalkan kamar menuju dapur. Memeriksa bahan-bahan yang akan di masaknya dalam kulkas. "Bi, bantuin aku kupas dan potong ini semua habis itu di cuci ya."
"Banyak amat mau di masak Mbak?"
"Mau masak buat mama soalnya. Nanti kita kesana ya."
"Ia Mbak. Habis saya bantu potong dan cuci, saya tinggal ya mau beresin kerjaan yang lain."
"Boleh." Angguk Fathia.
๐ฆด๐ฆด๐ฆด๐ฆด
"Assalamualiakum." Aka dan Fathia sampai di rumah Faris.
"Waalaikumsalam." Jawab Papa Faris.
"Pa." Anak dan menantunya mengulurkan tangan.
"Papa pikir kamu hari ini pulang dari Bandung nya." menyambut uluran tangan.
"Sorenya habis acara aku langsung pulang Pa. Kasian istri aku udah ngerengek suruh pulang."
"Malam dong sampainya."
"Ia.Gimana Mama, Pa?"
"Alhamdulillah sudah baikan dari hari kemaren. Langsung aja ke kamar! siapa tau Mama kangen sama kamu."
"Aku lihat Mama dulu."
"Aku kedapur dulu ya Pa, mau siapin makanan yang tadi aku masak di rumah," ujar Fathia.
"Kasih bibi aja!"
"Sini saya saja yang bawa kedapur Mbak," sela Bi Runi.
"Makasi ya Bi. Aku juga ke kamar Mama ya Pa," izinnya meninggalkan ruang tamu.
Faris mengangguk.
"Mah, gimana kondisi Mama?" tanya Aka duduk di bibir ranjang samping sang Mama.
"Sudah enakan dari kemaren. Mama pikir kamu belum pulang dari Bandung."
"Kemaren aku langsung pulang pas selesai acaranya."
"Mama pikir kamu nggak kesini!"
"Kan aku nggak tau kalau Mama lagi sakit!"
"Papa yang minta buat aku nggak kasih kabar ke Mas Aka Mah," jelas Fathia.
"Ooh. Kalian nginap kan? temanin Mama, sepi rasanya rumah ini."
"Ia, sekalian aku juga bawa masakan kesukaan Mama," jawab Fathia.
Alia tersenyum. "Ayok, kita kemeja makan, Mama kayaknya pengen makan masakan kamu." Bangkit dari ranjang di bantu Aka.
Sampai di meja makan bi Runi menata masakan yang di bawa Fathia tadi. "Ada semur daging kesukaan Mama," jelas Aka menarik kursi untuk duduk Alia.
"Aku ambilin nasi ya Ma," sambung Fathia.
Sejak demam selera makan Alia menghilang. Makanya pas dengar sang menantu membawa masakan kesukaannya ia begitu semangat untuk mencoba. Siapa tau selera makannya bangkit kembali.
__ADS_1
"Enak Ma?" tanya Faris dari arah ruang tamu.
"Enak Pah, Mama jadi pengen nambah!"
"Sini aku ambilin lagi." Fathia siap melayani sang Mama mertua, sebab Alia sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
"Masakan istri aku emang juara!"
"Benar Ka! kemaren Papa udah beliin semur daging buat Mama di satu restoran, tapi cuma di icip sedikit. Kalau Alodie yang masak selera makan mama kamu langsung balik. Emang juara Alodie," Puji Faris.
"Biasa aja kok Pa. Mungkin emang Mama lagi kepengen makan masakan aku aja kali."
"Benar kata Aka sama Papa, masakan kamu itu enak Al! tambah Alia.
" Ia deh, Alhamdulillah kalau Mama suka. Papa yuk sekalian makan aja!"
"Boleh, kebetulan Papa juga belum makan siang. Kalian juga yuk!"
"Mama sama Papa aja. Kita tadi udah makan duluan di rumah," balas Aka.
Kedua orang tua itu menyantap habis makan siang yang di bawa oleh Fathia. Sesekali di masakkan langsung oleh sang menantu membuat ada rasa senang, bahagia dan bangga di hati mereka berdua. Sebab jarang-jarang ada menantu yang bisa masak, bahkan ia sampai mau merawat Alia yang sedang sakit di balik kesibukannya menjadi seorang publik figur dan istri dari Akalanka sang pengusaha muda.
๐๐๐๐
Yang janjian akan datang saat sore ternyata terlambat. Ciara sampai di rumah Alia dan Faris saat malam hari karena harus menunggu sang suami selesai meeting di kantor.
"Makanan buat aku mana?" tanya Fathia langsung tanpa basa basi
"Ya ampun Al, disuruh masuk dulu kek tamunya," kesal Ciara.
"Masuk yuk Bro, Ciara ayo," ajak Aka menyambut kedatangan mereka di depan pintu rumah.
"Gimana kondisi mama Alia?" tanya Ciara duduk di sofa.
"Udah enakan, tadi juga udah mau makan," jawab Aka.
"Eh, ada tamu jauh. Udah lama nggak kesini," timpal Faris ikut bergabung.
"Om." Salim Joe dan Ciara.
"Mau jenguk tante Alia?"
"Ia. maaf kita datang agak malam, soalnya tadi sore saya masih meeting."
"Santai aja kita masih terima tamu kok, tapi tante Alia udah tidur, baru aja. Makanya Om nyusul ke mari dengar rame-rame."
"Biasa lah, dia udah kepengen nimang cucu. Agak sedih kemaren pas program hamil Alodie di stop kepikiran juga sama kondisinya mantu kesayangan. Tapi Om udah kasih pengertian kok. Aka juga tadi udah bicara, jadi tantenya sekarang udah bisa sabar buat nunggu di kasih rezeki sama Allah."
Semuanya mengangguk paham.
"Om tinggal dulu ya, mau ke Mesjid solat isya di sana."
"Ia om, silahkan." Joe.
"Nih, makanan buat lo. Ada sate ayam, ada mie tek-tek sama bakso bakar," kata Ciara menyerahkan bungkusan pada Fathia.
"Yyyee... makasi banyak loh.
"Gimana Joe? perusahaan aman?" tanya Aka.
Joe menghembuskan nafas. "Lumayan lah, sekarang gue udah mulai biasa. Tapi ya itu, gue sekarang sibuk banget sampai pulang malam. Soalnya kan banyak anak perusahaan yang juga harus di urus."
"Ngomong-ngomong udah gol belum?"
Sambil menggeleng. "Belum kayaknya. Tapi gue sama Ciara sih santai aja."
"Lagian Mas Joe sekarang sibuk banget. Aku juga belum siap hamil kalau nggak di dampingi Mas Joe," tambah Ciara.
"Tapi nggak nunda kan?" tanya Fathia.
"Nggak! kita sih gas pol ya Mas." Diangguki Joe.
"Udah pada makan belum?" Aka.
"Udah.Tadi sebelum kesini kita makan dulu. Takut bikin repot tuan rumah." Joe.
Obrolan mereka masih berlanjut. Banyak hal yang mereka bahas jika sudah bertemu. Karen semua pada sibuk dengan kerjaan masing-masing jadi mereka jarang untuk bisa punya waktu bertemu. Sekali bertemu malah seperti sekarang, sampai lupa waktu kalau ngobrol.
"Udah jam 11 aja loh Mas, kita pulang yuk!" ajak Ciara.
"Ayok!"
"Nggak nginap sini aja?" Fathia.
"Nggak ah, ntar kita berisik ganggu istirahatnya tante Alia," jawab Joe.
"Hahaha... yuk kita antar! " tawar Aka menuju mobil mereka.
__ADS_1
"Sampaikan salam sama tante Alia." Ciara memeluk Fathia.
"Hati-hati di jalan bro!" Aka memeluk sahabatnya.
"Daa," lambai mereka bersama.
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
Pagi-pagi sekali Fathia sudah bangun menyiapkan sarapan untuk suaminya dan mertuanya. Meski ada bi Runi dan ART nya mama Alia, Fathia tetap mengambil alih dapur.
"Bi, saya tinggal ya. Tolong di hidangkan di atas meja makan," pintanya meninggalkan dapur.
Menuju kamarnya dan Aka yang berada di lantai satu. "Mas." panggil Fathia mengguncang tubuh suaminya.
"Hhhmm.. "
"Bangun! kamu nggak ke kantor?"
"Nanti habis makan siang."
"Ya tapi bagun dong. Waktunya sarapan."
Aka meregangkan tubuh. "Jam berapa?"
"Jam tujuh."
"Mama Papa udah turun?"
"Kayaknya sih belum. Cuci muka dulu, aku tunggu di meja makan." Meninggalkan Aka untuk kembali ke dapur.
"Pagi Pa, Ma!" sapa Fathia saat sampai di meja makan.
"Kamu yang masak Al?" tanya Faris.
"Ia Pa."
"Kalau gitu duduk yuk, kita sarapan. Nggak enak Papa sama Mama makan duluan kamunya masih sibuk di dapur."
"Nggak masalah Pa. Makan aja dulu, aku mau bikin kopi buat mas Aka. Berlalu menuju dapur.
Tak lama Aka ikut bergabung bersama kedua orang tuanya yang sudah duluan menyantap sarapan pagi spesial kali ini.
"Ini kopinya Mas."
"Makasi sayang!"
"Nggak ke kantor kamu Ka?" tanya Mama Alia.
"Nanti habis makan siang. Sekalian aku sama Alodie pulang."
"Cepat amat."
"Aku banyak kerjaan Mah, kan di tinggal 2 hari kemaren ke Bandung, jadi harus lembur di rumah."
"Alodie nggak ada syuting kan hari ini?" tanya Papa Faris.
"Aku libur kok Pa. Besok baru ada syuting iklan."
"Ya sudah, lanjut dulu sarapannya, habis ini kita antar Mama cek ke RS," kata Faris.
๐๐๐๐
"Mit, minggu depan mas Joe mau ke Filipin. Kamu nginap sini ya," ajak Ciara pada adiknya saat berkunjung kerumah.
"Kenapa Mbak nggak ikut?"
"Aku mau buru-buru selesaikan kerjaan aku Mit. Kalau libur terus makin lama."
"Berapa lama?"
"Cuma seminggu kok.
"Tapi aku nggak mau ya, mbak membatasi kegiatan aku."
"Ia, Mbak nggak akan ikut campur lagi sama pilihan kamu. Mau kerja atau kuliah, terserah yang penting dua-duanya berjalan lancar dan nggak ada yang terbengkalai.
"Ok!" angguknya.
"Aku pulang dulu, sekalian mau mampir ke rumahnya mbak Fathia."
"Ngapain?"
"Mau ambil baku-buku aku yang ketinggalan di sana."
"Yuk Mbak antar kedepan!"
...----------------...
__ADS_1
Please like ๐ komen ๐ Favorit โค dan hadiah ๐