
"Ini kalian habis dari mana, basah-basah gini?" tanya Mama Alia pada anak dan menantunya.
"Habis main di pantai Mah, tadi rencananya nggak ada kesana. Cuma singgah sebentar tapi Alodie maksa aku buat main ombak jadinya gini deh," jelas Aka memeluk Fathia yang sudah menggigil kedinginan.
"Ya sudah, masuk kamar sana bersih-bersih dan ganti baju. Kasian istri kamu sudah kedinginan," titah Alia.
Aka membawa Fathia menuju kamarnya yang berada di lantai satu.
"Mas, aku mandi duluan ya," pinta Fathia mengambil handuk.
"Bareng aja sayang!"
"Nggak, lama kalau mandi sama kamu mah. Lagian aku buru-buru Mas, nggak enak sama mama. Pertama kali ke sini akunya malah asik di kamar, aku mau bantu mama siapin makan malam."
"Ok deh. Tapi nanti janji ya!" pasrah Aka.
"Janji apa?"
"Hangatin aku!"
"Ih, kamu mah masih aja mesum. Udah ah aku mandi dulu," kesal Fathia meninggalkan Aka.
__ADS_1
Mandi dan berganti pakaian beres Fathia bergegas menuju dapur untuk membuat teh jahe agar tubuhnya tak masuk angin sekaligus membantu mertuanya menyiapkan makan malam.
"Kok kamu kesini sayang?" tanya Alia mendapati menantunya di dapur.
"Mau bikin teh jahe Mah, sekalian bantu mama," jawabnya.
"Nggak usah, kamu mendingan kekamar lagi aja, siapa tau Aka butuh bantuan kamu!?"
"Mas Aka bisa sendiri kok Mah, sini ada yang bisa aku kerjain?" tanya Fathia.
"Ada bibi di sini," tolak Alia.
"Nggak apa-apa, bibi bisa kerjain yang lain," jelas Fathia mulai mengambil alih sayur dari tangan ART.
"Wah, kayaknya makan malam spesial nih," ujar Alfarisqi Abdul Hajar papa Akalanka yang baru tiba di meja makan.
"Ia dong Pa, kali ini Mama masak di bantu Alodie," sambung Alia.
"Aka mana Al? ayo suami mu di panggil," tanya Papa mertuanya.
Baru Fathia melangkahkan kaki menuju kamar, puncak hidung suaminya sudah kelihatan.
__ADS_1
"Panjang umur kamu," kata Alia. "Baru saja Alodie mau nyusul."
Aka juga ikut duduk di meja makan dan Fathia mulai mengambilkan makanan untu suaminya setelah itu barulah untuk dirinya sendiri. Pertama kalinya suasana di rumah ini terasa penuh kebahagiaan. Bagaimana tidak baru kali ini orang tua Aka makan satu meja dengan Alodie istrinya Aka. Ya meski sebenarnya itu adalah Fathia tapi kedua orang tua Aka sangat bersyukur karena kecelakaan yang menimpa Alodie membawa berkah buat anaknya. Yaitu perubahan sikap Alodie yang cukup jauh atau bisa di bilang bertolak belakang dengan sikapnya selama ini.
"Aka, orang tuanya Alodie tidak datang kemari? apa mereka tidak menjenguk anaknya?" tanya Faris.
"Aku udah kasih kabar ke mereka Pa, katanya nggak perlu datang percuma kan Alodie amnesia jadi bakalan nggak ingat mereka," jelas Aka.
"Kok gitu Mas, bagaimana pun kan Alodie anak mereka!" kata Fathia. "Maksudnya aku kan anak mereka,"jelasnya lagi.
"Kamu itu cuma anak angkat sayang, dan hubungan kalian juga kurang dekat."
Fathia pun memilih diam. Ya sudah kalau begitu, baguslah kalau orang tuanya Alodie tak datang. Setidaknya ia tak perlu was-was atau khawatir nanti jika orang tua itu akan menemukan perbedaan antara dirinya dengan Alodie asli.
...----------------...
Please
like πππ
komen πππ
__ADS_1
favorit β€β€β€